rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Nikah

Wanita Shalihah

Wanita Shalihah (Photo credit: ukhti27)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatu,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik da laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”(Qs.an-Nur:26) seorang lelaki datang kepada Imam Hassan al Basri dan berkata kepada beliau : “Sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang saya cintai dan banyak orang yang ingin melamarnya, maka apakah pandanganmu wahai Hassan al basri?”
“Nikahkanlah dia dengan lelaki yang yang takut kepada Allah karena jika dia mencintai anakmu maka dia akan memuliakannya jika dia tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya’. Hassan menjawab penuh keyakinan.

Sumber : Mutiara

Advertisements

August 30, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Musibah

Front of the Quran

Front of the Quran (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum wrahmatullahi wabarakaatuh,

1. Mengikut petunjuk Allah dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.

“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinkan-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus.”(Qs. al-Maidah : 16). Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran ajaran Islam, di mana di dalamnya terkandung hidayah dan petunjuk bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan agar selamat dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ajaran Al-Qur’an membimbing manusia agar keluar dari kegelapan yang berupaya kekafiran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya Ilahi yang berupa keimanan, keislaman danilmu pengetahuan. “Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu wahai Muhammad dengan membawa kebenaran, oleh itu hendaklah engkau menyembah Allahdengan mengikhlaskan segala ibadah kepada-Nya”. Hak yng wajib dipersembahkan kepada Allah ialah segala ibadah dan amalan yang suci bersih dari segala rupa dan syirik. Ketika ujian dan musibah menimpa jaga diri agar tidak terjerumus mencari penyelesaian selain dari Allah.

2. Mencari imu yang syar’i.

mencari ilmu yang syar’i  dengan menghadiri majlis ilmu dan tadzkirah. nabi saw. bersabda yang maksudnya “barang siapa menuntut ilmu berarti menuntun jalan ke syurga”. (hadits Riwayat Muslim). Ilmu yang muktabar menurut syara’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya mengikutihawa nafsunya bagaiimanapun ia, bahkan ia menikat pengikutnya dengan ilmu tersebut, yang membawa pemiliknyamematuhi aturan-aturan-Nya.

3. Bertaubat dari dosa-dosa.

Sebagai seorang hamba kepada yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak ada permohonan yang lebih besardari permohonan keampunan dari segala noda dan dosa. “sesungguhnya Allah membuka tangan selebar-lebarnya paa waktu siang untuk menerima taubat mereka yang melakukan dosa pada waktu malam, dan membuka tangan selebar-lebarnya pada waktu malam untuk menerima taubat mereka yang melakukan dosa pada siang. Hal ini berkekalan sehinggalah matahari terbit dari sebelah barat.” ”Barang siapa melazimi meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan menjadikan baginya jalan yang lapang dari setiap kesusahan serta Allah memberi rizki kepadanyadari punca yang tidak disangka-sangka.”

4.Mengamalkan dzikir yang berterusan.

Sifat orang-orang mukmin lidahnya senantiasa basah berdzikir kepada Allah SWT. DEngan berdzikir hati akan menjadi tentram, bahagia dan damai karena berhubungan ketika ituadalah berhubungan terus kepada Allah SWT. Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) ”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(

) “Orang yang membaca’ Laa ilaha illallah’ di dalam keadaan penuh keikhlasan di dalam hatinya atau iman bersamaan dengan sebiji gandum, maka ia akan dikeluarkan dari neraka Jahanam. Dan orang yang membaca kalimah ini di dalamnya hatinya terdapat keikhlasan atau iman bersamaan sebiji gandum maka ia akan dikeluarkan dari api neraka jahanam dan orang yang membaca dengan penuh kebaikan  atau iman maka ia juga akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam”. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Nabi SAW, bersabda maksudnya: ‘Sesungguhnya Allah SWT Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. para malaikat selalu mengelilingi bumi. para malaikat senantiasa memerhati majlis-majlis dzikir. Apabila mereka dapatiada satu majelis yang dipenuhi dengan dzikir, mereka turut mengikuti majelis tersebut dimana mereka akan menaunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majelis dzikir tersebut. Apabila orang yang hadir dalam majelis tersebut bubar selssai, para malaikat naik ke langit”.

5. Berbuat baik  kepada semua makhluk.

Menyebabkan dada menjadi lapang. Sifat orang mukmin akan berbuat baik kepada semua makhluk Allah SWt. Di muka bumi. sama apakah kepada manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Terutama kepada kedua ibu bapak, saudara mara, jiran tetangga dan anak yatim dan fakir miskin. “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan dari bisik-bisik mereka, kecuali siapa yang menyuruh bersedekah, kebaikan atau mendamaikan antara manusia. dan barang siapa yang melakukan hal itu dengan mencari Ridho Allah, maka kami akan memberikanya pahala yang besar.”(Qs,an-Nisa : 114). Allah’ Azza wa jalla mengabarkan bahwa semua hal di atas adalah bagi siapa pun yang merealisaskannya, serta kebaikan akan mengundang kebaikan dan menolak keburukan. Juga Allah’ Azza wa jalla janjikan bagi mukmin yang mengharap pahala-Nya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar. Termasuk dari pahala yang besar itu adalah hilangnya kerisauan , kesusahan, kekeruhan hati, dan seterusnya.

6. Melakukan mujahadah.

Dengan melakukan mujahadah seseorang bisa mengikis sifat-sifat negatif yang ada pada dirinya. Pada adatnya tidak mungkin kita sampai pada lapangan makrifat terhadap AllahSWTapa bila kita tidak mau bermujahadah, tidak mau melihat kelemaha-kelemahan yang terkandung dalam diri kita, lebih-lebih lagi kelemahan itu berupa penyakit hati. “orang-orang yang berjuang di jalan kami, sesungguhnya kami akan memberi petunjuk mereka itu pada jalan-jalan kami. dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang membuat kebaikan.”

***

Apabila hati senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, berdo’a dan bermunanjat, Allah SWT. Akan meringankan segala beben dan penderitaan kita. Musibah yang datang akan diringankan oleh-Nya. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang dikasihi dan di Ridhain-Nya. Aamiin Yaa Robb.

Sumber : Mutiara

August 27, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , | Leave a comment

Budi Pekerti

للهــــم آميـــــن

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Orang Islam manakah yang paling utama?

Abu Musa al-Asy’ari berkata, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: wahai Rasulullah, Orang Islam manakah yang paling utama?’ Baginda menjawab”Orang yang tidak pernah menganggu orang Islamlainnya, apakah dengan lisan (kata-kata) ataupun dengan tangan  (tindakannya) ” (Riwayat Bukhori)

Muslim (Orang Islam)ialah orang yang menyelamatkan orang muslim lain dari perbuatan dan kata-katanya… (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)

Muslim yang paling baik tidak menyusahkan orang lain melalui tangannya yaitu tindakannya. Dia tidak akan meletakkan kendaraannya hingga menganggu lalulintas. Dia tidak akan membunyikan klaksonnya dengan kuat sehingga menyebabkan orang lain terkejut. Muslim yang paling baik tidaak mencela muslim yang lain melalui lisannya. Dia tidak akan memfitnah sesama muslim. Muslim yang baik juga tidak mempunyai hasad dengki sesama muslim. Islam melarang umatnya mengunakan mulutnya untuk mengumpat atau bercakap koror dan mengunakan anggota  lain untuk menyakiti orang Islam yang lain. Berakhlaklah dengan akhlak Nabi yaitu akhlak Al-Qur’an. Nabi mengamalkan setiap perkara dan akhlak baik yang disebut dalam Al-Qur’an . Akhlak muslim yang mulia itu berat timbanganya. Amalan yang dilakukan beserta akhlak yang baik , walau sedikit diberikan pahala dan ganjaran yang banyak.

Amal puasa dan shalat.

Dari Abu al-Darda’ r.a, bahwa Nabi saw, bersabda:Akhlak adalah suatu yang abstrk(tidak bisa dipegang), yang tidak bisa ditimbang secara dzahirnya. Namun Allah bisa menimbang  perkara yang abstrak, misalnya amal puasa dan shalat. Hanya Allah yang bisa menilai dan menimbang berat pahala amalan-amalan tersebut. Amalan yang banyak tetapi disertai amalan yang buruk, mengurangkan pahala. Pernah Rasulullah saw berkumpul bersama dengan para sahabat. Kemudian salah seorang  sahabat berkata behwa dia memiliki seorang jiran wanita yang sering berpuasa siang hari dan dimalam harinya shalat tahajjud. tetapi Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu ahli Neraka. Sahabat bertanya, mengapa demikian. Jawab Baginda rasulullah saw, “Wanita itu selalu menyakiti jiran tetangga dengan lidahnya, tidak ada kebaikan lagi baginya dan dia adalah ahli Neraka.

MUTIARAKATA; Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya. Segalanya bermula dari sebuah keluarga. didikan yang baik, akhlak yang mulia, pribadi yang unggul, segalanya bermula bermuladi dalam sebuah keluarga.

Sampaikan PESANKU WALAU Satu Ayat.

Sumber: Mutiara

Related articles

August 26, 2012 Posted by | Mutiara Islam | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Singa Padang Pasir Berurai Air Mata

English: Tombstone of Umar, the third caliph.

English: Tombstone of Umar, the third caliph. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umar bin Khatab

Pernhkan anda membaca dalam riwayat bahwa Umar bin Khatab menangis? Umar bin Khatab yang dikenal sebagai sahabat yang gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau syaithan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat disuatu jalan, maka syaithan akan menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebeneran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karen itu kalau Umar sampai menangis, tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan. Mengapa “Singa padang pasir” ini sampai menangis? Peristiwa apa yang mampu membuat khalifah kedua ini berurai air mata? Suatu saat, Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh beliau berada diatas tanah. Rasul mulia tersebut hanya hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Lantas Umar mengucapkan salam dan duduk di dekatnya. Perlahan, mata Umar mulai memerah. Dan tanpa dapat di bendung, bulir bening mulai menitik di ujung kelopak matanya.

Dunia adalah tempat singgah

Rasul yang mulia pun bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?” Umar menjawab,””bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan kisra dan kaisar duduk disinggasana emas dan berbantalkan sutra”. Nabi berkata,” mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kuam yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon , kemudian berangkat dan meninggalkannya.” Subhanallah,,,Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini adalah tempat pemberhentian sementara; hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Kehidupan manusia di dunia tak ubahnya serang musafir yang melakukan perjalanan jauh. Dunia hanyalah tempat singgah. Transit, tempat pemberhentiaan sementarayang setelah itu akan akan kembali melanjutkan perjalanan panjang.

Ketika kita pergi ke Eropa, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau saat pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat akan mampir sejenak di Abu Dhabi, anggap saja tempat transit itu, Singapura dan Abu Dhabi, merupakan dunia ini. Aapakah ketika transit kita akan habisankan segala perbekalan? Apakah kita akan selamanya tinggaldi tempat transit itu? Ketika kita tengah bersibuk ria shopping, ternyata pesawat telah memnggil kita untuk segera meneruskan perjalanan. ketika kita sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini,tiba-tiba Allah memanggil kita pulang kembali ke sisi-Nya. Perbekalan kita sudah habis. Tangan kita justru penuh dengan bungkusan dosa. Kenistaan yang kita kumpulkan . lalu bekal apa yang akan kita bawa nanti di padang Mahsyar?

Bekal kita di akhirat

Sahabat saudariku fillah,,sisakan kesenangan Di dunia ini untuk Bekal kita di akherat. Dalam setahun, tak bisakah kita meluangkan waktu cuma sebulan untuk menahan nafsu, haus dan lapar? melaksanakan qiyamul lail atau melantunkan seruan-seruan illahi? Dalam tujuh hari seminggu, mengapa kita tak bisa mengendalikan diri paling tidak dua hari dalam seminggudengan melakukan ibadah puasa senin -kamis? Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak kita sisakan waktu barang satu-dua jam untuk shalat dan membaca Al-Qur’an. Delapan jam waktu kita tidur, sangat sulitkah membuangnya hanya 15 menit saja untuk shalat tahajud?
“Celupkan tanganmu kedalam lautan”, saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedan dunia dan akhirat. ” Air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akhirat.” bersiaplah, untuk menyelam di “lautan akhirat”. siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita. Dan bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi. Idza jaa-a ajaluhum laa yasta-khiruuna saa’atan walaa yastaq-dimun( Jika sahabat paling dekat yaitu kematian telah memanggil, tidak akan bisa dimundurkan atau dimajukan walau hanya sedekit). siapakah kita??

Sumber: Irsyad” Pondok Pesantren Man Ana”

August 23, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kewajiban Istri Setelah Ditinggal mati Suami

Kabut Asap

Kabut Asap (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Setelah ditinggal mati suami, apakah kewajiban-kewajiban seorang istri setelah itu dan kapankah sebaiknya dia diperbolehkan menikah dengan lelaki lain?

Hamba Allah, HK

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh,

Jika seorang wanita telah ditinggal mati suaminya, maka setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan.

1. Iddah. Masa menunggu dalam waktu yang telah ditentukan bagi seorang wanita yang ditinggal mati suaminya untuk menikah lagi selama empat bulan sepuluh hari, Akan tetapi jika dia hamil, maka iddahnyahanya sampai melahirkan anak.

2. Berkabung. Adalah sesuatu yang perlu dilakukan bagi orang sedang mempunyai iddah untuk tidak berhias, sehingga terlihat dan menarik orang lain. Contohnya dia memakai celak, memakai pakaian yang menyolok mata, wangi-wangian yang menimbulkan fitnah, pewarna kuku dan berhias. Imam Bukhori dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Ummi Habibah dan Zainab binti JAhsy bahwa Rasulullahsaw bersabda:” Wanita yang beriman kepada Allahdan Hari Kiamat tidak halal berkabung untuk orang yang meninggallebih tiga hari(tiga malam).”

3. Didalam rumah. wanita yang ditinggal wafat suaminya sebaiknya tinggal dirumah tempat suaminya meninggal selama masa Iddah, seperti yang diriwayatkan Farii’ah binti Malik:”Dan menghadap Rasulullah saw lalu memberitahukan bahwa suaminya wafat ketika mencari hamba sahaya yang hilang. Dia berkata:’Aku bertanya kepada Rasulullah saw untuk kembali kerumah keluargaku karena sesunggunya suamiiku tidak meninggalkan tempat tinggal yang dapat aku miliki, jika tidak meninggalkan nafkah.’ rasulullah saw bersabda:“Tinggallah kamu di rumahmu sampai habis masa iddahmu.’maka aku pun tinggal di sana empat bulan sepuluh hari.”(Abu dawud dan Tirmidzi).

Bagi istri yang sedang dalam kewajiban iddah, tinggal dirumahnya adadlah lebih baik dan lebih menenengkan keluarga yang ditinggalkan si mati. hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang subhat. Walaupun begitu, dia boleh meninggalkan rumah jika ada kepentingan seperti kewarung, ke klinik dan lain-lain, sekiranya tidak ada orang yang dapat membelikannya dan juga melakukan pekerjaan yang biasa dia lakukan seperti guru, jururawat dan lain sebagainya. mereka yang sedang beriddah disarankan untuk tidak kaluar pada malam hari karena dikhawatirkan akan timbul prasangkayang bukan-bukan dari orang yang melihatnya. Jika masa iddahnya selesai, maka wanita tersebut menjadi bebas untuk menikah kembali dengan siapa saja yang mereka sukai; keluar rumah kemanapun yang dia kahendaki; dan berpakaian serta berhias apapun yang dia senangi. Orang lain bisa meminangnya dengan terus terang, tidak dengan kata-kata sindiran sebagaimana ketika si wanita itu masih dalam iddah, dan boleh mengadakan perkawinan jika mau. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan meninggalkan istri-istri, hendaklah para istri itu beriddah selama empatbulan sepuluh hari. kemudian, apabila telah selesai iddahnya,maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat apa saja yang patut terhadap diri mereka. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,”(Al-baqarah:234)

Wallahu a’lam.

Oleh: H. A. Muhaemin karim, MA

August 22, 2012 Posted by | Konsultasi Syariah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Jadilah Yang Dirindukan Syurga

Al-Qur'an

Al-Qur’an (Photo credit: Ibn Ar-Rashid)

Bissmillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Empat macam golongan manusia yang dirindukan syurga adalah;

1. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Rasulullah saw pernah bersabda, bahwa siapa yang senang dan bergembira dengan datangnya Bulan suci Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka. Seseorang Yang senang dan bahagia akan datangnya Ramadhan, pasti memiliki alasan tertentu. Dan dalam hal ini akan muncul bermacam-macam atau bahkan ribuan alasan. Ada Orang yang senang dengan Ramadhan lantaran dagangan koleknya pasti akan laku. Ada juga remaja dan remaji yang senang lantaran punya kesempatan untuk saling mencari jodoh pada saat shalat taraweh. Ada Orang yang senang dengan Ramadhan karena jadwal panggilan ceramah jadi bakalan banjir. Senang dan bahagia  yang seperti ini bukankah orang yang termasuk diharamkan jasadnya masuk kedalam neraka. Sebab orientasi kesenangannya pada unsur matrealistis. Mencari keuntungan materi dari bulan Ramadhan. Senang dan bahagia yang dimaksud disini adalah ia bahagia lantaran akan banyak orang yang beribadaah dibulan Ramadhan. Sehingga dirinya akan termotivasi untuk lebih meningkatkan kedekatannya kepada Allah ta’ala. Apalagi dibulan Ramadhan Allah melipat gandakan pahala buat orang yang mau melakukan ibadah. seperti perbuatan yang hukumnya yang sekedar mubah(boleh), namun jika dilakukan dibulan Ramadhan akan mendapatkan pahala sunnah. dan perbuatan sunnah akan mendapatkan pahala wajib. Sedangkan perbuatan yang wajib, pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah berlipat-lipat. Rasulullah bersabda, tidurnya orang puasa adalah ibadah. namun jangan mentang-mentang demikian akhirnya dia tidur melulu. dari mulai habis sahur, dia tidur. Shubuhnya ketiduran,zuhurnya bablas,asharnya nanggung dan bangun pas waktu maghrib. Itu sih namanya puasa kebo. Pada bulan Ramadhan, seluruh orang yang sudah meninggal dunia dihentikan azabnya. Maka do’a yang paling mulia pada bulan Ramadhan adalah mendo’akan keluarganya yang sudah meninggal. Namun do’a dari seorang yang tidak beribadah akan ditolak oleh Allah ta’a. Bulan Ramadhan adalah kawah candradimuka. Artinya tempat pelebur segala dosa. Jika seseorang merasa dosanya telah memenuhi langit dan bumi, maka Ramadah ini adalah kesempatan untuk membersihkannya. Sebab sabda Rasulullah,”siapa puasa dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan cinta kepada Allah, maka Allah akan menghapuskan seluruh dosa-dosanya. Baik dosa yang telah lalu bahkan dosa yang akan datang .”Seburuk apapu dosa manusia jika ia mau memanfaakan Ramadhan sebagai bulan taubat baginya,maka ia akan dibersihkan oleh Allah dari segala dosa bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim Ibunya

2. Syurga rindu kepada orang yang suka membaca Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda, “membaca satu huruf saja dari Al-Qur’an, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kebaikan. Dan alif lam mim bukanlah satu huruf. Ia adalah tiga huruf, maka Allah akan memberinya 30 kebaikan”. Seseorang yang membaca Al-Qur’an, kemudian merenungkan maknanya, maka Allah akan melembutkan hatinya dan memfesihkan bicaranya serta memberikan jalan keluar atas masalah hidupnya. Bahkan Al-Qur’an yang sering dibaca akan menemani seseorang serta memberi syafaat kelak saat ia berada di alam kubur, “Al-Qur’an adalah temanmu di alam kubur, maka ramaikanlah kuburanmu dengan sering membaca Al-Qur’an“. kematian seseorang akan menjadi damai bila ia bersahabat dengan Al-Qur’an selama hayatnya. Sebagai bukti kongkritnya adalah cobalah anda baca Al-Qur’an sebelum tidur hingga ketiduran, maka nikmatilah tidur damai anda dan bangun pagi dalam keadaan segar. InsyaAllah. Ada sebuah riwayat menjelaskan, siapa yang berusaha menghafal isi Al-Qur’an, namun baru satu ayat ia menghafal kemudian ia meninggal dunia, maka ia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang telah menghafal seluruh isi Al-Qur’an. Khoyrukum man ta’alla-mal qur’an wa’allamahu. Sebaik-baiknya diantaramu orang yang mau belajar dan mengajar Al-Qur’an. Allah ta’ala tidak melihat kefasihan seseorang dalam melantunkan bacaan Al-Qur’an, sebab yang terpenting adalah kemauaan seseorang untuk membaca, menghayati serta mengamalkannya.

3. Syurga rindu kepada orang yang suka menjaga lisannya.

Ada pepatah Arab mengatakan, “selamatnya manusia tergantung bagaimana ia menjaga lisannya“. Bila pedang lukai hati, masih banyak harapan obat kita cari, namun jika lidah luki hati kemana obat hendak kita cari. Syurga dan neraka seseorang tergantung lidahnya Banyak riwayat yang menceritakan bahwa seorang yang rajin ibadah serta sedekahnya, malah dimasukkan ke dalam neraka hanya karena tidak pandai menjaga lisannya. Ucapan selalu saja menyakiti orang lain. berkata para ulama salafussalaf,bahwa lidah orang bodoh selalu digunakan untuk menghujat dan berdeebat. Memfitnah dan menghasud. Maka barang siapa yang mulutnya busuk, bathillah seluruh ibadahnya. Allah berfirman,”perkataan yang baik,lebih baik dari sedekah yang diikuti oleh kalimat yang menyakitkan.” keimanan seseorang dapat diukur oleh lidahnya. bagaimanapun bagus penampilan agamanya. memakai jilbab yang panjang. Jidat yang hitam. Sorbat ngegubet di kepala segede nampah. Tasbih segede-gede kelapa. Tapi kalau lidahnya suka menjelek-jelekkan orang lain, sesungguhnya ia adalah jelmaan syetan yang bermaksud mengelabuhi manusia dan menjerumuskannya pada neraka. Oleh karena itu tinggalkanlah mereka. Namun bukan berarti orang yang tidak ibadah dan bisa menjaga lidah itu adalah lebih baik. Salah kaprah! Mustahil orang yang tidak ibadah mampu mengontrol lidah. terlepas apapun agama mereka. Imam Ali r.a. berfatwa,”seandainya saja orang-orang bodoh itu diam dan tidak sok pintar, maka tentram dan damailaah dunia ini”. Jika orang bodoh ingin dibilang pintar, maka ia akan banyak bicara,mengatur dan berdebat. Jika orang zolim ingin berkuasa, maka ia akan banyak berdusta. dan jika wanita ingin berzina, maka ia akan banyak merayu. Semua kejahatan itu adalah kejahatan lidah. Ra’sul zunubi kadzuba. Biangnya dosa adalah bohong. Jika seseorang telah berbohong sekali, maka ia akan berbohong lagi dan lagi. Sebab bohong selanjutnya adalah untuk menutupi bohongnya yang pertama. Rasulullah bersabda,”siapa yang setiap harinya ada bicara dusta, maka Allah akan mencatatnya sebagai pendusta”. Orang yang sering berdusta, hatinya akan buta. Ia tidak lagi memiliki petunjuk dalam kehidupan ini, masalah yang kecil saja cukup membuatnya sangat menderita. Apalagi jika ia ditimpa masalah yang besar. Naudzubillah mindzalik.

4. Syurga rindu kepada orang yang suka memberi makan orang lapar.

Siapa yang memberi makan orang yang lapar, niscaya Allah akan memberikan minum kepadanya di saat ia kehausan di alam mahsyar. Apalagi memberi makan orang untuk berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa. dalam surat Alfajar Allah berfirman bahwa ketika seseorang merasa rizkinya sangat sempitdan kurang dari cukup, hendaknya ia, atau setidaknya jika ia tidak memiliki sesuatu untuk diberikan kepada orang lain, Ia bisa menganjurkan orang lain untuk orang memberi makan orang miskin. Banyak sekali ayat di dalam Al-Qur’an yang mengingatkan manusia  akan besarnya keberkahan yang akan diperoleh bagi siapa yang menganjurkan orang untuk memberi makan kepada orang yang lapar, apalagi jika ia sendiri sebagai pelakunya. Keberkahan yang penuh rahmat serta pertolonga dari Allah pasti akan tercurahkan buatnya. Anak-anak yatim dan fakir miskin yang bertekat kuat untuk menuntut ilmu, meski serba kekurangn, akan sangat mendambakan uluran tangan dari saudaranya muslim yang lain. Bagi mereka makan sehari sekali saja sudah cukup memadai untuk bisa belajar agama, apalagi jika mendaptkan bantuan dari saudaranya yang lian. Mungkin kualitas dan kapasitas belajarnya akan semakin meningkat dan akhirnya ilmunya akan semakin banyak. kesempatan untuk menebarkan dan i mengibarkan panji-panji Illah akan sangat mudah mereka laksanakan. Ini adalah bulan suci. Bulan yang penuh barakah, dimana setiap pahala akan dilipat gandakan oleh Allah, maka mari ulurkan tangan untuk bersedekah kepada anak-anak yatim agar mereka bisa kut merasakan hikmahnya bulan Ramadhan dengan makanan yang cukup dan merayakan kegembiraan di hari raya dengan memiliki baju yang agak sedikit bagus.

Semoga bermanfaat dan ada hikmahnya, Aamiin yaa robb.

Sumber : Irsyad ” Pondok Pesantren Man Ana”

 

August 21, 2012 Posted by | Motivasi | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menyeimbangkan Sunnah dan tradisi Idul Fitri

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Bissmillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan , kini tibalah saat yang di tunggu-tunggu seluruh umat Islam didunia 1syawal yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam .

Idul Fitri

Secara bahasa , Idul Fitri serarti kembali suci . Dikatakan suci karena selama sebulan ramadhan mereka membakar dosa-dosanya yang telah lalu dengan cara berbondong-bondong memburu ampunan dari-Nya . Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan . barang siapa yang bertaubat di bulan tersebut , niscaya Allah SWT menghapus segala dosa-dosanya .

Hakekat Puasa

Menjalankan ibadah puasa berarti meninggalkan sekecil apapun perbuatan dosa . karena hakekat puasa adalah bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja . Tapi menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa membatalkan puasa . Diantaranya berbohong , mengunjingkan orang lain , tidak bisa menjaga penglihatan dan melakukan perbuatan sia-sia lainnya . Untuk itulah Idul Fitri dikatakan hari kemenengan bagi umat Islam . dan nikmatnya Idul Fitri hanya bisa dirasakan oleh umat Islam yang berpusa dengan iman dan ihtisab ( ketulusan ) .

Tidak dipungkiri, banyak umat Islam saat ini yang tidak memahami betul ada apa dibalik bulan suci Ramadhan . Baginya , bulan puasa adalah saat untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan Hari Raya . Karena tradisi idul Fitri tidak bisa dijauhkan dari makanan enak yang jarang dinikmati dihari biasa . Tidak heran jika hampir semua harga bahan pokok melambung dan anggaran belanjapun meningkat . Selain itu , juga harus menyiapkan anggaran untuk memperbaiki rumah dan menyiapkan uang untuk dibagi-bagikan kepada saudara , tetangga dan teman-temannya . jadi , bulan Ramadhan menjadi bulan sibuk . Para penjaga toko sibuk , para pegawai sibuk ,lembur dan ibu rumah tangga sibuk menyiapkan serba-serbi Idul Fitri .

kesibukan akan semakin terasa ketika menjelang hari raya . Mulai dari membeli baju , mempersiapkan makanan , menata rumah dan lain sebagainya . Dan tradisi seperti itu sudah membudidaya dilingkungan kita . Lantas , apakah kita sudah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW ?? Pada bulan Ramadhan kita disunnahkan untuk memperbanyak tilawah , berdzikir , dan ibadah lainya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT . Ironisnya , banyak umat muslim yang meninggalkan puasa dengan alasan pekerjaan . Kerja berat atau hal-hal yang tidak memungkinkanya berpuasa padahal tidak sedang sakit atau udzur .

Menyiapkan baju baru dihari raya Idul Fitri

Memang tidak salah membeli baju hari di raya dan memasak berbagai macam makanan sebagai bentuk sukacita dalam menyambutnya , Tapi hendaknya kita seimbangkan dengan tidak tidak melalaikan kewajiban sebagai umat Islam dan tidak melupakan makna Idul Fitri yang sebenarnya . kita harus peduli dengan mereka yang tidak gembira menyambut hari raya karena keadaan yang kekurangan . Di luar sana , banyak anak-anak yatim yang tidak berhari raya . Tidak ada baju baru yang dipakai dan tidak ada yang bisa dimakan . bahkan , terkadang kita suka menimbn-nimbun pakaian . masih banyak baju baru yang memenuhi lemari , tapi tidak bisa meninggalkan momentum hari raya yang identik dengan baju baru , dan kemudian masih membilinya . Tidak jarang , ketika hari raya meja makan dipenuhi berbagai makanan . Bahkan , jika tidak habis , maka akan masuk tong sampah . Padahal diluar sana banyak sekali saudara-saudara kita yang kelaparan . Selain itu , terkadang kita salah sasaran membagi-bagi rizki . Padahal lebih afdhol kalau kita memberi uang kepada saudara-saudara yang lebih membutuhkan . kepada anak-anak yatim yang kekurangan . dan yang sering terjadi adalah memberi banyak kepada yang kaya dan memberi sedikit kepada yang miskin . Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan mereka .

memburu ampunan dari-Nya kita dengan menyimak kisah rasulullah SAW suatu saat ketika Idul Fitri . pada saat umat Islam di madinah merayakan Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir , Rasulullah SAW terlambat datang padahal beliau harus memimpin shalat sunnah idul Fitri . Ternyta , dalam perjalanan menuju masjid beliau melihat anak kecil sedang menangis , padahal teman-teman lain bersukaria dengan baju barunya .

” Kenapa kau menangis sendirian , wahai anakku . padahal hari ini hari bergembira bagi kita ,” tanya Rasulullah SAW kepada bocah itu .
“teman-teman punya baju baru , habis makan enak-enak , sedangkan aku tidak punya apa-apa ,” jawab bocah itu sambil terus menangis tanpa menoleh kepada Rasulullah SAW .
“Memangnya ayah dan ibumu kemana?”
“Ayahku sudah meninggal , ibuku kawin lagi .
harta peninggalan ayah sudah dihabiskan ayah tiriku .”

Mendengar ucapan bocah malang itu , Nabi membelai kepalanya dengan penuh kasih lalu berkata , ” bagaimana seandainya Fatimah Azzahra jadi kakakmu , Ali Bin Abi tholib jadi abangmu , dan Hasan-Husein jadi saudaramu , sedangkan aku jadi ayahmu ??” Ucap Rasul membuat tangis bocah itu terhenti . Dia baru sadar , bahwa yang mengajak bicara adalah rasulullah SAW .

” Tentu saja mau dan senang sekali ya Rasulullaah .”Ali Bin Abi tholib . Kemudian Rasulullah membimbing anak tersebut bkerumah beliau . Dipakaikannya pakaian bagus seperti yang dipakai cucunya , Hasan dan Husein . Setelah itu anak tersebut bergabung dengan teman-teman sebayanya dengan wajah ceria . Dan Rasulullah melanjutkan perjalanan untuk mengimami shalat Idul Fitri .

Selanjutnya ,sudahkah kita membagi-bagikan kebahagiaan kita kepada saudara-saudara yang kekurangan seperti kisah teladan rasulullah di atas ??Kita memeng tidak bisa menjauh dari tradisi hari raya yang sudah membudidaya . Tapi setidaknya kita seimbangkan dengan kewajiban sebagai hamba Allhah SWT . Agara kebahagiaan di dunia dan akhirat bisa dinikmati kedua-duanya .

Tidak berlebihan jika sebagian orang yang mengatakan bahwa Idul Fitri hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang kembali suci karena ibadah yang dijalankan selama Ramadhan dan orang-orang yang berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik setelahnya . maka dari itu , selama kita sudah memenuhi syarat-syarat berpuasa , kita njalankan rukun Islam yang ke3 tersebut samata-mata karena Allha SWT . serta menyambut Idul Fitri dengan tetap berpedoman pada sunnah Rasulullah SAW meski tradisi dilingkungan kita tidak bisa dihindari . dengan begitu , kita dapat menikmati indahnya kemenangan dihari yang fitri ‘ kewajiban sebagai hamba Allhah SWT
Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf lahir Dan bathin .

Sumber : Pandu

August 17, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kekuatan Memberi Sesuatu

An example of Allāh written in simple Arabic c...

An example of Allāh written in simple Arabic calligraphy. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Fitrah manusia merupakan makhluk sosial,

yang pada dasarnya tidak lepas dari aktivitas berinteraksi dengan sesama manusia maupun lingkungan sekitar. Kegiatan sosial tersebut diantaranya berupaya kegiatan memberi pelayanan kepada yang membutuhkan, dari memberi nasehat kepada yang tidak mengetahui, memberi manfaat kepada yang berhak menerimanya, hingga menanamkan makna-makna kebaikan dalam jiwa setiap orang.

Konsep memberi tak hanya bisa dilakukan dalam bentuk uang /sedekah,

tetapi ternyata banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk hal itu. pertanyaannya sekarang adalah, kenapa kita harus memberi ? Ada beberapa hal yang bisa didapat dari Memberi ini, yaitu, efek positif pada orang yang kita bantu baik secara emosi, fisik, bahkan keuangan. Selain itu,  kita juga bisa melihat potensi dari sepenuhnya, dan mendapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan dalam membantu orang lain.

Sebelum memberi

Namun, Sebelum membantu orang lain, seyongyanya kita terlebih dahulu membantu diri sendiri, karena justru ini yang sering terlupakan, seperti mengidentifikasikan kelemahan-kelemahan diri sendiri dan memenuhinya. kelemahan ddiri sendiri akan berkurang secara berlahan-lahan ketika diri kita mempunyai niat dan usaha untuk memperbaiki.  Untuk memudahkan hal tersebut, buatlah daftar masalah-masalahnyan. Karena kunci menuju kekuatan Memberi adalah Memberi sesuai potensi kita.

Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Dalam hal ini kita bisa belajar kepada orang pecinta sejati, apa yang ia lakukan hanyalah mengenal satu pekerjaan besar dalam hidupnya : Memberi ! Niatnya hanyalah terus-menerus Memberi. Karena ia percaya satu kebaikan yang dilakukan selalu menumbuhkan kebajikan-kebajikan yang lain. Para pecinta sejati tidak suka berjanji, tetapi, begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, maka mereka segera membuat rencana : Memberi !

Setelah mereka bekerja dalam diam dan sunyi, untuk mewujudkan rencana-rencananya itu, lalu merealisasikannya maka satu bibit cinta akan muncul bersemi dalam hati. kenapa pecinta sejati tidak suka berjanji, karena berjanji menerbitkan harapan sedangkan memberi memberikan kepercayaan. Gambaran orang yang suka memberi dan tidak suka, adalah air menggenang dan air mengalir. Seperti pepatah arab, “Inni ra’aytu wuquf al ma’yufsiduhu in saala thaba wa’in lam yathib”. Sesungguhnya aku saksikan air yang berhenti itu keruh dan jika mengalir ia akan jernih “. Maka, alirkanlah apa yang kita miliki pada orang lain, niscaya itu akan membawa kebaikan bukan hanya pada oranag lain tetapi juga pada diri sendiri.

Memberi kepada orang lain, sesungguhnya adalah membuat diri sendiri menerima sesuatu yang sering kali jauh lebih besar dan berharga dari yang diberikan. Tidak ada orang yang jatuh miskin karena memberi. Seperti halnya yang di berikan oleh kawan-kawan ilmu pengetahuan, sampai ketrampilan. memberi memberikan rasa empeti pada sesama yang memang diciptakan Allah SWT untuk saling mengasihi serta sarana untuk menjaga tali silaturrahiim dalam kehidupan modern yang semakin mengerucut pada titik individulisme.

Memberi menumbuhkan kepedulian yang melahirkan rasa nyaman di hati.
Kita yang aktif di berbagai organisasi sosial di Hongkong seperti MDZ Ilham, yayasan PTB, hingga relawan yang aktif di Dhuafa Hong kong. mereka ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan fikiran untuk berjihad di jalan Allah SWT. kalau mereka mau bisa saja waktu libur yang cuma satu kali dalam seminggu digunakan untuk tamasya , tidur , jalan-jalan dll. namun faktanya, mereka tepiskan kepentingan pribadi hanya untuk melayani kawan-kawan BMI, bahkan untuk kemajuan kampung halaman dengan berbagai program, salah satunya yatim piatu, perpustakaan dll.

Memberikan yang tetbaik buat kemajuan bersama dengan saling melengkapi. Berbagai kegiatan positif disediakan dari yang bersifat religi, saling menjatuhkan, memojokkan, memenfaatkan dan menonjolkan sesuatu yang bersifat materialistis, jauh dari ajaran agama Islam yang penuh damai dan kesederhanaan .

Memberi menumbuhkan kepedulian yang melahirkan rasa nyaman dihati. Menumbuhkan rasa syukur, ketika kita mampu membantu orang lain. Bahwa Allah SWT memberikan kepercayaan pada kita untuk menggunakan segala anugrah yang ada dengan sebaik-baiknya. Waktu kita untuk diisi dengan kegiatan positif yang membawa manfaat , harta benda kita gunakan untuk membantu yang lemah / tidak mampu , pengetahuan kita bagikan pada orang yang tidaktau sehingga tidak tersesat dalam mencari makna hidup dalam kehidupan .

Sumber : Iqro

August 16, 2012 Posted by | Motivasi Diri | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Merenungkan makna Hari Kemenangan

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahas...

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahasa Indonesia: Shalat Idul Fitri (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Idul Fitri selalu identik dengan’ kemenangan; bila direnungkan, sebenarnya apa yang telah kita menangkan ?? Tentu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadhan akan menjawab, menanag karena berhasil merampungkan puasa satu bulan ; benarkah demikian??

kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Menurut kaum sufi, kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya. Sementara yang terjadi, banyak sekali manusia yang meninggikan Nafsu duniawi dan melalaikan ibadah. Bagaimana bisa kita meraih kemenangan??

Bagi manusia awam jarang yang mampu menaklukkan Nafsunya. Ia tak peduli dengan sifat hakiki jiwa rendahnya. Ia malah bersahabat dengannya. Laul bagaimana kemenangan itu akan menyapa ?? Untuk sekedar melakukan shalat dan puasa secara benar dan tepat waktu saja, masih ada di antara kita yang belum bisa memenuhinya. Banyak secara terang – terangan menganggu sesama. Padahal setan bila menganggu manusia secara sembunyi-sembunyi. Dibulan Ramadhan yang suci, banyak dari kita yang bersenang-senang, bernyanyi dan berjingkrak-jingkrak. Sebetulnya ini adalah tanda bahwa kita masih memanjakan jiwa rendah yang seharusnya kita perangi.

Kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Hal ini sudah mencerminkan bahwa sebenarnya kita belum memenangkan apa-apa. Kemenangan itu hanya milik orang tertentu. Namun bukan berarti kita yang penuh dosa ini tak bisa meraihnya. Allah telah menjanjikan dalam Firman_NYa ” Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka berbuat aniaya”(QS.Ar-Ra’d : 6 )

Hendaknya kita bisa merenunggi perkataan seorang ulama . yaitu Ibul Qayyim , ” Dia (Allah ) adalah Robb yang maha pengampun , maka diamenyukai ampunan , maghfirah , dan tobat. Dia senang dan gembira dengan kegembiraan yang tak terhingga kepada tobat hambanya saat seorang taubat kepadanya.”Allah akan mengampuni hamba_Nya yang berdosa lantas ia bertaubat walaupun dasanya sebanyak apapun. sebagaimana dalil dari aaaal-Qur’an, di atas.

Sabda rasulullah SAW, Allah SWt telah berfirman,” Hai anak Adam, sesungguhnya selama kalian mau berdo’a dan mengharap kepadaKu, nisyaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu darimu dan Aku tidak menghiraukan lagi. Hai anak Adam sekirannya dosa-dosamu memenuhi isi langit, kemudian kamu meminta ampunanKu, nisyaca Aku ampuni. Hai anak Adam, sekiranya kamu mengharap kepadaKu dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, tetapi kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula” ( Riwayat Tarmidzi ) .

Dari janji Allah di atas, walaupun kita bermandi keringat dosa setiap hari, namun bila kita bertaubat, Allah akan mengampuninya. Tidak ada kata terlambat bagi kita sebelum Allah mencabut nyawa ini. Dari saat ini mari berusaha mengapai tangga guna menuju kemenangan. Belajar tepat waktu dalam ibadah. Menjalankan puasa dan menjauhi larangannya, dalam firma_Nya Allah meminta, Dirikanlah shalat untuk berdzikir kepada_Ku, dan di dalam hadits qudsi Rasulullah saw, bersabda Bahwa Allah SWT berfirman ”Puasa adalah untuk-Ku .’

Semoga dalam Idul Fitri kali ini kita termasuk dalam orang-orang yang meraih kemenangan Aamiin Yaa Robb.

Related articles

August 16, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

I’tikaf

Sahn (courtyard) of the Masjed al Nabawi taken...

Sahn (courtyard) of the Masjed al Nabawi taken in Aug 2010 (Photo credit: Wikipedia)

I’tikaf secara bahasa , berarti tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik . Jadi , I’tikaf adalah dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT . BerI’tikaf bisa dilakukan kapan saja . Namun , Rasulullah saw . Sangat menganjurkan di sepuluh hsri terakhir bulan ramadhan . Inilah waktu yang baik untuk kita untuk bermusahabah dan taqarub secara penuh kepada Allah SWT . Guna mengingat kembali tujuan diciptakannya kita sebagai manusia . ” Sesungguhnya tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku ,” Begiti firman Allah ( QS.Az-Zariyat 51;56 )

Para ulama sepakat bahwa I’tikaf , khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan , adalah , ibadah yang di sunshkan oleh Rasulullah saw . beliau sendiri melakukannya 10 hari penuh di dulan ramadhan . Aisha , Umar bin Khatab , dan Anas bin mlik menegaskan hal itu itu . ” Adalah R%asulullah saw . berI’tikaf 10 hari terakhir di bulan ramadhan ,” (HR bukhori dan Musslim ) . Bahkan pada tahun wafatnya Rasulullahsaw . BerI’tikaf selama 20 hari . Para sahabat , bahkan para istri-istri Rasulullah saI’tikaf yang . I’tikaf yang di syariatkan ada dua macam , yaitu :

1 . I’tikaf sunnah , yaitu I’itikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah . Contohnya I’tikaf 10 hari di akhir bulan Ramadhan

2 . I’tikaf wajib , yaitu I’tiikaf yang di dahului oleh nadzar . Seseorang yang berjanji , ” jika Allah SWT , menakdirkan saya mendapatkan proyek itu , saya akan I’tikaf di masjid 3 hari ,” maka I’tikafnya menjadi wajib .

Karena itu ,berapa lama wakyu berI’tikaf , ya tergantung macam I’tikafnya . Jika I’tikafnya wajib , ya sebanyak waktu yang diperjanjikan . Sedangkan untuk I’tikaf sunnah , tidak ada batas wakyu tartentu .  kapan saja bisa malam , bisa siang , bisa lama , bisa sebentar . Seminimal-minimalnya adalah sekejab . menurut mazhab Hanafi , sekejab tanpa batas waktu tertentu , sekedar berdiam diri dengan niat . Menurut mazhab Syafi’i , sesaat , sejenak berdiam diri , dan menurut mazhab Hambali , satu jam saja . Tetapi I’tikaf di bulan Ramadhan yang di contohkan rasulullah saw . Adalah selaMA 10 hari terakhir .

