rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Usia akhir Zaman

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on ...

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on april 1920. During this holiday began an important arab nationalist riot (4-7 april 1920) against the jews in Jerusalem. The riot was directed against the zionist and english project of a jew homeland in palestine. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MENURUT PENDAPAT IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI:

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara sholat Ashor hingga terbenamnya matahari.

Jarak waktu

Hadits diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhori. Dan menurut penafsiran Ibni Rajab,” umat-umat yang telah berlalu’’ itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (Nasrani) karena ada hadits sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat Yahudi, Nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

 Bani Israel

Kemudian beliau menafsirkan hadits Bukhori lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israel (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu sholat Zuhur hingga sholat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah sholat ashor hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

  • Masa umat-umat Adam hingga Musa= satu malam penuh=3000 tahun
  • Masa umat-umat (Yahudi-Nasrani-Islam)=satu siang penuh3000tahun
  • Umur Yahudi= setengah hari dari siang tersebut= ½dari 300= 1500 tahun
  • Umur Nasrani=  Mengikuti hadits Muslim dari Salman al Farisi yaitu= 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500-600= 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadits dari Saad bin Abu waqash riwayat Abu dawud, Ahmad (yang ada di halaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu rajab adalah 900+500= 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebutkan barapa tahun tambahannya. Perhitungan ini sama dengan methode yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

Sumber: Mutiara

Advertisements

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Cinta

Symbol of Islam, the name of Allah, simplified...

Symbol of Islam, the name of Allah, simplified version, white and golden version. Note: most islamic people consider this symbol more correct to represent them. It is strongly advised to be used instead of the crescent moon with the star that is rather a political symbol. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ketika perasaan cinta telah menguasai diri kita, yang pahit terasa manis, kesusahan menjadi ketenangan, tantangan di lalui dengan gembira dan kekayaan pula dipertaruhkan demi mendapatkan keridhaan sang kekasih. Harta, jiwa dan raga menjadi musuh, semuanya dipersembahkan untuk satu kalimah cinta yang agung. Antara kita dengan Yang Maha Mencintai, Allah Al-Rafiq Al-A’la.

kalimah cinta yang agung

Di sebut cinta, sejarah telah merekam kehidupan anak-anak Adam yang mulia. Allah SWT mendzahirkan kesan-kesan peninggalan dan perjuangan yang hebat sepanjang zaman.

Suatu hari di medan peperangan Uhud, Abdullah bin Jahsy RA berkata kepada sahabatnya Saad bin Abi Waqqash: ” Wahai sahabatku, mari kita berdo’a kepada Allah karena apabila seorang hamba memohon suatu hajat dan sahabatnya mengaminkan permohonan itu, niscaya Allah SWT akan memperkenankan hajatnya itu.”

Kedua-duanya berdo’a, Saad berdo’a di sisi Abdullah: “Ya Allah saat aku di medan pertempuran esok dengan rahmat-Mu Ya Allah, biarkanlah musuh menyerang dengan ganas, biarlah kekuatannya menentang diriku, namun aku akan melawanny dengan segenap tenapa, tolonglah aku memperoleh kemenangan dengan membunuhnya karena-Mu ya, biarkanlah aku memperoleh harta rampasannya dengan limpah kurnia dari-Mu.”

Berdo’a

Setelah Abdullah mengaminkan do’a sahabatnya itu, beliau pula berdo’a,”Ya Allah, biarkanlah aku menemui musuh-musuhku dari kalangan mereka yang gagah dan mereka menyerangku dengan kemarahan yang amat membara. Biarlah kuperangi mereka dengan kekuatanku, jika mereka berhasil membunuhku, aku ridha ya Allah, biarlah mereka memotong telinga dan hidungku agar di hari kiamat nanti Engkau akan memanggilku dan bertanya kepadaku: Wahai Abdullah! Menggapa hidung dan telingamu bisa bercerai dari jasadmu? Aku akan menjawab di hadapan-Mu : “Semuanya telah hilang karena mengharap keridhaan dan kecintaan-Mu ya Allah. “Benar, tentu semua yang hilang itu adalah di jalan-Ku!”

Pada keesokan harinya, peperanpan telag meninggalkan jasad para syahid yang dimuliakan Allah SWT. Saat itu, ketika melihat Abdullah telah kembali ke sisi Allah SWT, Saad berkata: “Do’a Abdullah lebih mulia dari do’aku, aku melihat hidung dan telinganya di ikat pakai benang (karena ia telah dipisahkan dari badannya).

Kekuatan cinta kepada Allah SWT

Kekuatan cinta kepada Allah SWT bisa merubah pemikiran dan perasaan. Orang yang mencintai Allah memikiki perasaan yang tunduk pada kehendak Allah. Dia marah ketika Allah murka, dia benci ketika Allah benci, dia pun suka dan sayang ketika Allah sayang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:

“Barang siapa yang cinta karena Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah, menahannya karena Allah, maka dia telah menyempurnakan imannya.” (Hadits riwayat Abu Dawud)

Sumber: Mutiara

Related articles

January 3, 2013 Posted by | Mutiara Taskiyah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Allah Sudah Mengingatkan

An example of Allāh written in simple Arabic c...

An example of Allāh written in simple Arabic calligraphy. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 2

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

“Hingga apa bila dibukakan (dinding) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir, (mereka berkata): Aduhai, celakalah kami, ses ungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim’.”(Qs. Al-Anbiya: 96-97)

(Ayat) ini merupakan peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia

Al-Allamah Abdurrahman As-Sa’di berkata, “ (Ayat) ini merupakan peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia ketika mereka masih tetap berada diatas kekufuran dan kemaksiatan, sesungguhnya telah dekat terbukannya dinding Ya’juj dan Ma’juj.

Keduanya adalah kabilah yang besar dari keturunan Adam. Dzulqarnain telah menutup mereka dengan dinding ketika dikeluhkan kepadanya tentang perbuatan merusak mereka di muka bumi.

Pada akhir zaman nanti, dinding tersebut akan terbuka. Lalu mereka keluar menuju manusia dengan keadaan dan sifat yang Allah SWT sebutkan dari setiap tempat yang tinggi, yaitu al-hadab. Lantas bergerak dengan cepat.

Maka ini menunjukkan jumlah mereka yang sangat banyak bersama dengan gerakan mereka yang cepat di muka bumi. Apakah tubuh-tubuh mereka yang bergerek cepat atau dengan sesuatu yang Allah ciptakan untuk mereka berupa sebab-sebab yang bisa mendekatkan yang jauh dan memudahkan yang sulit. Mereka menguasai manusia dan mengalahkan mereka di dunia. Tidak seorangpun mampu memerangai mereka.

“Dan semakin dekatlah janji yang benar” yaitu hari kiamat yang Allah subhanahu wa ta’ala janjikan kedatangannya dan janji-Nya adalah benar dan pasti

Hari Kiamat

Maka pada hari itu engkau melihat pandangan orang-orang kafir menjadi terbelalak disebabkan rasa takut

dan ngeri yang meliputi mereka serta berbagai goncanga yang menakutkan, yang dahulu mereka tidak mengetahui akibat dari pelanggaran dan dosa mereka.

Merekapun berseru dengan kebinasan, kesengsaraan, serta penyesalan terhadap apa yang telah lewat. Dan mereka mengatakan: sesungguhnya kami telah lalai dari hari yang besar ini, kami masih terus tenggelam (dalam kelalaian), dan bersenang-senang dengan kelalaian dunia, sampai keyakinan (ajal) menjemput kami. Lalu kami mendatangi hari kiamat, yang kalau seseorang mati disebabakan karena menyesal tentu dia akan mati.’

“Bahkan kami dahulu termasuk orang-orang yang dzalim”, merekapun telah mengakui perbuatan dzalim mereka dan keadilan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap mereka. Di saat itulah mereka diperintahkan menuju neraka, bersama apa yang mereka sembah.’’ (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Ayat ini menjelaskan tentang salah satu tanda kiamat besar yang akan terjadi diakhir zaman. Di antara kejadian besar tersebut adalah keluarnya dua bangsa yang memiliki banyak keturunan yang melakukan perbuatan-perbuatan yang belum pernah di saksikan oleh manusia sebelumnya. Mereka itulah yang disebut dengan bangsa Ya’juj dan Ma’juj.

Sumber: Mutiara

November 17, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hampir Tiba Masanya Bayi-Bayi Beruban Dan Kandungan-Kandungan Berguguran

Hoo allah muhammad

Hoo allah muhammad (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 1

Bismillahirrahamnirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kalian melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari terbenamnya , Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya bintang, tiga khusuf: ditimur, dibarat, dan di jazirah Arab api yang keluar dari negri Aden (kota di yaman) yang mengiring manusia atau mengumpulkan manusia, dimalam dan siang hari tetap bersama mereka dimanapun mereka berada. “(HR. At-Tirmidzi no.2183)

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman: “wahai Adam.”
Adam menjawab: “aku sambut panggilan-Mu dan dengan
Bahagia aku penuhi perintah-Mu, segala kebaikan ada di tangan-Mu. “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Keluarkan utusan (penghuni) neraka itu?
Allah subhanawu wa ta’ala berfirman, “Dari setiap 1.000 orang ada 999 orang.
Maka, ketika itu Anak-anak kecil rambutnya beruban, yang hamil melahirkan kandungannya, dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi karena azab Allah subhanahu wa Ta’ala yang amat keras.
Para sahabat bertanya, “siapa atau yang selamat dari kita itu
, wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab, “Bergembiralah, karena kamu seorang sedang dari kalangan Ya’juj dan ma’juj seribu orang.’’(Sahih Al-Bukhori, KItab Al-Anbiya’ Bab Qishshah Ya’juj wa Ma’juj)

Sumber: Mutiara

November 16, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sedekah mendatangkan berkah

English: Tanvir

English: Tanvir (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Kata sedekah berasal dari huruf shod dal qof, yang berarti benar. Bersedekah diperintahkan karena amal perbuatan ini menjadi bukti bahwa seorang hamba itu benar-benar menjadikan kehidupannya sebagai ibadahkepada Allah swt. Hal ini diperkuat oleh pendapat Imam Al-Nawawi yang mengatakan: ” Diberi nama sedekah karena ia merupakan bukti atas kebenaran iman seseorang yang menunaikannya baik secara lahir maupun bathin. ia merupakan amal yang menjadi bukti dan kebenaran iman seseorang.”

Al-Raghib berkata: ”Sedekah adalah harta yang diberikan oleh seseorang untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt seperti halnya zakat. namun sedekah hukumnya sunnsh, sedangkan zakat hukumnya wajib.” Sedekah memiliki keistimewaan dan pahala yang luar biasa jika dibandingkan dengan bentuk ibadah-ibadah sunnah lainnya. Diantara keajaiban sedekah ialah akan mendatangkan keberkahan kepada pelakunya. keberkahan tersebut telah digambarkan sendiri oleh Allah swt dalam firman-Nya: “katakanlah (wahai muhammad), sesungguhnya Tuhannku melapangkan rizki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan meyempitkan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan mengantikannya dan Dia-lah pemberi rizki yang sebaik-baiknya,” (Qs. Saba’ : 39) Ayat diatas merupakan kabar gembira dari sang Pemberi rizki kepada orang yang menjadikan sedekah sebagai hobinya dan membelanjakan hartanya dijalan Allah. Sekecil apapun yang diberikan oleh seorang hamba, Allah akan membalas dengan balasan yang lebih besar dan lebih baik dari apa yang telah disedekahkannya. Abu hurairah meriwayatkan dalam sebuah hadits Qudsi bahwa Rasulullah saw bersabda: ” Allah swt berfirman:” Wahai anak Adam, berinfaklah, maka Aku akan menanggung nafkahmu. ” (Muslim) 

Dalam hadits yang lain, Nabi saw bersabda: “Tidaklah hamba Allah bangun dipagi hari, kecuali disertai dengan turunya dua malaikat. Salah satu dari keduanya lalu berkata:” Ya Allah, berilah orang yang berinfaq (sedekah) ini ganti (dari barang yang disedekahkannya).” Dan malaikat yang satunya lagi berkata:” Ya Allah, berilah orang yang itu akan kerugian,” (Bukhori dan Muslim) Iman An-Nawawi memberi komentar terhadap hadits di atas bahwa yang dimaksudkan infaq di sini ialah mengeluarkan harta dalam hal yang membawa ketaatan kepada Allah swt, sesuai dengan akhlak yang mulia, memenuhi kebutuhan anak dan keluarga, melayani tetamu, sedekah dan bentuk-bentuk infak lainnya dengan syarat bahwa infaknya itu ikhlas dan tidak berlebihan. Dalam sebuah hikayat diceritakan bahwa setelah pulang dari rumah Nabi saw, Ali bin Abi Thalib menemui istri tercintanya, fatimah Az-Zahara dan berkata: Wahai wanita yang mulia, apakah adinda mempunyai makanan untuk kakanda?” fatimah menjawab:” Demi Allah, adinda tidak mempunyai makanan sedikitpun. Tapi, adinda hanya ada emem dirham saja yang adinda terima dari Salman sebagai upah kerja memintal. Adinda ingin membelikan makanan untuk anak-anak kita Hasan dan Husain.” Ali berkata: ” Biar kakanda saja yang membelikan makanan untuk mereka. “fatimah cepat-cepat menyerahkan uang eman dirham itu kepada suaminya. Lalu Ali pergi keluar untuk membeli makanan. dalam perjalanan, Ali bertemu dengan seseorang lelaki yang menanyakan: ” Siapa yang mau memberikan pinjaman kepada Allah Tuhan yang maha Pengasih dan selalu menepati janji?”

Tanpa fikir panjang, Ali menyerahkan semua uangnya sebanyak enam dirham kepada laki-laki tersebut. kemudian dia pulang dengan tangan kosong. fatimah, yang melihat suaminya pulang dengan tangan kosong hanya bisa menangis. Ali bertanya : “Wahai wanita mulia, mengapa adinda menangis?” Fatimah menjawab: “Wahai kakanda, kenapa kakanda pulang tanpa membawasesuatu apapun?” Ali menjawab dengan suara tenang: “Kakanda telah meminjamkan kesemuanya uang itu kepada Allah,” Mendengar jawaban tersebut, Fatimah mengatakan dengan semangat:” Jika yang terjadi adalah seperti itu, adinda amat senang dan mendukung tindakanmu.” Tidak lama kemudian, Ali keluar rumah lagi dan bermaksud ingin bertemu Rasulullah saw. Di tengah jalan, seorang Arab badui yang sedang menuntun seekor unta mendekati Ali dan menanyakan : “wahai Aba -al-Hasan, sudikah anda membeli unta ini? Ali yang sedang tidak punya uang saat itu menjawab: Tuan, aku sekarang tidak memiliki uang sepersenpun.” Orang badui itu menjelaskan: “Anda bisa membayarnya kapan saja.” Ali yang tampaknya sangat antusias membeli unta itu menanyakan harganya, Wahai Tuan?” Si penjual unta menjawab “Tidak mahal, hanya 100 dirham saja.”

Baiklah , kata Ali yang kemudian meneruskan perjalanannya sambil menuntun unta. Baru beberapa langkah Ali berjalan, seorang Badui lainnya mendekatinya dan bertanya: ” Berapakah harganya: “Hai Abu Hasan, apakah anda ingin menjual?” Ya jawab Ali.”Berapakah harganya” tanya orang Badui itu. Ali menjawab: “300 dirham.” “Baiklah, kalau begitu saya beli,” Kata Badui itu dan langsung memberikan uang sebanyak 300 dirham kepada Ali. Setelah menemukan sesuatu yang ajaib diperjalanan tadi, Ali cepat-cepat pulang kerumah untuk menceritakan kejadian yang dilihatnya itu kepada istri tercinta, fatimah. Setibanya dirumah, fatimah langsung menanyakan suaminya: “Apakah yang kakanda bawa itu, wahai Aba hasan?” Alimenjawab:” wahai adinda, kakanda telah membeli seekor unta seharga 100 dirham, kemudian kakanda menjualnya dengan harga 300 dirham,” “Alhamdulillah, adinda setuju dan senang sekali.” kata fatimah.

Setelah itu, Ali berangkat menuju ke masjid untuk menemui Rasulullah saw. Ketika melihat Ali sampai di masjid, Nabi-pun tersenyum dan mengatakan: ” Wahai Ali, apakah kamu ingin menceritakan sesuatu atau aku saja yang bercerita?” ” Ya Rasulullah, aku lebih menyukai jika anda yang bercerita kepadaku.” kata Ali. “Wahai Ali, tahukah kamu siapa-kah orang Badui yang menjual unta dan Badui yang membeli untamu tadi?” Ali mengeleng,” Tidak, Allah dan Rasul-Nya yang lebih tau.” Nabi saw menjelaskan,” Berbahagialah kamu. Kamu meminjamkan enam dirham kepada Allah, lalu Allah memberikan kepadamu 300 dirham. Setiap satu dirham mendapatkan ganti 50 dirham. Sebenarnya orang Badui pertamayang menemuimu itu adalah malaikat Jibril, sementara yang kedua adalah sebenarnya malaikat Mikail.”
Demikianlahsekelumit kisah yang mudah-mudahan bisa di ambil hikmahnya. Semoga kita semua akan menjadi pemberi-pemberi yang ikhlas dan dapat membahagiakan orang lain, baik di kala suka maupun di kala sedang duka. Aamiin Ya Robb.

Sumber: Iqro

Related articles

September 4, 2012 Posted by | Kajian Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Merenungkan makna Hari Kemenangan

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahas...

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahasa Indonesia: Shalat Idul Fitri (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Idul Fitri selalu identik dengan’ kemenangan; bila direnungkan, sebenarnya apa yang telah kita menangkan ?? Tentu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadhan akan menjawab, menanag karena berhasil merampungkan puasa satu bulan ; benarkah demikian??

kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Menurut kaum sufi, kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya. Sementara yang terjadi, banyak sekali manusia yang meninggikan Nafsu duniawi dan melalaikan ibadah. Bagaimana bisa kita meraih kemenangan??

Bagi manusia awam jarang yang mampu menaklukkan Nafsunya. Ia tak peduli dengan sifat hakiki jiwa rendahnya. Ia malah bersahabat dengannya. Laul bagaimana kemenangan itu akan menyapa ?? Untuk sekedar melakukan shalat dan puasa secara benar dan tepat waktu saja, masih ada di antara kita yang belum bisa memenuhinya. Banyak secara terang – terangan menganggu sesama. Padahal setan bila menganggu manusia secara sembunyi-sembunyi. Dibulan Ramadhan yang suci, banyak dari kita yang bersenang-senang, bernyanyi dan berjingkrak-jingkrak. Sebetulnya ini adalah tanda bahwa kita masih memanjakan jiwa rendah yang seharusnya kita perangi.

Kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Hal ini sudah mencerminkan bahwa sebenarnya kita belum memenangkan apa-apa. Kemenangan itu hanya milik orang tertentu. Namun bukan berarti kita yang penuh dosa ini tak bisa meraihnya. Allah telah menjanjikan dalam Firman_NYa ” Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka berbuat aniaya”(QS.Ar-Ra’d : 6 )

Hendaknya kita bisa merenunggi perkataan seorang ulama . yaitu Ibul Qayyim , ” Dia (Allah ) adalah Robb yang maha pengampun , maka diamenyukai ampunan , maghfirah , dan tobat. Dia senang dan gembira dengan kegembiraan yang tak terhingga kepada tobat hambanya saat seorang taubat kepadanya.”Allah akan mengampuni hamba_Nya yang berdosa lantas ia bertaubat walaupun dasanya sebanyak apapun. sebagaimana dalil dari aaaal-Qur’an, di atas.

Sabda rasulullah SAW, Allah SWt telah berfirman,” Hai anak Adam, sesungguhnya selama kalian mau berdo’a dan mengharap kepadaKu, nisyaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu darimu dan Aku tidak menghiraukan lagi. Hai anak Adam sekirannya dosa-dosamu memenuhi isi langit, kemudian kamu meminta ampunanKu, nisyaca Aku ampuni. Hai anak Adam, sekiranya kamu mengharap kepadaKu dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, tetapi kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula” ( Riwayat Tarmidzi ) .

Dari janji Allah di atas, walaupun kita bermandi keringat dosa setiap hari, namun bila kita bertaubat, Allah akan mengampuninya. Tidak ada kata terlambat bagi kita sebelum Allah mencabut nyawa ini. Dari saat ini mari berusaha mengapai tangga guna menuju kemenangan. Belajar tepat waktu dalam ibadah. Menjalankan puasa dan menjauhi larangannya, dalam firma_Nya Allah meminta, Dirikanlah shalat untuk berdzikir kepada_Ku, dan di dalam hadits qudsi Rasulullah saw, bersabda Bahwa Allah SWT berfirman ”Puasa adalah untuk-Ku .’

Semoga dalam Idul Fitri kali ini kita termasuk dalam orang-orang yang meraih kemenangan Aamiin Yaa Robb.

Related articles

August 16, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.