rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Cinta Kepada Allah

Allah-green-transparent

Allah-green-transparent (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

‘’Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:’ kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya. Katakanlah: Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? (kamu bukanlah anak-anak Allah) melainkan manusia biasa diantara orang-orang yang diciptakan-Nya.’’(QS. Al. Maidah:18)

Mengaku dirinya mencintai Allah.

Sebagai manusia ada yang mengaku dirinya mencintai Allah. Maka memamerkan perilaku yang bias dilihat orang bahwa dia dekat dengan Tuhan. Gayanya khusuk’ dan tawadhu;lidahnya bergetar-getar sambil tangannya menghitung-hitung biji tasbih, biji tasbihberkata akulah yang paling alim dan abid.

Sebenarnya jika seorang hamba mencintai Allah Ta’ala dan berada dekat disisi-Nya akan terbit di dalam hatinya rasa kerdil dan hina dihadapan Allah dan di tengah-tengah manusia.

Ada tiga orang lelaki yang dicintai Allah Ta’ala, yaitu seseorang yang mendatangi suatu kaum lalu ia meminta sesuatu kepada mereka, dia tidak meminta karena hubungan kekerabatan diantara mereka, namun mereka tidak memberinya. Kemudian setelah mereka berpaling dari lelaki itu tinggalah seorang lelaki dari kalangan mereka lalu dia pun membarinya dengan diam-diam tanpa ada seorangpun yang mengetahui pemberiannya melainkan Allah Ta’ala dan orang yang menerima.

Ada tiga orang lelaki yang dicintai Allah Ta’ala,

Dan suatu kaum yang mengadakan perjalanan pada malam hari manakala tidur lebih mereka sukai dari pada apa yang dilakukan salah seorang dari mereka, kemudian mereka berehat dan meletakkan kepala mereka dengan tidur yang lelap, lalu lelaki itu bangkit kepada-Ku seraya membaca kalam-Ku.

Dan seorang lelaki yang berada di dalam sebuah pasukan lalu mereka bertemu musuh namun mereka kalah tetapi lelaki itu tetap maju hingga akhirnya mati atau beroleh kemenangan.’’(hadits riwayat Al-Nasai)

Selain menyembunyikan amal, diantara bukti cinta Allah ialah bergaul dengan pergaulan yang mesra kepada sesama manusia. Kehadirannya ditengah-tengah manusia amat di elu-elukan, mereka mencintai kepribadian, ilmu dan amalnya.

Masjid kota Damaskus

Diriwayatkan dari Abu Idris Al Khaulani yang telah menceritakan kisah berikut ini, “ Aku masuk ke masjid kota Damaskus. Tiba-tiba aku melihat seorang pemuda yang putih bersih giginya sementara disekelilingnya terdapat banyak manusia. Apabila mereka berselisih pendapat mengenai sesuatu maka meraka menyerahkan masalah mereka kepada pemuda itu kemudian mereka menerima pendapatnya. Ketika ditanya: Siapakah lelaki itu? Mereka menjawab: Dia adalah sahabat Rasulullah SAW, Muadz bin Jabbal RA.

Setelah itu Abu Idris Al Khaulani dating kepadanya saat beliau shalat, abu Idris melanjutkan kisahnya: aku berkata kepadanya: Demi Allah aku benar-benar mencintaimu karena Allah ta’ala. Maka beliau berkata: Apakah karena Allah? Aku menjawab: Ya, karena Allah. Beliau memegang kainku dan mendekatiku seraya berkata: Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Ta’ala telah berfirman di dalam hadits Qudsy:” Telah pasti kecintaanku kepada orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang bergaul karena Aku, orang-orang yang saling berziarah kerena Aku dan orang-orang yang saling memberi karena Aku.

Sumber: Mutiara.

Advertisements

January 13, 2013 Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hukum

English: very nice calligraphy.

English: very nice calligraphy. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

     “(dan ingatlah) akan hari (ketika) kami dibangkitkan padab tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi tas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskn segala sesuatu dan petunjuk serta Rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (Qs. An-Nahl : 89)

Berserah diri sepenuhnya kepada Allah

Khilafah adalah bentuk negara dan pemerintah dalam Islam. Islam adalah tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Allah. berserah diri sepenuhnya kepada Allah; adalah tunduk sepenuhnya kepada Allah sebagai Al-Malik.

Untuk tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam Islam adalah tunduk kepada Allah sebagai SANG PENGUASA, SANG PEMILIK KEKUASAAN. Untuk tunduk kepada Allah, adalah tunduk kepada Allah sebagai Al-Akbar. Al-Akbar adala Allah yang mempunyai WEWENANG TERTINGGI. Maka KHILAFAH adalah NEGARA dan PEMERINTAHAN yang TUNDUK kepada KEWENANGAN ALLAH.

Islam adalah untuk tunduk kepada Allah sebagai Al-Hakam. Al-Hakam adalah PEMBERI HUKUM; yang tidak hanya memberi hukum, tetapi HUKUM  ALLAH adalah HUKUM YANG TERRINGGI. Dan ketika Allah menetapkan sesuatu Haram, harus diperlakukan sebaga haram!. Daan ketika Allah menetapkan Halal sesuatu, harus diperlakukan sebagai Halal!.

Khilafah, Bentuk Negara sistem pemerintah dimana muslim bisa tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Al-Malik, sebagai Al-Akbar, sebagai Al-Hakam.

Ketika Fir’aun menyakatan”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”(Qs. An-Nazi’at: 24). Sama artinya Fir’aun mengatakan mengatakan ”Akulah sang penguasa, aku pemilik kekuasaan ”, itu adalah Syirik!

Ketika Fir’aun mengatakan ”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi’‘(Qs. An-Nazi’at: 24). Sama artinya Fir’aun mengatakan ”Akulah orang yang mempunyai kewenangan tertinggin” itu adalah Syirik!.

Ketika Fir’aun menyakatan”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”(Qs. An-Nazi’at: 24). Sama artinya Fir’aun mengatakan mengatakan ”Hukumku adalah hukum tertinggi ditanah Mesir”, itu adalah Mesir!.

Dan Allah menghukum Fir’aun dengan hukumanyang mengerikan untuk perbuatan Syiriknya. Maka Allah mengadzabnya dengan adzab di akhirat dan adzab di dunia (Qs. An-Anzi’at: 25).

Siapa saja yang tunduk kepada hukum selain Hukum Allah dan menyatakan sebagai hukum tertinggi, sama artinya mengatakan ”selamat tinggal” kepada Allah SWT sebagai Al-Hakam. Maka hukum, kekuasaan, kedaulatan…dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat…Adalah Syirik. cabut dari jiwa, pikiran, perasaan dan perbuatan. Buang dan tinggalkan segera!

“sesungguhnya Allah tidak akan mempunyai dosa Syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barang siapa mempersekutuka Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar”. (Qs. An-Nisa : 48).

Sumber: Mutiara

Related articles

September 8, 2012 Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Al-Qur’an

English: A modern Arabic Quran with Persian tr...

English: A modern Arabic Quran with Persian translation in Iran. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berkatalah Rasul: ‘Ya RobbKu sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini (mahjuran) suatu yang tidak dihiraukan. Dahulu kaum musrikin tidak mendengarkan Al Qur’an. Bila di bacakan Al-Qur’an justru membikin keributan dan berbicara hal lain supaya tidak mendengarnya. Sikap tak acuh terhadap Al Qur’an ada beberapa macam:
1. Tidak mau mendengarkan dan beriman kepadanya.

2. meninggalkan pengalamannya dan tidak memperhatikan halal haramnya meskipun membaca dan beriman kepadanya.

3. Tidak mau memutuskan hukum atau berhukum dengannya baik dengan prinsip-prinsip agama maupun cabang-cabangnya. Serta meyakini bahwa Al Qur’an tidak memberikan sesuatu yang yakin dan dalil-dalil Al Qur’an hanyalah lafadz-lafadz, tidak menghasilkan ilmu yang yakin.

4. Tidak men-tadabburi dan memahaminya serta tidak berusaha mengetahui apa yang dimaukan oleh yang berbicara kepadanya.

5. Tidak mau mencari kesembuhan atas segala penyakit qalbu darinya (Al-Qur’an) atau berobat dengannya, sehingga mencari kesembuhan dari selainnya.

6. berpaling kepada selainnya baik berupa syair, perkataan orang, nyanyian omong kosong, atau metode yang diambil dari selainnya. demikian pula rasa berat yang ada di dalam dada terhadap Al-Qur’an:

a. Keberatan terhadap turunnya Al-Qur’an dan bahwa itu kebenaran dari Allah.

b. keberatan pada (keyakinan) bahwa Al-Qur’an yang berbicara kepadanya.

c. Keberatan pada cukup atau tidaknya Al-Qur’an, sehinga (menurutnya) Al Qur’an tidak memadai bagi manusia. Dan mereka membutuhkan teori-teori rasionalis, anologi maupun ide serta gagasan (diluar Al-Qur’an).

d. Keberatan pada sisi kandungan dalil Al-Qur’an dan dan esensi yang dimaukan, yang bisa dipahami dari ungkapannya. sehingga (memberikan kemungkinan), bahwa yang dimaukan denganya adalah makna yang menyimpang dari makna asli dan hakikat kandungannya, berupa penafsiran-penafsiran yang jelek.

e. menganggap bahwa hakikat isi Al-Qur’an’,walaupun itu memang yang dimaksudkan, tapi sebenarnya itu sudah ada (walaupun tanpa penjelasan Al-qur’an) atau mengesannkan apa yang dimaukan Al-Qur’an itu hanya demi maslahat/ kepentingan tertentu saja. orang yang memiliki rasa berat atas Al-Qur’an dalam qalbunya, mengetahui hal itu ada pada dirinya serta mendapati hal itu dalam dadanya.

Wallahu A’lam.

Orang yang gagal adalah orang yang tidak mampu mengurus masalah. Hanya manusia yang bisa mengurus masalah saja yang bisa berjaya.

Sumber: Mutiara

September 3, 2012 Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.