rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Al-Qur’an

English: A modern Arabic Quran with Persian tr...

English: A modern Arabic Quran with Persian translation in Iran. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berkatalah Rasul: ‘Ya RobbKu sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini (mahjuran) suatu yang tidak dihiraukan. Dahulu kaum musrikin tidak mendengarkan Al Qur’an. Bila di bacakan Al-Qur’an justru membikin keributan dan berbicara hal lain supaya tidak mendengarnya. Sikap tak acuh terhadap Al Qur’an ada beberapa macam:
1. Tidak mau mendengarkan dan beriman kepadanya.

2. meninggalkan pengalamannya dan tidak memperhatikan halal haramnya meskipun membaca dan beriman kepadanya.

3. Tidak mau memutuskan hukum atau berhukum dengannya baik dengan prinsip-prinsip agama maupun cabang-cabangnya. Serta meyakini bahwa Al Qur’an tidak memberikan sesuatu yang yakin dan dalil-dalil Al Qur’an hanyalah lafadz-lafadz, tidak menghasilkan ilmu yang yakin.

4. Tidak men-tadabburi dan memahaminya serta tidak berusaha mengetahui apa yang dimaukan oleh yang berbicara kepadanya.

5. Tidak mau mencari kesembuhan atas segala penyakit qalbu darinya (Al-Qur’an) atau berobat dengannya, sehingga mencari kesembuhan dari selainnya.

6. berpaling kepada selainnya baik berupa syair, perkataan orang, nyanyian omong kosong, atau metode yang diambil dari selainnya. demikian pula rasa berat yang ada di dalam dada terhadap Al-Qur’an:

a. Keberatan terhadap turunnya Al-Qur’an dan bahwa itu kebenaran dari Allah.

b. keberatan pada (keyakinan) bahwa Al-Qur’an yang berbicara kepadanya.

c. Keberatan pada cukup atau tidaknya Al-Qur’an, sehinga (menurutnya) Al Qur’an tidak memadai bagi manusia. Dan mereka membutuhkan teori-teori rasionalis, anologi maupun ide serta gagasan (diluar Al-Qur’an).

d. Keberatan pada sisi kandungan dalil Al-Qur’an dan dan esensi yang dimaukan, yang bisa dipahami dari ungkapannya. sehingga (memberikan kemungkinan), bahwa yang dimaukan denganya adalah makna yang menyimpang dari makna asli dan hakikat kandungannya, berupa penafsiran-penafsiran yang jelek.

e. menganggap bahwa hakikat isi Al-Qur’an’,walaupun itu memang yang dimaksudkan, tapi sebenarnya itu sudah ada (walaupun tanpa penjelasan Al-qur’an) atau mengesannkan apa yang dimaukan Al-Qur’an itu hanya demi maslahat/ kepentingan tertentu saja. orang yang memiliki rasa berat atas Al-Qur’an dalam qalbunya, mengetahui hal itu ada pada dirinya serta mendapati hal itu dalam dadanya.

Wallahu A’lam.

Orang yang gagal adalah orang yang tidak mampu mengurus masalah. Hanya manusia yang bisa mengurus masalah saja yang bisa berjaya.

Sumber: Mutiara

September 3, 2012 - Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: