rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Keajaiban Shalat

English: Al-Masjid al-Nabawi in Medina Saudi A...

English: Al-Masjid al-Nabawi in Medina Saudi Arabia العربية: المسجد النبوي في المدينة المنورة، المملكة العربية السعودية فارسی: مسجد النبی در مدینه کشور عربستان سعودی (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh,

Masjid Nabawi, Madinah.

Suatu ketika Rasulullah saw berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.

Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah saw dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”

Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya, ia melaksanakan shalat dengan cepat. Rasulullah tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.

Setelah melakukan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah saw. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu,”Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat”

Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.

Memberikan tausiyah

Namun seperti kejadian tadi, Rasul menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu ajarilah aku!”

“Sahabatku,” kata Rasulullah dengan tersenyum,” Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Al-Qur’an yang engkau pandang paling mudah. Laku, rukuklah dengan tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”

Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al-Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekedar “benar” gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tuma’ninah, tenang dan khusyu’.

Kekhusu’an rahani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyu‘. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasukaullah mengganggap “tidak shalat” orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tuma’ninah).

Hikmah Gerakan Shalat

Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga asfek “oleh rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasukaullah sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tuma’ninah serta istiqamah (konsisten di lakukan).

Dalam buku Mukjiat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. Mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanasan tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di atak mendpatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

Kita dapat menganalisis kebanaran sabda Rasulullah saw dalam kisah di awal. “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”

Saat takbir Rasulullah mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). takbir ini di lakukan ketika hendak ruku, dan ketika bangkit dari ruku.

Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maksudnya? pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur kesemimbangan tubuh terjaga.

“Ruku’lah dengan tenang (tuma’ninah),” Ketika ruku, Rasulullah meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Ruku yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Ruku pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.

“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darang dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

“Selepas itu sujudlah dengan tenang” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksi-malkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher dan pundak, serta hati. Cara sepperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah dan jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.”Apa maknanya? cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudabg keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugrah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Maka sungguh rugi orang-orang yang tak mau memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan Allah SWT ini. Sebab yang menikmati manfaat dari shalat yang dilakukan ini akan kembali kepada manusia itu sendiri. Wallaahu A’lam.

Sumber: Ponpes “Man An”

Related articles

Advertisements

January 25, 2013 Posted by | Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cinta Kepada Allah

Allah-green-transparent

Allah-green-transparent (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

‘’Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:’ kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya. Katakanlah: Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? (kamu bukanlah anak-anak Allah) melainkan manusia biasa diantara orang-orang yang diciptakan-Nya.’’(QS. Al. Maidah:18)

Mengaku dirinya mencintai Allah.

Sebagai manusia ada yang mengaku dirinya mencintai Allah. Maka memamerkan perilaku yang bias dilihat orang bahwa dia dekat dengan Tuhan. Gayanya khusuk’ dan tawadhu;lidahnya bergetar-getar sambil tangannya menghitung-hitung biji tasbih, biji tasbihberkata akulah yang paling alim dan abid.

Sebenarnya jika seorang hamba mencintai Allah Ta’ala dan berada dekat disisi-Nya akan terbit di dalam hatinya rasa kerdil dan hina dihadapan Allah dan di tengah-tengah manusia.

Ada tiga orang lelaki yang dicintai Allah Ta’ala, yaitu seseorang yang mendatangi suatu kaum lalu ia meminta sesuatu kepada mereka, dia tidak meminta karena hubungan kekerabatan diantara mereka, namun mereka tidak memberinya. Kemudian setelah mereka berpaling dari lelaki itu tinggalah seorang lelaki dari kalangan mereka lalu dia pun membarinya dengan diam-diam tanpa ada seorangpun yang mengetahui pemberiannya melainkan Allah Ta’ala dan orang yang menerima.

Ada tiga orang lelaki yang dicintai Allah Ta’ala,

Dan suatu kaum yang mengadakan perjalanan pada malam hari manakala tidur lebih mereka sukai dari pada apa yang dilakukan salah seorang dari mereka, kemudian mereka berehat dan meletakkan kepala mereka dengan tidur yang lelap, lalu lelaki itu bangkit kepada-Ku seraya membaca kalam-Ku.

Dan seorang lelaki yang berada di dalam sebuah pasukan lalu mereka bertemu musuh namun mereka kalah tetapi lelaki itu tetap maju hingga akhirnya mati atau beroleh kemenangan.’’(hadits riwayat Al-Nasai)

Selain menyembunyikan amal, diantara bukti cinta Allah ialah bergaul dengan pergaulan yang mesra kepada sesama manusia. Kehadirannya ditengah-tengah manusia amat di elu-elukan, mereka mencintai kepribadian, ilmu dan amalnya.

Masjid kota Damaskus

Diriwayatkan dari Abu Idris Al Khaulani yang telah menceritakan kisah berikut ini, “ Aku masuk ke masjid kota Damaskus. Tiba-tiba aku melihat seorang pemuda yang putih bersih giginya sementara disekelilingnya terdapat banyak manusia. Apabila mereka berselisih pendapat mengenai sesuatu maka meraka menyerahkan masalah mereka kepada pemuda itu kemudian mereka menerima pendapatnya. Ketika ditanya: Siapakah lelaki itu? Mereka menjawab: Dia adalah sahabat Rasulullah SAW, Muadz bin Jabbal RA.

Setelah itu Abu Idris Al Khaulani dating kepadanya saat beliau shalat, abu Idris melanjutkan kisahnya: aku berkata kepadanya: Demi Allah aku benar-benar mencintaimu karena Allah ta’ala. Maka beliau berkata: Apakah karena Allah? Aku menjawab: Ya, karena Allah. Beliau memegang kainku dan mendekatiku seraya berkata: Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Ta’ala telah berfirman di dalam hadits Qudsy:” Telah pasti kecintaanku kepada orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang bergaul karena Aku, orang-orang yang saling berziarah kerena Aku dan orang-orang yang saling memberi karena Aku.

Sumber: Mutiara.

January 13, 2013 Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia akhir Zaman

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on ...

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on april 1920. During this holiday began an important arab nationalist riot (4-7 april 1920) against the jews in Jerusalem. The riot was directed against the zionist and english project of a jew homeland in palestine. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MENURUT PENDAPAT IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI:

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara sholat Ashor hingga terbenamnya matahari.

Jarak waktu

Hadits diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhori. Dan menurut penafsiran Ibni Rajab,” umat-umat yang telah berlalu’’ itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (Nasrani) karena ada hadits sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat Yahudi, Nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

 Bani Israel

Kemudian beliau menafsirkan hadits Bukhori lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israel (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu sholat Zuhur hingga sholat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah sholat ashor hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

  • Masa umat-umat Adam hingga Musa= satu malam penuh=3000 tahun
  • Masa umat-umat (Yahudi-Nasrani-Islam)=satu siang penuh3000tahun
  • Umur Yahudi= setengah hari dari siang tersebut= ½dari 300= 1500 tahun
  • Umur Nasrani=  Mengikuti hadits Muslim dari Salman al Farisi yaitu= 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500-600= 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadits dari Saad bin Abu waqash riwayat Abu dawud, Ahmad (yang ada di halaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu rajab adalah 900+500= 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebutkan barapa tahun tambahannya. Perhitungan ini sama dengan methode yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

English: A picture of people performing (circu...

English: A picture of people performing (circumambulating) the . This picture taken from the gate of Abdul Aziz seems to divide the Kaaba and the minarets into mirror images of one another. Français : Pélerins en train de réaliser la Circumambulation (ou Tawaf) autour de la Ka’ba. Photo prise depuis la porte Ibn Saud, d’où la vue présente une symétrie en miroir presque parfaite. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Murut Jalaluddin As Suyuthi ( Imam Suyuthi):

Umur umat Islam adalah jumlah dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/ rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Umur umat Islam

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

1)    Perhitungan umur dunia

2)    Perhitungan dengan umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam

3)    Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan pertama sangkakala kiamat.

Di mana kemudian akan didapat rumus bahwa:

Umur umat Islam = [ 1. Umur dunia] -2.

Umur umat dahulu] –[ 3. jarak waktu]

1)    PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jum’at. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadits diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihi salam ke bumi hingga saat kiamat adalah hari jum’at ke hari jum’at, yaitu berlalu selama 1 minggu akhir (7 hari akhirat)

Sedangkan dalam Al-Qur’an surah 32 As sajdah ayat 5 yang berbunyi:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu’’.

