rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Legalisasi Penindasan

Investor AB

Investor AB (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 5

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Bank

Apa bedanya jika kita sebagai individual dengan bank memberi pinjaman dan meminta balasan dari pinjaman tersebut. Bank tidak akan peduli kesusahan peminjam karena mereka perlu memastikan “kebajikan” investor.

Karena bank adalah lembaga diakui pemerintah maka otoritas akan melakukan kerja sama atas nama investor. Sebab itu ketika berinvestasi di bank, investor tidak rasa bersalah karena “kerja kotor” ini dilakukan oleh pihak ketiga secara rgah berdasarkan hukum sekuler.

Jika kita tidak suka orang lain mengambil kesempatan atas kesusahan diri kita maka kita pun tidak tahu ia akan berbalik kembali kepada diri kita sendiri suatu hari nanti baik di dunia maupun di akhirat.

Inilah salah satu sebab manusia terheran-heran keheranan, mengapa manusia lain jahat atau mengambil kesempatan kepada diri mereka sedangkan mereka sendiri melakukannya tanpa sadar kepada orang lain.

Jika kita meng “Islam” kan sekalipun konsep memberi pinjaman tersebut dengan poles sana dan poles sini, untuk nama lain “mauserahkan”, pembiayaan dan bukan pinjaman, berakadlah dan sebagainya, apakah Anda sanggup menjadi lintah menyedot darah saudara seislam sendiri? Kelintahan anda tidak jelas terlihat karena ia berlindung di balik nama Islam itu sendiri.

Gaji karyawan

Ini jika kita diri kita sebagai investor, bagaimana pula jika kita adalah Imad atau peminjam dalam cerita ini? Banyak yang akan berkata, “Tak mengapalah, pihak bank Islam kan berjual beli dengan kita, lagi pun bank harus membayar gaji karyawan”.

Banyak yang tidak sadar sebenarnya mereka telah diper “hamba” kan oleh pihak bank untuk kepentingan perusahaan yang mana investor kaya akan makin kaya dengan menyedot darah mereka yang terpedaya. Baik konvesional atau Islami, manusia tetap diperbudak oleh kelompok bank ini.

Setiap bulan selama 20-30 tahun atau berepa tahun sekalipun periode pinjaman, pinjaman akan menjadi pembayar yang setia kepada bank meskipun rumah yang mereka beli itu terbengkalai atau harganya jatuh.

Jika bank itu sebuah bisnis maka bank juga harus mengambil resiko kehilangan uang saat proyek terbengkalai atau harga rumah jatuh dengan mengembalikan kembali uang lebihan pembayaran setelah menghitung harga rumah di pasar setelah berakhir pinjaman.

Ini tidak, terbengkalai kah, harga jatuh kah, Islam tak Islam, BAYAR SAMPAI HABIS! apakah ini suatu yang Islam atau sesuatu yang alim atau menindas?

***

Jika kita lihat uang kertas itu sendiri, apakah nilai uang itu tersimpan di dalamnya? Apakah nilai disandarkan kepada emas dan kita sebagai rakyat bisa pergi kebank untuk menukarkan dengan emas? mengapa inflasi tetap dalam ekonomi? Mengapa nilai uang semakin hari semakin menurun? Jika uang dalam sistem keuangan modern itu sendiri tidak ada sebagai suatu yang nyata yaitu punya nilai didalamnya maka bagaimana kita bisa mem “bisnis” kan suatu yang tidak jelas itu?

Sumber: Mutiara

Advertisements

December 19, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ya’juj Ma’juj Adakah Sudah Menyebar

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Imam al-Mahdi Scouts

Imam al-Mahdi Scouts (Photo credit: Wikipedia)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabrakaatuh,

Dajjal datang sebagai Al Masih

Ya’juj Wa Ma Juj-Dajjal keluar saat agama dianggap enteng dan ilmu ditinggalkan. Ia mempunyai waktu empat puluh malam. Ia berjalan di atas bumi. Satu hari darinya seperti satu tahun, satu hari darimya seperti satu bulan, satu hari darinya seperti satu Jum’at, kemudian hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian ini”

Dajjal datang sebagai Al Masih, yang secara bahasa berarti penghapus, maksudnya penghapus kebaikan/ kebenaran. Sedangkan Nabi’ Isa juga merupakan Al Masih (penghapus), yakni penghapus kejahatan.

Dalam titik ini, Dajjal akan mengaku sebagai Al Masih yang sebenarnya, yakni pembawa kebaikan kepada Bani Israel. Karena sebagian besar Bani Israel telah menolak kedatangan Nabi’ Isa sebagai Al Masih 2000 tahun yang lalu. Mereka menganggap bahwa Nabi’ Isa merupakan anak zina karena lahir tanpa ayah.

Karenanya tidak mungkin menjadi Al Masih bagi mereka. Apalagi di hadapan mata mereka sendiri, Nabi’ Isa tampak disalib dan mati. Maka bagaimana mungkin seorang Al Masih mati namun kebaikannya belum dirasakan. Karena hal inilah mereka meyakini bahwa akan ada Al Masih yang akan menyelesaikan misi sebagaimana yang termaktub dalam Taurat dan Injil, atau sebagaimana yang di sampaikan oleh Nabi Daniel. Bahwa Al Masih akan membawaa setidaknya empat kebaikan bagi Bani Israel:
Membebaskan Yerusalem
Mengembalikan Bani Israel ke Yerussalem
Mendirikan Negara Israel (Kerajaan Daud)
Mendoninasi dunia (kejayaan Sulaiman)

Dalam melakukan aksinya, sejak di lepasnya Dajjal dan menasuki fose satu hari sama dengan satu tahun, maka Dajjal telah membuat orang-orang Yahudi yakin bahwa dialah Al Masih itu. Karenanya ia berusaha menggunakan para pengikutnya untuk merealisasikan poin-poin di atas.

Dalam fase pertama

Menurut Syaikh Imam Hussein. Dalam fase pertama ini Dajjal tidak berada pada dimensi yang sama dengan kita, karenanya harinya berbeda dengan hari-hari kita. Namun, keberadaannya pasti tidak jauh dari riwayat dimana ia dirantai pada saat ditemui oleh Tamim ad Dari.

Menurut beliau Dajjal pun, Dertama kali dilepas untuk menguasai Inggris. Buktinya adalah sejak tahun 1917 hingga 1948 Inggrislah yang telah melakukan aksi-aksi Al Masih bagi kepentingan Bani Israel. Inggrislah yang “membebaskan” Yerussalem dari tangan Turki Osmani sekitar tahun 1917 dan mengembalikan orang-orang Yahudi ke sana melalui Deklarasi Balfour.

Inggris pun menjelma menjadi kekuatan yang mendomonasi dunia. Tidak heran karena mereka dipimpin oleh Dajjal. Tradisi kerajaan Inggris yang kental dengan mistis dan masih memiliki garis keturunan dengan raja-raja mesir kuno (fir’aun) membuat Dajjal tidak sulit bila harus berkomunikasi dengan mereka, walaupun berbeda dimensi. Hubungan yang erat para sihir kerajaan Inggris dengan para Jin membuat semua itu menjadi mudah. Dan tradisi ini bukanlah rahasia dikalangan kerajaan Inggris. Sebut saja Merlyn, penyihir resminya Arthur yang kisahnya telah diangkat dalam film atau serial TV. Ini menunjukkan bahwa kerajaan Inggris bahkan hingga sekarang sangat erat dengan unsure-unsur mistis, hubungan dengan alam Jin, dan sihir.

Atria Temlar dan lllminaty-nya. Sebuah ritual mistis penyembah Iblis (disebut juga dengan dengan nama Baphomet, Azazil, atau Lucifer) yang memang sengaja mempersiapkan system Dajjal didimensi yang sama dengan dimensi manusia. Wallahu A’lam.

Al Masih yang akan menolong mereka

Pada fase pertama ini. Dajjal telah berhasil menipu Bani Israel dengan memenuhi “nubuwwat” tentang Al Masih yang akan menolong mereka. Kemunculan Dajjal di fase pertama ini. Juga dapat kita sebut dengan pintu Fase Mulkan Jabbariyan dalam bahas yang lain. Sebuah fase terakhir dalam kehidupan ummat manusia menjelang fase Khilafah’alaa minhaj an Nubuwwaah. Sejak itulah kemudian Turki Osmani dirongrong habis-habisan dan resmi runtuh pada 1924 M.

