rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Bank

English: Bank Islam Logo

English: Bank Islam Logo (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Tarek El Diwany bangga bisa berkarir di sebuah lembaga konsultan keuangan berbasis syariah di kota London, Inggris, propesi itu tak hanya membawanya berkeliling ke berbagai negara namun juga membuatnya bisa memberikan konsultasi pengembangan instrumen keuangan Islam di seluruh dunia. Namun belakangan , interaksi Tarek dengan berbagai orang yang di temuinya, mengubah pemahamannya tentang realitas ekonomi di sekelilingnya.

Islam menentang bunga uang.

Puncaknya, saat Tarek menyaksikan gencarnya dukungan perusahaan perbankan konvensional (ribawi) terhadap perbankan syariah (Islam). Sebaris pertanyaan kemudian mengusiknya. “Mengapa bank-bank berbasis bunga terbesar di dunia mempromosikan perbankan dan keuangan Islam begitu gencarnya? Islam menentang bunga uang. sementara dari sanalah selama ini bank-bank ribawi itu menjadi sangat kaya.”

Tarek mencari jawabannya. hasilnya doktor alumnus Universitas lancaster itu pada kesimpulan: ada institusi dan kekuatan politik berkuasa yang sedang mengorupsi nama Islam. wujudnya, mereka mengembangkan berbagai instrumen dan kerangka kerja keuangan berbasis bunga (riba) namun mengatakannya kepada publik sebagai contoh praktik keuangan Islam. Berbagai perusahaan keuangan kemudian serempak menerapkannya. Pemerintah membuat berbagai peraturan demi melicinkan upaya implementasi tersebut.

Ini konspirasi,. Berbagai konferesi bertema perbankan syariah digelar, menghadirkan pembicara yang didukung para bank bankir. Para sarjana Muslim fresh graduate yang tidak pernah bermimpi bisa menjadi staf senior di bank investasi global,dipromosikan menjalankan departemen-departemen bank Islam   dengan gaji berlipat dari gaji standar nasional.

Kondisi kian klop saat media masa gencar memuat artikel dan iklan yang memproklamirkan kesuksesan industri perbankan dan keuangan Islam. Dengan segala cara itu, lanjut Tarek, ancaman sistem keuangan Islam yang murni (bebas riba) sesungguhnya sedang dicegah. Tarekpun menegaskan , praktek keuangan yang dikembangkan perbankan islam bukan menjauhkan umat muslim dari riba, sebaliknya, justru umat tetap berada dalam kungkungan riba.

Membongkar Konspirasi Bunga uang

Pembaca yang ingin mengetahui lebih detail kritik Tarek, silahkan membaca bukunya, Membongkar Konspirasi Bunga uang (PPM Manaajemen; 2008) Selain soal konspirasi, tarek juga memaparkan sejumlah kontrak perjanjian (akad) menurut hukum Islam namun ditetapkan dengan teknik yang berbeda oleh para praktisi perbankan Islam.

Tarek bukan satu-satunya pengkritik. lebih awal ada Prof Umar Ibrahim Vadillo. kritik Dekan Dallas College cape Town Afrika Selatan ini bertuang dalam bab The fallacy of Islamic Banking dalam bukunya The End of Economis, (madinah Press, 1991). Vadillo mengatakan, bank Islam sejatinya bertolak belakang dengan ajaran Islam. Perbankan Islam adalah tipu daya yang dilancarkan pelaku riba untuk menyeret jutaan umat Islam  masuk perangkap riba. Bank Islam adalah upaya melumpuhkan perlawanan Islam atas riba selama 14 abad lamanya. Bank Islam adalah kuda troya yang menyusup dalam rumah Islam.

Solusinya adalah kembali kepada tata perniagaan Islam (muamalah) sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan sahabat di Madinah serta mereka yang meneruskannya tanpa pengaruh modernitas. Sejarah mencatat, dalam waktu yang lama, umat Islam suksek berniaga, nyaman melakukan berbagai transaksi keuangan dengan umat lainya hingga ke berbagai penjuru dunia. Itu semua berlangsung tanpa peran perbankan.