Syarat dan Rukun I’tikaf : Ada 3 syarat orang yang berI’tikaf ,yaitu Muslim , berakal , dan suci dari janabah ,haid dan nifas . Artinya I’tikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir , anak yang belum bisa membedakan (mumayiz), orang yang junub , wanita haid dan nifas . Sedangkan Rukunya ada 2 yaitu ; Pertam , niat dan ikhlas , sebab semua amal sangat tergantung pada niatnya . Kedua . berdiam di masjid , Dalilnya ( QS< Al-baqarah2;187 ) ” kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang)malam , (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu sedang kamu berI’tikaf di masjid . Itulah larangan Allah , maka janganlah kamu mendekatinya . Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat -Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa .”

Masjid yang mana ?? Imam Malik membolehkan I’tikaf di setiap masjid . Sedangkan Imam Hambali membatasi hanya di masjid yang di pakai untuk sholat berjama’ah atau sholat jum’at . Alasannya , ini agar orang yang berI’tikaf bisa selalu sholat berjama’ah dan tidak perlu meninggalkan tempat I’tikaf menuju ke masjid lain untuk sholat berjama’ah atau sholat jum’at  . pendapat ini di perkuat oleh ulama dari kalangan Syafi’i . Alasannya , rasulullah saw . Beri’tikaf di masjid jami ‘.bahkan kalau kita punya rizki , lebih utama kita melakukannya di masjid haram , Masjid Nabawi , atau di masjid Aqsha .

rasulullah memulai I’tikaf dengan masuk ke masjid sebelum matahari terbenam memasuki malam ke-21 . Ini sesuai dengan sabdanya ,” barang siapa yang ingin I’tikaf denganku , hendaklah ia I’tikaf pada 10 hari terakhir .” I’tikaf selesai setelah matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramdhan . Tetapi , beberapa kalangan ulama lebih menyukai menunggu hingga di laksanakannya sholat Ied .

Ketika Anda berI’tikaf , ada hal-hal sunnah yang bisa anda laksanakan . Perbanyaklah ibadah dan taqarub kepada Allah . Misalnya , Sholat sunnah , tilawah, bertasbih , tahmid dan tahlil . Beristiqhfar yang banyak , bershalawat kepada Rasulullah saw , dan berdo’a . Sampai-sampai Imam malik meninggalkan aktivitas ilmiyahnya , beliau memprioritaskan menunaikan ibadah mahdhah dalam I’tikafnya .

meski begitu , orang yang berI’tikaf bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas keduniaan , Rasulullah saw . pernah keluar dari tempat I’tikaf karena mengantar istrinya , Shafiyah , ke suatu tempat . orang yang berI’tikaf juga boleh keluar masjid  untuk keperluan yang di perlukan seperti buang hajat , makan , minum , dan semua kegiatan yang tidak mungkin di lakukan di dalam masjid . Tapi setelah selesai urutan itu , segera kembali ke masjid . Orang yang berI’tikaf juga boleh menyisir , bercukur , memotong kuku , membersihkan diri dari kotoran dan bau . Bahkan , membersihkan masjid . Masjid harus di jaga kebersihannya dan kesuciaannya ketika orng-orang yang berI’tukaf makan , minum , dan tidur di I’tikaf dikatakan batal jika orang berI’tikaf meninggal masjid dengan sengaja tanpa keperluan , meski sebentar . Sebab , ia telah mengabaikan satu rukun , yaitu berdiam di masjid . Atau orang yang berI’tikaf murtad , hilang akal karena gila atau mabuk . I’tikaf juga batal jika wanita yang berI’tikaf haid atau nifas . I’tikaf juga batal kalau yang melakukannyan berjima ‘ dengan istrinya . begitu juga kalau ia pergi shalat Jum’at ke masjid lain karena tempatnya berI’tikaf tidak dipakai untuk melaksanakan sholat jum’at .

I’tikaf Bagi Muslima

I’tikaf di sunnahkan bagi pria , begitu juga wanita . Tapi , bagi wanita ada syarat tambahan selain syarat-syarat secara umum di atas , yaitu , pertama harus mendapat izin suami atau orang tua . Apabila izin telah dikeluarkan , tidak boleh ditarik lagi . Kedua , tempat dan pelaksanaanya I’tikaf wanita sesuai dengan tujuan syariaah . para ulama berbeda pendapat tentang masjid untuk I’tikaf kaum wanita . Tapi sebagian menganggap afdhal jika wanita berI’tikaf di masjid tempat shalat di rumahnya . Tapi , jika ia akan mendapat manfaat yang banyak dengan I’tikaf di masjid , ya tidak masalah .

terakhir, agar I’tikaf kita berhasil memperkokoh keIslamaan dan Ketakwaan kita , tidak ada salahnya jika dalam berI’tikaf kita di bimbing oleh orang-orang yang ahli dan mampu mengarahkan kita dalam membersihkan diri dari dosa dan cela .

SUNNAH_SUNNAH I”TIKAF :

1 . banyak melakukan ibadah sunnah ( Shalat , Tilawah Qur’an , Bertasbih , Bertahmid , Bertahlil , bertakbir , Beristiqhfar , Berdo
‘a dan bentuk-bentuk ketaatan yang lainnya .

2. Mengkaji ilmu dan mengikuti kajian ilmu-ilmu syar’i .

3 . Melakukan ibadah-ibadah tersebut diatas dengan sendiri

YANG DIMAKRUHKAN DALAM I”TIKAF :
1 . Banyak melakukan hal-hal yang tidak terkait dengan kepentingan I’tikaf .

2 . Banyak berkumpul untuk bersenda gurau dan semacamnya

3 . Berdiam diri dengan menganggaphal tersebut adalah suatu bentuk kegiatan I’tikaf

YANG MUBAH DALM I”TIKAF :

1.  Menemui keluarga yang menjenguk

2 . Keluar masjid untuk melakukan keperluan yang tidak mungkin untuk dihindari

3 . Makan , minim , dan tidur didalam masjid dengan keharusan untuk menjaga kebersihan dan kerapiannya
PEMBATAL I”TIKAF :

1 . Keluar dari masjid dengan sengaja tanpa ada keperluan seperti yang tersebut diatas

2 . Melakukan hubungan suami istri

3 . Hilangnya akal karena mabuk atau gila

4 . haid atau Nifas

5 . Murtad

Sumber : Irsyad ” Pondok Pesantren Man Ana ”

 

August 14, 2012 Posted by | Fiqih | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.