rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Air Mata Ibu

the prunus

the prunus (Photo credit: Michiel Thomas)

Bismillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Sedikitpun tidak pernah terbayangkan dalam benakku kalau aku akan memiliki seorang ibu yang cacat dan tak sempurna secara fisik . Yah,,Siapa sih anak yang bersedia menerima kondisi tersebut . Kuyakin tak seorangpun menerimanya ,begitu pula diriku , Namun kenyataan pahit ini harus kuterima . Ibuku hanya memiliki sebelah mata . Aku benci,,aku benci keadaan ini . Kalau boleh , aku akan memilih untuk tidak dilahirkan dari rahim seorang wanita yang cacat .

Beliau memang kerap menasehatiku , kalau keadaan ini adalah suratan takdir yang harus dijalani dengan ikhlas . pffffuuuuaaaahhh,,takdir . Aku benci takdir . takdir apa yang menentukan kalau hidup seseorang harus menderita ?/Tuhankah yang mementukan ini ?/ kalau memang begitu , sungguh jahat Tuhan . Sudah capek-capek menciptakan manusia , tapi ditentukan hidup dalam kesengsaraan . Tidakkah itu kesia-siaan  belaka ?/ Apakah dengan hidup sengsara lantas Tuhan senang ?/

Naif,,,aku fikir itu bukanlah takdir tuhan . Tapi kekezhaliman yang dilakukan manusia terhadap manusia lain . Ya , ini semua kerena laki-laki yang menikahi ibuku . Kepergiannya yang tanpa kabardari rumah , telah meninggalkan penderitaan berkepanjngan di rumah kami . laki-laki yang tak bermoral dan tak bertanggung jawab . kalau memang dia tidak pernah siap menanggung hidup anak dan istrinya , lalu buat apa dia menikah kalau meninggalkan kesengsaraan .

Dan ini akibat yang harus kutanggung . Hidup serba kekurangan di rumah gubuk yang lebih pantas disebut sebagai kandang kambing bersama seorang ibu yang sebelah matanya buta . Oh Tuhan,,,kehidupan macam apa ini .

Sebagai gadis remaja , aku juga ingi hidup normal seperti temen-temen yang lain . Bisa memiliki pakaian yang bagus , aksesoris lux , atau benda=benda modern lain . Tapi bagiku itu hanya mimpi . kehidupan yang tak memugnkinkan aku menikmati semua khayalan  tersebut . ibu yang hanya penjual sayur , tak mungkin bisa membilikan barang -barang bagus yang hanya dimiliki orang-orang kaya . Sedang untuk makan sehari-haripun , kami serba kekurangan .

Soal kekurangan , mungkin aku masih bisa makan . Toh hampir setiap warga di kampungku juga hidup dalam kondisi serupa . satu hal yang sama sekali tak bisa aku terima , kondisi ibuku yang leknan ( alias hanya bisa melek yang sebelah kanan ) . Ini benar-benar menjtuhkan harga diriku sebagai kembang desa . Aku ingat , sejak kecil teman=temanku selalu menghina dan mengatakan kalau ibuku seperti Si Buta dari Gua Hantu . Dihina seperti itu , aku tak bisa buat apa-apa . Paling hanya bisa menangis dan mengadu pada ibu .

“Kenapa kamu menangis nduk?/ tanyanya lembut . Dengan setengah membentak , aku menjawab ,” aku malu punya ibu yang buta ,” Aku tak tau bagaimana perasaan ibu saat itu . yang aku tau dia hanya diam dan coba trtap tersenyum , meski terlihat matanya mulai memerah menahan tangis . Itu dulu , saat aku masih bocah dan belum tau akan arti hidup . tapi sekarang, usiaku sudah 18 tahun . Aku telah menyelesaikan SMU dan tumbuh menjadi gadis cerdas . Jadi untuk apa aku mengenag masa lalu  yang suram dan pahit serta hanya menyisakan luka . Aku ingin mengubur dalam -dalam luka tersebut . Maka aku putuskan pergi ke  Jakarta untuk mengubah nasib . Ya,,, aku harus sukses Aku harus jadi orang terpandang yang setiap orang bertemu akan menundukkan kepala sebagai tanda hormat .Awalnya , ibu tak mengizinkan aku pergi ke Jakarta , nduk apa kamu ndah kasihan sama ibu ?/ibu sudah tua . Apa kamu tega meninggal ibu seorang diri ?’
tapi tekatku sudah bulat . Tidak kupedulikan nasehat dan rujukan wanita yang sangat mencintaiku . Kehidupan di desa adalah kehidupan miskin yang tak bisa membawa kebahagiaan . Maka dengan diiringi isak tangis dan derai air mata ibu , kutinggalkan ia menuju kota harapan .

Bertahun-tahun tinggal di kota , impianku pun terwujud . Aku berhasil meraih semua anggan dan cita-citaku . Menjadi wanita karir dengan jabatan manejer di sebuah perusahaan multi nasional , mobil mewah yang setia mengantarku kemanapun , serta rumah megah yang sangat nyaman untuk menghabiskan saat-saat penat  . Singkatnya , aku telah menjelma menjadi sosok wanita terhormat . Sampai kemudian , aku memperoleh kabar dari seseorang kalau ibuku sakit  . Memang sejak aku meninggalkan rumah , aku tak pernah kirim kabar kepada ibu . Jujur , meski kadang aku benci dengan keadaan ibu yang buta , tapi sebagai anak , aku juga rindu sama ibu .

Pada hari yang telah aku tentukan , akupun berniat menjengguk ibu . Dengan ditemani mewahku , kususuri jalan-jalan pelosok yang sampai sekarang masih tetap juga tak berubah , Entah apa yang aku rasakan , sepanjang jalan hatiku was-was . Entah rindu atau takut , aku tak tahu . Yang jelas , hatiku sangat gelisah sampai akhirnya aku tiba disebuah gubuk di ujung desa . Masih kecil , rumah itu tetap terlihat rapi dan bersih . Tapi suasananya sepi . Entah dimana gerangan ibu . Kuketuk pintu rumah , tak ada jawaban . kubuka pelan-pelan dan kulangkahkan kaki ke dalam rumah . Hening,,,Tak ada suara sedikitpun . Kulongok kamar tidur , tak ada ibu . yang tertinggal hanya sebuah dipan beralaskan tikar pandan .

Setengah berteriak , kupanggil namanya ,. ” Ibu ,,,Ibu,,,Ibu,,,dimaana ?/ ini santi , bu .” Tak ada jawaban sama sekali . Setengah kesal , aku segera keluar . “Oooohh,,,ada tamu,” sapa seseorang . “Ibu saya ada, bu ?/ Ibu saya mana ?/ Saya santi .” tanyaku kepada seseorang tetangga yang kebetulan ada di depan rumah , orang yang kutanya terdiam . Namun wajahnya selalu memperhatikan aku , mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki , “Ini Santi anakny bu Warni? tanyanya . Iya saya Santi , ” jawabku . ibu saya man ?” ia tak menjawab dan mengajakku kerumahnya . Setelah itu , ia memberikan selembar kertas kusam yang aku tak tau isinya apa .

Surat ini diberikan Ibumu sebelum sebelum beliau meninggal seminggu yang lalu . Ia berpesan , agar surat ini diserahkan kepadamu . Sebab ia yakin , kalau kamu pastia akan pulang .”Kuterima suratini dengan perasaan tak menentu , dan mulai kubaca ; Untk santi , anakku yang tercinta ,,,Mungkin saat kamu membaca surat ini .  Ibu sudah tidak ada lagi .Ibu hanya ingin memberitau sedikit tentang sesuatu yang sebenarnya sudah ibu tutupi sudah sekian lama . ibu  sangat menyayangi kamu dari lahir . kamu dilahirkan dengan sangat sempurna dan cantik , sampai pada suatu hari ketika kamu masih kecil , matamu tersangkut kawat hingga terluka sebelah .

kemudian ibu pergi membawamu ke kota untuk berobat . Ternyata menurut dokter , karena matamu rusak dan kamu mengalami kebutaan . Ibu sanga bigung waktu itu , sampai akhirnya ibu memutuskan untuk menukar matamu yang buta dengan mata ibu yang masih normal sehingga kamu dapat melihat indahnya dunia dengan kedua bola mata ini . ibu rela kehilangan sebelah mata dan menjadi bahan cemoohan serta caci maki teman-temanku . Ibu rela nak,,,ibu rela air mata ini menetes untuk dirimu . Aku hanya tergugu tak bisa bersuara . Ibu,,,maafkan aku yang telah mendurhakaimu,,

Sumber : ” Pondok Pesantren Man Ana”

July 30, 2012 - Posted by | Story | , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: