rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Hindari Dan Tinggalkan Riba

Allah by Maaida Noor

Allah by Maaida Noor (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 8

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Di dalam kehidupan masyarakat

Di dalam kehidupan masyarakat kita, jika ada perempuan dan pria di tangkap karena berzina atau berkhalwat maka mereka akan dicemooh. Ada kalanya pasangan tersebut terutama peria akan di hajar oleh orang kampong. Jika hal yang sama terjadi pada masyarakat agama lain, mereka juga akan dicemooh den dihina oleh masyarakat setempat.

Apa hubungan babi dan zina, apa pula kaitannya dengan riba? Deri kecil pemikiran masyarakat kita sudah di “pola” agar menjauhi babi dan mencemooh mereka yang berkhalwat atau berzina. Begitu hebat membenci babi ini sehingga dari segala segi harus di jaga, dari menghampirinya, dagingnya, tempat masak hingga bahan-bahan tambahan makanan (food additives) yang harus juga tidak terbuat dari unsur-unsur babi.

Kewajiban bercinta sebelum kawin

Namun, kini bisa dikatakan hanya bab babi saja yang masih saja tetap kuat, bab zina atau mencemooh zina itu sendiri sudah semakin terkikis karena rata-rata masyarakat kita jika tidak melakukan zina sekalipun, sudah menuju kearah zina itu sendiri dengan mendekatinya, berkat dari “kontrol pikiran” dari alat “hypnotis” atau pemukau terhebat yaitu TV, film dan berbagai lagi yang mem “fatwa” kan kewajiban bercinta sebelum kawin, harus ber “pacaran” dan berkasih-kasihan. Bagaimana hati seseorang manusia itu akan membenci zina jika dia sendiri melakukan atau dekat dengan zina itu sendiri?

Bibandingkan babi dan zina, riba pula suatu hal biasa dikebanyakan masyarakat kita. baik beli mobil, rumah sampai kepenggunaan kartu kredit, isu riba ini tidak begitu dipandang hebat oleh masyarakat kita dibandingkan babi dan zina. Karena apa? Kerena dari kecil kita sudah diungkapkan dengan “kebaikan-kebaikan” riba itu sendiri. Misalnya saat kecil karena sistem riba lah mak ayah bisa membeli TV dengan angsuran (beserta penilaian murah) jadi kita bisa nonton Ultraman, Power Rangers, Oshin dan sebagainya. Dengan ribalah ayah membelimotor untuk ketempat kerja mencari rizki. Itu dari perspektif keluarga, bagaimana dengan Negara?

Kehidupan masyarakat

dengan sistem riba jugalah Negara punya bangunan pencakar langit, jalan besar, bandara canggih dan berbagai prasarana hebat lainnya. segala aspek kehidupan masyarakat dunia umumnya sudah “imun” dengan riba itu sendiri, jadi membenci riba itu amat jarang dan dalam kamus kehidupan masyarakat dibandingkan babi dan zina.

mungkin juga kata riba ini suatu yang baru karena riba sebelum ini berlindung dibalik nama bunga atau penilaian manfaat. Setelah ini pakah perasaan kita sebelum membuat pinjaman, tanyakanlah kepada petugas, “Berapa ribanya pak,,,,,? Apakah perasaan kita saat itu? Bagaimana reaksi petugas yang diajukan pertanyaan itu?

Selain dari sikap jijiknya terhadap riba itu tidak disemai dari kecil, riba itu sendiri suatu yang tidak begitu jelas terlihat seperti babi dan zina. daging babi suatu yang dapat dilihat  dan hasil dari penyelidikan sains membuktikan daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya. Zina pula akan menyebabkan perut si perempuan akan membuncit dan pria akan pusing jika mau bertanggung jawab atau cara mudah lepas tangan. Tidak seperti riba, karena kesannya agak halus dan tidak berapa terasa maka ia tidak dipandang serius.

Daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya

Tak apalah riba aku bayar lebih ke bank, untuk biaya mereka menjalankan bank itu sendiri”. Masalah bukan satu dua orang saja yang mengambil pinjaman dan hidup di dalam riba, malah bisa dikatakan hampir seluruh masyarakat dunia mengambil pinjaman maka wujudlah jenis perbudakan baru.

Cuma mereka yang patuh dan taat kepada perintah Allah saja yang akan menolak riba sepenuhnya walau apapun harga yang harus dibayar. apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi, ikut saja, pemahaman akan datang kemudian. Akan tetapi karena kita menolak perintah Allah dan Nabi dengan menerima riba, maka manusia menjadi mati akal memikirkan masalah yang melanda kehidupan mereka.

Misalnya masalah ekonomi dunia yang kocar-kacir itu sendiri adalah karena ialah satu penipuan, ekonomi berlandaskan riba itu yang menghancurkan umat Islam itu sendiri. Dari sistem ekonomi riba inilah menyusulnya masalah sosial yang lain di dalam masyaarakat baik korupsi, pelacuran, penyakit terkait stres hingga sikap dan perangai generasi muda zaman ini yang semakin kurang ajar karena panduan hidup mereka ketika membesar adalah dari TV, dari internet dan video games. Ibu dan bapak sibuk bekerja untuk membayar hutang mobil dan hutang rumah selama 20-30 tahun yang mereka sangkakan kepunyaan mereka sedangkan mobil yang dipakai dan rumah yang didiami itu sebenarnya milik bank sehingga pembayaran akhir dilunasi. manusia sebenarnya bekerja untuk bank selama 20-30 tahun, membayar 2-3 kali lipat dari harga asli yang dibeli.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Riba itu terbagi menjadi 70 jenis dan yang paling kecil adalah umpama berzina dengan ibu sendiri. (Ibn Majah, Baihaqi). Abdulah Ibn Hanzalah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Satu dirham hasil riba yang mana diterima oleh seseorang sedangkan dia mengetahuinya itu adalah riba, sebih parah lagi melakukan zina selama 36x,  (Ahmad, Baihaqi)

Apakah hadits di atas ini cukup kuat untuk mengajak manusia menjauhi riba. Kesadaran harus diwujudkan dalam komunitas kita baik Islam dan bukan Islam akan bahayanya riba itu. Segala masalah ekonomi dan sosial yang melanda saat ini adalah dari sikap kita yang terlena mengikuti sistem riba itu sendiri. Untuk yang kaya dari hasil riba dengan berinvestasi tanpa resiko atau resikonya diminimalisir dan mendapat  “keuntungan hanya dengan waktu”, mereka tentunya akan tetap lena karena untuk mereka “surga” itu dikecapi di dunia ini, akan tetapi diakhirat kelak perut mereka akan di penuhi dengan ular-ular seperti yang diceritakan Nabisaat beliau diangkat ke langit (Isra’ Mi’raj).

Moga hidayah dan “Nur” dari Allah akan sampai kehati mereka sebelum mereka di “Shalat” kan agar berhenti melakukannya. Untuk yang menjadi semakin miskin dari hari ke hari, maka sudah saatnya untuk sadar dan bangun dari lena yang panjang ini, bersama berhenti mendukung sistem riba itu baik dari hamba kepada sistem riba itu dengan mengambil pinjaman atau mendukung pimimpin yang akur pada sistem riba.

Apabila timbul kesadaran dan dengan seikhlas hati ingin berhenti dan berusaha menjauhi riba, jalan ke arah itu dipermudahkan oleh Allah. Semoga hidup kita lebih di berkati dan diridhai Allah bukan hidup dengan diperangi oleh Allah dan Rasull-Nya. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Mutiara

Related articles

Advertisements

December 25, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Lintah Berbulu Domba

Fary & Imad (The Louis Theroux Twins)

Fary & Imad (The Louis Theroux Twins) (Photo credit: Imran…

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Keuntungan

Misalkan salah seorang dari saudara saya, Imad, datang ke saya dan meminta bantuan keuangan yaitu pinjaman uang untuk membeli baju sekolah anak-anaknya, Jumlah yang akan di pinjam adalah sebesar Rp. 1.000.000,- dan Imad berjanji akan membayar secara angsuran. Terdetik dalam hati saya, “ini bisa menghasilkan duit nih, kalau minta keuntungan/ bunga / riba haram jadinya, baik aku ubah sedikit”.

Saya: “Okelah Imad, begini saja, sebenarnya lebih baik aku simpan uangku di bank, tapi sebab engkau saudaraku, jadi aku pinjamkan kepada engkau tetapi dengan persyaratan.

Ismad: “Persyaratan macam apa?”

Saya: “Aku belikan baju untuk anak-anak engkau dengan harga Rp. 1.000.000,- dan akau juaal kepada engkau dengan Rp.1.200.000,-, lalu engkau bayarlah bulanan Rp,1000.000,– selama 12 bulan, bagaimana? Setuju tak? Berikut cara Islam yang mana aku berjual beli dengan engkau dan bukan aku kenakan manfat, kalao ada orang lain bertanya kepadamukatakan aku memberi pembiayaan kepadamu, jangan sebut pinjam sebat itu nampak tak Islam”.

Imad: “Baiklah, sebab aku terpaksa dan tak ada cara lain lagi maka aku terima sajalah persyaratanmu itu, lagipula engkau sudah tolong aku maka aku pun tolong engkau juga. Tapi kita bolehkah berakad untuk memastikan proses ini dihitung pembiayaan dan jual beli”.

Membantu dengan ikhlas

Apa pendaat anda tenteng saya jika kisanda di tempat saya, sebagai seorang saudara sedarah daging ke Imad, apakan Anda sanggup melupakan begitu pada saudara sendiri, sanggup menangguk di ari keruh masih mau menyedot Rp 200. 000,;”darah” Imad dan tidak mau membantu dengan ikhlas?

Jika Imad bukan saudara sedarah daging sekalipun bukankah semua orang Islam itu bersaudara, sanggupkah Anda mengambil untung dari kesusahan orang lain. Jika kita lihatkasus kedua untuk membali rumah pula, tidak berdeda untuk mereka yang melabel ” bank Islam” tetapi mau memeras keringat insan lain untuk mendapatkan keuntungan atas sebab terdesaknya manusia terpaksa meminjam untuk membeli rumah.

Dengan iklan-iklan menawan hati oleh pengembang dan dialinkan pula lagu merdu bujukan dari pihak bank, maka membeli rumah itu adalah lebih kepada desakan nafsu dan bukan desakan hidup.

Dalam kasus membeli rumah, Rp. 70.000.00,- ‘‘arah” Imad akan di sedot hanya dengan goyang kaki sebagai investor menunggu waktu saja mendapat “keuntungan”,. Tempatkan diri Anda di tempat Imad, sanggupkah Anda diperlakukan demikian?

Sumber: Mutiara

Related articles

December 14, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketidak Berdayaan Tak Merubah Yang Haram Menjadi Halal

BAB. 1

Allah-green-transparent

Allah-green-transparent (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sebagai manusia akhir zaman ini tidak lagi percaya bahwa rezeki mereka sebenarnya datang dari Allah, maka mereka menggunakan akal pendek mereka untuk memastikan harta mereka bertambah dengan investasi meskipun ia menindas manusia hatta dengan label islami sekalipun.

Apa yang ada dalam pembahasan ini adalah ajakan untuk merenung dan berupaya membebaskan diri dari perbudakan keuangan baik yang islami atau tidak, terpulang untuk menerimanya, setidaknya kewajiban untuk menyampaikan sudah selesai, berpesan-pesan pada kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran.

Berpesan-pesan pada kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran.

“Wahai kaum mukmin, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah semua sisa-sisa riba yang masih ada pada peminjam, jika kalian benar-benar beriman kepada syariat Allah. Maka jika kalian tidak mematuhi Allah dengan menghentikan riba ini. Terimalah pernyataan perang dari Allah dan rasul-Nya. Dan jika kalian bertaubat, maka yang berhak kalian ambil dari peminjam hanyalah modal kalian. Kalian tidak boleh berbuat dzalim kepada peminjam dan peminjam tidak boleh berbuat dzalim kepada kalian (Al-Baqarah, 2: 278-279)

Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan melangkah sesuai rute yang sama seperti mereka yang terdahulu sebelum kamu, inci demi inci dan langkah demi langkah sehingga jija mereka masuk ke lubang biawak sekalipun. Kamu akan tetap menurut mereka. Kami bertanya: Pesuruh Allah, apakah maksudmu manusia akhir zaman untuk “mereka yang terdahulu” itu? Beliau bersabda: Siapa lagi selain dari mereka (HR. Shahih Muslim)

Uang yang kita dapatkan dengan cara yang tidak wajar misalnya bekerja tidak ikhlas, meninggikan harga barang, korupsi, mencuri dan sebagainya, uang itu akan “lari” dari kita. Mungkin kita bisa menghindari dari energi (uang) itu untuk lari dari kita saat hidup, akan tetapi ketika mati, energi negatif ini lah yang akan menjadi siksaan di kubur maupun dineraka. Allah itu Maha Adil.

Sumber: Mutiasa

December 11, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sepak Terjang Dajjal

Yahudi

Yahudi (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 6

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Hakikat Dajjal

Di antara pemahaman antara kelompok yang hanya mau menerima hakikat Dajjal sebagai sosok/ person tertentu dan kelompok yang hanya mengakui Dajjal sebagai simbol kerusakan dan bukan person, ada pemahaman lain yang akomodatif. Syaikh Nashir Abdurrahman As Sa’di, salah seorang ulama timur tengah yang bermanhaj salaf mengeluarkan statemen yang sangat brilian. Beliau menjelaskan berdasarkan nash-nash yang ada bahwa Dajjal akan muncul dengan memcwa dua fitnah besar; fitnah yang berupa sebuah paham dan sistem dan fitnah Dajjal dalam bentuk sosoknya yang benar-benar akan muncul di akhir zaman dengan membawa fitnah bagi seluruh manusia.

Adapun Dajjal sebagai sebuah sistem (simbol) berpulang pada tiga fitnah besar; materialisme, atheisme dan zionisme. Ketiganya merupakan fitnah yang hampir seluruh umat manusia teikena fitnah ini.

Sedangkan Dajjal sebagai sebuah person merupakan fitnah yang selama ini kita kenal sebagai fitnah Dajjal yang sesungguhnya; di mana pada akhir zaman nanti sosok manusia jahat ini akan keluar untuk meneror kaum muslimin dan mengklaim ketuhanan dirinya.

Dengan kata lain, antara Dajjal dan fitnah Dajjal adalah dua hal yang berbeda, sebab dalil-dalil yang ada menunjukkan demikian. Dajjal yang di maksud Rasulullah saw dalam banyak riwayat dipastikan menunjukkan person tertentu. Sedang fitnah Dajjal adalah satu kondisi atau keadaan tertentu atau beragam bentuk fitnah yang menyelisihi kebenaran. Bahkan bisa di simpulkan bahwa semua yang menyelisihi kebenaran adalah sebagian dari fitnah Dajjal.

Fitnah Dajjal

Dengan memahami hakikat fitnah atheisme, materialisme dan zionisme sebagai bagian penting dari, fitnah Dajjal kita bisa mengetahui seberapa besar dan danpak yang ditimbulkan darinya berupa kerusakan dunia.

Fitnah atheisme, materialisme dan zionisme merupakan tiga fitnah terbesar dimana fitnah dajjal di bangun di atas pondasinya. Ketiganya merupakan perangkap perangkap awal untuk menggiring manusia agar bisa menerima ideologi Dajjal.

Fitnah atheisme mengajarkan akan kenihilan Tuhan dan Zat yang menciptakan, sehingga manusia tidak meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta. Fitnah materialisme mengajarkan bahwa semua yang ada didunia karena keberteri materi. Sesuatu yang tidak nampak (gaib) adalah kosong, dan nilai maupun norma sesuatu hal bisa diukur dengan mareri wujud yang nampakdaan.

Paham materialisme juga akan menggiring manusia untuk meyakini tidak adanya hari akhir, alam barzah, syurga dan neraka. Pada gilirannya manusia hanya akan menerima konsep surga dan neraka sesuai dengan apa yang kelak akan di bawa oleh Dajjal, yaitu sungai dan air yang beqgada di tangan Dajjal.

Saat Dajjal menawarkan air dan api di hadapan manusia, mereka akan meyakini bahwa itulah hakikat neraka dan surga yang sesungguhnya. Sedangkan fitnah zionisme akan mengambil peran untuk menggiring seluruh manusia akan kebenaran ajaran Dajjal, meyakini bahwa Dajjal adalah Tuhan dan pemimpin mereka di akhir zaman. Fitnah zionisme juga mengajarkan agar manusia membenarkan apapun yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi zionis dan memberikan dukungan kepada mereka. Pada akhirnya, fitnah inilah yang menjadi puncak terdahsyat di duka bumi sebelum kemunculan Dajjal yang sesunhuhnya. Ajaran zionis yang di bungkus dalam baju theologi globlal dan theosofi akan menggiring opini dunia tentang satu-satunya Tuhan dari semua agama; itulah Dajjal yang akan muncul di akhir zaman.

