rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Pernikahan Beda Agama

Nikah (film)

Nikah (film) (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikim warahmatullahi wabarakaatuh,

Saya bermaksud mengajukan pertanyaan singkat yang selama ini masih mengganjal di hati saya mengenai pernikahan beda agama. Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Hamba Allah

Singapore

 

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Pernikahan beda agama

Memang baru-baru ini ada beberapa orang yang mulai mengkampanyekan halalnya pernikahan beda agama. Alasan mereka, menurut saya belum jelas, bahkan menurut saya mereka masih merajuk kepada dalih hak asasi manusia. Pendapat ini terlalu ekstrim dan naif.

Ada juga yang berpendapat, “kalau lelakinya muslim dan wanitanya musyrik, itu boleh” menurut Al-Qur’an, pendapat ini adalah keliru. Sebab, Allah sudah jelas berfirman:

“ Dan janganlah kamu menikahi wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik  (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walau dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak kesyurga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintahnya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”( Qs. Al-Baqarah: 221)

Jadi kalau lelaki mu’min saja tidak boleh menikah dengan wanita musyrik, apalagi kalau wanita muslimah menikah dengan laki-laki musyrik. Maka kemudian, mari kita kembali kepada Al-Qur’an agar kita bias menemukan kebahagiaan sejati dalam hidup. Sebab Al-Qur’an adalah petunjuk hidup buat seluruh ummat manusia.

KH. Mahfudin Arsyad

Advertisements

March 2, 2013 Posted by | Konsultasi | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengertian Zuhud

Allah in Arabic

Allah in Arabic (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Suatu hari Abdullah bin Abbas RA memakai pakaian yang paling indah dan mahal harga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang-orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadah tetapi menepikan ilmu dan tidak mau mempelajari Al-Qur’an, Fiqh dan Hadits. Mereka terkenal sebagai kaum yang degil, bersuku-suku dan membenci sesiapa saja yang tidak sefaham dengan mereka.

Orang-orang Khawarij

Abdullah bin Abbas RA mandi dan memakai wangian yang paling harum, menyikat rambutnya dengan mengenakan pakaian yang paling indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang degil yang memakai baju bertambal-tambal, muka yang berdebu dan kusut masai. Mereka berkata: ” Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas RA menjawab: “Apakah kalian lebih tau tentang Rasulullah SAW berbanding saya?” Mereka berkata:” Tentulah kamu yang lebih tau.” Abdullah berkata lagi: “Demi Allah yang jiwaku dalam gengaman-Nya, sesungguhnya Aku telah melihat Rasulullah SAW berpakaian dengan mengenakan perhiasan yang berwarna merah dan itu adalah sebaik-baik perhiasan.

Para sahabat

Aisyah RA pada suatu ketika melihat sekumpulan pemuda yang berjalan dalam keadaan sangat lemah, pucat dan kelihatan malas. Beliau bertanya: “Siapakah mereka itu? ” Para sahabat menjawab: “Mereka itu adalah kumpulan ahli ibadah.”kemudian Aisyah RA berkata:” demi A
llah yang tiada Tuhan selain-Nya. Sesungguhnya Umar bin al-khattab RA adalah orang yang lebih bertakwa dan takut kepada Allah SWT berbanding mereka itu. Kalau beliau berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tangkas. Apabila bercakap, beliau dalam keadaan berwibawa, jelas kedengaran percakapannya dan apabila beliau memukul, pukulannya terasa sakit.”

hal ini semua berlaku adalah akibat memahami ilmu secara kurang menyeluruh, memberatkan perkara ibadah yang sebenarnya mudah, sampai ketahap berlebih-lebihan dan menyusahkan diri. begitulah keadaan sebahagiaan umat Islam yang lupa kepada wasiat Rasulullah SAW yang telah disampaikan kepada sahabatnya,Muadz bin Jabal RA ketika mereka dikirim menjadi Duta dakwah ke negeri Yaman. Kata Baginda yang maksudnya:” Wahai Muadz, mudahkanlah setiap urusan dan jangan memberat-beratkannya.

Sebagai panduan bersama, pandangan Shaikhul Islam al-Imam Ibnu Taimiyah. beliau berkata: ” Zuhud itu adalah kamu meninggalkan perbuatan yang tidak berfaedah untuk akhiratmu.” Al-Imam Ahmad bin Hanbal apabila ditanya seorang lelaki memiliki harta kekayaan sebanyak 100.000 dinar uang emas. Bolehkan dia di katakan seorang yang Zahid? Beliau menjawab:” Lelaki itu dikatakan zuhud apabila ada dua sifat: 1. Tidak terlalu gembira ketika hartanya bertambah. 2. Tidak terlalu berduka cita apabila hartanya berkurang.” khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Apabila emas seberat gunung diamanahkan kepadaku, aku tidak akan tidur selagi ia tidak habis dimanfaatkan untuk umat Islam.”

Sumber: Mutiara

January 10, 2013 Posted by | Mutiara Karima | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mutiara Sakinah

Let the Quran Speak

Let the Quran Speak (Photo credit: umar nasir)

Bismilahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sesungguhnya hidup di dunia ini bagaikan sehari saja

Benar seperti yang termaktub di dalam Al-Qur’an yang mengatakan sesungguhnya hidup di dunia ini bagaikan sehari saja. Tidakkah kita mendengar kisah beberapa pemuda beriman yang tertidur di dalam gua bersama anjing mereka? Apabila dibangkitkan, mereka merasa bagaikan tertidur seharian. Padahal sebenarnya zaman mereka telah berlalu pergi 300 tahun lamanya..

Bukankah itu tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa’ta’ala?

Hayati hidup ini untuk hari ini. Esok, belum pasti kita akan bernafas lagi. Jangankan esok, entah-entah malam ini kita akan pergi. Jangankan malam ini, sebentar lagipun kita tidak tau apakah yang akan berlaku.

Bersedia senantiasa untuk menghadapi saat-saat kita kehilangan masa itu. Jangan nanti kita terasa masa itu cepat berlalu. Nanti kita akan di tanya apa yang telah kita lakukan dengan masa dan usia yang dipinjamkan. Garisan permulaan sudah semakin tauh kita tinggalkan. Jangan pula menyesali dengan mengungkapkan kata-kata ini;

Ya Allah… Kembakikan kami ke dunia lagi… Kami akan banyak-banyak beramal sholeh… “

Sumber: Mutiara

January 6, 2013 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , | Leave a comment

Cara Meringankan Musibah

English: The word Allah, in Arabic. alif hamza...

English: The word Allah, in Arabic. alif hamzat waṣl (همزة وصل) lām lām shadda (شدة‎) alif khanjariyya (ألف خنجرية‎‎) hā (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

  • Mengikut petunjuk Allah dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.

”Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang denagn seizing-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus.” (Qs. Al-Maidah: 16)

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam, dimana di dalamnya terkandung hidayah dan petunjuk bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan atan agar selamat dan memperoleh kebehagiaan dunia dan di akhirat. Ajaran Al-Qur’an membimbing manusia agar keluar dari kegelapan yang berupa kekafiran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya Ilahi yang berupa keimanan, keislaman dan ilmu pengetahuan.

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu wahai Muhammad dengan membawa kebenaran, oleh itu hendaklah engkau menyembah Allah dan mengikhlaskan segala ibadah kepadanya”.Hak yang wajib dipersembahkan kepada Allah ialah segala ibadah dan amalan yang suci bersih dari segala rupa syirik. Ketika ujian dan musibah menimpa jaga diri agar tidak terjerumus mencari penyelesaian selain dari Allah.

  • Mencari Ilmu yang syar’i.

Mencari ilmu yang syar’I dengan menghadiri majlis ilmu dan tadzkirah. Nabi Muhammad SAW bersabda yang maksudnya, “Barang siapa menuntut ilmu berarti menuntut jalan ke syurga”. (hadits Riwayat Muslim)

Ilmu yang muktabar menurut syara’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya mengikuti hawa nafsunya bagaimanapun ia, bahkan ia mengikat pengikutnya dengan ilmu tersebut, yang membawa pemiliknya memiliki aturan-aturan-Nya.

  •  Bertaubat dari dosa-dosa.

Sebagai seorang hamba kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak ada permohonan yang lebih besar dari permohonana keampunana dari segala noda dan dosa.

“Sesungguhnya Allah membuka tangan selebar-lebarnya pada waktu siang. Hal ini berkekalan sehinggalah matahari terbit dari sebelah barat.’’

“barang siapa melazimi meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan menjadikan baginya jalan lapang dari setiap kesusahan serta Allah memberi rizki kepadanya dari punca yang tidak disangka-sangka,’’

  • Mengamalkan Dzikir yang berterusan.

Sifat orang-orang muknim lidahnya senantiasa basah berdzikir kepada Allah SWT. Dengan berdzikir hati akan menjadi tentram, bahagia dan damai karena perhubungan ketika itu adalah perhubungan terus kepada Allah SWT.

“Orang-orang yang mengintai Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau, maka peliharalah kami dari kiksa neraka.” (Qs. Al Imran: 191)

“orang yang membaca’ Laa ilaha illallah’ di dalam keadaan penuh keikhlasan di dalam hatinya atau iman bersamaan dengan sebiji gandum, maka ia akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam. Dan orang yang membaca kalimah ini dan di dalam hatinya terdapat dengan keikhlasan atau iman bersamaan sebesr biji gandum maka ia akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam dan orang yang membaca dengan penuh kebaikan atau iman maka ia juga akan dikeluarkan dari Naraka Jahanam’’.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi SAW, bersabda maksugnya: “Sesungguhnya Allah SWT. Yang Maha memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para malaikat yang mempunyai kelabihan yang diberikan oleh Allah SWT. Para malaikat selalu mengelilingi bumi. Para malaikat senantiasa memperhatikan majelis-majelis dzikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan dzikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut dimana mereka akan menaunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis dzikir tersebut dan langit. Apabila orang yang hadir dalam majlis tersebut bubar selesai, para malaikat naik kelaangit.

  • Berbuat baik kepada semua makhluk

Menyebabkan dada menjadi lapang. Sifat orang mukmin akan berbuat baik kepada semua makhluk Allah SWT di muka bumi. Sama apakah kepada manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Terutama kedua ibu bapak, saumara mara, jiran tetangga, anak yatim dan fakir-miskin.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan dari bisik-bisik mereka, kecuali siapa yang menyuruh bersedekah, kebaikan, atau mendamaikan antara manusia. Dan barang siapa melakukan hal itu dengan mencari Ridha Allah, maka kami akan memberikannya pahala yang besar.” (Qs. An-Nisa: 114)
Allah’ Azza wa Jalla mengabarkan bahwa semua hal di atas adalah bagi siapa pun yang merealisasikannya, serta kebaikan akan mengundang kebaikan dan menolak keburukan. Juga Allah’ Azza wa Jalla janjikan bagi mukmin yang mengharap pahala-Nya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar. Termasuk dari pahala yang besar itu adalah hilangnya kerisauan, kesusahan, kekeruhan hati, dan seterusnya.

  • Melakukan Mujahadah

Dengan melakukan mujahadah seseorang bisa mengikis sifat-sifat negatif yang ada pada dirinya. Pada adatnya tidak mungkin kita sampai pada lapangan makrifat terhadap Allah SWT apa bila kita tidak mau bermujahadah, tidak mau melihat kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam diri kita, kebih-lebih lagi kelemahan itu berupa penyakit hati.

“Orang-orang yang berjuang di jalan kami, sesungguhnya kami akan memberi petunjuk mereka itu pada jalan-jalan kami, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang membuat kebaikan.”
Apabila hati senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, berdo’a dan bermunanjat, Allah SWT akan meringan segala beban penderitaan kita. Musibah yang datang juga akan diringankan oleh-Nya. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang dikasihi dan diridhai-Nya. Aamiin Ya Rabb.
Sumber: Mutiara

Related articles

December 31, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Efek Riba Dan Akibatnya

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

BAB. 7

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Dinar dan dirham

Uang yang disebut dalam Al-Qur’an hanyalah dinar dan dirham, yaitu emas dan perak yang aman nilai uang itu sendiri ada pada uang itu sendiri. Ini menjamin akan stabilitas uang itu sendiri. dan kita umat Islam telah meninggalkan apa yang telah ditunjukkan oleh Allah ini. Sistem keuangan kita saat ini adalah ciptaan barat sesuai konsep uang kertas barat yang mana sebenarnya tidak memiliki nilai tersimpan di dalamnya.

Sistem keuangan modern ciptaan barat menggunakan unag kertas ini sebenarnya adalah satu bentuk Riba halus yang tersembunyi dan tidak bisa dilihat baik oleh kebanyakan pemimpin apalagi rakyat, ia sudah menjadi suatu norma kehidupan untuk semua golongan manusia, bak sabda Nabi diceritakan oleh Abu Hurairah: Nabi saw bersabda : Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barang siapa yang tidak memakannya maka ia kan terkena debunya. (Sunan Abu Dawud)

Dan jika setiap hari kita menggunakan sistem yang berlandaskan riba ini, maka ketahuilah adanya peperangan dari Allah SWT dan Rasul terhadap kita semua, akan tetapi peringatan-peringatan ini tidak lagi berpengaruh apa-apa terhadap hati kebanyakan umat Islam sekarang ini, hanya yang mendapat “Nur” dari Allah dan yang berusaha mencari ilmu-ilmu untuk membuka pikiran, dengan tangisan maupun di hati akan berusaha sekuat tenaga lari dari riba walau apapun harga yang harus di bayar.

Dapatkah kita mengambil pahala orang lain

Katalah tiba suatu masa Allah mem “fisik” kan pahala yang mana pahala bisa terlihat dan wujud nyata. dapatkah kita mengambil pahala orang lain? dapatkah kita mengambil hasil usaha orang lain? Inilah diantara rahasia dibalik larangan riba karena jika kita mengambil uang orang lain dengan cara yang tidak adil, itu adalah penindasan dan uang (pahala melakukan sesuatu) itu bukan milik kita. Pengasihnya Allah itu melarang kita mengambil riba karena kita akan menderita karenanya dan adilnya Allah itu akan mengembalikan uang itu kembali ke yang berhak.

Jika kita memberi pinjaman atau menyimpan uang dalam bank, keuntungan yang kita terima itu sebenarnya adalah pahala orang lain yang kita ambil, umpama lintah menghisab darah manusia. Uang datang dari usaha, dan usaha adalah energi, maka uang itu adalah energi dan energi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, karena maha adilnya Allah itu maka uang (energi) yang dapat secara haram itu akan mengalir keluar  dari diri kita namun tidak selalu dalam bentuk uang itu sendiri, mungkin dalam bentuk lain seperti kesehatan, masalah keluarga, dll.

Larangan riba dari Allah itu untuk kebaikan menusia itu sendiri. dengan hidup yang diperangi oleh Allah setiap hari (akibat hidup dengan riba), tidak heran mengapa hidup kita semakin hari semakin tersiksa, mungkin untuk individu tidak terasa akan tetapi dari segi masyarakat, koran harian sudah jelas menceritakan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat manusia.

Mungkin kita bisa menghindari dari energi (uang) itu untuk lari dari kita saat hidup, akan tetapi ketika mati, energi negatif inilah yang akan menjad siksaan dikubur maupun di neraka. Allah itu maha adil

Sumber: Mutiara

December 24, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ya’juj Ma’juj Gog & Magog-Dajjal

Alexander building a wall against Gog and Magog

Alexander building a wall against Gog and Magog (Photo credit: Wikipedia)Bismillahirramanirrahiim,

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Apa kaitan antara tiga kata di atas? Apakah ia sama atau berbeda? Apakah ia adalah makhluk manusia Yang di katakana memiliki sifat-sifat tertentu sebagai mana kita pahami melalui berbagai sumber yang telah di temukan sejak zaman Dzulqarnain yang agung itu? Apa kaitannya dengan dunia akhir zaman? Betapa hal ini disebut dalam Al-Qur’an dan ahaditsul fitan yang mutawatir. Bahkan, dalam beberapa hadits disebutkan ‘bayangan’ atau tasybih/ kinayah Dajjal dengan rupa tingkat tertentu.

Buta sebelah mata (buta mata kiri)
Dengan pergerakan yang cepat,
Menawarkan ‘syurga dan neraka’
Membawa roti,
Tertulis kalimat “Kaf Fa ra’’ pada dahinya
Dan sebagainya lagi.

Ini terkandung di dalam hadits-hadits fitan yang banyak. Tetapi apakah kita perlu memahami hadits-hadits itu pada dzahir Buta sebelah mata saja sebagaimana beberapa penelitian sejarawan keagamaan dan kebudayaan, ataukah kita perlu penafsiran dengan mempertimbangkan kepada aspek vision atau kasyaf / ru’yah Rasulullah dalam ini?

Ya’juj wa Ma’juj itu adalah nama suatu bangsa

Dan berbagai persoalan lain yang memerlukan pemecahan yang tuntas. Jelasnya, hal ini adalah persoalan hakikat dan sekaligus sebagai sebagian sinyal atau dalil dunia yang semakin punah dan menuju final.

Ya’juj Wa Ma’juj – Gog and magog dan Dajjal pada hakikatnya adalah sama!!! Sebagian meyakini bahwa ia adalah gambaran Al-Qur’an atau kasyaf Rasulullah saw tentang bangsa barat / Eropa dan agama Kristen dari segi sikap, karakter, pribadi dan ajaran mereka.

Bagi yang Muslim; mengkajilah dengan matahati melalui wahyu suci Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih yang mutawatir serta penelitian-penelitian ilmuwan yang muktabar. Bagi yang Kristen (tidak kira sekte apapun); renungkanlah ia melalui kitabmu ‘Bible’ Andai Anda jujur, Anda akan temukan titik temu pernyataan ini dengan jelas.

Oleh karena Ya’juj wa Ma’juj itu adalah nama suatu bangsa, maka tidak seorangpun akan merasa keberadaan memakai nama itu. Bahkan sebenarnya, bangsa Eropa sendiri telah membangun dan memasang replika atau patung Ya;juj Wa Ma’juj (Gog and Magog di depan Guid hall di London).

Atas hikmah inilah pula mengapa Al-Qur’an hanya mengunakan nama Ya’juj Wa Ma’juj, dan tidak menggunakan nama Dajjal yang artinya pembohong atau penipu. Sebaliknya, kitab-kitab hadits menggunakan kata Dajjal, karena nama Dajjal atau Anti Kristus dan ramalan-ramalan yang berhubungan dengannya juga telah disebutkan dalam kitab-kitab suci samawi yang terdahulu (yaitu Taurat dan Injil)-versi asli sebelum penambahan dan pengurangan tangan-tangan dajjal).

Dalam hadits yang sangat sahih diterangkan, bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari Surah Al-Kahfi melindungi dari fitnah Dajjal. jadi menurut hadits itu, Al-Qur’an memberikan isyarat siapakah Dajjal itu. Tentang hal ini diterangkan dalam hadits tersebut: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat awal dan sepuluh ayat akhir dari Surah Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnah) Dajjal’’.

Surah Al-Kahfi

Bisa jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir itu sebenarnya yang dimaksud adalah keseluruhan Al-Kahfi tersebut yang melukiskan ancama Nasrani (sebut Kristen) yang beraspek dua; yang satu bersifat keagamaan dan yang lainnya bersifat keduniaan.

Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi, Anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani yang antara lain mengajarkan dalam keyakinan mereka bahwa Allah memiliki anak lelaki dan mereka yang ahli dalam bidang barang.

Mereka adalah para missionaries penjaja 3G God, Gold and Giory sebagai penjanjah dan penjerah peradapan bangsa lain. Merekalah yang telah keluar dari dua tembok zaman kegelapan dengan istilah renaisannce’ dan ‘mengalir’ menjarah dan menyerang dan bangsa lain. Lalu mereka ‘menggaram dan meragi’ sepuas-puasnya bangsa dan agama lain dengan keyakinan Al-Masih dajjal mereka yang menelorkan kepercayaan bahwa Allah beranak dan menyumbat mulut bangsa lain dengan ‘roti’ hingga kekenyangan.

Akhirnya, mayoritas bangsa (terutama Muslim di berbagai belahan dunia) segan dan malu untuk ‘melawan’ kembali, malah semakin berhutang budi dengan Ya’juj wa Ma’juj ini. Kita tewas dengan Gog and Magog!

Inilah keyakinan kita sebagai Muslim berkenan Dajjal, Ya’juj wa Ma’juj atau Gog and magog!

Namun berdeda pula rupanya kita dengan pemahaman dan konsep bangsa mereka sendiri terutama Israel Yahudi yang menganggap orang selain mereka sebagai ghoyyim- yaitu binatang ternak untuk mereka.

Sebagai kepercayaan mereka mengatakan bahwa Magog adalah Muslim, bahkan lebih ditujukan kepada sebuah Negara dan bangsa Islam-bukan ASWJ-yaitu Negara Syi’ah Iran.

Jika demikian, maka secara psikologis apa ini yang dipropogandakan oleh AS dan sekutunya-dengan ditunggangi oleh Israel Yahudi: Zionis, Freemasonry dan lain-lain-adalah perang Pra-Armageddon yang akan meletus pada setiap saat. Sayangnya banyak yang masih tidak mau peka dan memahami sejarah ini!

Semoga sedikit tampilan ini membuat kita lebih tertantang untuk mengetahui sejarah yang berputar di sekeliling kita terutama yang menyentuh survival ummat ini sendiri.

Marilah kita jadikan pesan wahyu Allah dan hadits Rasulsul-Nya sebagai pegangan kokoh. Gigitlah ia dengan gerahammu-dengan pegangan yang erat dan meresap didada.

Jangan sampai terjajah dan tewas dengan propaganda Ya’juj wa Ma’juj serta Dajjal. Sebagai peringatan besar sejak para nabi yang terdahulu. Kini, kita dalam dunia gejolak Ya’juj wa Ma’juj. Maka, wariskanlah “Kalimah Toyyiban” kepada seluruh anggota keluarga sebagai secerca bekal menghadapi dunia ‘Gog and Magog’.

Wallahu A’lam

Sumber: Mutiara

November 19, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Wanita haid Ingin Dapat Lailatul Qodar

Quran, Mus'haf_Al_Tajweed.

Quran, Mus’haf_Al_Tajweed. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaruh,

Maaf ada yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana cara agar wanita yang mengalami haid bisa menghidapkan malam lailatul qadar? sebab rasanya akan sangat rugi jika malam yang lebih baik baik dari seribu bulan tersebut, berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah kepada Allah, atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Siti Sholihah

Kowloon,HK.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaaatuh,

Untuk wanita haid yang ingin mendapatkan malam lailatul qadar, bisa melakukan banyak ibadah selain shalat. Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak, “Bagaimana pendendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh-Dhahak pun menjawab,” Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (lathaif Al-Ma’arif, hlm.341)

Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian malam lailatul qadar. Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melakuka shalat. Untuk bisa mendapatkan pahala ketika lailatul qadar, waita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah. Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah:

1. Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf sebanyak 7 ayat untuk sekali baca, misalnya surat Al-fatihah.

2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilahaillallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir yang lainnya.

3. Memperbanyak istigfar.

4. Memperbanyak do’a.

5. Membaca zikir ketika lailatul qadar, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah r.a, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang merupakan malam lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi saw menjawab, “Ucapkanlah, Allahumma innaka’afuwwun kariim tuhibbul’afwa fa’fu’anhu ya kariim (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.)” (Hadist sahih; diriwayatkan At-Turmudzi dan Ibnu Majah)

Dalam Fatwa Islam Tanya-Jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid. Menghidupkan malam lailatul qadar tidak hanya dengan shalat, namun mecakup semua bentuk ibadah. Al–Hafizh Ibu Hajar mengatakan, ”Makna’menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.” An-Nawawi mengatakan , Makna’menghidupkan malam lailatul qadar’ adalah menghabiskan waktu malam tersebut dengan bergadang untuk amal ibadah lainnya.” Jadi meskipun seorang wanita berhalangan, mereka masih berkesempatan mendapatkan malam lailatul qadar.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

Related articles

November 8, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Syukur

English: name of allah

English: name of allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

BERSYUKUR kepada Allah bukan saja ketika senang tetapi juga pada saat menghadapi ujian-Nya. Rahmat, musibah diturunkan Allah patut jadi medan umat musahabah diri dari setiap saat.

SESUNGGUHNYA orang yang memiliki ketajaman mata hati mengaku bahwa bencana dan siksa Allah tidak hanya dalam bentuk kelaparan, sakit, miskin dan muflis. Sesungguhnya bencana paling hebat ialah adzab Allah bersifat maknawi, tidak nampak dimata manusia tetapi kesannya sungguh dahsyat dirasai.

Sesungguhnya bencana paling hebat ialah adzab Allah bersifat maknawi

Ia bisa membuat hati mereka tertekan seperti disebut dalam Al-Qur’an yang bermaksud: “Barang siapa yang Allah menghendakinya mendapat petunjuk niscaya Dia melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang dikehendaki Allah mendapat kesesatan niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (Qs. Al-An’am : 125)

Walaupun semua nikmat dunia sudah dimiiki dada rasa sempit, susah,takut, risau dan sedih. Bukankah perasaan itu adalah adzab yang bersifat maknawi? Apakah lagi adzab yang ditimpakan kepada manusia supaya mereka ingat?

Adzab di hati, tidak berasa manisnya iman. Mengapa orang yang lalai kepada Allah hidupnya bergelimang harta dan kuasa? Tidak nampak kesusahan pada wajah mereka, senantiasa sehat dan gembira dengan apa yang dimiliki. tetapi benarkah mereka bahagia?

Mana mungkin harta bisa membeli ketenangan jiwa, bahkan hakikatnya semuaa yang boleh ditonjolkan adalah palsu belaka. hati mereka menjerit dikejar rasa bersalah, diburu bayang-bayang dosa dan maksiat yang dilakukan

Nurani yang bersih senantiasa berbisik bahwa mereka melakukan kesilapan memilih jalan sedangkan nafsu yang keji coba menjerit dengan pelbagai kenikmatan sesaat. Memang mereka menikmati segalanya tetapi jiwa tidak pernah puas, hampa dan kosong.

Allah menyiksa dengan cara mengunci mata hati mendapat hidayah-Nya. Adzab Allah membuat hidup seseorang tidak menentu, tertekan, tersesat tanpa kuasa yang boleh menolong selain Allah.

Jika Allah mencabut kemanisan iman dari hati

Jika Allah mencabut kemanisan iman dari hati, sesungguhnya Dia mengadzab mereka secara senyap, ramai yang sembahyang tapi tidakrasa manisnya sujud khusuk dan mereka berilmu tetapi mengenal jalan menuju Allah.

Mereka kaya tetapi tidak merasai keberkatan hartanya. Mereka kepenatan mengejar dunia, menitiskan air mata untuk dunia, risau dan takut karena dunia, berjuang untuk dunia tanpa memulai kemanisan saat beribadah dan kenikmatan memuju Allah.

Hati tempat jatuhnya rahmat dan adzab Allah. Alangkah ramainya manusia yang tidak menyadari dirinya sedang diadzab karena dosa membutakan hati sehingga tiada mampu membedakan manakah salah satunya, antara rahmat atau adzab?

kata-kata pendeta Bani Israil dalam kitab Ibnu Qayyim Al-Jauzi,’ Shaydul khatir’:Oh Tuhanku, aku sering berbuat maksiat tetllah. Tidakkah engkau merasa dihalang dirimu merasai kenikmatan bermunajat kepada kepada-Nya?’

Orang berilmu buta hati jika ia menganggap dirinya senantiasa dirahmati Allah walaupun maksiat menghiasi pribadi, apatah lagi orang awam yang kering iman lagi jahil. Walaupun mesti berprasangka baik kepada Allah, jangan sampai dia langsung bebas dari karat maksiat dan hanya berlaguk umpama suci dari debu.

Semakin dia merasa bebas dari maksiat itu, semakin hatinya kotor dan tidak dijatuhinpandangan rahmat-Nya. kemudian dia tidak mampu lagi membedakan mana rahmat dan mana adzab, akhirnya buta hati.

Adzab di mata, tidak bisa membaca hikmah peringatan Allah. Setiap peristiwa mesti mengandung hikmah untuk kebaikan manusia’ Ujian dan adzab yang diderita adalah bentuk tarbiah berkesan untuk menyadarkan kesilapan manusia.

tetapi, ada pula orang yang semakin diuji semakin parah kesesatannya, bahkan berterusan melakukan maksiat. Adzab di atas adzab! Apabila sakit yang di deritai, kehilanga harta, kegagalan hidup dan ajal maut sama sekali tidak menyadarkan  bahwa semua itu aedalah peringatan Allah.

Setiap peristiwa mesti mengandung hikma

Padahal duri yang mencucuk kulit itu menyimpan petanda peringan dari Allah bahwa manusia memang lemah, miskin dan tidak mampu melawan kehendak Allah. orang yang degil dan durhaka anggap semua itu proses kebiasaan hidup tiada campur tanggan Allah.

ketika sakit dia menyumpah serapah, jika rugi dia membuat penyelewengandemi mendapatkan keuntungansecara haram, jika didzalimi dia membalas dendam dengan kedzaliman yang lebih ke atas orang lain.

Tidak ada kamus taubat dan insaf dalam hidupnya. Mereka tidak mau mengambil pelajaran kisah penyelewengan manusia yang berakhir dengan kesengsaraan dunia akhirat. Mata, telinga, hati dan akal dikurniakan Allah untuk mendapat hidayahtidak dimanfatkan sehingga kesesatan tiada berakhir.

“perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api, maka selepas api itu menerangi sekelilingnya  Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan , tidak dapat melihat. mereka tuli, bisu dan buta.”(Qs.al-baqarah: 17)

Mengapa manusia mudah tertipu? Bukankah mereka tau musuh yang paling berbahya ialah iblis dan syaitantetapi mereka menjadikannya teman setia? manusia juga dibekalkan syariat, hati dan mata. justru, dengan modal itu mereka pula semakin tersesat.

Orang islam mengetahui syura dan neraka, tetapi banyak pilihannya selalu keliru. mereka tau dunia ini palsu dan menipu tetapi di situlah mereka memuaskan nafsu. Jadi, bagaimna menyelamatkan diri dari kebodohan sendiri yang selalu tertipu sebelum adzab datang?

Setiap kali mengulangi dosa dan maksiat kepada Allah, cobalah ancam diri sendiri. Awas! jaga-jaga, kuasa Allah bisa menarik balik semua yang anda miliki. bayangkan perkara negatif terkena pada tubuh, harta, anak, istri, dan keluargaulullah, kedudukan serta kuasa.

Apabila seseorang hidup dalam zona nyaman dan tidak pernah mengancam diri maka keadaan ini membuatnya hanyut, lalai dan lupa daratan. Jika dia senantiasa berjaga-jagal dan suka menakuti diri, ia sebagai langkah pencegahan sebelum kemurkaan Allah tidak dapat di bendung. cara paling berkesan untuk mengancam diri dengan adzab Allah ialah dengan mentadabburkan Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an bukan hanya membawa kabar gembira kepada hamba Allah yang beriman bahkan ada ayat ancaman supaya manusia tidak lalai dibelai dunia. Sedikit tertawa dan banyak menangis adalah wasiat Rasulullah SAW supaya manusia suka mengancam dan memperingatkan diri dengan siksa Allah yang begitu pedih.

ketinggian akhlak manusia bergantung dengan seberapa kerap mereka bersyukur kepada Allah. Orang itu layak dipanggil manusia paling mulia dan tau mengenang budi. Sesungguhnya manusia tanpa sifat syukur seperti pendurhaka yang mengambil kesempatan dan menikam dari belakang.

Walau ilmu menjulang ke langit, harta setinggi gunung, kuasanya segagah ruang angkasa tetapi jika sifat kufur mengatasi segala-gala maka dia menjadi sehina makhluk pada pandangan Zat Yang Maha Pemberi Nikmat.

lebih baik hidup sebagai cacing yang sadar diri sambil berdzikir pagi dan petang mengingat jasa baik Allah memberinya makan di dalam tanah. Walaupun syukur sang cacing tidak di balas dengan nikmat di akhirat tetapi dia pandai berterima kasih kepada Allah atas rizkinya dalam tanah. Cacing hanya makan kotoran tetapi pandai bersyukur. Manusia jauh lebih baik makanan dan nikmat hidup yang dianugrahkan Allah tetapi betapa sedikitnya yang pandai bersyukur.

Syukur bermakna berhias dengan lidah yang memuji saja tanpa sepatah pun mencela perbuatan Allah ke atas diri kita, berhias dengan perbuatan mengikut undang-undang Tuhan sekaligus menolak logika manusia yang bodoh berlagak tahu segala-gala.

Syukur itu perhiasan paling cantik jika dipakai, ilmu bermanfaat jika diamalkan dan akhlak indah pada pandangan Tuhan, bahkan ia bisa menahan adzab yang turun dari lngit. Allah berfirman yang bermaksud: ” Jika kamu bersyukur, Aku tambahkan nikmat-Ku namun jika kamu kufur sungguh adzab-Ku amat pedih,”

Sumber: Mutiara

Related articles

September 20, 2012 Posted by | Mutiara Hati | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Al-Qur’an

English: A modern Arabic Quran with Persian tr...

English: A modern Arabic Quran with Persian translation in Iran. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berkatalah Rasul: ‘Ya RobbKu sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini (mahjuran) suatu yang tidak dihiraukan. Dahulu kaum musrikin tidak mendengarkan Al Qur’an. Bila di bacakan Al-Qur’an justru membikin keributan dan berbicara hal lain supaya tidak mendengarnya. Sikap tak acuh terhadap Al Qur’an ada beberapa macam:
1. Tidak mau mendengarkan dan beriman kepadanya.

2. meninggalkan pengalamannya dan tidak memperhatikan halal haramnya meskipun membaca dan beriman kepadanya.

3. Tidak mau memutuskan hukum atau berhukum dengannya baik dengan prinsip-prinsip agama maupun cabang-cabangnya. Serta meyakini bahwa Al Qur’an tidak memberikan sesuatu yang yakin dan dalil-dalil Al Qur’an hanyalah lafadz-lafadz, tidak menghasilkan ilmu yang yakin.

4. Tidak men-tadabburi dan memahaminya serta tidak berusaha mengetahui apa yang dimaukan oleh yang berbicara kepadanya.

5. Tidak mau mencari kesembuhan atas segala penyakit qalbu darinya (Al-Qur’an) atau berobat dengannya, sehingga mencari kesembuhan dari selainnya.

6. berpaling kepada selainnya baik berupa syair, perkataan orang, nyanyian omong kosong, atau metode yang diambil dari selainnya. demikian pula rasa berat yang ada di dalam dada terhadap Al-Qur’an:

a. Keberatan terhadap turunnya Al-Qur’an dan bahwa itu kebenaran dari Allah.

b. keberatan pada (keyakinan) bahwa Al-Qur’an yang berbicara kepadanya.

c. Keberatan pada cukup atau tidaknya Al-Qur’an, sehinga (menurutnya) Al Qur’an tidak memadai bagi manusia. Dan mereka membutuhkan teori-teori rasionalis, anologi maupun ide serta gagasan (diluar Al-Qur’an).

d. Keberatan pada sisi kandungan dalil Al-Qur’an dan dan esensi yang dimaukan, yang bisa dipahami dari ungkapannya. sehingga (memberikan kemungkinan), bahwa yang dimaukan denganya adalah makna yang menyimpang dari makna asli dan hakikat kandungannya, berupa penafsiran-penafsiran yang jelek.

e. menganggap bahwa hakikat isi Al-Qur’an’,walaupun itu memang yang dimaksudkan, tapi sebenarnya itu sudah ada (walaupun tanpa penjelasan Al-qur’an) atau mengesannkan apa yang dimaukan Al-Qur’an itu hanya demi maslahat/ kepentingan tertentu saja. orang yang memiliki rasa berat atas Al-Qur’an dalam qalbunya, mengetahui hal itu ada pada dirinya serta mendapati hal itu dalam dadanya.

Wallahu A’lam.

Orang yang gagal adalah orang yang tidak mampu mengurus masalah. Hanya manusia yang bisa mengurus masalah saja yang bisa berjaya.

