rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Cara Meringankan Musibah

English: The word Allah, in Arabic. alif hamza...

English: The word Allah, in Arabic. alif hamzat waṣl (همزة وصل) lām lām shadda (شدة‎) alif khanjariyya (ألف خنجرية‎‎) hā (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

  • Mengikut petunjuk Allah dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.

”Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang denagn seizing-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus.” (Qs. Al-Maidah: 16)

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam, dimana di dalamnya terkandung hidayah dan petunjuk bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan atan agar selamat dan memperoleh kebehagiaan dunia dan di akhirat. Ajaran Al-Qur’an membimbing manusia agar keluar dari kegelapan yang berupa kekafiran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya Ilahi yang berupa keimanan, keislaman dan ilmu pengetahuan.

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu wahai Muhammad dengan membawa kebenaran, oleh itu hendaklah engkau menyembah Allah dan mengikhlaskan segala ibadah kepadanya”.Hak yang wajib dipersembahkan kepada Allah ialah segala ibadah dan amalan yang suci bersih dari segala rupa syirik. Ketika ujian dan musibah menimpa jaga diri agar tidak terjerumus mencari penyelesaian selain dari Allah.

  • Mencari Ilmu yang syar’i.

Mencari ilmu yang syar’I dengan menghadiri majlis ilmu dan tadzkirah. Nabi Muhammad SAW bersabda yang maksudnya, “Barang siapa menuntut ilmu berarti menuntut jalan ke syurga”. (hadits Riwayat Muslim)

Ilmu yang muktabar menurut syara’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya mengikuti hawa nafsunya bagaimanapun ia, bahkan ia mengikat pengikutnya dengan ilmu tersebut, yang membawa pemiliknya memiliki aturan-aturan-Nya.

  •  Bertaubat dari dosa-dosa.

Sebagai seorang hamba kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak ada permohonan yang lebih besar dari permohonana keampunana dari segala noda dan dosa.

“Sesungguhnya Allah membuka tangan selebar-lebarnya pada waktu siang. Hal ini berkekalan sehinggalah matahari terbit dari sebelah barat.’’

“barang siapa melazimi meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan menjadikan baginya jalan lapang dari setiap kesusahan serta Allah memberi rizki kepadanya dari punca yang tidak disangka-sangka,’’

  • Mengamalkan Dzikir yang berterusan.

Sifat orang-orang muknim lidahnya senantiasa basah berdzikir kepada Allah SWT. Dengan berdzikir hati akan menjadi tentram, bahagia dan damai karena perhubungan ketika itu adalah perhubungan terus kepada Allah SWT.

“Orang-orang yang mengintai Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau, maka peliharalah kami dari kiksa neraka.” (Qs. Al Imran: 191)

“orang yang membaca’ Laa ilaha illallah’ di dalam keadaan penuh keikhlasan di dalam hatinya atau iman bersamaan dengan sebiji gandum, maka ia akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam. Dan orang yang membaca kalimah ini dan di dalam hatinya terdapat dengan keikhlasan atau iman bersamaan sebesr biji gandum maka ia akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam dan orang yang membaca dengan penuh kebaikan atau iman maka ia juga akan dikeluarkan dari Naraka Jahanam’’.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi SAW, bersabda maksugnya: “Sesungguhnya Allah SWT. Yang Maha memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para malaikat yang mempunyai kelabihan yang diberikan oleh Allah SWT. Para malaikat selalu mengelilingi bumi. Para malaikat senantiasa memperhatikan majelis-majelis dzikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan dzikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut dimana mereka akan menaunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis dzikir tersebut dan langit. Apabila orang yang hadir dalam majlis tersebut bubar selesai, para malaikat naik kelaangit.

  • Berbuat baik kepada semua makhluk

Menyebabkan dada menjadi lapang. Sifat orang mukmin akan berbuat baik kepada semua makhluk Allah SWT di muka bumi. Sama apakah kepada manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Terutama kedua ibu bapak, saumara mara, jiran tetangga, anak yatim dan fakir-miskin.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan dari bisik-bisik mereka, kecuali siapa yang menyuruh bersedekah, kebaikan, atau mendamaikan antara manusia. Dan barang siapa melakukan hal itu dengan mencari Ridha Allah, maka kami akan memberikannya pahala yang besar.” (Qs. An-Nisa: 114)
Allah’ Azza wa Jalla mengabarkan bahwa semua hal di atas adalah bagi siapa pun yang merealisasikannya, serta kebaikan akan mengundang kebaikan dan menolak keburukan. Juga Allah’ Azza wa Jalla janjikan bagi mukmin yang mengharap pahala-Nya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar. Termasuk dari pahala yang besar itu adalah hilangnya kerisauan, kesusahan, kekeruhan hati, dan seterusnya.

  • Melakukan Mujahadah

Dengan melakukan mujahadah seseorang bisa mengikis sifat-sifat negatif yang ada pada dirinya. Pada adatnya tidak mungkin kita sampai pada lapangan makrifat terhadap Allah SWT apa bila kita tidak mau bermujahadah, tidak mau melihat kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam diri kita, kebih-lebih lagi kelemahan itu berupa penyakit hati.

“Orang-orang yang berjuang di jalan kami, sesungguhnya kami akan memberi petunjuk mereka itu pada jalan-jalan kami, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang membuat kebaikan.”
Apabila hati senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, berdo’a dan bermunanjat, Allah SWT akan meringan segala beban penderitaan kita. Musibah yang datang juga akan diringankan oleh-Nya. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang dikasihi dan diridhai-Nya. Aamiin Ya Rabb.
Sumber: Mutiara

Related articles

Advertisements

December 31, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hindari Dan Tinggalkan Riba

Allah by Maaida Noor

Allah by Maaida Noor (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 8

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Di dalam kehidupan masyarakat

Di dalam kehidupan masyarakat kita, jika ada perempuan dan pria di tangkap karena berzina atau berkhalwat maka mereka akan dicemooh. Ada kalanya pasangan tersebut terutama peria akan di hajar oleh orang kampong. Jika hal yang sama terjadi pada masyarakat agama lain, mereka juga akan dicemooh den dihina oleh masyarakat setempat.

Apa hubungan babi dan zina, apa pula kaitannya dengan riba? Deri kecil pemikiran masyarakat kita sudah di “pola” agar menjauhi babi dan mencemooh mereka yang berkhalwat atau berzina. Begitu hebat membenci babi ini sehingga dari segala segi harus di jaga, dari menghampirinya, dagingnya, tempat masak hingga bahan-bahan tambahan makanan (food additives) yang harus juga tidak terbuat dari unsur-unsur babi.

Kewajiban bercinta sebelum kawin

Namun, kini bisa dikatakan hanya bab babi saja yang masih saja tetap kuat, bab zina atau mencemooh zina itu sendiri sudah semakin terkikis karena rata-rata masyarakat kita jika tidak melakukan zina sekalipun, sudah menuju kearah zina itu sendiri dengan mendekatinya, berkat dari “kontrol pikiran” dari alat “hypnotis” atau pemukau terhebat yaitu TV, film dan berbagai lagi yang mem “fatwa” kan kewajiban bercinta sebelum kawin, harus ber “pacaran” dan berkasih-kasihan. Bagaimana hati seseorang manusia itu akan membenci zina jika dia sendiri melakukan atau dekat dengan zina itu sendiri?

Bibandingkan babi dan zina, riba pula suatu hal biasa dikebanyakan masyarakat kita. baik beli mobil, rumah sampai kepenggunaan kartu kredit, isu riba ini tidak begitu dipandang hebat oleh masyarakat kita dibandingkan babi dan zina. Karena apa? Kerena dari kecil kita sudah diungkapkan dengan “kebaikan-kebaikan” riba itu sendiri. Misalnya saat kecil karena sistem riba lah mak ayah bisa membeli TV dengan angsuran (beserta penilaian murah) jadi kita bisa nonton Ultraman, Power Rangers, Oshin dan sebagainya. Dengan ribalah ayah membelimotor untuk ketempat kerja mencari rizki. Itu dari perspektif keluarga, bagaimana dengan Negara?

Kehidupan masyarakat

dengan sistem riba jugalah Negara punya bangunan pencakar langit, jalan besar, bandara canggih dan berbagai prasarana hebat lainnya. segala aspek kehidupan masyarakat dunia umumnya sudah “imun” dengan riba itu sendiri, jadi membenci riba itu amat jarang dan dalam kamus kehidupan masyarakat dibandingkan babi dan zina.

mungkin juga kata riba ini suatu yang baru karena riba sebelum ini berlindung dibalik nama bunga atau penilaian manfaat. Setelah ini pakah perasaan kita sebelum membuat pinjaman, tanyakanlah kepada petugas, “Berapa ribanya pak,,,,,? Apakah perasaan kita saat itu? Bagaimana reaksi petugas yang diajukan pertanyaan itu?

Selain dari sikap jijiknya terhadap riba itu tidak disemai dari kecil, riba itu sendiri suatu yang tidak begitu jelas terlihat seperti babi dan zina. daging babi suatu yang dapat dilihat  dan hasil dari penyelidikan sains membuktikan daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya. Zina pula akan menyebabkan perut si perempuan akan membuncit dan pria akan pusing jika mau bertanggung jawab atau cara mudah lepas tangan. Tidak seperti riba, karena kesannya agak halus dan tidak berapa terasa maka ia tidak dipandang serius.

Daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya

Tak apalah riba aku bayar lebih ke bank, untuk biaya mereka menjalankan bank itu sendiri”. Masalah bukan satu dua orang saja yang mengambil pinjaman dan hidup di dalam riba, malah bisa dikatakan hampir seluruh masyarakat dunia mengambil pinjaman maka wujudlah jenis perbudakan baru.

Cuma mereka yang patuh dan taat kepada perintah Allah saja yang akan menolak riba sepenuhnya walau apapun harga yang harus dibayar. apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi, ikut saja, pemahaman akan datang kemudian. Akan tetapi karena kita menolak perintah Allah dan Nabi dengan menerima riba, maka manusia menjadi mati akal memikirkan masalah yang melanda kehidupan mereka.

Misalnya masalah ekonomi dunia yang kocar-kacir itu sendiri adalah karena ialah satu penipuan, ekonomi berlandaskan riba itu yang menghancurkan umat Islam itu sendiri. Dari sistem ekonomi riba inilah menyusulnya masalah sosial yang lain di dalam masyaarakat baik korupsi, pelacuran, penyakit terkait stres hingga sikap dan perangai generasi muda zaman ini yang semakin kurang ajar karena panduan hidup mereka ketika membesar adalah dari TV, dari internet dan video games. Ibu dan bapak sibuk bekerja untuk membayar hutang mobil dan hutang rumah selama 20-30 tahun yang mereka sangkakan kepunyaan mereka sedangkan mobil yang dipakai dan rumah yang didiami itu sebenarnya milik bank sehingga pembayaran akhir dilunasi. manusia sebenarnya bekerja untuk bank selama 20-30 tahun, membayar 2-3 kali lipat dari harga asli yang dibeli.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Riba itu terbagi menjadi 70 jenis dan yang paling kecil adalah umpama berzina dengan ibu sendiri. (Ibn Majah, Baihaqi). Abdulah Ibn Hanzalah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Satu dirham hasil riba yang mana diterima oleh seseorang sedangkan dia mengetahuinya itu adalah riba, sebih parah lagi melakukan zina selama 36x,  (Ahmad, Baihaqi)

Apakah hadits di atas ini cukup kuat untuk mengajak manusia menjauhi riba. Kesadaran harus diwujudkan dalam komunitas kita baik Islam dan bukan Islam akan bahayanya riba itu. Segala masalah ekonomi dan sosial yang melanda saat ini adalah dari sikap kita yang terlena mengikuti sistem riba itu sendiri. Untuk yang kaya dari hasil riba dengan berinvestasi tanpa resiko atau resikonya diminimalisir dan mendapat  “keuntungan hanya dengan waktu”, mereka tentunya akan tetap lena karena untuk mereka “surga” itu dikecapi di dunia ini, akan tetapi diakhirat kelak perut mereka akan di penuhi dengan ular-ular seperti yang diceritakan Nabisaat beliau diangkat ke langit (Isra’ Mi’raj).

Moga hidayah dan “Nur” dari Allah akan sampai kehati mereka sebelum mereka di “Shalat” kan agar berhenti melakukannya. Untuk yang menjadi semakin miskin dari hari ke hari, maka sudah saatnya untuk sadar dan bangun dari lena yang panjang ini, bersama berhenti mendukung sistem riba itu baik dari hamba kepada sistem riba itu dengan mengambil pinjaman atau mendukung pimimpin yang akur pada sistem riba.

Apabila timbul kesadaran dan dengan seikhlas hati ingin berhenti dan berusaha menjauhi riba, jalan ke arah itu dipermudahkan oleh Allah. Semoga hidup kita lebih di berkati dan diridhai Allah bukan hidup dengan diperangi oleh Allah dan Rasull-Nya. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Mutiara

Related articles

December 25, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Efek Riba Dan Akibatnya

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

BAB. 7

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Dinar dan dirham

Uang yang disebut dalam Al-Qur’an hanyalah dinar dan dirham, yaitu emas dan perak yang aman nilai uang itu sendiri ada pada uang itu sendiri. Ini menjamin akan stabilitas uang itu sendiri. dan kita umat Islam telah meninggalkan apa yang telah ditunjukkan oleh Allah ini. Sistem keuangan kita saat ini adalah ciptaan barat sesuai konsep uang kertas barat yang mana sebenarnya tidak memiliki nilai tersimpan di dalamnya.

Sistem keuangan modern ciptaan barat menggunakan unag kertas ini sebenarnya adalah satu bentuk Riba halus yang tersembunyi dan tidak bisa dilihat baik oleh kebanyakan pemimpin apalagi rakyat, ia sudah menjadi suatu norma kehidupan untuk semua golongan manusia, bak sabda Nabi diceritakan oleh Abu Hurairah: Nabi saw bersabda : Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barang siapa yang tidak memakannya maka ia kan terkena debunya. (Sunan Abu Dawud)

Dan jika setiap hari kita menggunakan sistem yang berlandaskan riba ini, maka ketahuilah adanya peperangan dari Allah SWT dan Rasul terhadap kita semua, akan tetapi peringatan-peringatan ini tidak lagi berpengaruh apa-apa terhadap hati kebanyakan umat Islam sekarang ini, hanya yang mendapat “Nur” dari Allah dan yang berusaha mencari ilmu-ilmu untuk membuka pikiran, dengan tangisan maupun di hati akan berusaha sekuat tenaga lari dari riba walau apapun harga yang harus di bayar.

Dapatkah kita mengambil pahala orang lain

Katalah tiba suatu masa Allah mem “fisik” kan pahala yang mana pahala bisa terlihat dan wujud nyata. dapatkah kita mengambil pahala orang lain? dapatkah kita mengambil hasil usaha orang lain? Inilah diantara rahasia dibalik larangan riba karena jika kita mengambil uang orang lain dengan cara yang tidak adil, itu adalah penindasan dan uang (pahala melakukan sesuatu) itu bukan milik kita. Pengasihnya Allah itu melarang kita mengambil riba karena kita akan menderita karenanya dan adilnya Allah itu akan mengembalikan uang itu kembali ke yang berhak.

Jika kita memberi pinjaman atau menyimpan uang dalam bank, keuntungan yang kita terima itu sebenarnya adalah pahala orang lain yang kita ambil, umpama lintah menghisab darah manusia. Uang datang dari usaha, dan usaha adalah energi, maka uang itu adalah energi dan energi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, karena maha adilnya Allah itu maka uang (energi) yang dapat secara haram itu akan mengalir keluar  dari diri kita namun tidak selalu dalam bentuk uang itu sendiri, mungkin dalam bentuk lain seperti kesehatan, masalah keluarga, dll.

Larangan riba dari Allah itu untuk kebaikan menusia itu sendiri. dengan hidup yang diperangi oleh Allah setiap hari (akibat hidup dengan riba), tidak heran mengapa hidup kita semakin hari semakin tersiksa, mungkin untuk individu tidak terasa akan tetapi dari segi masyarakat, koran harian sudah jelas menceritakan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat manusia.

Mungkin kita bisa menghindari dari energi (uang) itu untuk lari dari kita saat hidup, akan tetapi ketika mati, energi negatif inilah yang akan menjad siksaan dikubur maupun di neraka. Allah itu maha adil

Sumber: Mutiara

December 24, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Fadhilah Ayat-ayat Al-Qur’an

Bismillah, the first verse of the first "...

Bismillah, the first verse of the first “sura” of the Qur’an, bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. (Photo credit: Wikipedia)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Fadillah Bismillahirrahmanirrahiim.

Rasulullah saw bersabda:

“Setiap urusan penting yang dimulai tanpa membaca bismillahirrahmanirrahiim adalah terputus (tidak mengandung berkah)”. (HR.Abdul Qadir Ar rahawi di dalam kitab Arba’iin melalui Abu Hurairah ra).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Ustman ra. Pernah bertanya kepada rasulullah tentang bismillaahir rahmaanir rahiim, maka beliau menjawab: “Basmalah termasuk salah satu dari nama Allah dan tiada batas pemisah antara basmalah dengan nama-Nya yang paling besar melainkan bagaikan batas pemisah antara warna hitam mata dan warna putihnya. ” (HR. Ibnu Najjar.)

Fadillah Surat Al-Fatihah.

Rasulullah saw bersabda:

“Surat yang paling utama di dalam Al-Qur’an ialah alhamdulillahirabbil’alamiin (surat Al-fatihah).” (HR. Hakim dan Baihaqi dari Anas ra.)

Rasulullah saw juga bersabda:

“Tidak sekali-kali Allah memberikan suatu nikmat kepada seseorang hamba, kemudian dia mengucapkan alhamdulillaah (segala puji bagi Allah), melainkan hamba yang bersangkutan dinilai telah menunaikan kewajiban bersyukurnya. Jika dia mengucapkannya untuk kedua kalinya, niscaya Allah akan memperbaharui pahalanya. Dan jika dia mengucapkannya untuk ketiga kalinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Hakim dan Baihaqi dari jabbir ra.)

Sabda Rasul saw juga:

“Allah telah berfirman, ‘Aku membagi salat (bacaan surat Al fatihah) antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya; apbila ia mengucapkan, ‘Alhamdulillaahi Rabbil ‘ Aalamiin.’ Allah berfirma, ‘hamba-Ku telah memujik-Ku.’ Apabila ia mengucapkan, Ar Rahmaanir Rahiim.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.’ Apabila ia mengucapkan ,‘Maaliki Yaumid Diin.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. ‘Apabila ia mengucapkan, ‘Iyyaaka Na’budu Wa Iyyaaka Nasta’iin.‘ Allah berfirman, ‘ Ini adalah bagian antara kiri-Ku dan kanan-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang di mintanya.’ Apabila ia mengucapkan , ‘ Ihdinash’ Shiraathal Mustaqiim, Shiraathal ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdhuubi’Alaihiim waladh Dhaalliin.‘ Allah berfirman, “Ini adalah untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.”(HR.Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasi’i dan Ibnu Majah melalui Abu Hurairah r.a)

Fadhilah Surat Al-Baqarah

Rasulullah saw bersabda:

“sesungguhnya tiap-tiap sesuatu itu mempunyai punuk (punca) nya masing-masing dan sesungguhnya punuk Al-Qur’an ialah surat Al-Baqarah. Barang siapa yang membaca surat Al-Baqarah di rumahnya di malam hari, niscaya rumahnya tidak akan dimasuki oleh syaitan selama tiga malam. Dan barang siapa yang membaca surat Al-Baqarah dirumahnya di siang hari, niscaya rumahnya tidak akan dimasuki oleh syaitan selama tiga hari.” (HR. Ibnu Hibban, Thabrani dan Baihaqi dari Sahal ibn Sa’ad r.a)

Ayat Kursi

Rasulullah saw bersabda :

“Di dalam surat Al-Baqarah terdapat satu ayat yang merupakan penghulu ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak sekali-kali dibaca di dalam sebuah rumah yang didalamnya terdapat setan akan hengkang darinya, yaitu ayat Kursi.“(HR. Hakim dan Baihaqi melalui Abu Hurairah r.a)

Ayat Penutup Surat Al-Baqarah

Rasulullaah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah menutup surat Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan-Nya di bawah “Arasy. Maka pelajarilah keduanya oleh kamu, dan ajarkanlah keduanya kepada istri-istri dan anak-anakmu karena sesungguhnya kedua ayat itu mengandung ibadah, bacaan dan do’a. (HR. Hakim melalui Adu Dzar. ra.)

Nabi saw juga bersabda :

“Ada dua ayat di penghulu surat Al-Baqarah, bila seseorang membacanya di malam hari, niscaya keduanya akan memberikan kecukupan kepadanya. “(HR. Ahmad, bukhori, Muslim dan Ibnu Majah melalui IBnu Mas’ud ra)

Sumber: (Pondok Pesantren Modern) “Man Anna”

October 7, 2012 Posted by | Do'a | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Budi Pekerti

للهــــم آميـــــن

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Orang Islam manakah yang paling utama?

Abu Musa al-Asy’ari berkata, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: wahai Rasulullah, Orang Islam manakah yang paling utama?’ Baginda menjawab”Orang yang tidak pernah menganggu orang Islamlainnya, apakah dengan lisan (kata-kata) ataupun dengan tangan  (tindakannya) ” (Riwayat Bukhori)

Muslim (Orang Islam)ialah orang yang menyelamatkan orang muslim lain dari perbuatan dan kata-katanya… (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)

Muslim yang paling baik tidak menyusahkan orang lain melalui tangannya yaitu tindakannya. Dia tidak akan meletakkan kendaraannya hingga menganggu lalulintas. Dia tidak akan membunyikan klaksonnya dengan kuat sehingga menyebabkan orang lain terkejut. Muslim yang paling baik tidaak mencela muslim yang lain melalui lisannya. Dia tidak akan memfitnah sesama muslim. Muslim yang baik juga tidak mempunyai hasad dengki sesama muslim. Islam melarang umatnya mengunakan mulutnya untuk mengumpat atau bercakap koror dan mengunakan anggota  lain untuk menyakiti orang Islam yang lain. Berakhlaklah dengan akhlak Nabi yaitu akhlak Al-Qur’an. Nabi mengamalkan setiap perkara dan akhlak baik yang disebut dalam Al-Qur’an . Akhlak muslim yang mulia itu berat timbanganya. Amalan yang dilakukan beserta akhlak yang baik , walau sedikit diberikan pahala dan ganjaran yang banyak.

Amal puasa dan shalat.

Dari Abu al-Darda’ r.a, bahwa Nabi saw, bersabda:Akhlak adalah suatu yang abstrk(tidak bisa dipegang), yang tidak bisa ditimbang secara dzahirnya. Namun Allah bisa menimbang  perkara yang abstrak, misalnya amal puasa dan shalat. Hanya Allah yang bisa menilai dan menimbang berat pahala amalan-amalan tersebut. Amalan yang banyak tetapi disertai amalan yang buruk, mengurangkan pahala. Pernah Rasulullah saw berkumpul bersama dengan para sahabat. Kemudian salah seorang  sahabat berkata behwa dia memiliki seorang jiran wanita yang sering berpuasa siang hari dan dimalam harinya shalat tahajjud. tetapi Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu ahli Neraka. Sahabat bertanya, mengapa demikian. Jawab Baginda rasulullah saw, “Wanita itu selalu menyakiti jiran tetangga dengan lidahnya, tidak ada kebaikan lagi baginya dan dia adalah ahli Neraka.

MUTIARAKATA; Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya. Segalanya bermula dari sebuah keluarga. didikan yang baik, akhlak yang mulia, pribadi yang unggul, segalanya bermula bermuladi dalam sebuah keluarga.

Sampaikan PESANKU WALAU Satu Ayat.

Sumber: Mutiara

Related articles

August 26, 2012 Posted by | Mutiara Islam | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.