Manusia keturunan Adam

hal ini yang dapat di simpulkan adalah, bahwa Dajjal benar-benar sosok manusia keturunan Adam yang muncul dengan membawa fitnah. Semua tanda dan ciri yang disebutkan oleh Rasulullah saw tentang Dajjal benar-benar bermakna hakiki, bukan kiasan. Akan tetapi bentuk dan wujud fitnah yang di bawa oleh Dajjal ada juga yang bersifat maknawi. Apa yang banyak disebutkan Rasulullah saw tentang berbagai kelebihan yang di tunjukkan Dajjal telah menjadi inspirasi bagi para penganuj ideologi Dajjal untuk merealisasikan simbol-simbol tersebut. Dalam hal ini, bangsa barat yang diwakili oleh Amerika, Eropa, Inggris dan Israel merupakan sekumpulan bangsa yang berusaha untuk mewujudkan semua impian Dajjal dalam wujud yang bersifat materi.

Mereka adalah ahli, pakar, profesor, Doktor dalam kedzaliman, penindasan, kerusakan, ketidakadilan  dan mereka berfungsi sebagai tangan kanan dan tangan kiri Dajjjal, jadi mereka juga akan menjadi Doktor tipu daya Dajjal, mereka mengatan kebohongan di atas kebohongan, lagi dan lagi sepanjang hidupnya.

Mereka sekarang punya power dan di gunakan bukan untuk menghukum para penindas. power mereka sekarang digunakan untuk menindas, power mereka sekarang di gunakan untuk melakukan kekerasan, power mereka sekarang digunakan tanpa belas kasihan untuk merampas harta benda orang-orang miskin. Pada saat power bersemayam pada pondasi yang pada dasarnya tak bertuhan dan rusak, maka digunakan untuk menindas bukan untuk menghukum penindas.

*******

Kemampuan mereka membuat pesawat terbang, kapal laut, teknologi hujan buatan, kemampuan suplai bahan pangan, teknologi transportasi, informasi, telekomunikasi dan beragam teknologi modern lainnya, merupakan bagian dari propaganda pengikuy Dajjal. semua bentuk teknologi itu pada hakikatnyamerupakan fitnah atheisme, materialisme dan zionisme.

Para pengikut Dajjal mencoba untuk mengilmiahkan semua doktrin dan ajaran Dajjal agar bisa diterima oleh seluruh lapisan. Dengan demikian, setiap manusia akandengan  mudah membenarkan semua fitnah yang kelak akan di tanpakkan oleh Dajjal di akhir zaman. Dengan kata lain Dajjal, Dajjal terus melakukan penetrasi dan sosialisasi atas ideologi  yang di bawanya agar bisa diterima semua manusia.

Pilar fitnah Dajjal berupa materialisme, atheisme dan zionisme inilah yang akan melahirkan anak-anak fitnah baru yang hari ini mencengkeram seluruh dunia. Dan semua ideologi destruktif maupun produk-produk material (teknologi transportasi, informasi dan telekomunikasi) yang telah merusak dunia Islam; Itulah buah fitnah dari Dajjal.

*******

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, da fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal (HR. Muslim 924)

Dari Adu Darda, ia telah meriwayatkan dari Nabi sallallahu alayhi wa sallam, beliau bersabda: Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari Surat Al Kahfi maka ia selamat dari fitnah Dajjal (HR. Abu Dawud).

Sumber: Mutiara

Related articles

December 8, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hampir Tiba Masanya Bayi-Bayi Beruban Dan Kandungan-Kandungan Berguguran

Hoo allah muhammad

Hoo allah muhammad (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 1

Bismillahirrahamnirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kalian melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari terbenamnya , Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya bintang, tiga khusuf: ditimur, dibarat, dan di jazirah Arab api yang keluar dari negri Aden (kota di yaman) yang mengiring manusia atau mengumpulkan manusia, dimalam dan siang hari tetap bersama mereka dimanapun mereka berada. “(HR. At-Tirmidzi no.2183)

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman: “wahai Adam.”
Adam menjawab: “aku sambut panggilan-Mu dan dengan
Bahagia aku penuhi perintah-Mu, segala kebaikan ada di tangan-Mu. “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Keluarkan utusan (penghuni) neraka itu?
Allah subhanawu wa ta’ala berfirman, “Dari setiap 1.000 orang ada 999 orang.
Maka, ketika itu Anak-anak kecil rambutnya beruban, yang hamil melahirkan kandungannya, dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi karena azab Allah subhanahu wa Ta’ala yang amat keras.
Para sahabat bertanya, “siapa atau yang selamat dari kita itu
, wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab, “Bergembiralah, karena kamu seorang sedang dari kalangan Ya’juj dan ma’juj seribu orang.’’(Sahih Al-Bukhori, KItab Al-Anbiya’ Bab Qishshah Ya’juj wa Ma’juj)

Sumber: Mutiara

November 16, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menjual Mahar

An example of Allāh written in simple Arabic c...

An example of Allāh written in simple Arabic calligraphy. (Photo credit: Wikipedia)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Saya sudah menikah 4th lalu dan diberi mahar oleh Suami berupa perhiasan emas. Pertanyaanya:

1.Apakah mahar tersebut wajib dizakati?

2. Saya berencana menjual mahar tersebut, karena ingin membantu orang tua saya. Alhamdulillah Suami sudah mengizinkan. Tapi mertua saya tidak terima dan meminta ganti mahar tersebut terhadap saya. Apa yang harus saya lakukan?

Hamba Allah, Tuen Mun

Wa’alaikumussalam warahmatullahi waabarakaatuh.

Semoga Allah senantiasa memudahkan segala urusan dan memberikan keharmonisan pada saudari di Tuen Mun. Menurut Imam Syafi’i, seorang wanita wajib mengeluarkan zakat mahar jika telah mencapai nishab (batas minimal yang dimiliki 85 gram) dan cukup haul (satu tahun). Ia harus mengeluarkan zakat dari keseluruhannya pada akhir tahun, sekalipun ia belum di campuri (jima’) oleh suaminya. Tidak ada pengaruh atau bedanya, apakah mahar itu mungkin gugur seluruhnya dikarenakan fasakh, murtad atau lainnya, atau separuhnya karena sebab perceraian.

Mahar ada 2 macam; Mahar yang di bayar secara kontan dan yang ditangguhkan. Mahar yang dibayar kontan wajib dizakati jika dia telah berada ditangan istri atau walinya selama selama satu tahun dan mencapai nishab berdasarkan qiyqs atas zakat naqdayn.

Sementara mahar yang ditangguhkan, padanya ditetapkan zakat piutang yang tertahan. Dengan demikian, dia tidak dizakati setelah diterima. ketika dia telah diterima, dia digabungkan dengan harta moneter lainya sebagai mal mustafad (harta yang diperoleh). Kemudian jika dijumlah keseluruhan mencapai satu nashab pada akhir tahun, maka dia wajib dizakati dengan prosentase 2,5% berdasarkan penanggalan hijriyah atau 2,575% penanggalan masehi. Sebagian ulama lain berpendapat zakat mahar satu kali saja.

Mahar pernikahan 100% menjadi hak istri. Siapapun tidak memiliki hak terhadap mahartersebut. Suami Anda, orang tua Anda, apalagi mertua Anda, sama sekali tidak memiliki wewenang terhadap mahar tersebut. Allah Ta’ala berfirman, ” Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh dengan kerelaan. namun jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan kerelaan, maka makanlah (ambilah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS.An Nisa: 4)

Ayat ini dijadikan dalil oleh para ulama bahwa mahar dalam pernikahan sepenuhnya menjadi hak mempelai wanita. Oleh karena itu, istri memiliki wewenang penuh untuk menggunakan mahar tersebut. Dia bisa menjualnya, menyimpan atau memberikannya kepada orang lain. Dan tidak boleh ada seorang pun yang menghalangginya, karena itu murni hak istri, wallahu a’lam

Oleh: Ust. Ahmad fauzi Qosim (GM Dompet Dhuafa Hongkong)

October 4, 2012 Posted by | Konsultasi Zakat | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Antara Bersabar dan Bersyukur

A medalion showing the name 'Allah' in Hagia S...

A medalion showing the name ‘Allah’ in Hagia Sophia, İstanbul (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirraqhmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sabar/bersyukur dulu? Kata itu sering terdengar, namun tidak semua paham akan makna yang ada di dalamnya. Bahkan kita sering di buat bingung. Tidak tahu harus mendahulukan yang mana. ketika kita mendapatkan ketidakadilan di rumah majikan, ketika keluarga kita menyelahgunakan uang kiriman, dan ketika bermacam-macam musibah datang bergantian.Sebeiknya kita harus bersabar/ bersykur dulu ya?

Kepahitan hidup kadang membuat kita putus asa.

Kepahitan hidup kadang membuat kita putus asa lalu mengambil jalan pintas. banyak juga diantara kita yang hidup sebagai zombie (mayat hidup) karena deretan masalah. Hidupnya harus diisi dengan keluhan-keluhan dan kecengengan. Bahkan yang lebih parah lagi sampai menyalahkan Tuhan. Bisa kita saksikan disekitar kita, begitu banyaknya saudari-saudari yang selalu bangga dengan keluhan dan makian ketika menemukan ketidaknyamanan di tempat kerja. Ketenangankah yang didapat? Tidak! Namun hidup semakin terasa sempit.

Apakah yang membuat hidup kita terasa sempit? Ternyata keluhan dan kecengengan itu penyebebnya. Merasa diri paling sengsara dan berat permasalahannya. Cobalah kita tengok ke kanan-kiri, pasti kita temui ada yang lebih parah penderitaannya, namun masih bisa tersenyum dan bahagia, tetap sabar dan senantiasa bersyukur. ternyata dua hal inilah yang menjadi kunci rahasianya. Apakah sabar itu? Makna sabar yang sesungguhnya tabah dalam menghadapi setiap bentuk keadaan yang sedang dialami. Tetap berbaik sangka pada Allah swt, bahwasanya ada kebaikan yang tengah disiapkanNya. Kita bisa menjalani proses tanpa paksaan karena paham, bahwa sesuatau itu memang harus terjadi demikian adanya. Sedangkan syukur adalah sikap dimana berterima kasih atas segala anugrah yang diberikan Tuhan sekecil apapun itu. Bisa dilakukan lewat ucapan dan perbuatan. sabar dan syukur tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak berilmu. Bertarti untuk mengetahui cara agar bisa sabar dan syukur harus tahu ilmunya. Belajar dari kehidupan Ary Ginanjar Agustian yang hadir di Hongkong. Dalam Training leadership ESQ yang diselengarakan LSO (Lentera Sukses Organisasi) Beliau mengajak para peserta merefleksi diri untuk kembali mengingat hakikat sebagai hamba Tuhan.

Menemukan makna sabar dan syukur

Mengingat kembali akan tujuan akhir dari sebuah, yaitu kembali kepada Tuhan (kematian). Menemukan makna sabar dan syukur dan mana yang harus di dahulukan. Ternyata, kita harus bersyukur dulu karena dengan bersyukur, maka Tuhan akan menambahkan nikmat kapada kita. Dan sebenarnya setiap masalah pasti ada jalan. Yang Tuhan berikan berupa cobaan adalah untuk mendidik kita agar lebih paham arti hidup, perjalanan hidup, karier dan hakikat hidup yang sebenarya.

Cobalah luangkan waktu barang sejenak untuk merenung dan bertanya diri setelah sekian lama di rantau dengan segala pernak-pernik permasalahan. dengan renungan diri, akan memudahkan kita menemukan jawaban akan kemana kita melangkah selanjutnya? dengan apa kita isi hidup yang terbatas ini? dan, bagaimana kita temukan cara mewujudkannya? Tidak lagi mengisi hidup dengan emosi (ketakutan, kegelisahan, benci, marah, dengki) dll. tidak lagi menghambakan diri pada harta benda dan lupa pada Sang pencipta. Tidak lagi mengagungkan pola hidup yang individualisme. Tetapi lebih peka pada sekitar terutama pada diri sendiri untuk senantiasa bersyukur.

Bersyukur bukan hanya pada saat dapat jabatan, uang, ketenaran, tetapi bersyukur setiap saat dalam keadaan apapun. Perlu disadari, nafas kita ini, adalah hal besar yang patut disyukuri namun sering terlupakan. Perbanyak bersabar dalam menerima segala ujian/cobaan, tetap berbaik sangka pada Sang pencipta, bahwanya itu yang terbaik untuk kita.

Sumber: Iqro

September 30, 2012 Posted by | Liputan khusus kongkong | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Syukur

English: name of allah

English: name of allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

BERSYUKUR kepada Allah bukan saja ketika senang tetapi juga pada saat menghadapi ujian-Nya. Rahmat, musibah diturunkan Allah patut jadi medan umat musahabah diri dari setiap saat.

SESUNGGUHNYA orang yang memiliki ketajaman mata hati mengaku bahwa bencana dan siksa Allah tidak hanya dalam bentuk kelaparan, sakit, miskin dan muflis. Sesungguhnya bencana paling hebat ialah adzab Allah bersifat maknawi, tidak nampak dimata manusia tetapi kesannya sungguh dahsyat dirasai.

Sesungguhnya bencana paling hebat ialah adzab Allah bersifat maknawi

Ia bisa membuat hati mereka tertekan seperti disebut dalam Al-Qur’an yang bermaksud: “Barang siapa yang Allah menghendakinya mendapat petunjuk niscaya Dia melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang dikehendaki Allah mendapat kesesatan niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (Qs. Al-An’am : 125)

Walaupun semua nikmat dunia sudah dimiiki dada rasa sempit, susah,takut, risau dan sedih. Bukankah perasaan itu adalah adzab yang bersifat maknawi? Apakah lagi adzab yang ditimpakan kepada manusia supaya mereka ingat?

Adzab di hati, tidak berasa manisnya iman. Mengapa orang yang lalai kepada Allah hidupnya bergelimang harta dan kuasa? Tidak nampak kesusahan pada wajah mereka, senantiasa sehat dan gembira dengan apa yang dimiliki. tetapi benarkah mereka bahagia?

Mana mungkin harta bisa membeli ketenangan jiwa, bahkan hakikatnya semuaa yang boleh ditonjolkan adalah palsu belaka. hati mereka menjerit dikejar rasa bersalah, diburu bayang-bayang dosa dan maksiat yang dilakukan

Nurani yang bersih senantiasa berbisik bahwa mereka melakukan kesilapan memilih jalan sedangkan nafsu yang keji coba menjerit dengan pelbagai kenikmatan sesaat. Memang mereka menikmati segalanya tetapi jiwa tidak pernah puas, hampa dan kosong.

Allah menyiksa dengan cara mengunci mata hati mendapat hidayah-Nya. Adzab Allah membuat hidup seseorang tidak menentu, tertekan, tersesat tanpa kuasa yang boleh menolong selain Allah.

Jika Allah mencabut kemanisan iman dari hati

Jika Allah mencabut kemanisan iman dari hati, sesungguhnya Dia mengadzab mereka secara senyap, ramai yang sembahyang tapi tidakrasa manisnya sujud khusuk dan mereka berilmu tetapi mengenal jalan menuju Allah.

Mereka kaya tetapi tidak merasai keberkatan hartanya. Mereka kepenatan mengejar dunia, menitiskan air mata untuk dunia, risau dan takut karena dunia, berjuang untuk dunia tanpa memulai kemanisan saat beribadah dan kenikmatan memuju Allah.

Hati tempat jatuhnya rahmat dan adzab Allah. Alangkah ramainya manusia yang tidak menyadari dirinya sedang diadzab karena dosa membutakan hati sehingga tiada mampu membedakan manakah salah satunya, antara rahmat atau adzab?

kata-kata pendeta Bani Israil dalam kitab Ibnu Qayyim Al-Jauzi,’ Shaydul khatir’:Oh Tuhanku, aku sering berbuat maksiat tetllah. Tidakkah engkau merasa dihalang dirimu merasai kenikmatan bermunajat kepada kepada-Nya?’

Orang berilmu buta hati jika ia menganggap dirinya senantiasa dirahmati Allah walaupun maksiat menghiasi pribadi, apatah lagi orang awam yang kering iman lagi jahil. Walaupun mesti berprasangka baik kepada Allah, jangan sampai dia langsung bebas dari karat maksiat dan hanya berlaguk umpama suci dari debu.

Semakin dia merasa bebas dari maksiat itu, semakin hatinya kotor dan tidak dijatuhinpandangan rahmat-Nya. kemudian dia tidak mampu lagi membedakan mana rahmat dan mana adzab, akhirnya buta hati.

Adzab di mata, tidak bisa membaca hikmah peringatan Allah. Setiap peristiwa mesti mengandung hikmah untuk kebaikan manusia’ Ujian dan adzab yang diderita adalah bentuk tarbiah berkesan untuk menyadarkan kesilapan manusia.

tetapi, ada pula orang yang semakin diuji semakin parah kesesatannya, bahkan berterusan melakukan maksiat. Adzab di atas adzab! Apabila sakit yang di deritai, kehilanga harta, kegagalan hidup dan ajal maut sama sekali tidak menyadarkan  bahwa semua itu aedalah peringatan Allah.

Setiap peristiwa mesti mengandung hikma

Padahal duri yang mencucuk kulit itu menyimpan petanda peringan dari Allah bahwa manusia memang lemah, miskin dan tidak mampu melawan kehendak Allah. orang yang degil dan durhaka anggap semua itu proses kebiasaan hidup tiada campur tanggan Allah.

ketika sakit dia menyumpah serapah, jika rugi dia membuat penyelewengandemi mendapatkan keuntungansecara haram, jika didzalimi dia membalas dendam dengan kedzaliman yang lebih ke atas orang lain.

Tidak ada kamus taubat dan insaf dalam hidupnya. Mereka tidak mau mengambil pelajaran kisah penyelewengan manusia yang berakhir dengan kesengsaraan dunia akhirat. Mata, telinga, hati dan akal dikurniakan Allah untuk mendapat hidayahtidak dimanfatkan sehingga kesesatan tiada berakhir.

“perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api, maka selepas api itu menerangi sekelilingnya  Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan , tidak dapat melihat. mereka tuli, bisu dan buta.”(Qs.al-baqarah: 17)

Mengapa manusia mudah tertipu? Bukankah mereka tau musuh yang paling berbahya ialah iblis dan syaitantetapi mereka menjadikannya teman setia? manusia juga dibekalkan syariat, hati dan mata. justru, dengan modal itu mereka pula semakin tersesat.

Orang islam mengetahui syura dan neraka, tetapi banyak pilihannya selalu keliru. mereka tau dunia ini palsu dan menipu tetapi di situlah mereka memuaskan nafsu. Jadi, bagaimna menyelamatkan diri dari kebodohan sendiri yang selalu tertipu sebelum adzab datang?

Setiap kali mengulangi dosa dan maksiat kepada Allah, cobalah ancam diri sendiri. Awas! jaga-jaga, kuasa Allah bisa menarik balik semua yang anda miliki. bayangkan perkara negatif terkena pada tubuh, harta, anak, istri, dan keluargaulullah, kedudukan serta kuasa.

Apabila seseorang hidup dalam zona nyaman dan tidak pernah mengancam diri maka keadaan ini membuatnya hanyut, lalai dan lupa daratan. Jika dia senantiasa berjaga-jagal dan suka menakuti diri, ia sebagai langkah pencegahan sebelum kemurkaan Allah tidak dapat di bendung. cara paling berkesan untuk mengancam diri dengan adzab Allah ialah dengan mentadabburkan Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an bukan hanya membawa kabar gembira kepada hamba Allah yang beriman bahkan ada ayat ancaman supaya manusia tidak lalai dibelai dunia. Sedikit tertawa dan banyak menangis adalah wasiat Rasulullah SAW supaya manusia suka mengancam dan memperingatkan diri dengan siksa Allah yang begitu pedih.

ketinggian akhlak manusia bergantung dengan seberapa kerap mereka bersyukur kepada Allah. Orang itu layak dipanggil manusia paling mulia dan tau mengenang budi. Sesungguhnya manusia tanpa sifat syukur seperti pendurhaka yang mengambil kesempatan dan menikam dari belakang.

Walau ilmu menjulang ke langit, harta setinggi gunung, kuasanya segagah ruang angkasa tetapi jika sifat kufur mengatasi segala-gala maka dia menjadi sehina makhluk pada pandangan Zat Yang Maha Pemberi Nikmat.

lebih baik hidup sebagai cacing yang sadar diri sambil berdzikir pagi dan petang mengingat jasa baik Allah memberinya makan di dalam tanah. Walaupun syukur sang cacing tidak di balas dengan nikmat di akhirat tetapi dia pandai berterima kasih kepada Allah atas rizkinya dalam tanah. Cacing hanya makan kotoran tetapi pandai bersyukur. Manusia jauh lebih baik makanan dan nikmat hidup yang dianugrahkan Allah tetapi betapa sedikitnya yang pandai bersyukur.

Syukur bermakna berhias dengan lidah yang memuji saja tanpa sepatah pun mencela perbuatan Allah ke atas diri kita, berhias dengan perbuatan mengikut undang-undang Tuhan sekaligus menolak logika manusia yang bodoh berlagak tahu segala-gala.

Syukur itu perhiasan paling cantik jika dipakai, ilmu bermanfaat jika diamalkan dan akhlak indah pada pandangan Tuhan, bahkan ia bisa menahan adzab yang turun dari lngit. Allah berfirman yang bermaksud: ” Jika kamu bersyukur, Aku tambahkan nikmat-Ku namun jika kamu kufur sungguh adzab-Ku amat pedih,”

Sumber: Mutiara

Related articles

September 20, 2012 Posted by | Mutiara Hati | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanan

English: Annapurna Himal,Nepal, seen from Pokh...

English: Annapurna Himal,Nepal, seen from Pokhara Valley near Phedi. Left to Right: Annapurna I, Machapuchare (pyramid-shape), Annapurna IV. Bahasa Melayu: Banjaran Annapurna di Nepal,permandangan daripada Lembah Pokhara berdekatan dengan Phedi. Kiri ke Kanan: Annapurna Satu, Machapuchare (seperti piramid), Annapurna Empat (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ibn Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Apabila kamu handak makaan, hendaklah kamu makan dengan tangan kanan, dan apa bila hendak minum, hendaklah minum dengan tangan kanan, karena syaitan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.” Shahih Muslim.

Nabi berpesan agar makan menggunakan dengan tanga kanan

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat timur untuk mendahulukan apa jua perbuatan dengan tangan kanan, baik bersalam, makan, menunjuk dan sebagainya jadi apabila kita mendengar hadits diatas bukanlah ia menjadi sesuatu yang janggal. Akan tetapi rata-rata masyarakat modern di zaman ini mulai makan dengan tangan kiri, baik di forum-forum resmi hingga di tempat-tempat ternama seperti hotel-hotel besar.

Akan tetapi Nabi berpesan agar makan menggunakan dengan tanga kanan dan siapa yang makan dengan tangan kiri, mereka mengikuti amalan syaitan. Melihat budaya barat yang menyuap makanan dengan tangan kiri malah itu juga di ikuti golongan elit bangsa kita, pasti ada hikmah mengapa Nabi melarang berbuat demikian.

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfere kiri dan kanan

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfere kiri dan kanan, bagian kiri badan dikawal oleh bagian kanan otak dan sebaliknya. Kajian sain mengenai aktivitas otak menunjukkan, secara umumnya lebih banyak aktivitas di bagian kiri otak ketika seseorang itu sedang berada dalam keadaan yang pasif contohnya mesra, riang gembira dan sebagainya. Sifat-sifat negatif seperti menyendiri lebih aktif diotak sebelah kanan.

Mengapa apabila kita dilanda masalah, meluahkan perasaan ataupun bercakap baik kepada diri sendiri ataupun kepada manusia lain serba sedikit dapat mengurangi tekanan dalam diri kita? Ini berkemungkinan disebabkan otak kiri terlibat lebih aktif dalam bahasapertuturan, aktivitas berkomunikasi dengan tidak secara langsung membuat bagian kiri otak aktif lantas menimbulkan perasaan positif dan mengurangi tekanan perasaan.

Jadi jika kita kaitkan dengan aktivitas makan menggunakan tangan yang mana akan mengaktifkan bagian kiri otak, bukankah ia akan menimbulkan perasaan positif? Lebih positif semasa kita menjamu selera, lebih mudah makanan dilumatkan dan makin sehatlah tubuh badan.

Makan dengan tangan kiri mengaktifkan otak kanan yang dikaitkan dengan sifat-sifat negatif, sebab itulah makan dengan tangan kiri meniru syaitan karena sifat syaitan itu sendiri yang penuh dengan dengki dan sombong. Lebih bahaya lagi apabila perbuatan makan dengan tangan kiri itu juga akan membuat manusia lebih mementingkan diri sendiri dan tidak peduli lagi pada insan-insan lain terutamanya dalam hal makan tersebut.

Tiada perintah Allah dan anjuran Nabi yang tiada kebaikan untuk umat manusia, hanya mereka yang melihat dengan mata hati keimanan saja yang dapat memahami.

Sumber: Mutiara

Related articles

September 10, 2012 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mutiara Kata

English: Kata Tjuta is located in the Northern...

English: Kata Tjuta is located in the Northern Territory of Australia. This photograph is taken looking out from the top of one of the gullies on the “The Valley of The Winds” walk. It displays both the texture and the grandeur of these monoliths. (Photo credit: Wikipedia)

Sebelum mencela pasangan hidupmu, bayangkan mereka yang masih menghiba untuk dikurniai jodoh.

Manusia yang berjaya akan memperolehi keuntungan dari kesilapan, dan mencoba lagi dengan cara yang lain.

Sampaikan pesanku walau satu ayat.

Orang yang berjaya ialah orang yang melakukan tindakan yang tidak mampu diimaginasikan oleh orang lain, malah tidak mampu dilakukan oleh orang besar sekalipun.

Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya.

lebih baik berusaha menyalakan lilin dari pada menyumpah kepada kegelapan.

Kemauan yang tinggi akan mengubah persepsi seseorang terhadap sesuatu sehingga yang mustahilpun bisa terjadi.

Orang yang gagal adalah orang yang tidak mampu mengurus masalah. Hanya manusia yang mampu mengurus masalah saja yang bisa berjaya.

Orang yang berjaya tidak hidup di pinggir peristiwa, bukan orang yang kosong tanpa nilai dan bukan orang yang hanya menjadi pelengkap.

Antara akhlak orang yang berjaya adalah optimis dan tidak berputus asa, mampu memperbaiki kesalahannya dan keluar dari krisis serta mengubah kerugian menjadi keuntungan.

Yang paling kita perlukan dalam kehidupan ialah adanya seseorang yang selalu memberi semangat untuk melaksanakan hal-hal yang dapat kita kerjakan.

Ambilah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya.

Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinanya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab ke atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab ke atas kepemimpinannya. Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab ke atas kepemimpinannya..”

kesehatan yang hilang bisa diperoleh dengan obat-obatan yang baik tetapi masa yang hilang sekali hilang akan terus hilang.

Ulama adalah kepercayaan para Rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada peguasa, maka curigalah ketakwaan mereka.

Kita sering mengimbas kembali masa lalu tetapi jarang sekali berusaha untuk mengejar impian hari esok.

manusia yang berbuat baik dengan mengharapkan sesuatu balasan bukanlah manusia yang jujur.

Sumber: Muriara

September 6, 2012 Posted by | Mutiara Kata | , , , , , , , , , , | 1 Comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.