Setelah lahirnya Negara Israel pada tahun 1948, maka Dajjal memasuki fase kedua, yaitu dia pindah kedimensi yang satu harinya satu bulan bagi kita. Maka, Syaikh Imran Hussein menyatakan, dengan ini pindahlah Dajjal dari Inggris ke Negara yang lain. Sebuah Negara yang akan selalu mensupport kebijakan-kebijakan Israel. Sebuah Negara yang akan mendominasi dunia dengan kekuatan politik, ekonomi dan milliternya. Sebuah Negara yang tidak lebih dari boneka para Zionis, yaitu Amerika (US). Dan kehancuran Amerika pun diambang mata.
Mengapa?

Amerika pada akhirnya akan hancur. Karena Dajjal telah bersiap-siap pindah dimensi ke fase ketiga, dimana satu harinya sama dengan satu Jum’at. Maka, pasilah Dajjal akan menggoyangkan dunia untuk menghancurkan Negara yang dulu menjadi bonekanya, agar Negara baru muncul mengantikan dominasi Negara tersebut, bai dari sisi milliter, ekonomi, maupun politik.

Tidak ada bayangan lain bagi kita sepertinya kecuali mengatakan bahwa Negara yang telah dipersiapkan menjadi ‘pemimpin dunia’ selanjutnya adalah Negara Israel, sesuai dengan nubuwwat yang di bawa Taurat tentang Al Masih. Tiga poin telah terlaksana, dan hanya tinggal satu poin lagi, yaitu mendominasi dunia.
Dari sisi ekonomi, dominasi uang kertas hari ini tidak lebih dari sebuah penipuan masssal yang di lakukan oleh banker-bankir Yahudi. Dengan menggunakan kertas yang aslinya memiliki nilai sama sekali. Sistem ini pasti akan hancur dengan sendirinya, bila tidak, maka mereka sendiri yang akan menghancurkannya, karena sistem perekonomian dan keuangan baru telah diciptakan, yaitu uang elektronik. Tanpa kertas tanpa bebas, lebih mudah. Ini menurut mereka. Namun apa sebenarnya terjadi adalah upaya mengontrol seluruh aktivitas manusia di seluruh dunia.

pemimpin dunia

Dari sisi milliter, pasukan Israel telah mempersiapkan brigade khusus mereka yaitu brigade KFIR, tidak jauh dengan apa yang tertulis di jidat Dajjal “KAFARA’. Israel adalah satu-satunya Negara yang bebas memproduksi niklir. Ini merupakan langkah tektis yang di lakukan mereka dalam upaya mendomonasi dunia dan menanti kedatangan Al Masih mereka di dimensi kita.

Namun demikian, kita telah mempelajari berbagai hadits yang sahih (jelas), bahwa sebelun Dajjal memasuki dimensi kita, Dengan izin Allah bangsa Yahudi dan Palestina akan dihancurkan oleh pasukan Al Imam Al Mahdi. Setelah menguasai Jazirah Arab, maka pasukan Al Mahdi akan memerangi Syam dan memenangkannya, setelah itu seluruh pasukan akan berkumpul di Baitul Maqdis untuk melakukan peperangan terbesar melawan bangsa Romawi. Maka, setelah bangsa Romawi ditaklukkan, kaum Muslimin pun melakukan ekspensi ke Eropa. Baru setelah itu, Dajjal akan muncul dalam dimensi kita bersama 70.000 orang Yahudi dan Isfahan (Iran).

Yang terpenting dari itu semua adalah, bila orang-orang Yahudi dan para pengikut setia Dajjal dari kalangan llluminatis, Zionis, Freemason atau Luciferian
Telah begitu siap siaga dan serius dalam menyambut kedatangan Dajjal, Al Masih mereka, maka dimana kita?

Sudahkah kita siap-siap menyambut kedatangan Imam Mahdi dan Nabi’Isa ? Inginkah kita menjadi pasukan pembela Imam Mahdi bila kita ditaqdirkan masih hidup dan melihat Al Mahdi? Lalu, apa yang sudak kita persiapkan untuk itu semua? Layaknya kita menjadi pasukan terbaik di atas muka bumi ini? Maka dari itu, bersiapsiagalah. Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

November 23, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bank

English: Bank Islam Logo

English: Bank Islam Logo (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Tarek El Diwany bangga bisa berkarir di sebuah lembaga konsultan keuangan berbasis syariah di kota London, Inggris, propesi itu tak hanya membawanya berkeliling ke berbagai negara namun juga membuatnya bisa memberikan konsultasi pengembangan instrumen keuangan Islam di seluruh dunia. Namun belakangan , interaksi Tarek dengan berbagai orang yang di temuinya, mengubah pemahamannya tentang realitas ekonomi di sekelilingnya.

Islam menentang bunga uang.

Puncaknya, saat Tarek menyaksikan gencarnya dukungan perusahaan perbankan konvensional (ribawi) terhadap perbankan syariah (Islam). Sebaris pertanyaan kemudian mengusiknya. “Mengapa bank-bank berbasis bunga terbesar di dunia mempromosikan perbankan dan keuangan Islam begitu gencarnya? Islam menentang bunga uang. sementara dari sanalah selama ini bank-bank ribawi itu menjadi sangat kaya.”

Tarek mencari jawabannya. hasilnya doktor alumnus Universitas lancaster itu pada kesimpulan: ada institusi dan kekuatan politik berkuasa yang sedang mengorupsi nama Islam. wujudnya, mereka mengembangkan berbagai instrumen dan kerangka kerja keuangan berbasis bunga (riba) namun mengatakannya kepada publik sebagai contoh praktik keuangan Islam. Berbagai perusahaan keuangan kemudian serempak menerapkannya. Pemerintah membuat berbagai peraturan demi melicinkan upaya implementasi tersebut.

Ini konspirasi,. Berbagai konferesi bertema perbankan syariah digelar, menghadirkan pembicara yang didukung para bank bankir. Para sarjana Muslim fresh graduate yang tidak pernah bermimpi bisa menjadi staf senior di bank investasi global,dipromosikan menjalankan departemen-departemen bank Islam   dengan gaji berlipat dari gaji standar nasional.

Kondisi kian klop saat media masa gencar memuat artikel dan iklan yang memproklamirkan kesuksesan industri perbankan dan keuangan Islam. Dengan segala cara itu, lanjut Tarek, ancaman sistem keuangan Islam yang murni (bebas riba) sesungguhnya sedang dicegah. Tarekpun menegaskan , praktek keuangan yang dikembangkan perbankan islam bukan menjauhkan umat muslim dari riba, sebaliknya, justru umat tetap berada dalam kungkungan riba.

Membongkar Konspirasi Bunga uang

Pembaca yang ingin mengetahui lebih detail kritik Tarek, silahkan membaca bukunya, Membongkar Konspirasi Bunga uang (PPM Manaajemen; 2008) Selain soal konspirasi, tarek juga memaparkan sejumlah kontrak perjanjian (akad) menurut hukum Islam namun ditetapkan dengan teknik yang berbeda oleh para praktisi perbankan Islam.

Tarek bukan satu-satunya pengkritik. lebih awal ada Prof Umar Ibrahim Vadillo. kritik Dekan Dallas College cape Town Afrika Selatan ini bertuang dalam bab The fallacy of Islamic Banking dalam bukunya The End of Economis, (madinah Press, 1991). Vadillo mengatakan, bank Islam sejatinya bertolak belakang dengan ajaran Islam. Perbankan Islam adalah tipu daya yang dilancarkan pelaku riba untuk menyeret jutaan umat Islam  masuk perangkap riba. Bank Islam adalah upaya melumpuhkan perlawanan Islam atas riba selama 14 abad lamanya. Bank Islam adalah kuda troya yang menyusup dalam rumah Islam.

Solusinya adalah kembali kepada tata perniagaan Islam (muamalah) sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan sahabat di Madinah serta mereka yang meneruskannya tanpa pengaruh modernitas. Sejarah mencatat, dalam waktu yang lama, umat Islam suksek berniaga, nyaman melakukan berbagai transaksi keuangan dengan umat lainya hingga ke berbagai penjuru dunia. Itu semua berlangsung tanpa peran perbankan.

Jalan kedua, menghidupkan kontrak qirat (pinjaman usaha) dan syirkan (bagi hasil). Akad-akad itu di terapkan  tanpa memakai definisi yang disusun oleh perbankna syariah. Permodalan diperoleh tanpa meninta pinjaman bank, melainkan langsung melalui kemitraan antara kumpulan individu yang saling mengenal.

Sumber: Mutiara

September 25, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.