2)    PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG  TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata:” Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musaa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000+1000+700+1500+600= 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

3)    PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadits-hadits yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

a)     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tubuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhori, Muslim, Nasai Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik)

b)    Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.’’ (hadits shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

c)     Rasulullha shallallah’alaihi wasallam bersabda: Allah mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dke langit untuk menunggu keputan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan Allah akan turun dalam lindungan awan-awan. (Hadits hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

d)    Dalam suatu hadits shahih ( dari saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al-Qur’an surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadits Bukhori dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu taubat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
  2. dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap Allah adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan sebelum dihisab.
  3. dari hadits-hadits di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

Matahari dari arah barat~tiupan pertama= 120 tahun

Tiupan pertama ~ tiupan kedua= 40 tahun

Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia= 40 tahun

Kebangkitan ~ penghisaban (penentuan syurga dan neraka)= 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120+40+40+500= 700 tahun

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi: Umur dunia= Umur umat terdahulu + Umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

          Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun

          Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

          Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun, sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam= 7000-4800-700= 1500 tahun kemudian dikurangi masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500-23= 1477 tahun

Dari mana angka 23?

Sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Mekkah, kemudian diperintahkan Allah untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi’alaihis salam berkata:’ Hadits-hadits hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam=1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2013 Masehi atau 1434 Hijriah. Maka sisa umur Islam adalah: 1477-1434= 43 tahun, “43 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” Jadi tahun 2056 Masehi akan terjadi kegoncangan?

Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengertian Zuhud

Allah in Arabic

Allah in Arabic (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Suatu hari Abdullah bin Abbas RA memakai pakaian yang paling indah dan mahal harga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang-orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadah tetapi menepikan ilmu dan tidak mau mempelajari Al-Qur’an, Fiqh dan Hadits. Mereka terkenal sebagai kaum yang degil, bersuku-suku dan membenci sesiapa saja yang tidak sefaham dengan mereka.

Orang-orang Khawarij

Abdullah bin Abbas RA mandi dan memakai wangian yang paling harum, menyikat rambutnya dengan mengenakan pakaian yang paling indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang degil yang memakai baju bertambal-tambal, muka yang berdebu dan kusut masai. Mereka berkata: ” Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas RA menjawab: “Apakah kalian lebih tau tentang Rasulullah SAW berbanding saya?” Mereka berkata:” Tentulah kamu yang lebih tau.” Abdullah berkata lagi: “Demi Allah yang jiwaku dalam gengaman-Nya, sesungguhnya Aku telah melihat Rasulullah SAW berpakaian dengan mengenakan perhiasan yang berwarna merah dan itu adalah sebaik-baik perhiasan.

Para sahabat

Aisyah RA pada suatu ketika melihat sekumpulan pemuda yang berjalan dalam keadaan sangat lemah, pucat dan kelihatan malas. Beliau bertanya: “Siapakah mereka itu? ” Para sahabat menjawab: “Mereka itu adalah kumpulan ahli ibadah.”kemudian Aisyah RA berkata:” demi A
llah yang tiada Tuhan selain-Nya. Sesungguhnya Umar bin al-khattab RA adalah orang yang lebih bertakwa dan takut kepada Allah SWT berbanding mereka itu. Kalau beliau berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tangkas. Apabila bercakap, beliau dalam keadaan berwibawa, jelas kedengaran percakapannya dan apabila beliau memukul, pukulannya terasa sakit.”

hal ini semua berlaku adalah akibat memahami ilmu secara kurang menyeluruh, memberatkan perkara ibadah yang sebenarnya mudah, sampai ketahap berlebih-lebihan dan menyusahkan diri. begitulah keadaan sebahagiaan umat Islam yang lupa kepada wasiat Rasulullah SAW yang telah disampaikan kepada sahabatnya,Muadz bin Jabal RA ketika mereka dikirim menjadi Duta dakwah ke negeri Yaman. Kata Baginda yang maksudnya:” Wahai Muadz, mudahkanlah setiap urusan dan jangan memberat-beratkannya.

Sebagai panduan bersama, pandangan Shaikhul Islam al-Imam Ibnu Taimiyah. beliau berkata: ” Zuhud itu adalah kamu meninggalkan perbuatan yang tidak berfaedah untuk akhiratmu.” Al-Imam Ahmad bin Hanbal apabila ditanya seorang lelaki memiliki harta kekayaan sebanyak 100.000 dinar uang emas. Bolehkan dia di katakan seorang yang Zahid? Beliau menjawab:” Lelaki itu dikatakan zuhud apabila ada dua sifat: 1. Tidak terlalu gembira ketika hartanya bertambah. 2. Tidak terlalu berduka cita apabila hartanya berkurang.” khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Apabila emas seberat gunung diamanahkan kepadaku, aku tidak akan tidur selagi ia tidak habis dimanfaatkan untuk umat Islam.”

Sumber: Mutiara

January 10, 2013 Posted by | Mutiara Karima | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kumpulan Kata Mutiara

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

Bismilahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Barangsiapa takut kepada Allah SWT

Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat lihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagi-Mu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.

Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.

Tutupi kekecewaan dengan ketakwaan

Tunjangan resah di dada shalat.. Himpunan perih di genggaman do’a.. Tutupi kekecewaan dengan ketakwaan.. Dan nilaikan kesucian hati dengan keikhlasan hati..

Allah menyayangi orang-orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya; menjaga lisannya dan tidak mensia-siakan umurnya.

Kelemahan adalah penyakit, kesabaran adalah keberanian, zuhud adalah kekayaan, wara’ adalah perisai dan sebaik-baik teman ialah yang mempunyai sifat redha.

Kesabaran adalah suatu keperluan dalam usaha menegakkan keimanan, melaksanakan amal soleh, memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Berjalan penuh harapan walau hidup ini tak selalu bahagia, sedekahkan satu senyuman walau dihati tak lagi mampu bertahan, belajar memaafkan walau diri terluka.

Jika syurga menjadi idaman, jalannya seluas mata memandang.. Jika keampunan yang didamba, gerbangnya setia menanti.. Usah gusar ujian di hadapan.. Andai hati tekat mengejar cinta Illahi.

Sumber: Mutiara

January 6, 2013 Posted by | Mutiara Kata | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mutiara Sakinah

Let the Quran Speak

Let the Quran Speak (Photo credit: umar nasir)

Bismilahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sesungguhnya hidup di dunia ini bagaikan sehari saja

Benar seperti yang termaktub di dalam Al-Qur’an yang mengatakan sesungguhnya hidup di dunia ini bagaikan sehari saja. Tidakkah kita mendengar kisah beberapa pemuda beriman yang tertidur di dalam gua bersama anjing mereka? Apabila dibangkitkan, mereka merasa bagaikan tertidur seharian. Padahal sebenarnya zaman mereka telah berlalu pergi 300 tahun lamanya..

Bukankah itu tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa’ta’ala?

Hayati hidup ini untuk hari ini. Esok, belum pasti kita akan bernafas lagi. Jangankan esok, entah-entah malam ini kita akan pergi. Jangankan malam ini, sebentar lagipun kita tidak tau apakah yang akan berlaku.

Bersedia senantiasa untuk menghadapi saat-saat kita kehilangan masa itu. Jangan nanti kita terasa masa itu cepat berlalu. Nanti kita akan di tanya apa yang telah kita lakukan dengan masa dan usia yang dipinjamkan. Garisan permulaan sudah semakin tauh kita tinggalkan. Jangan pula menyesali dengan mengungkapkan kata-kata ini;

Ya Allah… Kembakikan kami ke dunia lagi… Kami akan banyak-banyak beramal sholeh… “

Sumber: Mutiara

January 6, 2013 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , | Leave a comment

Allah Maha Pemurah

Logo of 'Hizb Allah'

Logo of ‘Hizb Allah’ (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu diantaranya diturunkannya kepada kaum jin , manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayagi. dengannya pula binatng liar mengasihi anaknya. dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”(Muttafaq’alaih)

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Tiada suatu haripun melainkan lautan meminta izin kepada Tuhan untuk menenggelamkan anak Adam. Dan malaikat meminta izin untuk segera menghukum dan membinasakannya.

Tetapi Allah Ta’ala berfirman:

Kasih sayang Allah

Siapakah yang lebih pengasih dan pemurah dari pada-Ku, padahal Aku Maha Pengasih lagi Maha pemurah. pada malam hari hamba-hamba-Ku menentang-Ku dengan melakukan dosa-dosa besar. Namun Aku menjaga mereka di tempat tidur mereka dan melindungi mereka di ranjang mereka. Siapa yang datang menghadap kepada-Ku, maka Aku telah menyambutnya dari jauh. Barang siapa meninggal sesuatu karena Aku, maka Aku akan memberinya kelebihan. Barang siapa yang berbuat dengan daya dan kekuatan-Ku maka Aku akan melunakkan besi untuknya. Barang siapa yang berkehendak sesuai dengan kehendak-Ku, maka Aku berhendak sesuai dengan kehendaknya. Ahli zikir-Ku adalah teman duduk-Ku. Ahli syukur-Ku adalah orang yang paling berhak mendapatkan tambahan kurnia-Ku. Ahli ta’at-Ku adalah orang yang brehak mendapat kemuliaan-Ku. dan ahli maksiat kepada-Ku tiada Aku jadikan mereka berputus asa dari rahmat-Ku. Jika mereka bertaubat Akulah kekasih mereka. Jika mereka tidak bertaubat Akulah penyembah bagi mereka, aku menguji mereka dengan musibah untuk mensucikan mereka dari aib dan dosa.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Kasih sayang Allah turun kepada mereka yang diberi kejayaan berupa harta namun ia lalai, hingga Allah mengambilnya kembali, agar mereka sadar ”hartaku melalaikanku, kemudahan fasilitasku melalaikan ibadahku, sibuk kerjaku melalaikan taqarrubku, nafsu syahwatku melalaikan nikmatnya dzikir”.

Kasih sayang Allah turun kepada mereka yang terpedaya fitnah wanita ataupun peria. Ia (Allah) akan mengambil semua apa-apa yang memyebabkan mereka terpedaya, demi kembali kerengkuhan-Nya. Meskipun kasih sayang itu terwujud dari sesuatu yang berat untuk dihadapi.

”Ya Allah! sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar dimasukkan kedalam syurga dan aku berlindung kepada-Mu dari sikna neraka.” (HR. Abu Dawud-Ibnu Majah-Ibnu-Khuzaimah)

Sumber: Mutiara

Related articles

January 5, 2013 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Arti Sebuah Perjuangan

Hong Kong skyline from the Peak

Hong Kong skyline from the Peak (Photo credit: xopherlance)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Menunggu detik-detik tahun baru

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin Ya Rabbal’alaamiin.

Sahabat fillahku yang berbahagia, belum genap satu minggu kita tahun baru 2013 kita lalui. Sudahkah ada perpedaan antara tahun lalu dengan tahun sekarang?

Bagi yang terbiasa merayakan tahun baru, yang seharusnya tak patut ditiru oleh umat Islam. Mereka yang mengidentikkan tahun baru dengan semengat baru. Bahkan sampai ada yang menunggu detik-detik tahun baru di penghujung malam sambil berdo’a memejamkan mata, berharap dan membuat rencana-rencana pada tahun kedepannya. Sudahkah terwujud rencana-rencana itu?

da dari tahun sebelumnya, berarti sebagian misi anda sukses. Jika masih saja seperti tahun lalu, atau malah kian berantakan misi dan visi hidup anda, berarti Anda adalah orang yang merugi.

Misalnya:

-Rugi di dalam ibadah pada Allah Ta alla, jika kadar keimanan dan taqwa kita ternyata semakin miring ke derajat mulai meninggalkan larangan-larangannya.

-Rugi dalam perjuangan, sudah jauh-jauh menyebrang laut merantau di negri orang namun cita-cita tak tercapai malah kesasar pada hal-hal yang berbau maksiat.

-Rugi dalam keluarga, ingat ketika pekerja Imigran ke luar negeri pasti dengan niat dan tujuan mulia. Semuanya demi anak, keluarga, dan masa depan kita, kan?

