rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Arti Sebuah Perjuangan

Hong Kong skyline from the Peak

Hong Kong skyline from the Peak (Photo credit: xopherlance)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Menunggu detik-detik tahun baru

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin Ya Rabbal’alaamiin.

Sahabat fillahku yang berbahagia, belum genap satu minggu kita tahun baru 2013 kita lalui. Sudahkah ada perpedaan antara tahun lalu dengan tahun sekarang?

Bagi yang terbiasa merayakan tahun baru, yang seharusnya tak patut ditiru oleh umat Islam. Mereka yang mengidentikkan tahun baru dengan semengat baru. Bahkan sampai ada yang menunggu detik-detik tahun baru di penghujung malam sambil berdo’a memejamkan mata, berharap dan membuat rencana-rencana pada tahun kedepannya. Sudahkah terwujud rencana-rencana itu?

da dari tahun sebelumnya, berarti sebagian misi anda sukses. Jika masih saja seperti tahun lalu, atau malah kian berantakan misi dan visi hidup anda, berarti Anda adalah orang yang merugi.

Misalnya:

-Rugi di dalam ibadah pada Allah Ta alla, jika kadar keimanan dan taqwa kita ternyata semakin miring ke derajat mulai meninggalkan larangan-larangannya.

-Rugi dalam perjuangan, sudah jauh-jauh menyebrang laut merantau di negri orang namun cita-cita tak tercapai malah kesasar pada hal-hal yang berbau maksiat.

-Rugi dalam keluarga, ingat ketika pekerja Imigran ke luar negeri pasti dengan niat dan tujuan mulia. Semuanya demi anak, keluarga, dan masa depan kita, kan?

Tujuan mulia

Allah SWT berfirman,
“Katakanlah (wahai Muhammad) adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang -orang yang tiada mengetahui? Sesunhuhnya, hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (Qs. Azumar: 9)

Coba renungi ayat di atas, ternyata orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran. Jadi sebelum melangkah btjatlah perencanaan , lalu berikhtiar pada Allah dengan ikhlas agar segala rencana yang diharapkan terlaksana, juga berkomitmen. Sehingga ketika ada halangan dan rintangan ataupun godaan, orang yang berakal tak akan terombang-ambing, tapi tekat mereka teguh dan hanya takut kepada Allah Ta Alla. Subhanallah.

Apakah sahabat fillahku juga seperti sosok ysng berakal? Atau jangan-jangan ada angin maksiat ikut mencoba, ada angin kebaikan juga ikut-ikutan saja? kembali lagi memaknai arti perjuangan, Kata Bang Haji  Rhoma Irama dalam syair lagunya, Rintangan-rintangan itu pasti ada. Bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang.”

Sebagaimana yang kita tau, bahwa di Hongkong ini adalah negara liberal, sarat godaan dan dugem, sementara agama Islam masih di angka miniritas. Ini memang memerlukan perjuangan tersendiri agar kita senantiasa lurus di jalan-Nya, apalagi bisa memperkenalkan Islam yang hanif ini kepada khalayak mayoritas non muslim di Hongkong.

Sahabat fillahku yang berjuang demi keluarga dan masa depan, serta tegaknya panji Islam di Hongkong ini. Mari senantiasa mencari Ridha Allah dan mari berlomba mengejar akhirat yang hakiki dan abadi. Firman allah SWT, “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan , kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang

Nah, bagi sahabatku yang di Hongkong yang kini masih terjerat glamournya warna Hongkong hingga lupa pada hakikat tujuan kita bahkan sampai melupakan keluarga, bahkan lupa pada hakikat keimanannya. Ingatlah bahwa itu semua adalah cobaan! Betapa Allah telah menggambarkan pada hambanya yang beriman untuk senantiasa bersabar dengan cobaan karena setiap cobaan yang datang adalah untuk menguji kesabaran. Ingatlah juga, wujud cobaan itu bukan hanya musibah akan tetapi bisa berupa nikmat yang menipu. betul, kan?

Sebagaimana hadist Rasulullah saw, “Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan memberikan cobaan kepada mereka.” (HR. Ahmad).

Akhir kata, tak lupa saya sematkan sebagai pemupuk semangat juang para Muslimin dan Muslimah yang berada di Hongkong ini agar senantiasa di jalan Allah, dapat melewati ujian, dan senantiasa istiqomah dalam menghadapi globalisasi zaman yang yang semakin mengarah kepada liberalisme dan individualisme ini.

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula)menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku (Qs, Al-kaafirun: 4-6)

Oleh: Ustadz Ali Makmun (Liong Man)

Advertisements

January 5, 2013 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pojokan Syurga

English: Tanvir

English: Tanvir (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sahabat saudariku fillah. Bagaimana perasaan anda jika sedang jatuh cinta??  Bagaimana pula saat anda kasmaran di landa asmara?? Sebelum anda coba untuk menjawab, anna ingin terlebih dahulu anda membayangkan perasaan itu. Usah cepat ingin menyelesaikan baca tulisan ini . Karena anna ingin mengajak anda mengembara untuk menikmati cinta yang barang kali telah tersembunyi di balik kesibukan anda dalam ramainya dunia ini

Bagaimana perasaan anda jika sedang jatuh cinta??

Bukankah saat anda kasmaran dan dilanda cinta, selalu ingin menyendiri untuk menikmatinya, bahkan anda merasa sepi meskipun ditempat yang ramai tat kala tiada orang yang anda cintai. kendati demikian, anda selalu bergembira karena buaian asmara yang sedang berdendang di dalam hati anda. Senyum sumringah selalu menghiasai wajah anda. Jantung yang kerap berdegup keras karena menanti saat perjumpaan. Oh indahnya cinta. Namanya akan menghias sanubari anda. wajahnya selalu terbayang dalam kelopak mata anda. Bahkan saat anda terpejam, wajah itu mungkin nampak jelas. Tiada hari yang akan anda lalui panpa riang dan gembira bila cinta telah bersarang dalam hati.

