rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Syukur

English: name of allah

English: name of allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

BERSYUKUR kepada Allah bukan saja ketika senang tetapi juga pada saat menghadapi ujian-Nya. Rahmat, musibah diturunkan Allah patut jadi medan umat musahabah diri dari setiap saat.

SESUNGGUHNYA orang yang memiliki ketajaman mata hati mengaku bahwa bencana dan siksa Allah tidak hanya dalam bentuk kelaparan, sakit, miskin dan muflis. Sesungguhnya bencana paling hebat ialah adzab Allah bersifat maknawi, tidak nampak dimata manusia tetapi kesannya sungguh dahsyat dirasai.

Sesungguhnya bencana paling hebat ialah adzab Allah bersifat maknawi

Ia bisa membuat hati mereka tertekan seperti disebut dalam Al-Qur’an yang bermaksud: “Barang siapa yang Allah menghendakinya mendapat petunjuk niscaya Dia melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang dikehendaki Allah mendapat kesesatan niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (Qs. Al-An’am : 125)

Walaupun semua nikmat dunia sudah dimiiki dada rasa sempit, susah,takut, risau dan sedih. Bukankah perasaan itu adalah adzab yang bersifat maknawi? Apakah lagi adzab yang ditimpakan kepada manusia supaya mereka ingat?

Adzab di hati, tidak berasa manisnya iman. Mengapa orang yang lalai kepada Allah hidupnya bergelimang harta dan kuasa? Tidak nampak kesusahan pada wajah mereka, senantiasa sehat dan gembira dengan apa yang dimiliki. tetapi benarkah mereka bahagia?

Mana mungkin harta bisa membeli ketenangan jiwa, bahkan hakikatnya semuaa yang boleh ditonjolkan adalah palsu belaka. hati mereka menjerit dikejar rasa bersalah, diburu bayang-bayang dosa dan maksiat yang dilakukan

Nurani yang bersih senantiasa berbisik bahwa mereka melakukan kesilapan memilih jalan sedangkan nafsu yang keji coba menjerit dengan pelbagai kenikmatan sesaat. Memang mereka menikmati segalanya tetapi jiwa tidak pernah puas, hampa dan kosong.

Allah menyiksa dengan cara mengunci mata hati mendapat hidayah-Nya. Adzab Allah membuat hidup seseorang tidak menentu, tertekan, tersesat tanpa kuasa yang boleh menolong selain Allah.

Jika Allah mencabut kemanisan iman dari hati

Jika Allah mencabut kemanisan iman dari hati, sesungguhnya Dia mengadzab mereka secara senyap, ramai yang sembahyang tapi tidakrasa manisnya sujud khusuk dan mereka berilmu tetapi mengenal jalan menuju Allah.

Mereka kaya tetapi tidak merasai keberkatan hartanya. Mereka kepenatan mengejar dunia, menitiskan air mata untuk dunia, risau dan takut karena dunia, berjuang untuk dunia tanpa memulai kemanisan saat beribadah dan kenikmatan memuju Allah.

Hati tempat jatuhnya rahmat dan adzab Allah. Alangkah ramainya manusia yang tidak menyadari dirinya sedang diadzab karena dosa membutakan hati sehingga tiada mampu membedakan manakah salah satunya, antara rahmat atau adzab?

kata-kata pendeta Bani Israil dalam kitab Ibnu Qayyim Al-Jauzi,’ Shaydul khatir’:Oh Tuhanku, aku sering berbuat maksiat tetllah. Tidakkah engkau merasa dihalang dirimu merasai kenikmatan bermunajat kepada kepada-Nya?’

Orang berilmu buta hati jika ia menganggap dirinya senantiasa dirahmati Allah walaupun maksiat menghiasi pribadi, apatah lagi orang awam yang kering iman lagi jahil. Walaupun mesti berprasangka baik kepada Allah, jangan sampai dia langsung bebas dari karat maksiat dan hanya berlaguk umpama suci dari debu.

Semakin dia merasa bebas dari maksiat itu, semakin hatinya kotor dan tidak dijatuhinpandangan rahmat-Nya. kemudian dia tidak mampu lagi membedakan mana rahmat dan mana adzab, akhirnya buta hati.

Adzab di mata, tidak bisa membaca hikmah peringatan Allah. Setiap peristiwa mesti mengandung hikmah untuk kebaikan manusia’ Ujian dan adzab yang diderita adalah bentuk tarbiah berkesan untuk menyadarkan kesilapan manusia.

tetapi, ada pula orang yang semakin diuji semakin parah kesesatannya, bahkan berterusan melakukan maksiat. Adzab di atas adzab! Apabila sakit yang di deritai, kehilanga harta, kegagalan hidup dan ajal maut sama sekali tidak menyadarkan  bahwa semua itu aedalah peringatan Allah.

