rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Antara Suami dan Orang Tua

...

… (Photo credit: Dr.13 (www.lensa13.com))

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ayah, saya sedang bingung dengan masalah yang yang saya hadapi sekarang. Suami saya ingin buka usaha di kampong, tapi orang tua saya tidak setuju dengan alas an karena saya masih kerja di luar negeri, sedangkan suami saya melihat jika buka usaha di kampong InsyaAllah berkembang. Yang saya mau Tanya, sebenarnya kalau kita sudah menikah ibu kita tetap kita nomer satukan atau suami yang harus di dahulukan? Terima kasih atas jawabannya supaya saya bias lega.

Evie
Fanling

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Ananda yang baik hati, sesungguhnya seorang wanita yang telah menikah, ia harus lebih mentaati suaminya ketimbang orang tua kandung sendiri. Sebagaimana dalam sebuah riwayat, seorang suami sedang pergi kesuatu tempat hingga beberapa hari. Ia berpesan pada istrinya agar tidak keluar rumah, kemudian mendapat kabar bahwa ibunya (ibu dari istri) meninggal dunia. Seseorang meminta kepada istri tersebut untuk untuk menghadiri dan melihat wajah ibunya untuk terakhir kalinya. Namun istri tersebut menolak dengan alas an suaminya belum pulang dan ia akan tetap patuhi pesan suaminya. Maka kejadian itu disampaikan kapada Rasulullah. Dan rasulullah bersabda, bahwa sesungguhnya istri tersebut telah dijamin syurga karena kepatuhannya pada suami.

Ananda yang baik hati. Sesungguhnya, seluruh diri dan kehidupanmu kini adalah milik suamimu. Maka taatilah apa yang dikatakan oleh beliau. Jika ternyata pendapat suami bertentangan dengan pendapt orang tua, maka dahulukannlah apa yang dikatakan oleh suamimu, kecuali jika suami meminta dirimu untuk berbuat dosa. Tolaklah dengan cara yang baik.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

December 9, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bacaan Surat Shalat Dhuha

English: Kaaba at the heart of Mecca. As the n...

English: Kaaba at the heart of Mecca. As the night goes on pilgrims visiting the Holy House. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabrakaaatuh,

Saya ingin bertanya, apakah benar ketika shalat dhuha setelah baca Al-fatihah suratnya harus Adl-dluha & Asy-Syams?. Kalau shalat Dhuhanya lebih 2rakaat apakah suratnya pun tetap ke2 surat tersebut? dan setelah shalat Dhuha, apa kita boleh berdo’a sesuai dengan bahasa kita tanpa tanpa membaca do’a khusus? Jazaakallahu Khairan katsiira.

Siti Fatimah

Central, HK

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh,

Shalat Dhuha hukumnya sunnah. Boleh membaca surat apa saja pada rakaat pertama atau kedua. Memang afdholnya membaca surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams. Tapi bukan berarti jadi tidak sah jika tidak membaca surat tersebut. Begitu juga jika anda melaksanakan shalat Dhuha lebih dari 2rakaat, silahkan baca surat apa saja yang anda hafal dan paling disukai. Berdo’a, jika tidak bisa menggunakan dengan bahasa Arab, maka boleh menggunakan bahasa yang dimenggerti. Nahkan jika mampu menghayati do’a tersebut lantaran mudah memahaminya, itu lebih utama. InsyaAllah.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

Related articles

November 9, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bayar Hutang

English: ULAN BATOR. With Prime Minister of Mo...

English: ULAN BATOR. With Prime Minister of Mongolia Sanjaa Bayar. Русский: УЛАН-БАТОР. С Премьер-министром Монголии Санжийном Баяром. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Saya ingin bertanya. Apabila kita mempunyai hutang kepada teman kita dan diwaktu kita ingin mengembalikan hutang tetapi teman kita menghilang dan mengganti nomor HP sehingga kita tidak dapat mengetahui keberadanya. Apa boleh hutang saya diganti yang lain? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Indhi

Taiko Shing, HK

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh,

Jika keadaannya sudah demikian susah bagi anda untuk melunasi hutang lantaran orang tersebut sudah tak tau kemana rimbanya, maka anda bisa mensedekahkan uang sejumlah hutang anda kepada yatim atau fakir miskin atau masjid atas namanya dan diniatkan sebagai pelunasan hutang. Hal ini menandakan bahwa anda memang benar-benar beri’tikat membayar hutang. Namun jika suatu ketika ternyata anda bertemu kembali dengan orang yang bersangkutan, hendaknya anda membayar hutang tersebut kepadanya ( meskipun anda telah bersedekah sejumlah uang tadi sebagai badal atau ganti hutang). Nantinya uang yang anda sedekahkan kepada yatim atau fakir miskin atau masjid tadi, menjadi tabungan anda di akhirat sebagai penghapus dosa-dosa anda. Namun jika anda kemudian mengetahui bahwa orang yang menghutangi anda telah meninggal dunia, anda harus membayarnya kepada ahli warisnya yang paling dipercaya.

Wallahu a’lam.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

Related articles

November 9, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Wanita haid Ingin Dapat Lailatul Qodar

Quran, Mus'haf_Al_Tajweed.

Quran, Mus’haf_Al_Tajweed. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaruh,

Maaf ada yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana cara agar wanita yang mengalami haid bisa menghidapkan malam lailatul qadar? sebab rasanya akan sangat rugi jika malam yang lebih baik baik dari seribu bulan tersebut, berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah kepada Allah, atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Siti Sholihah

Kowloon,HK.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaaatuh,

Untuk wanita haid yang ingin mendapatkan malam lailatul qadar, bisa melakukan banyak ibadah selain shalat. Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak, “Bagaimana pendendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh-Dhahak pun menjawab,” Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (lathaif Al-Ma’arif, hlm.341)

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian malam lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melakuka shalat. Untuk bisa mendapatkan pahala ketika lailatul qadar, waita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah. Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah:

1. Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf sebanyak 7 ayat untuk sekali baca, misalnya surat Al-fatihah.

2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilahaillallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir yang lainnya.

3. Memperbanyak istigfar.

4. Memperbanyak do’a.

5. Membaca zikir ketika lailatul qadar, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah r.a, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang merupakan malam lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi saw menjawab, “Ucapkanlah, Allahumma innaka’afuwwun kariim tuhibbul’afwa fa’fu’anhu ya kariim (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.)” (Hadist sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam Fatwa Islam Tanya-Jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid. Menghidupkan malam lailatul qadar tidak hanya dengan shalat, namun mecakup semua bentuk ibadah. Al–Hafizh Ibu Hajar mengatakan, ”Makna’menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.” An-Nawawi mengatakan , Makna’menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah menghabiskan waktu malam tersebut dengan bergadang untuk amal ibadah lainnya.” Jadi meskipun seorang wanita berhalangan, mereka masih berkesempatan mendapatkan malam lailatul qadar.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

Related articles

November 8, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.