rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Membuka Pintu Rizki

Thank You Allah

Thank You Allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia

Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia, bahkan semua kebutuhan makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk kecuali telah Allah siapkan dan Allah sediakan apa yang menjadi keperluan dan kebutuhan hidupnya. Yang di perlukan adalah upaya dan usaha untuk menjemput rizki tersebut dengan cara yang Dia gariskan. Dalam hal ini Allah telah menggariskan sejumlah pintu bagi manusia untuk memperoleh rizki yang halal dan berkah.

Seorang Muslim tidak boleh berdiam diri, berpangku tangan, dan ongkang-ongkang kaki. Tidak boleh dengan alasan ingin fokus beribadah ia malas bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya. Tidak boleh pula dengan alasan tawakal ia hanya berdiam diri menunggu datangnya rizki.

Allah menjamin rezeki makhluk ; apalagi rizki manusia.

Allah menjamin rezeki makhluk; apalagi rizki manusia. Hanya saja, Allah juga telah mewajibkan manusia untuk bekerja dan berupaya memburunya. Meminta-minta dan mengemis kepada orang, sementara diri masih kuat dan mampu bekerja adalah aib yang sangat dicela dalam agama. Sebaliknya , siapa yang mau bekerja dan mempergunakan potensi yang Allah berikan padanyaa, ia akan mendapat apresiasi di sisi-Nya.

Rasulullah juga mengajarkan kepada siapapun yang ingin menunjukkan tawakalnya kepada Allah dengan melihat pada burung yang terbang berusaha untuk mendapatkan rizkinya. Beriman dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, merupakan dasar bagi seorang muslim. Orang yang bertakwa, pasti akan di jamin rizkinya.

Beristighfar.

selanjutnya beristighfar. Cara yang mudah, namun membutuhkan keyakinan dan keimanan yang kuat adalah beristighfar dan meminta ampunan-Nya. Kemudian memperbanyak sedekah. Bersedekah tidak akan merugikan harta, sebaliknya ia akan bertambah. Karena yang demikian itu akan menjaga dan memancing turunnya rizki Allah. “Tidak berkurang harta karena sedekah.” (HR. Tirmidzi).

Berikutnya adalah bersilaturahim. “Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan (diberkahi) usianya, hendaknya menyambung tali silaturahim. “(HR. Muslim).

Dan yang terakhir adalah memperbanyak do’a kepada Allah. Do’a adalah senjata orang beriman. Manusia adalah makhluk yang terbatas dan Allah yang memiliki kekuasaan Mahahalus. Dengan bardo’a maka itu menunjukkan kelemahan kita untuk meminta pertolongan kepada Allah. Karena itu, mari dekatkan diri kepada Allah, maka Allah pasti akan membuka pintu rizki kita dari berbagai arah. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Pondok Pesantren “Man Ana”

December 11, 2012 Posted by | Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sedekah mendatangkan berkah

English: Tanvir

English: Tanvir (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Kata sedekah berasal dari huruf shod dal qof, yang berarti benar. Bersedekah diperintahkan karena amal perbuatan ini menjadi bukti bahwa seorang hamba itu benar-benar menjadikan kehidupannya sebagai ibadahkepada Allah swt. Hal ini diperkuat oleh pendapat Imam Al-Nawawi yang mengatakan: ” Diberi nama sedekah karena ia merupakan bukti atas kebenaran iman seseorang yang menunaikannya baik secara lahir maupun bathin. ia merupakan amal yang menjadi bukti dan kebenaran iman seseorang.”

Al-Raghib berkata: ”Sedekah adalah harta yang diberikan oleh seseorang untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt seperti halnya zakat. namun sedekah hukumnya sunnsh, sedangkan zakat hukumnya wajib.” Sedekah memiliki keistimewaan dan pahala yang luar biasa jika dibandingkan dengan bentuk ibadah-ibadah sunnah lainnya. Diantara keajaiban sedekah ialah akan mendatangkan keberkahan kepada pelakunya. keberkahan tersebut telah digambarkan sendiri oleh Allah swt dalam firman-Nya: “katakanlah (wahai muhammad), sesungguhnya Tuhannku melapangkan rizki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan meyempitkan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan mengantikannya dan Dia-lah pemberi rizki yang sebaik-baiknya,” (Qs. Saba’ : 39) Ayat diatas merupakan kabar gembira dari sang Pemberi rizki kepada orang yang menjadikan sedekah sebagai hobinya dan membelanjakan hartanya dijalan Allah. Sekecil apapun yang diberikan oleh seorang hamba, Allah akan membalas dengan balasan yang lebih besar dan lebih baik dari apa yang telah disedekahkannya. Abu hurairah meriwayatkan dalam sebuah hadits Qudsi bahwa Rasulullah saw bersabda: ” Allah swt berfirman:” Wahai anak Adam, berinfaklah, maka Aku akan menanggung nafkahmu. ” (Muslim) 

Dalam hadits yang lain, Nabi saw bersabda: “Tidaklah hamba Allah bangun dipagi hari, kecuali disertai dengan turunya dua malaikat. Salah satu dari keduanya lalu berkata:” Ya Allah, berilah orang yang berinfaq (sedekah) ini ganti (dari barang yang disedekahkannya).” Dan malaikat yang satunya lagi berkata:” Ya Allah, berilah orang yang itu akan kerugian,” (Bukhori dan Muslim) Iman An-Nawawi memberi komentar terhadap hadits di atas bahwa yang dimaksudkan infaq di sini ialah mengeluarkan harta dalam hal yang membawa ketaatan kepada Allah swt, sesuai dengan akhlak yang mulia, memenuhi kebutuhan anak dan keluarga, melayani tetamu, sedekah dan bentuk-bentuk infak lainnya dengan syarat bahwa infaknya itu ikhlas dan tidak berlebihan. Dalam sebuah hikayat diceritakan bahwa setelah pulang dari rumah Nabi saw, Ali bin Abi Thalib menemui istri tercintanya, fatimah Az-Zahara dan berkata: Wahai wanita yang mulia, apakah adinda mempunyai makanan untuk kakanda?” fatimah menjawab:” Demi Allah, adinda tidak mempunyai makanan sedikitpun. Tapi, adinda hanya ada emem dirham saja yang adinda terima dari Salman sebagai upah kerja memintal. Adinda ingin membelikan makanan untuk anak-anak kita Hasan dan Husain.” Ali berkata: ” Biar kakanda saja yang membelikan makanan untuk mereka. “fatimah cepat-cepat menyerahkan uang eman dirham itu kepada suaminya. Lalu Ali pergi keluar untuk membeli makanan. dalam perjalanan, Ali bertemu dengan seseorang lelaki yang menanyakan: ” Siapa yang mau memberikan pinjaman kepada Allah Tuhan yang maha Pengasih dan selalu menepati janji?”

Tanpa fikir panjang, Ali menyerahkan semua uangnya sebanyak enam dirham kepada laki-laki tersebut. kemudian dia pulang dengan tangan kosong. fatimah, yang melihat suaminya pulang dengan tangan kosong hanya bisa menangis. Ali bertanya : “Wahai wanita mulia, mengapa adinda menangis?” Fatimah menjawab: “Wahai kakanda, kenapa kakanda pulang tanpa membawasesuatu apapun?” Ali menjawab dengan suara tenang: “Kakanda telah meminjamkan kesemuanya uang itu kepada Allah,” Mendengar jawaban tersebut, Fatimah mengatakan dengan semangat:” Jika yang terjadi adalah seperti itu, adinda amat senang dan mendukung tindakanmu.” Tidak lama kemudian, Ali keluar rumah lagi dan bermaksud ingin bertemu Rasulullah saw. Di tengah jalan, seorang Arab badui yang sedang menuntun seekor unta mendekati Ali dan menanyakan : “wahai Aba -al-Hasan, sudikah anda membeli unta ini? Ali yang sedang tidak punya uang saat itu menjawab: Tuan, aku sekarang tidak memiliki uang sepersenpun.” Orang badui itu menjelaskan: “Anda bisa membayarnya kapan saja.” Ali yang tampaknya sangat antusias membeli unta itu menanyakan harganya, Wahai Tuan?” Si penjual unta menjawab “Tidak mahal, hanya 100 dirham saja.”

Baiklah , kata Ali yang kemudian meneruskan perjalanannya sambil menuntun unta. Baru beberapa langkah Ali berjalan, seorang Badui lainnya mendekatinya dan bertanya: ” Berapakah harganya: “Hai Abu Hasan, apakah anda ingin menjual?” Ya jawab Ali.”Berapakah harganya” tanya orang Badui itu. Ali menjawab: “300 dirham.” “Baiklah, kalau begitu saya beli,” Kata Badui itu dan langsung memberikan uang sebanyak 300 dirham kepada Ali. Setelah menemukan sesuatu yang ajaib diperjalanan tadi, Ali cepat-cepat pulang kerumah untuk menceritakan kejadian yang dilihatnya itu kepada istri tercinta, fatimah. Setibanya dirumah, fatimah langsung menanyakan suaminya: “Apakah yang kakanda bawa itu, wahai Aba hasan?” Alimenjawab:” wahai adinda, kakanda telah membeli seekor unta seharga 100 dirham, kemudian kakanda menjualnya dengan harga 300 dirham,” “Alhamdulillah, adinda setuju dan senang sekali.” kata fatimah.

Setelah itu, Ali berangkat menuju ke masjid untuk menemui Rasulullah saw. Ketika melihat Ali sampai di masjid, Nabi-pun tersenyum dan mengatakan: ” Wahai Ali, apakah kamu ingin menceritakan sesuatu atau aku saja yang bercerita?” ” Ya Rasulullah, aku lebih menyukai jika anda yang bercerita kepadaku.” kata Ali. “Wahai Ali, tahukah kamu siapa-kah orang Badui yang menjual unta dan Badui yang membeli untamu tadi?” Ali mengeleng,” Tidak, Allah dan Rasul-Nya yang lebih tau.” Nabi saw menjelaskan,” Berbahagialah kamu. Kamu meminjamkan enam dirham kepada Allah, lalu Allah memberikan kepadamu 300 dirham. Setiap satu dirham mendapatkan ganti 50 dirham. Sebenarnya orang Badui pertamayang menemuimu itu adalah malaikat Jibril, sementara yang kedua adalah sebenarnya malaikat Mikail.”
Demikianlahsekelumit kisah yang mudah-mudahan bisa di ambil hikmahnya. Semoga kita semua akan menjadi pemberi-pemberi yang ikhlas dan dapat membahagiakan orang lain, baik di kala suka maupun di kala sedang duka. Aamiin Ya Robb.

Sumber: Iqro

Related articles

September 4, 2012 Posted by | Kajian Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menyambut Idul Fitri Dengan Bersyukur

English: name of allah

English: name of allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Hari Raya idul Fitri bukanlah seperti yang di pahami oleh sebagian golongan dimana bagi mereka , Idul fitri adlah hari untuk bergembira . banyak di antara kita merayakannya dengan foya-foya , atau mengunjungi tempat-tempat yang melalaikan .

Hri Raya yang dimaksud dalam ajaran islam adalah hari dimana kita mengungkapkan rasa penuh syukur karena Allah SWT ktelah menganugerahkan ratmat-Nya . masih memberi kita kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan ramadhan , bulan penuh ampunan . coba bayangkan , andai nyawa kita di cabut oleh Allah di bulan lalu saat kita berbuat maksiat , kita tidak diberi kesempatan menjumpai bulan yang penuh berkah ini . Adakah harapan bagi kita untuk tinggal di syurga-Nya ‘

patut kita bersyukur .Allah telah memberikan kenikmatan menghirup udara di bumi ini dengan gratis , Sedangkan ada salah satu tetanggasebelah rumah menghabiskan hampir seluruh kekeyaannya untuk membeli udara . ia menghabiskan puluhan juta hanya untuk membeli oksigen karena mengalami gangguan pernafasaan . Sudahkah kita mengucapkan syukur ??

bayak dari kita yang beri kenikmatan lebih dari kenikmatan lebih dari yang lainnya . Namun sifat tamak ,yang sering menghinggap , membuat orang sering lupa diri ketamakan selalu membuatnya merasa kurang . Biarpun Allah telah memberi rumah mewah dan lapang untuk tinggal , namun ia selalu merasa dirinya miskin . Rizki yang ia peroleh pun sulit sekali simpan . Ada saja yang terjadi .

Bila orang mau berpikir , sebenarnya sifat tamak sering membuat orang stress . karena jiwanya yang merasa kurang itu , membuat hidupnya tidak tenang . Hidupnya selalu dipenuhi kekhawatiran .khawatir tidak mendapat lembur . Takut kalah dalam bersaing . Dalam pikirannya hanya uang . Problem utama sifat ini sebenarnya ada pada kurang adanya syukur atas nikmat Allah . Alias miskin hati ,

bandingkan dengan orang Yang hidupnya miskin harta tapi kaya hati . Pembawanya selalu tenang , hari-harinya dipenuhi rasa syukur . Sekalipun ia tidak memiliki rumah mewah dan mobil , tetapi ia menjalani kehidupnya dengan penuhke bahagia . Orang seperti ini tidak akan pernah merasa miskin . Sekalipun untuk makan saja sulit , ia akan selalu merasa kaya . Ia selalu menengok kebawah dan bukan keatas . Bila ia masih bisa makan , ia akan mensyukurinya dan membandingkan , bahwa tetangganya kemarin lusa harus masuk rumah sakit dan tidak bisa menikmati makanan dengan enak .

Bersedekah dengan rasa ungkapan syukur , Agama menganjurkan agar kita menyisihkan sebagian dari penghasilan yang telah kita peroleh . Karena setiap apa yang ada pada diri kiya sesungguhnya hanya milik-Nya . Bersedah tidak harus banyak , tapi seikhlasnya . Adakalanya seseorang bersedekah karena ingin terlihat , ia menceritakan apa-apa yang telah ia lakukan dan sumbangkan . hal seperti ini tergolong riya . dan perbuatan riya adalah salah satu dari sepuluh hal yang di benci Allah .

Padahal , belum tentu uangyang di sumbangkan sebesar 1juta misalnya , itu lebih berkah di bandingkan uang koin sebesar lima ratus rupiah , karena sifat riya tadi .  Besar kecilnya sedekah dimata Allah bukan hanya karena berapa angka nol yang tertera dalam lembaran uang .

Bisa jadi uang sebesar lima ratus rupiah atau seribu rupiah , yang hanya cukup untuk membeli permen , itu malah akan menolongnya kelak . Bagi kita ung seribu bukan tidak ada artinya , dan ketika kita memasukkan kedalam kotak amal , lupa sudah . Namun betapa senangnya bila kebetulan orang yang menerima uang seribu tadi betul-betul dalam keadaan susah . Berapa larik do’a yang dia ucapkan .
ingat, do’a hamba Allah yang tengah menderita , besar kemungkinan lebih di terima Allah dari pada kita .

Di bulan penuh berkah , mari kita berlomba untuk sedekah . dan mohon jangan melakukan sedekah hanya di bulan suci saja . Bersedakahlah selagi kita mampu , berapapun itu . Dan sedekah tidak hanya sebatas uang . bisa juga dalam bentuk baju  yang sudah tidak kita pakai . Andai tak memiliki apa-apapun  untuk bersedekah dengan tenaga atau nasehat pun boleh .

Bila anda menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan kekayaan hati , ketenangan , kekhusukan , segala amal ibadahnya diterima . InsyaAllah ketika Idul Firi menyapa , anda akan merasa seperti orang yang baru lahir .

Jangan lalaikan zakat , rasulullah SAW bersabda : “Amalan puasa Ramadhan iyu digantungkan antara langit dan bumi , dan baru di angkat setelah dikeluarkan zakat fitrah .”  Dalam sabda yang lain , Barang siapa mengeluarkan zakat fitrah sebelum sholat Ied , maka itu merupakan zakat fitrah yang di terima dan barang siapa mengeluarkannya setelah sholat Ied maka itu seperti sedekah biasa .” ( HR>Abu Dawud ) .

Setelah menjalankan puasa selama satu bulan , jangan lupa sempurnakan ibadah anda dengan membayar zakat . Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,,Aamii Yaa Robb,,Mohon maaf lahir bathin .

Sumber : pandu

August 5, 2012 Posted by | Hari-hari Besar Islam | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.