Karena cinta, semua nampak indah. Setiap orang terasa menggemaskan. Tiada lagi keburukan dalam sudut pandang anda. Oh cinta benar-benar membuat orang jadi gila. Setiap informasi buruk mengenai diri orang yang anda cintai, tak bererhasil masuk dalam relung hati dan otak anda. Pokoknya dialah yang paling baik dan sempurna. karena rasa cinta pula, segala kesengsaraan berubah menjadi fantastis dan menggairahkan. Orang Jawa bilang “tembelek rasa coklat” he he he,,,

Kebaikan atau nikmat Tuhanmu mana lagi yang akan kau dustakan

Itu baru gambaran rasa dari cinta kepada sesama manusia. Artinya cinta kepada pujaan hati dalam bentuk dan wujud manusia, yang kebaikannya kepada anda sangat terbatas. Ketampanan atau kecantikannya tidak sebanding dengan keindahan Allah. Kekasih anda tidak akan memantau anda setiap saat, sehingga ia tidak akan tahu bagaimana anad menderita tatkala anda duka. Iapun tak akan sanggup melindungi anda setiap saat. kemampuannya sangat terbatas untuk memenuhi setiap detail kebutuhan anda. kekasih anda bukan supermen yang sanggup mengalahkan setiap musuh yang hendak menganiaya anda. karena dia bukan Allah. Sedangkan Allah sanggup melakukan segalanya buat anda. Bahkan sebelum ada memintanya, Allah telah datang untuk membantu anda.

Kebaikan-Nya sangat jelas dalam hidup keseharian anda. Sebagian kecil keindahan wajah-nya nampak di setiap keindahan semua ciptaan-Nya. Apa lagi yang membuat kebanyakan manusia tidak bisa mencintai Allah. Fabi’ayyi aalaa i robbikuma tukadzzibaan. Kebaikan atau nikmat Tuhanmu mana lagi yang akan kau dustakan. Apa karena manusia merasa tidak bisa bercengkrama dengan Allah sambil bergandengan tangan misalnya, untuk bergembira dan bahagia. keliru,,,!!

semua yang dilakukan oleh sepasang kekasih antara manusia dengan manusia, bisa juga dilakukan terhadap Allah, hanya saja caranya berbeda. malah sensasi nikmat-Nya lebih hebat dari sekedar nikmat-Nya berduaan dengan pacar. Tidak percaya?? Mari kita buktikan!!

Cobalah perlahan-lahan anda mencuri perhatian Allah dengan yang ringan-ringan saja. Jika sudah memulainya, maka teruskan dengan coba mengoda-Nya dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti dhuha atau tahajud. Dan yang paling gampang adalah sunah rawatib (shalat sunah sebelum dan sesudah shalat fardhu). Jika itupun sudah dilakukan, teruskan dengan merayu-Nya dipojokan syurga. Sebab disanalah tempat yang bisa digunakan Allah untuk ‘nyantai’.

Pojokan syurga??

Yap!! Panggilah Allah dan rayu Dia sampai ‘klepek-klepek’,. Maka saat Dia telah berhasil anda rayu, cinta-Nya akan dahsyat kepada anda. Orang bilang mah cinta mati’, artinya Dia akan mencintai anda sampai mati, bahkan sampai anda di hidupkan kembali. Cinta-Nya akan membuat anda tergila-gila. Wajah riang dan sumringah serta hati yang gembira akan menghiasi hari-hari anda. ketika Allah telah memilih anda sebagai kekasih-Nya, maka semua orang akan tertunduk dan cemburu kepada anda. Semua makhluk akan menghormati memuliakan anda, karena anda adalah kekasih raja diraja. raja seluruh manusia. raja semua makhluk, Sang Maha Raja.

Tapi pojokan syurga itu dimana?? Tenang jangan buru-buru nyari lokasi pojokan syurga. Anna akan pastikan dahulu bahwa saat anda berada dipojokan syurga itu, mudah sekali untuk memanggil Allah dan berdua dengan-Nya dan InsyaAllah kemesraan anda berdua dengan Allah tidak akan terganggu oleh siapapun sehingga anda bisa merayu-nya habis-habisan. Anda akan tenang dan aman saat mengeluarkan jurus ‘gombal maut’ yang anda kuasai. Dan gak perlu khuwatir, meskipun Allah tau anda sedang menggombal, Dia akan tetap senang dan jatuh hati pada anda.

Ya tapi dimana dong pojokan syurga itu?

Yang nulis bikin gemes amat sih.

Ntaaaarrrrrrrr……..!!

Jika anda sudah berada dalam pojokan syurga itu, utarakanlah semua isi hati anda. Curhat gitu dech. Belagak malas jua boleh. Pokoknya akting seperti apapun bisa membuat Allah jatuh cinta pada anda. Karena jangankan anda berakting atau menggombal. Wong datang ke pojokan syurga saja sudah membuat Allah kesengsem.

Pojokan syurga itu adalah majlis zikir. Rasul bersabda bahwa majelis zikir adalah sudut syurga. bahkan hadits yang lain mengatan bahwa secara filosofis siapaun orang yang berada di majlis zikir, masuk syurga. Meskipun dia datang, cuma duduk atau tidur. Yang penting selama di majlis itu ia tidak ngobrol, apalagi ngegosip. Ingat, tidak nge-go-sip ^_^

Salam hangat buat teman-temanku semua.

Sumber: (Pondok pesantren Modern)” MAN ANNA”

October 23, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Singa Padang Pasir Berurai Air Mata

English: Tombstone of Umar, the third caliph.

English: Tombstone of Umar, the third caliph. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umar bin Khatab

Pernhkan anda membaca dalam riwayat bahwa Umar bin Khatab menangis? Umar bin Khatab yang dikenal sebagai sahabat yang gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau syaithan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat disuatu jalan, maka syaithan akan menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebeneran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karen itu kalau Umar sampai menangis, tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan. Mengapa “Singa padang pasir” ini sampai menangis? Peristiwa apa yang mampu membuat khalifah kedua ini berurai air mata? Suatu saat, Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh beliau berada diatas tanah. Rasul mulia tersebut hanya hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Lantas Umar mengucapkan salam dan duduk di dekatnya. Perlahan, mata Umar mulai memerah. Dan tanpa dapat di bendung, bulir bening mulai menitik di ujung kelopak matanya.

Dunia adalah tempat singgah

Rasul yang mulia pun bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?” Umar menjawab,””bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan kisra dan kaisar duduk disinggasana emas dan berbantalkan sutra”. Nabi berkata,” mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kuam yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon , kemudian berangkat dan meninggalkannya.” Subhanallah,,,Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini adalah tempat pemberhentian sementara; hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Kehidupan manusia di dunia tak ubahnya serang musafir yang melakukan perjalanan jauh. Dunia hanyalah tempat singgah. Transit, tempat pemberhentiaan sementarayang setelah itu akan akan kembali melanjutkan perjalanan panjang.

Ketika kita pergi ke Eropa, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau saat pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat akan mampir sejenak di Abu Dhabi, anggap saja tempat transit itu, Singapura dan Abu Dhabi, merupakan dunia ini. Aapakah ketika transit kita akan habisankan segala perbekalan? Apakah kita akan selamanya tinggaldi tempat transit itu? Ketika kita tengah bersibuk ria shopping, ternyata pesawat telah memnggil kita untuk segera meneruskan perjalanan. ketika kita sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini,tiba-tiba Allah memanggil kita pulang kembali ke sisi-Nya. Perbekalan kita sudah habis. Tangan kita justru penuh dengan bungkusan dosa. Kenistaan yang kita kumpulkan . lalu bekal apa yang akan kita bawa nanti di padang Mahsyar?

Bekal kita di akhirat

Sahabat saudariku fillah,,sisakan kesenangan Di dunia ini untuk Bekal kita di akherat. Dalam setahun, tak bisakah kita meluangkan waktu cuma sebulan untuk menahan nafsu, haus dan lapar? melaksanakan qiyamul lail atau melantunkan seruan-seruan illahi? Dalam tujuh hari seminggu, mengapa kita tak bisa mengendalikan diri paling tidak dua hari dalam seminggudengan melakukan ibadah puasa senin -kamis? Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak kita sisakan waktu barang satu-dua jam untuk shalat dan membaca Al-Qur’an. Delapan jam waktu kita tidur, sangat sulitkah membuangnya hanya 15 menit saja untuk shalat tahajud?
“Celupkan tanganmu kedalam lautan”, saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedan dunia dan akhirat. ” Air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akhirat.” bersiaplah, untuk menyelam di “lautan akhirat”. siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita. Dan bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi. Idza jaa-a ajaluhum laa yasta-khiruuna saa’atan walaa yastaq-dimun( Jika sahabat paling dekat yaitu kematian telah memanggil, tidak akan bisa dimundurkan atau dimajukan walau hanya sedekit). siapakah kita??

Sumber: Irsyad” Pondok Pesantren Man Ana”

August 23, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menyeimbangkan Sunnah dan tradisi Idul Fitri

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Bissmillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan , kini tibalah saat yang di tunggu-tunggu seluruh umat Islam didunia 1syawal yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam .

Idul Fitri

Secara bahasa , Idul Fitri serarti kembali suci . Dikatakan suci karena selama sebulan ramadhan mereka membakar dosa-dosanya yang telah lalu dengan cara berbondong-bondong memburu ampunan dari-Nya . Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan . barang siapa yang bertaubat di bulan tersebut , niscaya Allah SWT menghapus segala dosa-dosanya .

Hakekat Puasa

Menjalankan ibadah puasa berarti meninggalkan sekecil apapun perbuatan dosa . karena hakekat puasa adalah bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja . Tapi menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa membatalkan puasa . Diantaranya berbohong , mengunjingkan orang lain , tidak bisa menjaga penglihatan dan melakukan perbuatan sia-sia lainnya . Untuk itulah Idul Fitri dikatakan hari kemenengan bagi umat Islam . dan nikmatnya Idul Fitri hanya bisa dirasakan oleh umat Islam yang berpusa dengan iman dan ihtisab ( ketulusan ) .

Tidak dipungkiri, banyak umat Islam saat ini yang tidak memahami betul ada apa dibalik bulan suci Ramadhan . Baginya , bulan puasa adalah saat untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan Hari Raya . Karena tradisi idul Fitri tidak bisa dijauhkan dari makanan enak yang jarang dinikmati dihari biasa . Tidak heran jika hampir semua harga bahan pokok melambung dan anggaran belanjapun meningkat . Selain itu , juga harus menyiapkan anggaran untuk memperbaiki rumah dan menyiapkan uang untuk dibagi-bagikan kepada saudara , tetangga dan teman-temannya . jadi , bulan Ramadhan menjadi bulan sibuk . Para penjaga toko sibuk , para pegawai sibuk ,lembur dan ibu rumah tangga sibuk menyiapkan serba-serbi Idul Fitri .

kesibukan akan semakin terasa ketika menjelang hari raya . Mulai dari membeli baju , mempersiapkan makanan , menata rumah dan lain sebagainya . Dan tradisi seperti itu sudah membudidaya dilingkungan kita . Lantas , apakah kita sudah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW ?? Pada bulan Ramadhan kita disunnahkan untuk memperbanyak tilawah , berdzikir , dan ibadah lainya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT . Ironisnya , banyak umat muslim yang meninggalkan puasa dengan alasan pekerjaan . Kerja berat atau hal-hal yang tidak memungkinkanya berpuasa padahal tidak sedang sakit atau udzur .

Menyiapkan baju baru dihari raya Idul Fitri

Memang tidak salah membeli baju hari di raya dan memasak berbagai macam makanan sebagai bentuk sukacita dalam menyambutnya , Tapi hendaknya kita seimbangkan dengan tidak tidak melalaikan kewajiban sebagai umat Islam dan tidak melupakan makna Idul Fitri yang sebenarnya . kita harus peduli dengan mereka yang tidak gembira menyambut hari raya karena keadaan yang kekurangan . Di luar sana , banyak anak-anak yatim yang tidak berhari raya . Tidak ada baju baru yang dipakai dan tidak ada yang bisa dimakan . bahkan , terkadang kita suka menimbn-nimbun pakaian . masih banyak baju baru yang memenuhi lemari , tapi tidak bisa meninggalkan momentum hari raya yang identik dengan baju baru , dan kemudian masih membilinya . Tidak jarang , ketika hari raya meja makan dipenuhi berbagai makanan . Bahkan , jika tidak habis , maka akan masuk tong sampah . Padahal diluar sana banyak sekali saudara-saudara kita yang kelaparan . Selain itu , terkadang kita salah sasaran membagi-bagi rizki . Padahal lebih afdhol kalau kita memberi uang kepada saudara-saudara yang lebih membutuhkan . kepada anak-anak yatim yang kekurangan . dan yang sering terjadi adalah memberi banyak kepada yang kaya dan memberi sedikit kepada yang miskin . Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan mereka .

memburu ampunan dari-Nya kita dengan menyimak kisah rasulullah SAW suatu saat ketika Idul Fitri . pada saat umat Islam di madinah merayakan Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir , Rasulullah SAW terlambat datang padahal beliau harus memimpin shalat sunnah idul Fitri . Ternyta , dalam perjalanan menuju masjid beliau melihat anak kecil sedang menangis , padahal teman-teman lain bersukaria dengan baju barunya .

” Kenapa kau menangis sendirian , wahai anakku . padahal hari ini hari bergembira bagi kita ,” tanya Rasulullah SAW kepada bocah itu .
“teman-teman punya baju baru , habis makan enak-enak , sedangkan aku tidak punya apa-apa ,” jawab bocah itu sambil terus menangis tanpa menoleh kepada Rasulullah SAW .
“Memangnya ayah dan ibumu kemana?”
“Ayahku sudah meninggal , ibuku kawin lagi .
harta peninggalan ayah sudah dihabiskan ayah tiriku .”

Mendengar ucapan bocah malang itu , Nabi membelai kepalanya dengan penuh kasih lalu berkata , ” bagaimana seandainya Fatimah Azzahra jadi kakakmu , Ali Bin Abi tholib jadi abangmu , dan Hasan-Husein jadi saudaramu , sedangkan aku jadi ayahmu ??” Ucap Rasul membuat tangis bocah itu terhenti . Dia baru sadar , bahwa yang mengajak bicara adalah rasulullah SAW .

” Tentu saja mau dan senang sekali ya Rasulullaah .”Ali Bin Abi tholib . Kemudian Rasulullah membimbing anak tersebut bkerumah beliau . Dipakaikannya pakaian bagus seperti yang dipakai cucunya , Hasan dan Husein . Setelah itu anak tersebut bergabung dengan teman-teman sebayanya dengan wajah ceria . Dan Rasulullah melanjutkan perjalanan untuk mengimami shalat Idul Fitri .

Selanjutnya ,sudahkah kita membagi-bagikan kebahagiaan kita kepada saudara-saudara yang kekurangan seperti kisah teladan rasulullah di atas ??Kita memeng tidak bisa menjauh dari tradisi hari raya yang sudah membudidaya . Tapi setidaknya kita seimbangkan dengan kewajiban sebagai hamba Allhah SWT . Agara kebahagiaan di dunia dan akhirat bisa dinikmati kedua-duanya .

Tidak berlebihan jika sebagian orang yang mengatakan bahwa Idul Fitri hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang kembali suci karena ibadah yang dijalankan selama Ramadhan dan orang-orang yang berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik setelahnya . maka dari itu , selama kita sudah memenuhi syarat-syarat berpuasa , kita njalankan rukun Islam yang ke3 tersebut samata-mata karena Allha SWT . serta menyambut Idul Fitri dengan tetap berpedoman pada sunnah Rasulullah SAW meski tradisi dilingkungan kita tidak bisa dihindari . dengan begitu , kita dapat menikmati indahnya kemenangan dihari yang fitri ‘ kewajiban sebagai hamba Allhah SWT
Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf lahir Dan bathin .

Sumber : Pandu

August 17, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Merenungkan makna Hari Kemenangan

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahas...

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahasa Indonesia: Shalat Idul Fitri (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Idul Fitri selalu identik dengan’ kemenangan; bila direnungkan, sebenarnya apa yang telah kita menangkan ?? Tentu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadhan akan menjawab, menanag karena berhasil merampungkan puasa satu bulan ; benarkah demikian??

kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Menurut kaum sufi, kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya. Sementara yang terjadi, banyak sekali manusia yang meninggikan Nafsu duniawi dan melalaikan ibadah. Bagaimana bisa kita meraih kemenangan??

Bagi manusia awam jarang yang mampu menaklukkan Nafsunya. Ia tak peduli dengan sifat hakiki jiwa rendahnya. Ia malah bersahabat dengannya. Laul bagaimana kemenangan itu akan menyapa ?? Untuk sekedar melakukan shalat dan puasa secara benar dan tepat waktu saja, masih ada di antara kita yang belum bisa memenuhinya. Banyak secara terang – terangan menganggu sesama. Padahal setan bila menganggu manusia secara sembunyi-sembunyi. Dibulan Ramadhan yang suci, banyak dari kita yang bersenang-senang, bernyanyi dan berjingkrak-jingkrak. Sebetulnya ini adalah tanda bahwa kita masih memanjakan jiwa rendah yang seharusnya kita perangi.

Kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Hal ini sudah mencerminkan bahwa sebenarnya kita belum memenangkan apa-apa. Kemenangan itu hanya milik orang tertentu. Namun bukan berarti kita yang penuh dosa ini tak bisa meraihnya. Allah telah menjanjikan dalam Firman_NYa ” Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka berbuat aniaya”(QS.Ar-Ra’d : 6 )

Hendaknya kita bisa merenunggi perkataan seorang ulama . yaitu Ibul Qayyim , ” Dia (Allah ) adalah Robb yang maha pengampun , maka diamenyukai ampunan , maghfirah , dan tobat. Dia senang dan gembira dengan kegembiraan yang tak terhingga kepada tobat hambanya saat seorang taubat kepadanya.”Allah akan mengampuni hamba_Nya yang berdosa lantas ia bertaubat walaupun dasanya sebanyak apapun. sebagaimana dalil dari aaaal-Qur’an, di atas.

Sabda rasulullah SAW, Allah SWt telah berfirman,” Hai anak Adam, sesungguhnya selama kalian mau berdo’a dan mengharap kepadaKu, nisyaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu darimu dan Aku tidak menghiraukan lagi. Hai anak Adam sekirannya dosa-dosamu memenuhi isi langit, kemudian kamu meminta ampunanKu, nisyaca Aku ampuni. Hai anak Adam, sekiranya kamu mengharap kepadaKu dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, tetapi kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula” ( Riwayat Tarmidzi ) .

Dari janji Allah di atas, walaupun kita bermandi keringat dosa setiap hari, namun bila kita bertaubat, Allah akan mengampuninya. Tidak ada kata terlambat bagi kita sebelum Allah mencabut nyawa ini. Dari saat ini mari berusaha mengapai tangga guna menuju kemenangan. Belajar tepat waktu dalam ibadah. Menjalankan puasa dan menjauhi larangannya, dalam firma_Nya Allah meminta, Dirikanlah shalat untuk berdzikir kepada_Ku, dan di dalam hadits qudsi Rasulullah saw, bersabda Bahwa Allah SWT berfirman ”Puasa adalah untuk-Ku .’

Semoga dalam Idul Fitri kali ini kita termasuk dalam orang-orang yang meraih kemenangan Aamiin Yaa Robb.

Related articles

August 16, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

“ AZH-ZHAAN “

English: Script of Allah ghn Italiano: Scritta...

English: Script of Allah ghn Italiano: Scritta di Allah gsn (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahimm,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Suatu hari Rasulullah saw mengutus Umar ra untuk menarik zakat dari para sahabat . Akan tetapi , Ibnu Jamil , Khalid bin Walid , dan Abbas yang juga paman Nabi  SAW  tidak  menyerahkan  zakatnya  . Umar pun  kemudian  melaporkan  sikap ketiga  sahabat  itu  kepada  Rasulullah . Mendengar  laporan itu  , Rasulullah bersabda , “ Tiada  sesuatu  yang  membuat  Ibnu  Jamil  enggan  untuk  menyerahkan  zakat  kecuali  dirinya  fakir  , kemudian  Allah  menjadikannya  dia  kaya  . Adapun Khalid , sesungguhnya kalian  telah  berbuat  zalim  terhadapnya  (karena ) ia menginfakkan baju  besi  dan  peralatan  perang  di  jalan  Allah .  Adapun Abbas , Aku  telah  mengambil  zakatnya dua tahun yang  lalu .”

Setelah  itu  Rasulullah pun  bersabda , “ Wahai  Umar  , apakah  kamu  tidak  tau  bahwa  paman  seseorang  itu  sama  seperti  ayahnya?” (HR.Bukhori dan Muslim) . Dari kisah  itu ,  Rasulullah mengajarkan  kepada  umatnya  untuk  berbaik  sangka  kepada  sesama  . Nabi saw senantiasa mengingatkan  umatnya  untuk  menjauhi  prasangka  buruk . Allah SWT  juga  melarang  hamba-Nya  yang  beriman  untuk  berprasangka .  ‘’ Hai orang – orang  yang  beriman  , jauhilah  kebanyakan  dari  prasangka  , sesungguhnya  sebagian  prasangka  itu  adlah  dosa,,,,’(QS.Al-Hujurat:12)

Syekh Salim  bin Al-Hilali dalaam  Syarah  Riyadhus Shalihin  , mengungkapkan  , seorang  hamba  Allah  yang  beriman  hendaknya  menjauhkan  diri  dari menuduh  , menghianati  keluarga  , kerabat  dan  orang – orang  bukan  pada  tempatnya . Rasulullah  juga  menegaskan  dalam  haditsnya  , “ Jauhilah  olehmu  prasangka  . sesungguhnya  prasangk  itu  adalah  perkataan  yang  paling  dusta  ,” (Muttafaqun’alaih) . Lalu apa sebenarnya  prasangka itu  ?? Dalam  Al-Qur’an  prasangka di sebut   Azh-Zhann   . Syekh  Mahmud  al-Mishri  dalam ktab  Mausu’ah min  Akhlaqir –Rasul , menjelaskan  secara  detail tentang  jenis-jenis  prasangka  .

Menurut  Syekh   Al-Mishri  , ada empat macam prasangka  yang  sering  terjadi  dalam kehidupan  sehari-hari  .

1 . Prasang ka  yang  diharamkan . Prasangka   yang  termasuk  katagori  haram  itu  adalah  berprasangka  buruk  terhadap  Allah serta  berprasangka  buruk  terhadap  kaum  mulimin  yang  adil .

2 . Prasangka  yang  diperbolehkan  adalah  yang  terlintas  . “ Prasangka  dalam  hati  seorang  Muslim  kepada  saudaranya  karena  adanya  hal  yang  mencurigaakan  ,” papar  Syekh  Al-Mishri .

3 . prasangka  yang  dianjurkan . Menurut  dia  , prasangka  yang  ini  adalah prasangka  yang  baik  terhadap  sesama  Muslim .

4 . Prasangkan  yang  diperintahkan  . Menurut  Syekh Al-Mishri  , prasangka  yang  diperintahkan  adalah  prasangka  daalam  hal  ibadah  dan  hokum  yang  belum  ada  nashnya , “ Dalam  hal  ibadah  , kita  cukup  berdasarkan  prasangka  yang  kuat  , seperti menerima  kesaksian   dri  saksi  yang  adil  , mencari  arah  kiblat  , menaksir  kerusakan-kerusakan  , dan  denda  pidana  yang  tidak  ad a  nash  yang  menentukan  jumlah  atau  kadarnya  ,” ungkapnya .

Sufyan ats-Tsanuri  menjelaskan  ada  dua  jenis  prasangka  , berdosa dan  tidak  berd0sa  . “ prsangka  yang  berdosa  , “ tutur ats-Tsauri , jika  seseorang  berprasangka  dan  mengucapkannya  kepada  orang  lain  .” Sedangkan  yang  tidak  berdosa  adalah   prasangka  yang  tidak  diucapkan atau  disebarkan  kepada  orang  lain  . Rasulullah  senantiasa  mendidik  dan  mengarahkan  para  swahabat  agar  berbaik  sangka  ( ber-husnuzh-zhann) terhadap  Allah  SWT  dan  manusia  disekitar  mereka  , agar  hati  mereka  tetap  bersatu  . Tiga  hari  menjelang  wafat  , Rasululllah  bersabda , “  Janganlah  seseorang  meninggal  dunia  , kecuali  dalam  keadaan  berbaik  sangka  terhadap  Allah SWT .” (HR Muslim,hadist sahih ) .

Berbaik  sangka  kepada  Allah  SWT  merupakan  kenikmatan  yang  paling  agung  , Abu  aaahurairah ra . meriwayatkan  sabda  Rasulullah  tentang  kemuliaan berprasangka  baik  kepada  sang  Khalik . “ Sesungguh  Allah  Azza  Wa Jalla  berfirman  , Aku  menurut  prasangka  hamba-Ku  , Aku  bersamanya  saat  ia mengingat-Ku  . Jika ia  menginggat-Ku  dalam  kesendiriaan  , Aku  akan mengingatnya  dalam  kesendirian-Ku . jika  ia mengingat-Ku  dalam  keramaian  , Aku  akan  mengingatnya  dalam  keramaian  yang  lebih  dari  pada  keramaiannya . Jika  ia  mendekat  kepadaKu  sejengkal  , Aku akan  mendekatnya  sehasta  . Jika  ia  mendekat kepada-Ku  sehasta  , Aku akan  mendekatnya  se  depa  . Jika  ia  dating  kepada-Ku  berjalan  , Aku  akan  dating  kepadanya  dengan  berlari . ‘’ ( HR. Bukhori dan Muslim )

Ahmad  bin Abbas  an-Numri  berkata  “  Sesungguhnya  aku  berharap  kepada  Allah hingga  seolah  aku  melihat betapa  indahny  balasan  Allah  atas kebaikan  prasangkaku  ,” Syekh Al- Mishri , mengungkapkan  , kebersihan  hati  seorang  Mukmin  adalah  salah  satu  hal  yang  penting  diterapkan  dalam  kehidupan  sehari-hari  . Hati  yang  bersih  akan  memudahkan  umat  untuk  menjalin  ukhuah  Islamiah  adlah  dengan  berbaik  sangka  kepada saudara-saudara  Muslim

Semoga  kita  bisa  selalu  berbaik  sangka  ( huznuz  zhann ) , kepada   Allah  maupun  sesame  manusia,, Aamiin Yaa Robb,,

Sumber : Irsyad “Pondok pesantren Man Ana”

 

August 3, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Fakir Hati Miskin Nurani

 

Allah Ar-Rahman

Allah Ar-Rahman (Photo credit: biszign)

Bissmillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraakaatuh,,

Berjalan di pinggiran kota yang terik dan berdebu . tertatap seorang bocah mungil laki-laki memeluk pohon kuhampiri , kusapa,tampak di dahinya basah keringat dan berdebu .

“Kemana Ayahmu nak ?”tanyaku ia hanya menggelengkan kepala dan membisu “Ibumu,,,?” kejarku “Ayah dan Ibu telah tiada om ,” Jawabnya layu “Apa kamu sudah makan ?Kalau belum ini om punya roti tinggal satu . Makanlah ia diam dan menatap wajahku . Seperti pandangan haru . “Ambillah!”Sodorku

“kalau roti yang tinggal satu ini saya makan , lantas om makan apa ?”

Bagaikan petir dahsyat menghantam qalbuku jiwaku terbongkar , nuraniku mengeliat . Fikiranku meleset menerobos imajinasi dimensi waktu , kemudian bathinku berteriak ;

“ Ya Allah , hamba-mu malu , malu sekali Ya Roob Anak kecil sebatang kara yang sangat membutuhkan makanan , tapi dia malah memikirkan nasib orang lain , dia takut orang lain kelaparan sepertidirinya “

“ Ya Allah , hamba- Mu ini malu , malu sekali Ya Roob Andaikan dia yang jadi orang mampu ‘ Mungkin dia yang akan menshadaqohiku .

“ Ya Allah hamba-Mu ini malu , malu sekalii Ya Roob > Mungkin banyak bocah – bocah lainnya yang seperti itu ‘ Namun kebanyakan hamba-mu diam membisu seakan tak mau tau sesungguhnya yang fakir dan miskin bukan mereka tapi yang fakir adalah kita , yang miskin adalah kita , fakir hati miskin nurani,,

Sumber :Irsyad “ pondok Pesantren Man Anna “

 

 

August 2, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

POHON APEL YANG SERING DI LUPAKAN

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MUNGKIN kita pernah membaca tentang Nabi Sulaiman a.s. Dan seekor semut yang sangat taat. Suatu hari Baginda Nabi Sulaiman a.s. Sedang berjalan-jalan di sebuah tanah lapang. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil menganakat sebutir buah kurma. Ia terus mengamatinya, kemudian ia memanggil sisemut itu & bertanya “Wahai semut kecil, untuk apa kurma yang kau bawa itu ?

Baginda Sulaiman

“Ini  adalah kurma yang  Allah SWT  berikan sebagai makanan saya  selama  satu tahun,”Baginda Sulaiman kemudian mengambil sebuah botol , lalu berkata pada si semut , ” Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini , aku telah  membagi  dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya  padamu sebagai  makananmu  selama satu tahun . tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu.

Si semut pun mentaati  perintah  Nabi Sulaiman a.s. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman datang melihat  keadaan  semut kecil itu. Ia melihat kurma yang diberikan  kepada si semut itu tidak banyak berkurang. ” Wahai semut, mengapa  engkau tidak menghhabiskan kurmamu?” Tanya Baginda Sulaiman. ” Wahai Nabiyallah, aku  selama ini hanya  menghisap  airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang  memberikan kepadaku sebutir kurma  setiap tahunnya , akan tetapi  kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku  kurma lagi karena  engkau bukan  Allah Yang  Maha  Pemberi Rizki ( Ar-razak),” jawab si semut.

Baginda Sulaiman lalu mengeluarkan semut dari  botol itu dan membiarkan berkeliaran untuk mengais  rizki dari Allah. Di balik ucpan lepas  semut  tersebut, tersirat sebuah makna bahwahanya kepada Allah kita patut mengantungkan nasib, maka tidak pantas kita bergantung pada selain-Nya, meski  kepada  seorang hamba yang taat beribadah.

Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s

Dalam sebuah kitab, .Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. Sedang duduk di dalam  suraunya  sambil membaca kitab Zabur, tiba-tiba ia melihat seekor ulat merah derada di tengah-tengah debu. Lalu Nabi Daut a.s  berkata dalam hati, ” Untuk apa Allah menghadirkan ulat ini kepadaku ?” Maka, dengan izin Allah ulat itu berkata, ” wahai Nabiyaallah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku unyuk membaca’ Subhanallahu walhamdulillahi wala  illahaillallahu walllahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000x.

Setelah  berkata  demikian, ulat merah itu pun bertanya kepada Nabi Daud, ” Apakah kamu masih ingin mengatakan apa manfaatku  untuk mu?” Nabi Daud  terdiam sejenak, ia menyadari atas  kekhilafannya karena   Memandang remeh ulat  tsb , ia pun langsung bertaubat kepada Allah. Hikmah yang bisa petik adalah jangan sekali2 meremehkan terhadap sesama, bisa jadi orang yang kita remehkan kedudukanya  lebih  mulia dari kita. Dalam kesempatan ini kami akan mengangkat sebuah kisah tentang pengorbanan besar yang dilakukan oleh pohon apel kepada seorang anak laki2. Namun, anak laki-laki itu kerap melupakannya. Meski begitu, pohon apel itu  selalu menunjukkan wajah cerianya dan tak setitik pun keluhan di dadanya.

Pohon Apel

Dikisahkan, dahulu  kala berdiri sebuah Pohon Apel yang amat  besar, Disamping besar, pohon ini mempunyai  daun yang sangat rindang Dan buah-buahan yang  amat ramun. Nanpak seorang anak laki-laki bernama wildam tengah  asyik bermain-main di sekitar pohon ini setiap hari. Ia memanjat pohon tersebut, memetik  serta memakan apel sepuas-puas hatinya. Dan, tidak jarang ia tertidur lelap dibawahnya. Wildam begitu menyayangi  tempatnya  bermain. Begitu juga Pohon Apel itu, ia sangat senang  jika  tubuhnya  dijadikan  tempat  bermain anak laki-laki itu. sehari saja anak itu tidak bermain, hatinya sangat risau.

Seiring dengan berjalannya  waktu, wildam tumbuh menjadi remaja, ia tidak mau lagi menghhabiskan waktunya bermain di sekitar Pohon Apel itu. Ia juga tidak mau lagi bercengkrama dengan merebahkan tubuhnya di bawah Pohon itu. Namum, ia datang dengan wajah yang murung, ada sebuah masalah yang menyita  pikirannnya. ” Marilah bermain-main lagi di sekitarku seperti dulu!” ajak Pohon Apel itu.

“Tidak, aku bukan lagi anak -anak, aku tidak lagi gemar  bermain denganmu,” jawab  Wildam,” ” Aku ingi menikmati masa remaja ku. Tapi aku tak punya uang untuk meraihnya,” “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Jualah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kamu akan dapat meraih apa yang kamu inginkan,” ucap Pohon Apel itu.

Betapa gembiranya Wildam endengar ucpan pohon apel itu

Betapaa gembiranya Wildam mendengar ucpan pohon apel itu, ia pun langsung  memetik semua apel di  itu. Setelah  semua apel dipetiknya, ia lalu pergi kepasr dengan perasaan yang sangat puas tanpa menoleh kebelakang. Pohon apel itu turut merasa  Gembira menyaksikannya. Namun, sudah beberapa tahun setelah kejadiaan itu, Wildam tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Pohan apel yang kini sudah tidak berbuah lagi bbegitu risau memikirkannya. Maspun berlalu, Wildam kini bbbbberanjak menjadi dewasa. Kumis dan janggotnya Nampak tumbuh subur mmmelintani wajahnya, pita suaarapun sudah tak senyaring dulu. Suatu saat ia menghampiri Pohon apel itu lagi dengan raut wajah amat kusut.

“ Wahai Wildam, marilah bermain –main lagi disekitarku !”ajak Pohon apel itu menyambut  kehadiran  orang yang selama ini amat dirindukannya. Aku terpaksa  kerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membangun rumah untuk  bernaung keluargaku, Maukah kau menolongku ?” Tanya Wildam . Maafkan aku. Aku tidak mempunyai  rumah. Tetapi kamu boleh memotong  dahan-dahanku  yang besar ini untuk kamu jadikan sebagai tempat  tinggalmu,” ucap pohon itu.  Tanpa  piker panjan lagi, Wildam langsung memangkas  semua dahan Pohon apel itu. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, lalu ia pergi meninggalkan Pohon apel itu dengan perasaan GembiraPohon apel itupun turut gembir, tetapi  lagi-lagi ia merasa sedih  karena Wildam tidak lagi menghampirinya selepas itu. Tak sepatah pun ucpan terima kasih keluar dari mulut lelaki itu. Beberapa tahun berikutnya, di musim panas. Datanglah seorang lelaki menemui  Pohon apel itu. Lelaki yang tidak lain adalah Wildam kembali datang  ingin mengadukan sesuatu kepada Sesutu  kepada Pohon  yang begitu setia  menemaninya  sejak kecil.

“ Wahai  Wildam, marilah bermain –main lagi disekirku  seperti  dulu,” ucap Pohon apel itu merajuk . “Maafkan aku, tetapi aku bukan  lagi anak  lelaki bermain-main disekitarmu. Aku kini sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berlaya. Malangnya, aku tidak memiliki perahu. Sudikah kamu menolongku ??” Ucap lelaki itu. “ Aku tidak mempunyai perahu  untuk diberikan kepadamu. Tetapi kamu boleh memotong  batang   pohonku untuk dijadikan perahu.  Kemudian  Wildam  pergi  dari situ dengan perasaan puas  dan tidak kembali lagi selepas itu . Sipohon apel itu turut gembira , namun akhirnya kembali sedjh  karena  tak di tengok lagi . Suatu hari, seorang  lelaki yang makin dimamah usia dating menuju  Pohon apel  itu. Yah, dia adalah  Wildam  yang kini sudah tua renta  dan  tidak berdaya. Sambil terseok-seok, ia  berjalan manuju  tempat  berdirinya pohon  yang  banyak  berkorban  untuknya  itu.

“ Maaf, aku  tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan kepadamu. Aku  sudah memberikan  buahku untuk kamu jual, dahanku  untuk kamu buat rumah , batangku untuk kamu buat perahu. Aku hanya ada tunggul  dengan akar  yang hamper mati . . . “ ucap Pohon apel itu dengan nada pilu. “ Aku tidak lagi menginginkan apelmu  untuk memakannya  karena  aku  sudah tidak bergigi lagi, aku sudah tidak perlu dahanmu  lagi karena aku  sudah tidak kuat lagi untuk  memotongnya, dan aku juga tidak lagi butuh batang pohonmu  karena aku sudah tidak kuat  lagi untuk berlayar, aku merasa lelah dan istirahat ,”jawab Wildam sambil terbatuk-batuk. “ Jika begitu istirahatlah diperaduanku,” ucap Pohon apel itu dengan nada lirih.

Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT.

Lalu Wildam duduk beristirahat di peraduan pohon apel itu . Keduanyapun saling melepas tangisan , Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT. Wildam baru menyadari  begitu  besarnya  pengorbanan  pohon  apel  itu kepadanya, namun ia bagaikan orang yang tak tau di untung. Sebenarnya, pohon  apel yang dimaksudkan dalam cerita ini adalah kedua  orang  tua  kita. Bila kita masih muda, kita suka  bermain  bermain dengan  mereka, ketika  kita meningkat  remaja  kita perlukan  bantuan mereka  untuk meneruskan hidup. Lalu kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali  meminta  pertolongan apa bila kita di dalam kesusahan. Namun  begitu, mereka  tetap  menolong  kita  dan melakukan  apa  saja  asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Jika kita simak kisah tersebut, mungkin  kita  akan mengatakan  betapa  kejamnya  Wildam terhadap pohon apel  itu, menghampirinya jika dalam kesusahan, lalu meninggalkannya ketika kesusahan itu  pergi. Begitulah potret  seorang  anak  saat  ini  terhadap orang  tuanya. Sejarah  telah mencatat dengan  tinta  emas  bahwa  berapa  banyak  orang  yang  mendurhakai  orang  tuanya telah mendapat  murka  dari  Allah. Karena  orang  tua  adalah  keramat  yang  berjalan, jika ingin mulia hidupnya  maka  banyak-banyaklah  berbakti  kepada  orang  tua. Masih  ada waktu  bagi kita untuk memperbaiki  dosa kita kepada  kedua orang tua.

Wallahu A’lam

“ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada  dua  orang  Ibu-Bapaknya ; Ibunya  telah mengandungnya  dalam  keadaan lemah  yang bertambah-tambah, dan menyapihnya  dalam dua tahun. Bersyukurlah Kepada-Ku  dan  kepada  dua  orang  Ibu-Bapakmu , hanya  Kepada-kulah  kembalimu” ( Q.S.Luqman/31:14)

Sumber: Hikayah ( Ltf , Dinukil dari beberapa kitab klasik )

July 27, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cahaya ukuwah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Sahabat saudariku fillah,,
Meninggalkan perdebatan adalah perkara yang terpuji sekaligus merupakan hak seorang muslim atas saudaranya, perdebatan akan memudarkan rasa cinta , menyebabkan sirnanya persahabatan, merusak persahabatan yang telah lama terjalin, dan menimbulkan kebencian, permusuhan serta terputusnya hubungan diantara manusia.

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.[ HR Bukhari , Muslim, ]

Maka wajib bagi seorang muslim untuk menjauhi perdebatan, karena sisi pandang terhadap suatu permasalahan berbeda-beda. Semakin luas pandangan seorang, semakin luas akal dan pengetahuannya,
Jika tampak bahwa diskusi mulai berubah menjadi perdebatan, maka hendaknya engkau menarik diri dari perdebatan tersebut, baik kebenaran itu ada padamu maupun engkau memandang bahwa kebenaran ada pada saudaramu, bukan pada dirimu.

Wallahu A’lam..

Salam ukhuwah wa habbah fillah,

July 7, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.