Setiap peristiwa mesti mengandung hikma

Padahal duri yang mencucuk kulit itu menyimpan petanda peringan dari Allah bahwa manusia memang lemah, miskin dan tidak mampu melawan kehendak Allah. orang yang degil dan durhaka anggap semua itu proses kebiasaan hidup tiada campur tanggan Allah.

ketika sakit dia menyumpah serapah, jika rugi dia membuat penyelewengandemi mendapatkan keuntungansecara haram, jika didzalimi dia membalas dendam dengan kedzaliman yang lebih ke atas orang lain.

Tidak ada kamus taubat dan insaf dalam hidupnya. Mereka tidak mau mengambil pelajaran kisah penyelewengan manusia yang berakhir dengan kesengsaraan dunia akhirat. Mata, telinga, hati dan akal dikurniakan Allah untuk mendapat hidayahtidak dimanfatkan sehingga kesesatan tiada berakhir.

“perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api, maka selepas api itu menerangi sekelilingnya¬† Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan , tidak dapat melihat. mereka tuli, bisu dan buta.”(Qs.al-baqarah: 17)

Mengapa manusia mudah tertipu? Bukankah mereka tau musuh yang paling berbahya ialah iblis dan syaitantetapi mereka menjadikannya teman setia? manusia juga dibekalkan syariat, hati dan mata. justru, dengan modal itu mereka pula semakin tersesat.

Orang islam mengetahui syura dan neraka, tetapi banyak pilihannya selalu keliru. mereka tau dunia ini palsu dan menipu tetapi di situlah mereka memuaskan nafsu. Jadi, bagaimna menyelamatkan diri dari kebodohan sendiri yang selalu tertipu sebelum adzab datang?

Setiap kali mengulangi dosa dan maksiat kepada Allah, cobalah ancam diri sendiri. Awas! jaga-jaga, kuasa Allah bisa menarik balik semua yang anda miliki. bayangkan perkara negatif terkena pada tubuh, harta, anak, istri, dan keluargaulullah, kedudukan serta kuasa.

Apabila seseorang hidup dalam zona nyaman dan tidak pernah mengancam diri maka keadaan ini membuatnya hanyut, lalai dan lupa daratan. Jika dia senantiasa berjaga-jagal dan suka menakuti diri, ia sebagai langkah pencegahan sebelum kemurkaan Allah tidak dapat di bendung. cara paling berkesan untuk mengancam diri dengan adzab Allah ialah dengan mentadabburkan Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an bukan hanya membawa kabar gembira kepada hamba Allah yang beriman bahkan ada ayat ancaman supaya manusia tidak lalai dibelai dunia. Sedikit tertawa dan banyak menangis adalah wasiat Rasulullah SAW supaya manusia suka mengancam dan memperingatkan diri dengan siksa Allah yang begitu pedih.

ketinggian akhlak manusia bergantung dengan seberapa kerap mereka bersyukur kepada Allah. Orang itu layak dipanggil manusia paling mulia dan tau mengenang budi. Sesungguhnya manusia tanpa sifat syukur seperti pendurhaka yang mengambil kesempatan dan menikam dari belakang.

Walau ilmu menjulang ke langit, harta setinggi gunung, kuasanya segagah ruang angkasa tetapi jika sifat kufur mengatasi segala-gala maka dia menjadi sehina makhluk pada pandangan Zat Yang Maha Pemberi Nikmat.

lebih baik hidup sebagai cacing yang sadar diri sambil berdzikir pagi dan petang mengingat jasa baik Allah memberinya makan di dalam tanah. Walaupun syukur sang cacing tidak di balas dengan nikmat di akhirat tetapi dia pandai berterima kasih kepada Allah atas rizkinya dalam tanah. Cacing hanya makan kotoran tetapi pandai bersyukur. Manusia jauh lebih baik makanan dan nikmat hidup yang dianugrahkan Allah tetapi betapa sedikitnya yang pandai bersyukur.

Syukur bermakna berhias dengan lidah yang memuji saja tanpa sepatah pun mencela perbuatan Allah ke atas diri kita, berhias dengan perbuatan mengikut undang-undang Tuhan sekaligus menolak logika manusia yang bodoh berlagak tahu segala-gala.

Syukur itu perhiasan paling cantik jika dipakai, ilmu bermanfaat jika diamalkan dan akhlak indah pada pandangan Tuhan, bahkan ia bisa menahan adzab yang turun dari lngit. Allah berfirman yang bermaksud: ” Jika kamu bersyukur, Aku tambahkan nikmat-Ku namun jika kamu kufur sungguh adzab-Ku amat pedih,”

Sumber: Mutiara

Related articles

September 20, 2012 - Posted by | Mutiara Hati | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: