rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Instropeksi

bismillah

bismillah (Photo credit: elif ayse)

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Setiap manusia mengalami perubahan dalam kehidupannya

Setiap manusia mengalami perubahan dalam kehidupannya, dulu dia pernah lalai kepada Allah, kemudia bertaubat kembali ke jalan-Nya dan tidak mustahil dia akan mengulangi lagi kejahatan yang di tiggalkannya itu. Tidak ada insan yang maksum kecuali Nabi, maka sebagai insan biasa, dia senantiasa menilai dirinya. Bayangkanlah jika setiap manusia memandang baik apa saja yang di lakukannya tanpa melihat  perspektif orang lain, sudah tentu kedzaliman yang akan berkuasa.

Sedang orang beriman senantiasa menganggap dirinya sebagai orang yang bersalah, banyak kelemahan dan takut tertipu  dengan kelebihan yang Allah karuniakan kepadanya. Seperti mana orang takut ketika Allah menganugerahkan kebesaran  dan kekayaan kepadanya, dia takut keenakan yang diberikan  di dunia ini  akan menghalangnya merasai keenakan di akhirat nanti.

Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW.

Orang beriman menimbang segala sesuatu dengan neraca Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW. Apa-apa saja tindakan yang di lakukannya senantiasa di rujuk kepada kedua kekuatan ini. Kejahilan menguasa petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah menyebabkan manusia menghalalkan dirinya untuk memutar balik  ayat Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Mereka mau mempergunakan Islam untuk mendapatkan imbalan,

“Dan apa bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, supaya Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebahagian mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk memberi hak (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada Rasul dan patuh. “(Qs. an-Nur: 48-49)

Kesilapan berulang berlaku karena tidak mau mengakui aib diri dan menolak  pandangan orang lain. Semua yang dilakukannya seolah-olah manpak betul belaka, seolah-olah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah tetapi pada hakikatnya dia tertipu karena kesilapannya memahami ayat-ayat Allah, bahkan sebenarnya dia mempergunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk menuruti nafsunya.

Musahabah

Musahabah musti di lakukan dengan sandaran ilmu dan bimbingan orang lebih alim lagi wara‘ terhadap dunia. Sesiapa mengaabaikan musahabah diri, maka seolah-olah tidak takut dengan hari penghisaban Allah. Berat ditimbang amalnya sekali-kali  tidak menghawatirkan fikiran.

Disebabkan terlalu bercita-cita mengenggam dunia, seseorang terpaksa melakukan penyelewengan dan kedzaliman  terhadap orang lain. semua orang sedaya upaya mau memanfaatkan untuk kepentingan diri dan keluarga.

Pecinta dunia ini seolah-olah lupa, hakikat kesenangan itu baginya hanyalah  satu permulan episode adzab  yang akan dilaluinya  sepanjang masa hinggga berhadapan dengan Allah.

“Maka tatkala  mereka melupakan apa yang diberikan kepada mereka, kami pun kemudian membukakan pintu kesenangan untuk mereka, sehinga apabila mereka bergembira dengan apa diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan tidak disangka-sangka, maka ketika itu mereka terdiam berputus aza.”

Sumber: Mutiara

Related articles

Advertisements

December 8, 2012 Posted by | Mutiara Taskiyah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Fadhilah Ayat-ayat Al-Qur’an

Bismillah, the first verse of the first "...

Bismillah, the first verse of the first “sura” of the Qur’an, bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. (Photo credit: Wikipedia)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Fadillah Bismillahirrahmanirrahiim.

Rasulullah saw bersabda:

“Setiap urusan penting yang dimulai tanpa membaca bismillahirrahmanirrahiim adalah terputus (tidak mengandung berkah)”. (HR.Abdul Qadir Ar rahawi di dalam kitab Arba’iin melalui Abu Hurairah ra).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Ustman ra. Pernah bertanya kepada rasulullah tentang bismillaahir rahmaanir rahiim, maka beliau menjawab: “Basmalah termasuk salah satu dari nama Allah dan tiada batas pemisah antara basmalah dengan nama-Nya yang paling besar melainkan bagaikan batas pemisah antara warna hitam mata dan warna putihnya. ” (HR. Ibnu Najjar.)

Fadillah Surat Al-Fatihah.

Rasulullah saw bersabda:

“Surat yang paling utama di dalam Al-Qur’an ialah alhamdulillahirabbil’alamiin (surat Al-fatihah).” (HR. Hakim dan Baihaqi dari Anas ra.)

Rasulullah saw juga bersabda:

“Tidak sekali-kali Allah memberikan suatu nikmat kepada seseorang hamba, kemudian dia mengucapkan alhamdulillaah (segala puji bagi Allah), melainkan hamba yang bersangkutan dinilai telah menunaikan kewajiban bersyukurnya. Jika dia mengucapkannya untuk kedua kalinya, niscaya Allah akan memperbaharui pahalanya. Dan jika dia mengucapkannya untuk ketiga kalinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Hakim dan Baihaqi dari jabbir ra.)

Sabda Rasul saw juga:

“Allah telah berfirman, ‘Aku membagi salat (bacaan surat Al fatihah) antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya; apbila ia mengucapkan, ‘Alhamdulillaahi Rabbil ‘ Aalamiin.’ Allah berfirma, ‘hamba-Ku telah memujik-Ku.’ Apabila ia mengucapkan, Ar Rahmaanir Rahiim.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.’ Apabila ia mengucapkan ,‘Maaliki Yaumid Diin.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. ‘Apabila ia mengucapkan, ‘Iyyaaka Na’budu Wa Iyyaaka Nasta’iin.‘ Allah berfirman, ‘ Ini adalah bagian antara kiri-Ku dan kanan-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang di mintanya.’ Apabila ia mengucapkan , ‘ Ihdinash’ Shiraathal Mustaqiim, Shiraathal ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdhuubi’Alaihiim waladh Dhaalliin.‘ Allah berfirman, “Ini adalah untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.”(HR.Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasi’i dan Ibnu Majah melalui Abu Hurairah r.a)

Fadhilah Surat Al-Baqarah

Rasulullah saw bersabda:

“sesungguhnya tiap-tiap sesuatu itu mempunyai punuk (punca) nya masing-masing dan sesungguhnya punuk Al-Qur’an ialah surat Al-Baqarah. Barang siapa yang membaca surat Al-Baqarah di rumahnya di malam hari, niscaya rumahnya tidak akan dimasuki oleh syaitan selama tiga malam. Dan barang siapa yang membaca surat Al-Baqarah dirumahnya di siang hari, niscaya rumahnya tidak akan dimasuki oleh syaitan selama tiga hari.” (HR. Ibnu Hibban, Thabrani dan Baihaqi dari Sahal ibn Sa’ad r.a)

Ayat Kursi

Rasulullah saw bersabda :

“Di dalam surat Al-Baqarah terdapat satu ayat yang merupakan penghulu ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak sekali-kali dibaca di dalam sebuah rumah yang didalamnya terdapat setan akan hengkang darinya, yaitu ayat Kursi.“(HR. Hakim dan Baihaqi melalui Abu Hurairah r.a)

Ayat Penutup Surat Al-Baqarah

Rasulullaah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah menutup surat Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan-Nya di bawah “Arasy. Maka pelajarilah keduanya oleh kamu, dan ajarkanlah keduanya kepada istri-istri dan anak-anakmu karena sesungguhnya kedua ayat itu mengandung ibadah, bacaan dan do’a. (HR. Hakim melalui Adu Dzar. ra.)

Nabi saw juga bersabda :

“Ada dua ayat di penghulu surat Al-Baqarah, bila seseorang membacanya di malam hari, niscaya keduanya akan memberikan kecukupan kepadanya. “(HR. Ahmad, bukhori, Muslim dan Ibnu Majah melalui IBnu Mas’ud ra)

Sumber: (Pondok Pesantren Modern) “Man Anna”

October 7, 2012 Posted by | Do'a | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Interaksi

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيو...

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيويورك Polski: Koran w Muzeum Historii Naturalnej w Nowym Jorku (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

SETIAP kali Al-Qur’an dibaca maka tersingkaplah segala sifat diri orang yang membacanya. Orang itupun bertafakur menghayati ayat menceritakan mengenai jati dirinya sebagai insan. Apabila dia beriman dengan apa yang dibacanya, maka segakla keburukan terpenam dalam diri segera mau diperbaiki.

Hidayah

Namun ada, yang tidak mau mengakui kelemahan diri yang tersindir oleh ayat Al-Qur’an. padahal kiasan dan ulasan Al-Qur’an begitu menusuk kejantung hati orang yang ikhlas. Jika ditanya, bilakah agaknya anda tidak berminat lagi dengan apapun melainnkan berfikir mengenai akhirat? Sudah tentu ketika dada anda memeluk Al-Qur’an hati mengimani dan emosi mengikut petunjuk.

Umar al-Khattab menceritakan detik bersejarah runtuhnya tembok kekufuran oleh hembusan hidayah yang dihantar Al-Qur’an ke jiwanya. Umar berkata ketika dia masih kafir: “Aku haarus pergi ke Ka’bah untuk melakukan tawaf tujuh atau 70 kali. Lalu akupun datang kesana untuk melakukan tawaf, aku melihat Rasulullah SAW sedang berdiri melakukan shalat, saat itu Baginda shalat menghadap ke Syam (baitul maqdis) dan Baginda menjadikan Ka’bah diantara dirinya dan negri Syam. Baginda berdiri di antara rukun Hajar Aswad dan rukun Yamani.

Aku berkata dalam hati saat aku melihatnya: Demi Allah, malam ini aku akan mendengar apa yang di baca oleh Muhammad. Ketika aku sudah mendekatinya dan mendengarkan apa yang dibaca pasti aku akan mengagetkannya! Aku pun mendekatinya dari balik al-hajar dan masuk ke dalam kain Ka’bah, tidak ada jarak antara diriku dan Muhammad melainkan hanya dibatasi kain ka’bah saja. Saat aku mendengar Al-Qur’an, hatiku mencair sehingga membuat aku menagis, sejak saat itu aku beriman.”

(kata Ata’ dan Mujahid yang dikutip oleh Ibnu Ishaq dari Abdullah bin Abi Najih) Mengapa susah sunguh berinteraksi dengan Al-Qur’an? Apakah karena ayat yang kita baca sekarang berbeda dengar ayat didengar Umar? Bukankah Al-Qur’an tetap sama dan takkan pernah berubah sampai kapanpun? Lalu sebenarnya, dimanakah kesilapan kita?

Interaksi dengan Al-Qur’an

Kesilapan dilakukan manusia dalam interaksi dengan Al-Qur’an ialah memilih ajaran lain dan meninggalkan Al-Qur’an. Ayat Allah semakin dipinggirkan, dijual dengan harga murah bahkan disembunyikan untuk kepentingan diri dan golongan tertentu.

“dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang kami berikan kepadanya ayat kami (pengetahuan mengenai isi Al-Qur’an), kemudian dia melepaskan diri dari ayat itu, lalu dia ikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat. dan jika kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan darjatnya dengan ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing; jika kamu menghalaunya dihulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkan dia menghulurkan lidahnya (juga). Yang demikian itu adalah perumpamaan orang yang mendustakan ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah itu supaya mereka berfikir.”(Qs.al-A’raf : 175-176)

Sumber: Mutiara

September 14, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam, Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Agar Do’a Diterima

Allah-green-transparent

Allah-green-transparent (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatu,

Suatu hari, seorang Arab Badui bertanya kepada Nabi saw; ” Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat / memohon kepada-Nya, atau jauh sehingga kami harus menyeru-Nya?” Rasulullah terdiam, hingga turunlah suray Al- Baqarah ayat 186;” Dan apa bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku , maka (jawablah), bahwasannya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku , agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Allah SWT lebih dekat daripada urat leher kita

Di dalam ayat tersebut dikatakan bahwa keberadaan Allah SWT sangat dekat, sehingga Kita semua tidak perlu untuk berteriak keras ketika kita memohon kepada-Nya. Bahwa Allah SWT lebih dekat daripada urat leher kita ( lihat surat Qaaf ayat 16 ).  Ayat di atas merupakan janji Allah SWT untuk mengabulkan do’a bila kita  memohon kepada-Nya. Jadi do’a harus dilakukan secara langsung kepada-Nya, tidak perlu perantara makhluk Allah yang lain. Yakinlah akan janji ini dan berprasangkalah yang baik bahwa do’a kita akan dikabulkan. Allah SWT dalam suatu hadist qudsi berfirman;” Aku mengikuti prasangka hamba-Ku.”

Jadi berprasngkalah baik bhwa Allah SWT akan mengabulkan do’a Kita, niscaya Dia akan bersama dengan harapan Kita. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam berdo’a adalah jangan tergesa-gesa. Rasulullah pernah berkata; Akan diterima do’a siapapun yang tidak tergesa-gasa” Maksudnya adalah jangan cepat berkata bahwa “Allah tidak menerima do’aku” setelah beberapa kali berdo’a. Ada kemungkinan Allah SWT masih menunda mengabulkan do’a. kita harus bersabar sampai do’a kita diterima atau Allah SWT memberikan solusi lain yang lebih baik bagi kita. Yang menarik ayat 186 surat Al-baqarah ini terletak diantara ayat-ayat berhubungan tentang ibadah di bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk derdo’a. Bukankah orang yang berpuasa itu do’anya tidak akan ditolak seperti hadist  Nabi saw tentang tiga golongan yang tidak ditolak do’ana yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka dan orang yang didzalimi .

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang sabar dan menjalani hidup sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam Al-Qur’an, sehingga do’a-do’a yang kita panjatkan kian mendekatkan diri kita kepada Allah.

Sumber : Irsyad  “Pondok pesantren Man Ana”

July 28, 2012 Posted by | Kumpulan do'a | , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.