Jalan kedua, menghidupkan kontrak qirat (pinjaman usaha) dan syirkan (bagi hasil). Akad-akad itu di terapkan  tanpa memakai definisi yang disusun oleh perbankna syariah. Permodalan diperoleh tanpa meninta pinjaman bank, melainkan langsung melalui kemitraan antara kumpulan individu yang saling mengenal.

Sumber: Mutiara

September 25, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Interaksi

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيو...

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيويورك Polski: Koran w Muzeum Historii Naturalnej w Nowym Jorku (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

SETIAP kali Al-Qur’an dibaca maka tersingkaplah segala sifat diri orang yang membacanya. Orang itupun bertafakur menghayati ayat menceritakan mengenai jati dirinya sebagai insan. Apabila dia beriman dengan apa yang dibacanya, maka segakla keburukan terpenam dalam diri segera mau diperbaiki.

Hidayah

Namun ada, yang tidak mau mengakui kelemahan diri yang tersindir oleh ayat Al-Qur’an. padahal kiasan dan ulasan Al-Qur’an begitu menusuk kejantung hati orang yang ikhlas. Jika ditanya, bilakah agaknya anda tidak berminat lagi dengan apapun melainnkan berfikir mengenai akhirat? Sudah tentu ketika dada anda memeluk Al-Qur’an hati mengimani dan emosi mengikut petunjuk.

Umar al-Khattab menceritakan detik bersejarah runtuhnya tembok kekufuran oleh hembusan hidayah yang dihantar Al-Qur’an ke jiwanya. Umar berkata ketika dia masih kafir: “Aku haarus pergi ke Ka’bah untuk melakukan tawaf tujuh atau 70 kali. Lalu akupun datang kesana untuk melakukan tawaf, aku melihat Rasulullah SAW sedang berdiri melakukan shalat, saat itu Baginda shalat menghadap ke Syam (baitul maqdis) dan Baginda menjadikan Ka’bah diantara dirinya dan negri Syam. Baginda berdiri di antara rukun Hajar Aswad dan rukun Yamani.

Aku berkata dalam hati saat aku melihatnya: Demi Allah, malam ini aku akan mendengar apa yang di baca oleh Muhammad. Ketika aku sudah mendekatinya dan mendengarkan apa yang dibaca pasti aku akan mengagetkannya! Aku pun mendekatinya dari balik al-hajar dan masuk ke dalam kain Ka’bah, tidak ada jarak antara diriku dan Muhammad melainkan hanya dibatasi kain ka’bah saja. Saat aku mendengar Al-Qur’an, hatiku mencair sehingga membuat aku menagis, sejak saat itu aku beriman.”

(kata Ata’ dan Mujahid yang dikutip oleh Ibnu Ishaq dari Abdullah bin Abi Najih) Mengapa susah sunguh berinteraksi dengan Al-Qur’an? Apakah karena ayat yang kita baca sekarang berbeda dengar ayat didengar Umar? Bukankah Al-Qur’an tetap sama dan takkan pernah berubah sampai kapanpun? Lalu sebenarnya, dimanakah kesilapan kita?

Interaksi dengan Al-Qur’an

Kesilapan dilakukan manusia dalam interaksi dengan Al-Qur’an ialah memilih ajaran lain dan meninggalkan Al-Qur’an. Ayat Allah semakin dipinggirkan, dijual dengan harga murah bahkan disembunyikan untuk kepentingan diri dan golongan tertentu.

“dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang kami berikan kepadanya ayat kami (pengetahuan mengenai isi Al-Qur’an), kemudian dia melepaskan diri dari ayat itu, lalu dia ikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat. dan jika kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan darjatnya dengan ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing; jika kamu menghalaunya dihulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkan dia menghulurkan lidahnya (juga). Yang demikian itu adalah perumpamaan orang yang mendustakan ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah itu supaya mereka berfikir.”(Qs.al-A’raf : 175-176)

Sumber: Mutiara

September 14, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam, Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.