Tujuan mulia

Allah SWT berfirman,
“Katakanlah (wahai Muhammad) adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang -orang yang tiada mengetahui? Sesunhuhnya, hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (Qs. Azumar: 9)

Coba renungi ayat di atas, ternyata orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran. Jadi sebelum melangkah btjatlah perencanaan , lalu berikhtiar pada Allah dengan ikhlas agar segala rencana yang diharapkan terlaksana, juga berkomitmen. Sehingga ketika ada halangan dan rintangan ataupun godaan, orang yang berakal tak akan terombang-ambing, tapi tekat mereka teguh dan hanya takut kepada Allah Ta Alla. Subhanallah.

Apakah sahabat fillahku juga seperti sosok ysng berakal? Atau jangan-jangan ada angin maksiat ikut mencoba, ada angin kebaikan juga ikut-ikutan saja? kembali lagi memaknai arti perjuangan, Kata Bang Haji  Rhoma Irama dalam syair lagunya, Rintangan-rintangan itu pasti ada. Bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang.”

Sebagaimana yang kita tau, bahwa di Hongkong ini adalah negara liberal, sarat godaan dan dugem, sementara agama Islam masih di angka miniritas. Ini memang memerlukan perjuangan tersendiri agar kita senantiasa lurus di jalan-Nya, apalagi bisa memperkenalkan Islam yang hanif ini kepada khalayak mayoritas non muslim di Hongkong.

Sahabat fillahku yang berjuang demi keluarga dan masa depan, serta tegaknya panji Islam di Hongkong ini. Mari senantiasa mencari Ridha Allah dan mari berlomba mengejar akhirat yang hakiki dan abadi. Firman allah SWT, “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan , kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang

Nah, bagi sahabatku yang di Hongkong yang kini masih terjerat glamournya warna Hongkong hingga lupa pada hakikat tujuan kita bahkan sampai melupakan keluarga, bahkan lupa pada hakikat keimanannya. Ingatlah bahwa itu semua adalah cobaan! Betapa Allah telah menggambarkan pada hambanya yang beriman untuk senantiasa bersabar dengan cobaan karena setiap cobaan yang datang adalah untuk menguji kesabaran. Ingatlah juga, wujud cobaan itu bukan hanya musibah akan tetapi bisa berupa nikmat yang menipu. betul, kan?

Sebagaimana hadist Rasulullah saw, “Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan memberikan cobaan kepada mereka.” (HR. Ahmad).

Akhir kata, tak lupa saya sematkan sebagai pemupuk semangat juang para Muslimin dan Muslimah yang berada di Hongkong ini agar senantiasa di jalan Allah, dapat melewati ujian, dan senantiasa istiqomah dalam menghadapi globalisasi zaman yang yang semakin mengarah kepada liberalisme dan individualisme ini.

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula)menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku (Qs, Al-kaafirun: 4-6)

Oleh: Ustadz Ali Makmun (Liong Man)

January 5, 2013 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

Nabi Musa, Palestine

Nabi Musa, Palestine (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 2

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umur umat Islam.

Menurut Pendapat Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani: Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam. Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.

Kemudian dengan adanya hadits: Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu’alaihi wassalam adalah selama 600 tahun”. (HR. Bukhari)

Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga di utusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallah adalah 600 tahun.
Sehingga akan di dapat:
Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam
1500 tahun = 600 tahun + 900 tahun kemudian Ibnu Hajar dalam kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadits marfu yaitu:
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallahllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ” Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidal akan kemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad dhtanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad)menjawab : Lima ratus tahun”. (Hadits shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan oleh Al Albani)

Wallahu A’alam.

Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900+500 = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap) Sekarang kita berada di tahun 1434 Hijriah (2013 masehi), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin itu adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Islam adalah agama yang di bawa oleh beliau. Juga ditambah 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah di mulai pada saat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam hijrah ke madinah. dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.

Sehingga umur Islam adalah: 1400+63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun

Jika di kurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2013 masehi atau 1434 Hijriah, berarti 1476-1434 = 42 tahun.

44 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.’’ Jadi tahun 2056 masehi akan terjadi kegoncangan ? Wallahu A’alam.

Benarkah demikian? Hanya Allah yang mengetauinya. Sebagai manusia yang berakal dan beriman, dengan berbagai petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya sepantasnya bersiap dan berbenah diri dengan mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.

Fadzkkir fainna dzikra tanfa’ul mukminin. Berikanlah peringatan sesungguhnya peringatan itu barmanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Sumber: Mutiara

Related articles

January 4, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.