Sumber: Mutiara

September 3, 2012 Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , , | Leave a comment

Musibah

Front of the Quran

Front of the Quran (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum wrahmatullahi wabarakaatuh,

1. Mengikut petunjuk Allah dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.

“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinkan-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus.”(Qs. al-Maidah : 16). Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran ajaran Islam, di mana di dalamnya terkandung hidayah dan petunjuk bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan agar selamat dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ajaran Al-Qur’an membimbing manusia agar keluar dari kegelapan yang berupaya kekafiran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya Ilahi yang berupa keimanan, keislaman danilmu pengetahuan. “Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu wahai Muhammad dengan membawa kebenaran, oleh itu hendaklah engkau menyembah Allahdengan mengikhlaskan segala ibadah kepada-Nya”. Hak yng wajib dipersembahkan kepada Allah ialah segala ibadah dan amalan yang suci bersih dari segala rupa dan syirik. Ketika ujian dan musibah menimpa jaga diri agar tidak terjerumus mencari penyelesaian selain dari Allah.

2. Mencari imu yang syar’i.

mencari ilmu yang syar’i  dengan menghadiri majlis ilmu dan tadzkirah. nabi saw. bersabda yang maksudnya “barang siapa menuntut ilmu berarti menuntun jalan ke syurga”. (hadits Riwayat Muslim). Ilmu yang muktabar menurut syara’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya mengikutihawa nafsunya bagaiimanapun ia, bahkan ia menikat pengikutnya dengan ilmu tersebut, yang membawa pemiliknyamematuhi aturan-aturan-Nya.

3. Bertaubat dari dosa-dosa.

Sebagai seorang hamba kepada yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak ada permohonan yang lebih besardari permohonan keampunan dari segala noda dan dosa. “sesungguhnya Allah membuka tangan selebar-lebarnya paa waktu siang untuk menerima taubat mereka yang melakukan dosa pada waktu malam, dan membuka tangan selebar-lebarnya pada waktu malam untuk menerima taubat mereka yang melakukan dosa pada siang. Hal ini berkekalan sehinggalah matahari terbit dari sebelah barat.” ”Barang siapa melazimi meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan menjadikan baginya jalan yang lapang dari setiap kesusahan serta Allah memberi rizki kepadanyadari punca yang tidak disangka-sangka.”

4.Mengamalkan dzikir yang berterusan.

Sifat orang-orang mukmin lidahnya senantiasa basah berdzikir kepada Allah SWT. DEngan berdzikir hati akan menjadi tentram, bahagia dan damai karena berhubungan ketika ituadalah berhubungan terus kepada Allah SWT. Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) ”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(

) “Orang yang membaca’ Laa ilaha illallah’ di dalam keadaan penuh keikhlasan di dalam hatinya atau iman bersamaan dengan sebiji gandum, maka ia akan dikeluarkan dari neraka Jahanam. Dan orang yang membaca kalimah ini di dalamnya hatinya terdapat keikhlasan atau iman bersamaan sebiji gandum maka ia akan dikeluarkan dari api neraka jahanam dan orang yang membaca dengan penuh kebaikan  atau iman maka ia juga akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam”. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Nabi SAW, bersabda maksudnya: ‘Sesungguhnya Allah SWT Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. para malaikat selalu mengelilingi bumi. para malaikat senantiasa memerhati majlis-majlis dzikir. Apabila mereka dapatiada satu majelis yang dipenuhi dengan dzikir, mereka turut mengikuti majelis tersebut dimana mereka akan menaunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majelis dzikir tersebut. Apabila orang yang hadir dalam majelis tersebut bubar selssai, para malaikat naik ke langit”.

5. Berbuat baik  kepada semua makhluk.

Menyebabkan dada menjadi lapang. Sifat orang mukmin akan berbuat baik kepada semua makhluk Allah SWt. Di muka bumi. sama apakah kepada manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Terutama kepada kedua ibu bapak, saudara mara, jiran tetangga dan anak yatim dan fakir miskin. “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan dari bisik-bisik mereka, kecuali siapa yang menyuruh bersedekah, kebaikan atau mendamaikan antara manusia. dan barang siapa yang melakukan hal itu dengan mencari Ridho Allah, maka kami akan memberikanya pahala yang besar.”(Qs,an-Nisa : 114). Allah’ Azza wa jalla mengabarkan bahwa semua hal di atas adalah bagi siapa pun yang merealisaskannya, serta kebaikan akan mengundang kebaikan dan menolak keburukan. Juga Allah’ Azza wa jalla janjikan bagi mukmin yang mengharap pahala-Nya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar. Termasuk dari pahala yang besar itu adalah hilangnya kerisauan , kesusahan, kekeruhan hati, dan seterusnya.

6. Melakukan mujahadah.

Dengan melakukan mujahadah seseorang bisa mengikis sifat-sifat negatif yang ada pada dirinya. Pada adatnya tidak mungkin kita sampai pada lapangan makrifat terhadap AllahSWTapa bila kita tidak mau bermujahadah, tidak mau melihat kelemaha-kelemahan yang terkandung dalam diri kita, lebih-lebih lagi kelemahan itu berupa penyakit hati. “orang-orang yang berjuang di jalan kami, sesungguhnya kami akan memberi petunjuk mereka itu pada jalan-jalan kami. dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang membuat kebaikan.”

***

Apabila hati senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, berdo’a dan bermunanjat, Allah SWT. Akan meringankan segala beben dan penderitaan kita. Musibah yang datang akan diringankan oleh-Nya. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang dikasihi dan di Ridhain-Nya. Aamiin Yaa Robb.

Sumber : Mutiara

August 27, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.