rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Wanita haid Ingin Dapat Lailatul Qodar

Quran, Mus'haf_Al_Tajweed.

Quran, Mus’haf_Al_Tajweed. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaruh,

Maaf ada yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana cara agar wanita yang mengalami haid bisa menghidapkan malam lailatul qadar? sebab rasanya akan sangat rugi jika malam yang lebih baik baik dari seribu bulan tersebut, berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah kepada Allah, atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Siti Sholihah

Kowloon,HK.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaaatuh,

Untuk wanita haid yang ingin mendapatkan malam lailatul qadar, bisa melakukan banyak ibadah selain shalat. Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak, “Bagaimana pendendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh-Dhahak pun menjawab,” Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (lathaif Al-Ma’arif, hlm.341)

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian malam lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melakuka shalat. Untuk bisa mendapatkan pahala ketika lailatul qadar, waita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah. Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah:

1. Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf sebanyak 7 ayat untuk sekali baca, misalnya surat Al-fatihah.

2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilahaillallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir yang lainnya.

3. Memperbanyak istigfar.

4. Memperbanyak do’a.

5. Membaca zikir ketika lailatul qadar, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah r.a, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang merupakan malam lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi saw menjawab, “Ucapkanlah, Allahumma innaka’afuwwun kariim tuhibbul’afwa fa’fu’anhu ya kariim (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.)” (Hadist sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam Fatwa Islam Tanya-Jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid. Menghidupkan malam lailatul qadar tidak hanya dengan shalat, namun mecakup semua bentuk ibadah. Al–Hafizh Ibu Hajar mengatakan, ”Makna’menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.” An-Nawawi mengatakan , Makna’menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah menghabiskan waktu malam tersebut dengan bergadang untuk amal ibadah lainnya.” Jadi meskipun seorang wanita berhalangan, mereka masih berkesempatan mendapatkan malam lailatul qadar.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

Related articles

November 8, 2012 - Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: