rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Allah Maha Pemurah

Logo of 'Hizb Allah'

Logo of ‘Hizb Allah’ (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu diantaranya diturunkannya kepada kaum jin , manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayagi. dengannya pula binatng liar mengasihi anaknya. dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”(Muttafaq’alaih)

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Tiada suatu haripun melainkan lautan meminta izin kepada Tuhan untuk menenggelamkan anak Adam. Dan malaikat meminta izin untuk segera menghukum dan membinasakannya.

Tetapi Allah Ta’ala berfirman:

Kasih sayang Allah

Siapakah yang lebih pengasih dan pemurah dari pada-Ku, padahal Aku Maha Pengasih lagi Maha pemurah. pada malam hari hamba-hamba-Ku menentang-Ku dengan melakukan dosa-dosa besar. Namun Aku menjaga mereka di tempat tidur mereka dan melindungi mereka di ranjang mereka. Siapa yang datang menghadap kepada-Ku, maka Aku telah menyambutnya dari jauh. Barang siapa meninggal sesuatu karena Aku, maka Aku akan memberinya kelebihan. Barang siapa yang berbuat dengan daya dan kekuatan-Ku maka Aku akan melunakkan besi untuknya. Barang siapa yang berkehendak sesuai dengan kehendak-Ku, maka Aku berhendak sesuai dengan kehendaknya. Ahli zikir-Ku adalah teman duduk-Ku. Ahli syukur-Ku adalah orang yang paling berhak mendapatkan tambahan kurnia-Ku. Ahli ta’at-Ku adalah orang yang brehak mendapat kemuliaan-Ku. dan ahli maksiat kepada-Ku tiada Aku jadikan mereka berputus asa dari rahmat-Ku. Jika mereka bertaubat Akulah kekasih mereka. Jika mereka tidak bertaubat Akulah penyembah bagi mereka, aku menguji mereka dengan musibah untuk mensucikan mereka dari aib dan dosa.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Kasih sayang Allah turun kepada mereka yang diberi kejayaan berupa harta namun ia lalai, hingga Allah mengambilnya kembali, agar mereka sadar ”hartaku melalaikanku, kemudahan fasilitasku melalaikan ibadahku, sibuk kerjaku melalaikan taqarrubku, nafsu syahwatku melalaikan nikmatnya dzikir”.

Kasih sayang Allah turun kepada mereka yang terpedaya fitnah wanita ataupun peria. Ia (Allah) akan mengambil semua apa-apa yang memyebabkan mereka terpedaya, demi kembali kerengkuhan-Nya. Meskipun kasih sayang itu terwujud dari sesuatu yang berat untuk dihadapi.

”Ya Allah! sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar dimasukkan kedalam syurga dan aku berlindung kepada-Mu dari sikna neraka.” (HR. Abu Dawud-Ibnu Majah-Ibnu-Khuzaimah)

Sumber: Mutiara

Related articles

Advertisements

January 5, 2013 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanan

English: Annapurna Himal,Nepal, seen from Pokh...

English: Annapurna Himal,Nepal, seen from Pokhara Valley near Phedi. Left to Right: Annapurna I, Machapuchare (pyramid-shape), Annapurna IV. Bahasa Melayu: Banjaran Annapurna di Nepal,permandangan daripada Lembah Pokhara berdekatan dengan Phedi. Kiri ke Kanan: Annapurna Satu, Machapuchare (seperti piramid), Annapurna Empat (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ibn Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Apabila kamu handak makaan, hendaklah kamu makan dengan tangan kanan, dan apa bila hendak minum, hendaklah minum dengan tangan kanan, karena syaitan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.” Shahih Muslim.

Nabi berpesan agar makan menggunakan dengan tanga kanan

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat timur untuk mendahulukan apa jua perbuatan dengan tangan kanan, baik bersalam, makan, menunjuk dan sebagainya jadi apabila kita mendengar hadits diatas bukanlah ia menjadi sesuatu yang janggal. Akan tetapi rata-rata masyarakat modern di zaman ini mulai makan dengan tangan kiri, baik di forum-forum resmi hingga di tempat-tempat ternama seperti hotel-hotel besar.

Akan tetapi Nabi berpesan agar makan menggunakan dengan tanga kanan dan siapa yang makan dengan tangan kiri, mereka mengikuti amalan syaitan. Melihat budaya barat yang menyuap makanan dengan tangan kiri malah itu juga di ikuti golongan elit bangsa kita, pasti ada hikmah mengapa Nabi melarang berbuat demikian.

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfere kiri dan kanan

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfere kiri dan kanan, bagian kiri badan dikawal oleh bagian kanan otak dan sebaliknya. Kajian sain mengenai aktivitas otak menunjukkan, secara umumnya lebih banyak aktivitas di bagian kiri otak ketika seseorang itu sedang berada dalam keadaan yang pasif contohnya mesra, riang gembira dan sebagainya. Sifat-sifat negatif seperti menyendiri lebih aktif diotak sebelah kanan.

Mengapa apabila kita dilanda masalah, meluahkan perasaan ataupun bercakap baik kepada diri sendiri ataupun kepada manusia lain serba sedikit dapat mengurangi tekanan dalam diri kita? Ini berkemungkinan disebabkan otak kiri terlibat lebih aktif dalam bahasapertuturan, aktivitas berkomunikasi dengan tidak secara langsung membuat bagian kiri otak aktif lantas menimbulkan perasaan positif dan mengurangi tekanan perasaan.

Jadi jika kita kaitkan dengan aktivitas makan menggunakan tangan yang mana akan mengaktifkan bagian kiri otak, bukankah ia akan menimbulkan perasaan positif? Lebih positif semasa kita menjamu selera, lebih mudah makanan dilumatkan dan makin sehatlah tubuh badan.

Makan dengan tangan kiri mengaktifkan otak kanan yang dikaitkan dengan sifat-sifat negatif, sebab itulah makan dengan tangan kiri meniru syaitan karena sifat syaitan itu sendiri yang penuh dengan dengki dan sombong. Lebih bahaya lagi apabila perbuatan makan dengan tangan kiri itu juga akan membuat manusia lebih mementingkan diri sendiri dan tidak peduli lagi pada insan-insan lain terutamanya dalam hal makan tersebut.

Tiada perintah Allah dan anjuran Nabi yang tiada kebaikan untuk umat manusia, hanya mereka yang melihat dengan mata hati keimanan saja yang dapat memahami.

Sumber: Mutiara

Related articles

September 10, 2012 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Fitnah

فارسی: از مقاله حضرت محمد (ص) ویکی انگلیسی گرفتم

فارسی: از مقاله حضرت محمد (ص) ویکی انگلیسی گرفتم (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Rasulullah bersabda, “Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal shalih sebelum terjadi fitnah (bencana) yang menyerupai kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yaitu seseorang diwaktu pagi beriman tapi pada waktu sore ia telah kafir, atau pada waktu sore ia beriman dan pada waktu pagi harinya ia telah kafir, ia rela menjual agamanyadengan secuil keuntungan dunia. “(Shahih Muslim

Rasulullah menganjurkan agar segera beramal shalih

Rasulullah menganjurkan agar segera beramal shalih sebelum tidak mampu melakukannya lagi dan sebelum dilalaikan oleh fitnah yang banyak dan menumpuk satu sama lain, seperti kegelapan malam yang gelap gulita dan saling tindih menindih.

Amal shalih yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah amal yang memenuhi dua kritiria yaitu ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti sunnah Rasulullah). keikhlasan adalah perwujudan Syahadat Laa Ilaha Illalah (Tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah) dan syahadat Muhammadurrasulullah (Muhammad adalah utusan Allah) mengharuskan menyembah Allah hanya dengan cara yang diajarkan Nabi Muhammad saw.

Fitnah

Fitnah yang diwanti-wanti oleh Rasulullah dalam hadits di atas tidak di sebutkan secara khusus. Rasulullah menyebutkan secara nakirah yang bersifat umum. Maksudnya meliputi segala bentuk fitnah, baik itu fitnah subhat (bencana akibat prinsip atau pemikiran yang menyimpang) maupun fitnah syahwat (bencana akibat mempertaruhkan hawa nafsu).

Fitnah subhat adalah setiap fitnah yang bersumber dari kebodohan, ketidakpahaman tentang Al-Qur’an dan al-hadits, sehingga maknanya salah dipahami dan ditafsirkan secara keliru. Sedangkan fitnah syahwat adalah fitnah yang muncul karena keinginan untuk mendapat kenikmatan duniawi berupa harta, kedudukan, kepemimpinan dan wanita.

Lantaran berbahaya fitnah ini,  Rasulullah mengambarkanya seperti malam yang gelap gulita. Seperti malam yang gelap gulita; untuk mengambarkan hitam dan gelapnya fitnah tersebut serta tidak jelasnya antara kebaikan dan keburukan saat itu.”

”Ya itu seseorang diwaktu pagi beriman tapi pada waktu sore ia telah kafir, atau pada waktu sore ia beriman dan pada pagi harinya ia telah kafir,”

Bagai mana hal ini bisa terjadi? Rasulullah menjelaskan: “ia rela menjual agamanya dengan secuil keuntungan duniawi.”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian serta keburuka fitnah al-masih ad-Dajjal.” (HR. Muslim)

Orang yang berjaya tidak hidup di pinggir peristiwa, bukan orang yang kosong tanpa nilai dan bukan orang yang hanya pelengkap.

Sumber: Mutiara

September 7, 2012 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.