rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Usia akhir Zaman

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on ...

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on april 1920. During this holiday began an important arab nationalist riot (4-7 april 1920) against the jews in Jerusalem. The riot was directed against the zionist and english project of a jew homeland in palestine. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MENURUT PENDAPAT IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI:

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara sholat Ashor hingga terbenamnya matahari.

Jarak waktu

Hadits diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhori. Dan menurut penafsiran Ibni Rajab,” umat-umat yang telah berlalu’’ itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (Nasrani) karena ada hadits sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat Yahudi, Nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

 Bani Israel

Kemudian beliau menafsirkan hadits Bukhori lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israel (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu sholat Zuhur hingga sholat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah sholat ashor hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

  • Masa umat-umat Adam hingga Musa= satu malam penuh=3000 tahun
  • Masa umat-umat (Yahudi-Nasrani-Islam)=satu siang penuh3000tahun
  • Umur Yahudi= setengah hari dari siang tersebut= ½dari 300= 1500 tahun
  • Umur Nasrani=  Mengikuti hadits Muslim dari Salman al Farisi yaitu= 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500-600= 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadits dari Saad bin Abu waqash riwayat Abu dawud, Ahmad (yang ada di halaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu rajab adalah 900+500= 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebutkan barapa tahun tambahannya. Perhitungan ini sama dengan methode yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

Sumber: Mutiara

Advertisements

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

English: A picture of people performing (circu...

English: A picture of people performing (circumambulating) the . This picture taken from the gate of Abdul Aziz seems to divide the Kaaba and the minarets into mirror images of one another. Français : Pélerins en train de réaliser la Circumambulation (ou Tawaf) autour de la Ka’ba. Photo prise depuis la porte Ibn Saud, d’où la vue présente une symétrie en miroir presque parfaite. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Murut Jalaluddin As Suyuthi ( Imam Suyuthi):

Umur umat Islam adalah jumlah dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/ rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Umur umat Islam

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

1)    Perhitungan umur dunia

2)    Perhitungan dengan umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam

3)    Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan pertama sangkakala kiamat.

Di mana kemudian akan didapat rumus bahwa:

Umur umat Islam = [ 1. Umur dunia] -2.

Umur umat dahulu] –[ 3. jarak waktu]

1)    PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jum’at. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadits diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihi salam ke bumi hingga saat kiamat adalah hari jum’at ke hari jum’at, yaitu berlalu selama 1 minggu akhir (7 hari akhirat)

Sedangkan dalam Al-Qur’an surah 32 As sajdah ayat 5 yang berbunyi:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu’’.

2)    PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG  TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata:” Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musaa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000+1000+700+1500+600= 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

3)    PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadits-hadits yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

a)     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tubuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhori, Muslim, Nasai Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik)

b)    Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.’’ (hadits shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

c)     Rasulullha shallallah’alaihi wasallam bersabda: Allah mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dke langit untuk menunggu keputan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan Allah akan turun dalam lindungan awan-awan. (Hadits hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

d)    Dalam suatu hadits shahih ( dari saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al-Qur’an surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadits Bukhori dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu taubat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
  2. dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap Allah adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan sebelum dihisab.
  3. dari hadits-hadits di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

Matahari dari arah barat~tiupan pertama= 120 tahun

Tiupan pertama ~ tiupan kedua= 40 tahun

Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia= 40 tahun

Kebangkitan ~ penghisaban (penentuan syurga dan neraka)= 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120+40+40+500= 700 tahun

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi: Umur dunia= Umur umat terdahulu + Umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

          Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun

          Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

          Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun, sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam= 7000-4800-700= 1500 tahun kemudian dikurangi masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500-23= 1477 tahun

Dari mana angka 23?

Sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Mekkah, kemudian diperintahkan Allah untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi’alaihis salam berkata:’ Hadits-hadits hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam=1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2013 Masehi atau 1434 Hijriah. Maka sisa umur Islam adalah: 1477-1434= 43 tahun, “43 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” Jadi tahun 2056 Masehi akan terjadi kegoncangan?

Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

Nabi Musa, Palestine

Nabi Musa, Palestine (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 2

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umur umat Islam.

Menurut Pendapat Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani: Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam. Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.

Kemudian dengan adanya hadits: Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu’alaihi wassalam adalah selama 600 tahun”. (HR. Bukhari)

Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga di utusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallah adalah 600 tahun.
Sehingga akan di dapat:
Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam
1500 tahun = 600 tahun + 900 tahun kemudian Ibnu Hajar dalam kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadits marfu yaitu:
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallahllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ” Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidal akan kemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad dhtanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad)menjawab : Lima ratus tahun”. (Hadits shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan oleh Al Albani)

Wallahu A’alam.

Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900+500 = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap) Sekarang kita berada di tahun 1434 Hijriah (2013 masehi), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin itu adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Islam adalah agama yang di bawa oleh beliau. Juga ditambah 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah di mulai pada saat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam hijrah ke madinah. dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.

Sehingga umur Islam adalah: 1400+63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun

Jika di kurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2013 masehi atau 1434 Hijriah, berarti 1476-1434 = 42 tahun.

44 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.’’ Jadi tahun 2056 masehi akan terjadi kegoncangan ? Wallahu A’alam.

Benarkah demikian? Hanya Allah yang mengetauinya. Sebagai manusia yang berakal dan beriman, dengan berbagai petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya sepantasnya bersiap dan berbenah diri dengan mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.

Fadzkkir fainna dzikra tanfa’ul mukminin. Berikanlah peringatan sesungguhnya peringatan itu barmanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Sumber: Mutiara

Related articles

January 4, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Di Penghujung Usia Akhir Zaman

Imam fotograf cekerse....

Imam fotograf cekerse…. (Photo credit: Omurden M. SEZGIN)

BAB. 1

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Allah yang Maha Suci dan Maha Agung. Pemilik segala rahasia dan di tangan Allah langit dan bumi.

Usia akhir zaman

Mengetahui usia akhir zaman. Sebagai iktibar hendaknya senantiasalah diri bersiap menghadap Allah subhanahu wa’ta’ala. Bilakah kiamat akan terjadi adalah hak mutlak milik Allah, hingga Nabi Muhammad juga tidak mengetahuinya. Namum beliau mengisyaratkan tanda-tandanya. Bersama-sama kita berusaha memahaminya. Menyeru diri untuk senantiasa mengingat Allah, berbakti kepada-Nya dan bersegera mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Agar tidak ada penyesalan setelah mati lantaran tidak mempergunakan mata, telinga, otak, akal dan hati yang telah diberikan Allah subhanahu wa’ta’ala untuk melihat kekuasaan-Nya Yang Maha Besar.
3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yaitu dari:

1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i
2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)
3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali.

Para Imam itu menyeru manusia agar senantiasa bersiap diri dan mengerjakan amal ibadah yang banyak, kitapun berharap agar diri yang tertidur kembali terjaga, yang lalai agamanya kembali kepada sunnah Rasulnya, dan agar saatnya bila kita mati menghadap Allah subhanahu wa’ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai.

Sumber: Mutiara

January 3, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hindari Dan Tinggalkan Riba

Allah by Maaida Noor

Allah by Maaida Noor (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 8

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Di dalam kehidupan masyarakat

Di dalam kehidupan masyarakat kita, jika ada perempuan dan pria di tangkap karena berzina atau berkhalwat maka mereka akan dicemooh. Ada kalanya pasangan tersebut terutama peria akan di hajar oleh orang kampong. Jika hal yang sama terjadi pada masyarakat agama lain, mereka juga akan dicemooh den dihina oleh masyarakat setempat.

Apa hubungan babi dan zina, apa pula kaitannya dengan riba? Deri kecil pemikiran masyarakat kita sudah di “pola” agar menjauhi babi dan mencemooh mereka yang berkhalwat atau berzina. Begitu hebat membenci babi ini sehingga dari segala segi harus di jaga, dari menghampirinya, dagingnya, tempat masak hingga bahan-bahan tambahan makanan (food additives) yang harus juga tidak terbuat dari unsur-unsur babi.

Kewajiban bercinta sebelum kawin

Namun, kini bisa dikatakan hanya bab babi saja yang masih saja tetap kuat, bab zina atau mencemooh zina itu sendiri sudah semakin terkikis karena rata-rata masyarakat kita jika tidak melakukan zina sekalipun, sudah menuju kearah zina itu sendiri dengan mendekatinya, berkat dari “kontrol pikiran” dari alat “hypnotis” atau pemukau terhebat yaitu TV, film dan berbagai lagi yang mem “fatwa” kan kewajiban bercinta sebelum kawin, harus ber “pacaran” dan berkasih-kasihan. Bagaimana hati seseorang manusia itu akan membenci zina jika dia sendiri melakukan atau dekat dengan zina itu sendiri?

Bibandingkan babi dan zina, riba pula suatu hal biasa dikebanyakan masyarakat kita. baik beli mobil, rumah sampai kepenggunaan kartu kredit, isu riba ini tidak begitu dipandang hebat oleh masyarakat kita dibandingkan babi dan zina. Karena apa? Kerena dari kecil kita sudah diungkapkan dengan “kebaikan-kebaikan” riba itu sendiri. Misalnya saat kecil karena sistem riba lah mak ayah bisa membeli TV dengan angsuran (beserta penilaian murah) jadi kita bisa nonton Ultraman, Power Rangers, Oshin dan sebagainya. Dengan ribalah ayah membelimotor untuk ketempat kerja mencari rizki. Itu dari perspektif keluarga, bagaimana dengan Negara?

Kehidupan masyarakat

dengan sistem riba jugalah Negara punya bangunan pencakar langit, jalan besar, bandara canggih dan berbagai prasarana hebat lainnya. segala aspek kehidupan masyarakat dunia umumnya sudah “imun” dengan riba itu sendiri, jadi membenci riba itu amat jarang dan dalam kamus kehidupan masyarakat dibandingkan babi dan zina.

mungkin juga kata riba ini suatu yang baru karena riba sebelum ini berlindung dibalik nama bunga atau penilaian manfaat. Setelah ini pakah perasaan kita sebelum membuat pinjaman, tanyakanlah kepada petugas, “Berapa ribanya pak,,,,,? Apakah perasaan kita saat itu? Bagaimana reaksi petugas yang diajukan pertanyaan itu?

Selain dari sikap jijiknya terhadap riba itu tidak disemai dari kecil, riba itu sendiri suatu yang tidak begitu jelas terlihat seperti babi dan zina. daging babi suatu yang dapat dilihat  dan hasil dari penyelidikan sains membuktikan daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya. Zina pula akan menyebabkan perut si perempuan akan membuncit dan pria akan pusing jika mau bertanggung jawab atau cara mudah lepas tangan. Tidak seperti riba, karena kesannya agak halus dan tidak berapa terasa maka ia tidak dipandang serius.

Daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya

Tak apalah riba aku bayar lebih ke bank, untuk biaya mereka menjalankan bank itu sendiri”. Masalah bukan satu dua orang saja yang mengambil pinjaman dan hidup di dalam riba, malah bisa dikatakan hampir seluruh masyarakat dunia mengambil pinjaman maka wujudlah jenis perbudakan baru.

Cuma mereka yang patuh dan taat kepada perintah Allah saja yang akan menolak riba sepenuhnya walau apapun harga yang harus dibayar. apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi, ikut saja, pemahaman akan datang kemudian. Akan tetapi karena kita menolak perintah Allah dan Nabi dengan menerima riba, maka manusia menjadi mati akal memikirkan masalah yang melanda kehidupan mereka.

Misalnya masalah ekonomi dunia yang kocar-kacir itu sendiri adalah karena ialah satu penipuan, ekonomi berlandaskan riba itu yang menghancurkan umat Islam itu sendiri. Dari sistem ekonomi riba inilah menyusulnya masalah sosial yang lain di dalam masyaarakat baik korupsi, pelacuran, penyakit terkait stres hingga sikap dan perangai generasi muda zaman ini yang semakin kurang ajar karena panduan hidup mereka ketika membesar adalah dari TV, dari internet dan video games. Ibu dan bapak sibuk bekerja untuk membayar hutang mobil dan hutang rumah selama 20-30 tahun yang mereka sangkakan kepunyaan mereka sedangkan mobil yang dipakai dan rumah yang didiami itu sebenarnya milik bank sehingga pembayaran akhir dilunasi. manusia sebenarnya bekerja untuk bank selama 20-30 tahun, membayar 2-3 kali lipat dari harga asli yang dibeli.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Riba itu terbagi menjadi 70 jenis dan yang paling kecil adalah umpama berzina dengan ibu sendiri. (Ibn Majah, Baihaqi). Abdulah Ibn Hanzalah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Satu dirham hasil riba yang mana diterima oleh seseorang sedangkan dia mengetahuinya itu adalah riba, sebih parah lagi melakukan zina selama 36x,  (Ahmad, Baihaqi)

Apakah hadits di atas ini cukup kuat untuk mengajak manusia menjauhi riba. Kesadaran harus diwujudkan dalam komunitas kita baik Islam dan bukan Islam akan bahayanya riba itu. Segala masalah ekonomi dan sosial yang melanda saat ini adalah dari sikap kita yang terlena mengikuti sistem riba itu sendiri. Untuk yang kaya dari hasil riba dengan berinvestasi tanpa resiko atau resikonya diminimalisir dan mendapat  “keuntungan hanya dengan waktu”, mereka tentunya akan tetap lena karena untuk mereka “surga” itu dikecapi di dunia ini, akan tetapi diakhirat kelak perut mereka akan di penuhi dengan ular-ular seperti yang diceritakan Nabisaat beliau diangkat ke langit (Isra’ Mi’raj).

Moga hidayah dan “Nur” dari Allah akan sampai kehati mereka sebelum mereka di “Shalat” kan agar berhenti melakukannya. Untuk yang menjadi semakin miskin dari hari ke hari, maka sudah saatnya untuk sadar dan bangun dari lena yang panjang ini, bersama berhenti mendukung sistem riba itu baik dari hamba kepada sistem riba itu dengan mengambil pinjaman atau mendukung pimimpin yang akur pada sistem riba.

Apabila timbul kesadaran dan dengan seikhlas hati ingin berhenti dan berusaha menjauhi riba, jalan ke arah itu dipermudahkan oleh Allah. Semoga hidup kita lebih di berkati dan diridhai Allah bukan hidup dengan diperangi oleh Allah dan Rasull-Nya. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Mutiara

Related articles

December 25, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Efek Riba Dan Akibatnya

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

BAB. 7

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Dinar dan dirham

Uang yang disebut dalam Al-Qur’an hanyalah dinar dan dirham, yaitu emas dan perak yang aman nilai uang itu sendiri ada pada uang itu sendiri. Ini menjamin akan stabilitas uang itu sendiri. dan kita umat Islam telah meninggalkan apa yang telah ditunjukkan oleh Allah ini. Sistem keuangan kita saat ini adalah ciptaan barat sesuai konsep uang kertas barat yang mana sebenarnya tidak memiliki nilai tersimpan di dalamnya.

Sistem keuangan modern ciptaan barat menggunakan unag kertas ini sebenarnya adalah satu bentuk Riba halus yang tersembunyi dan tidak bisa dilihat baik oleh kebanyakan pemimpin apalagi rakyat, ia sudah menjadi suatu norma kehidupan untuk semua golongan manusia, bak sabda Nabi diceritakan oleh Abu Hurairah: Nabi saw bersabda : Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barang siapa yang tidak memakannya maka ia kan terkena debunya. (Sunan Abu Dawud)

Dan jika setiap hari kita menggunakan sistem yang berlandaskan riba ini, maka ketahuilah adanya peperangan dari Allah SWT dan Rasul terhadap kita semua, akan tetapi peringatan-peringatan ini tidak lagi berpengaruh apa-apa terhadap hati kebanyakan umat Islam sekarang ini, hanya yang mendapat “Nur” dari Allah dan yang berusaha mencari ilmu-ilmu untuk membuka pikiran, dengan tangisan maupun di hati akan berusaha sekuat tenaga lari dari riba walau apapun harga yang harus di bayar.

Dapatkah kita mengambil pahala orang lain

Katalah tiba suatu masa Allah mem “fisik” kan pahala yang mana pahala bisa terlihat dan wujud nyata. dapatkah kita mengambil pahala orang lain? dapatkah kita mengambil hasil usaha orang lain? Inilah diantara rahasia dibalik larangan riba karena jika kita mengambil uang orang lain dengan cara yang tidak adil, itu adalah penindasan dan uang (pahala melakukan sesuatu) itu bukan milik kita. Pengasihnya Allah itu melarang kita mengambil riba karena kita akan menderita karenanya dan adilnya Allah itu akan mengembalikan uang itu kembali ke yang berhak.

Jika kita memberi pinjaman atau menyimpan uang dalam bank, keuntungan yang kita terima itu sebenarnya adalah pahala orang lain yang kita ambil, umpama lintah menghisab darah manusia. Uang datang dari usaha, dan usaha adalah energi, maka uang itu adalah energi dan energi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, karena maha adilnya Allah itu maka uang (energi) yang dapat secara haram itu akan mengalir keluar  dari diri kita namun tidak selalu dalam bentuk uang itu sendiri, mungkin dalam bentuk lain seperti kesehatan, masalah keluarga, dll.

Larangan riba dari Allah itu untuk kebaikan menusia itu sendiri. dengan hidup yang diperangi oleh Allah setiap hari (akibat hidup dengan riba), tidak heran mengapa hidup kita semakin hari semakin tersiksa, mungkin untuk individu tidak terasa akan tetapi dari segi masyarakat, koran harian sudah jelas menceritakan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat manusia.

Mungkin kita bisa menghindari dari energi (uang) itu untuk lari dari kita saat hidup, akan tetapi ketika mati, energi negatif inilah yang akan menjad siksaan dikubur maupun di neraka. Allah itu maha adil

Sumber: Mutiara

December 24, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menindas Atau Menindas

English: The Bank of England offices in Leeds.

English: The Bank of England offices in Leeds. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 6

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sistem riba didikan barat

Hanya setelah 1100 tahun kedatangan Islam barulah ada “makhluk” yang disebut bank, dan siapa yang mengasaskannya? Tidak lain adalah Yuhudi yang mengontrol ekonomi Inggris dengan pendirian Bank of England pada abad ke 17. Dan dunia Islam telah lama hidup dengan sistem riba didikan barat ini hanya memoles proses pinjaman dengan syarat, nama, akad dan sebagainya sedangkan prinsip dibaliknya adalah sama.

Barat menaklukkan hampir seluruh negara di dunia ini dan meninggalkan dua virus pemusnahan manusia yang utama yaitu pemerintah sekuler-sekuler adalah pemerintah yang meniadakan hukum Allah, apa yang diharamkan oleh Allah dihalalkan misalnya riba, judi, zina dan arak.

Virus

Virus kedua adalah sistem keuangan berbasis riba. Dan apa bila virus ini sudah menyelip ke dalam pembuluh darah masyarakat maka mereka hanya perlu instruksi jarak jauh “remote control” saja untuk mengontrol suatu negara itu, lihatlah hutang luar negeri yang tak habis-habis dibayar dan sudah semestinyalah beserta dengan ribanya sekaligus.

Bank tidak seharusnya diwujudkan sebagai bisnis karena uang bukanlah sesuatu yang seharusnya diperdagangkan lebih-lebih lagi apabila nilai uang itu tidak berada dalam uang itu sendiri. Nilai uang kita berada dalam genggaman mereka yang mengendalikannya yaitu Yahudi laknatullah dan sedihnya berapa banyak pemimpin kita yang sadar akan kondisi ini. Berapa berapa ulama yang bisa “melihat” kemungkaran,Kedzaliman dan penindasan yang terjadi dibalik sistem yang konon islam itu.

Diharamkan

Jika bisa merantau dan pergi kenegara-negara miskin akan terdetik di hati mengapa dunia jadi begini. Jawaban yang sebenarnya adalah sistem riba itu sendiri yang telah menaklukkan seluruh dunia akan memberi kuasa kepada pihak tertentu untuk mengontrol dunia dari segenap aspek kehidupan termasuk sampai ketahap memastikan siapa pemimpin yang dipilih dalam pemilihan suatu Negara yang sedang krisis untuk memastikan keuntungan perusahaan mereka. Perbudakan fisik telah lama terjadi akan tetapi perbudakan keuangan sedang memuncak dengan hebatnya dan sistem perbankan inilah mekanisnya.

Betulkah halal apa yang diceneng-cenengkan oleh perbankan Islam, marilah bersama merenung kembali tujuan sebenarnya perbankan itu sendiri, apakah untuk membantu umat Islam atau mengambil kesempatan atas kebodohan umat Islam itu sendiri.

Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah bdalam pandangan Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keredaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Qs. Ar Rum : 39)

Sumber: Mutiara

December 22, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Legalisasi Penindasan

Investor AB

Investor AB (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 5

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Bank

Apa bedanya jika kita sebagai individual dengan bank memberi pinjaman dan meminta balasan dari pinjaman tersebut. Bank tidak akan peduli kesusahan peminjam karena mereka perlu memastikan “kebajikan” investor.

Karena bank adalah lembaga diakui pemerintah maka otoritas akan melakukan kerja sama atas nama investor. Sebab itu ketika berinvestasi di bank, investor tidak rasa bersalah karena “kerja kotor” ini dilakukan oleh pihak ketiga secara rgah berdasarkan hukum sekuler.

Jika kita tidak suka orang lain mengambil kesempatan atas kesusahan diri kita maka kita pun tidak tahu ia akan berbalik kembali kepada diri kita sendiri suatu hari nanti baik di dunia maupun di akhirat.

Inilah salah satu sebab manusia terheran-heran keheranan, mengapa manusia lain jahat atau mengambil kesempatan kepada diri mereka sedangkan mereka sendiri melakukannya tanpa sadar kepada orang lain.

Jika kita meng “Islam” kan sekalipun konsep memberi pinjaman tersebut dengan poles sana dan poles sini, untuk nama lain “mauserahkan”, pembiayaan dan bukan pinjaman, berakadlah dan sebagainya, apakah Anda sanggup menjadi lintah menyedot darah saudara seislam sendiri? Kelintahan anda tidak jelas terlihat karena ia berlindung di balik nama Islam itu sendiri.

Gaji karyawan

Ini jika kita diri kita sebagai investor, bagaimana pula jika kita adalah Imad atau peminjam dalam cerita ini? Banyak yang akan berkata, “Tak mengapalah, pihak bank Islam kan berjual beli dengan kita, lagi pun bank harus membayar gaji karyawan”.

Banyak yang tidak sadar sebenarnya mereka telah diper “hamba” kan oleh pihak bank untuk kepentingan perusahaan yang mana investor kaya akan makin kaya dengan menyedot darah mereka yang terpedaya. Baik konvesional atau Islami, manusia tetap diperbudak oleh kelompok bank ini.

Setiap bulan selama 20-30 tahun atau berepa tahun sekalipun periode pinjaman, pinjaman akan menjadi pembayar yang setia kepada bank meskipun rumah yang mereka beli itu terbengkalai atau harganya jatuh.

Jika bank itu sebuah bisnis maka bank juga harus mengambil resiko kehilangan uang saat proyek terbengkalai atau harga rumah jatuh dengan mengembalikan kembali uang lebihan pembayaran setelah menghitung harga rumah di pasar setelah berakhir pinjaman.

Ini tidak, terbengkalai kah, harga jatuh kah, Islam tak Islam, BAYAR SAMPAI HABIS! apakah ini suatu yang Islam atau sesuatu yang alim atau menindas?

***

Jika kita lihat uang kertas itu sendiri, apakah nilai uang itu tersimpan di dalamnya? Apakah nilai disandarkan kepada emas dan kita sebagai rakyat bisa pergi kebank untuk menukarkan dengan emas? mengapa inflasi tetap dalam ekonomi? Mengapa nilai uang semakin hari semakin menurun? Jika uang dalam sistem keuangan modern itu sendiri tidak ada sebagai suatu yang nyata yaitu punya nilai didalamnya maka bagaimana kita bisa mem “bisnis” kan suatu yang tidak jelas itu?

Sumber: Mutiara

December 19, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Lintah Berbulu Domba

Fary & Imad (The Louis Theroux Twins)

Fary & Imad (The Louis Theroux Twins) (Photo credit: Imran…

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Keuntungan

Misalkan salah seorang dari saudara saya, Imad, datang ke saya dan meminta bantuan keuangan yaitu pinjaman uang untuk membeli baju sekolah anak-anaknya, Jumlah yang akan di pinjam adalah sebesar Rp. 1.000.000,- dan Imad berjanji akan membayar secara angsuran. Terdetik dalam hati saya, “ini bisa menghasilkan duit nih, kalau minta keuntungan/ bunga / riba haram jadinya, baik aku ubah sedikit”.

Saya: “Okelah Imad, begini saja, sebenarnya lebih baik aku simpan uangku di bank, tapi sebab engkau saudaraku, jadi aku pinjamkan kepada engkau tetapi dengan persyaratan.

Ismad: “Persyaratan macam apa?”

Saya: “Aku belikan baju untuk anak-anak engkau dengan harga Rp. 1.000.000,- dan akau juaal kepada engkau dengan Rp.1.200.000,-, lalu engkau bayarlah bulanan Rp,1000.000,– selama 12 bulan, bagaimana? Setuju tak? Berikut cara Islam yang mana aku berjual beli dengan engkau dan bukan aku kenakan manfat, kalao ada orang lain bertanya kepadamukatakan aku memberi pembiayaan kepadamu, jangan sebut pinjam sebat itu nampak tak Islam”.

Imad: “Baiklah, sebab aku terpaksa dan tak ada cara lain lagi maka aku terima sajalah persyaratanmu itu, lagipula engkau sudah tolong aku maka aku pun tolong engkau juga. Tapi kita bolehkah berakad untuk memastikan proses ini dihitung pembiayaan dan jual beli”.

Membantu dengan ikhlas

Apa pendaat anda tenteng saya jika kisanda di tempat saya, sebagai seorang saudara sedarah daging ke Imad, apakan Anda sanggup melupakan begitu pada saudara sendiri, sanggup menangguk di ari keruh masih mau menyedot Rp 200. 000,;”darah” Imad dan tidak mau membantu dengan ikhlas?

Jika Imad bukan saudara sedarah daging sekalipun bukankah semua orang Islam itu bersaudara, sanggupkah Anda mengambil untung dari kesusahan orang lain. Jika kita lihatkasus kedua untuk membali rumah pula, tidak berdeda untuk mereka yang melabel ” bank Islam” tetapi mau memeras keringat insan lain untuk mendapatkan keuntungan atas sebab terdesaknya manusia terpaksa meminjam untuk membeli rumah.

Dengan iklan-iklan menawan hati oleh pengembang dan dialinkan pula lagu merdu bujukan dari pihak bank, maka membeli rumah itu adalah lebih kepada desakan nafsu dan bukan desakan hidup.

Dalam kasus membeli rumah, Rp. 70.000.00,- ‘‘arah” Imad akan di sedot hanya dengan goyang kaki sebagai investor menunggu waktu saja mendapat “keuntungan”,. Tempatkan diri Anda di tempat Imad, sanggupkah Anda diperlakukan demikian?

Sumber: Mutiara

Related articles

December 14, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Dalam Kubangan Riba

English: Royal Institute of British Architects...

English: Royal Institute of British Architects, 66 Portland Place RIBA is based at 66 Portland Place, London in a 1930s Grade II* listed building designed by architect George Grey Wornum. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Para ulama dapat melihat sistem ekonomi

Ekonomi dunia semuanya berlandaskan hutang dan RIBA. Jika para pakar ekonomi atau para ulama dapat melihat sistem ekonomi modern sekarang ini dengan lebih menyeluruh, sistem ini menyebabkan banyak banyak yang tertindas. Allah tidak mau kita mendzalimi manisia lain dan mendzalimi diri kita sendiri.

Mungkin banyak yang berkaaakt, ”Alah, aku beli mobil/ rumah ini dengan duit gaji aku, aku rela atas transaksi ini karena aku tau pihak bank harus ambil RIBA‘ supaya mereka bisa bekerja, aku tidak mendzalimi diri orang lain, gaji aku cukup dan aku tidak mendzalimi diri aku sendiri”

Manusia akhir zaman

Manusia akhir zaman sudah hilang kemampuan untuk menilai sesuatu itu secara batin, secara dzahir memang mereka nampak akan kemampuan diri untuk membayar dan tidak menganggu siapapun di dalam aktivitas RIBA mereka itu. Akan tetapi efek halus/ batin itu yang lebih berbahaya dan menjerumuskan manusia ke neraka.

Manusia rela didzalimi karena sudah terlalu tenggelam dengan materialisme, mobil baru berganti setiap 2-3 tahun, dan setiap kali berganti ganti itulah perjanjian RIBA yang baru ditandatangani. Begitu juga dengan rumah yang menjadi kebutuhan dasar terpaksa juga di beli dengan RIBA ini sudah menjadi suatu hal yang seolah-olah tidak lagi bisa dihindari. Pernahkah anda menghitung berapa total uang yang harus diberi kepada pihak bank untuk pinjaman rumah selama 20 tahun? Anda sebenarnya akan membayar sekitar 3x lipat dari harga asli rumah.

Masyarakat umum

Masyarakat umum tidak pernah diungkapkan fakta sebenarnya tentang ekonomi terutama terutama dalam hal bagaimana “duit” dibuat. Kita hanya tau duit datang dari bank dan ia dikontrol oleh bank negara. Mekanisme bagaimana terjadinya inflasi dan kenaikan harga barang tidak pernah diceritakan dengan jelas kepada masyrakat dan tinggalah masyarakat dalam delima menurut saja apa yang dikabarkan oleh pemerintah melalui media baik dari TV atau koran.

Jika kita kaji dan pertanyakan bagaimana “duit” diproduksi, banyak yang akan “mendidih darah” marah kepada sistem ekonomi yang dibuat oleh Yahudi ini dan sistem inilah yang kita amalkan selama ini.

Jika setiap hari kita hidup dalam rumah yang dibeli dengan RIBA, pergi kerja dengan mobil yang dibeli dengan RIBA, beli barang dengan kartu kredit sistem RIBA, yang mana kita setiap detik hidup kita ini “diperangi” oleh Allah, maka makbulkah do’a-do’a yang kita ungkapkan setelah shalat itu? Atau munafikkah kita dengan shalat tetapi masih bergelimang dengan RIBA?. Tidak terpikirkah mengapa hidup kita selalu dilanda bencana, dirundung malang dan kita hanya menganggap itu takdir?

Mungkin sudah terlalu jauh dan sulit untuk menghidupkan kembali sistem ekonomi yang bebas RIBA. Tidak guna hanya meneriakkan masalah tanpa memikirkan jalan solusi. Ini masalah yang teramat besar. Sama-samalah kita bertaubat, bertakwa dan shalat dengan khusuk; InsyaAllah akan Allah berikan jalan solusi buat mereka yang mau berpikir. Supaya kita tidak lagi hidup diperangi dan dilaknat oleh-Nya, Aamiin Ya Raab.

Sumber: Mutiara

December 13, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.