rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Usia Akhir Zaman

English: A picture of people performing (circu...

English: A picture of people performing (circumambulating) the . This picture taken from the gate of Abdul Aziz seems to divide the Kaaba and the minarets into mirror images of one another. Français : Pélerins en train de réaliser la Circumambulation (ou Tawaf) autour de la Ka’ba. Photo prise depuis la porte Ibn Saud, d’où la vue présente une symétrie en miroir presque parfaite. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Murut Jalaluddin As Suyuthi ( Imam Suyuthi):

Umur umat Islam adalah jumlah dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/ rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Umur umat Islam

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

1)    Perhitungan umur dunia

2)    Perhitungan dengan umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam

3)    Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan pertama sangkakala kiamat.

Di mana kemudian akan didapat rumus bahwa:

Umur umat Islam = [ 1. Umur dunia] -2.

Umur umat dahulu] –[ 3. jarak waktu]

1)    PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jum’at. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadits diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihi salam ke bumi hingga saat kiamat adalah hari jum’at ke hari jum’at, yaitu berlalu selama 1 minggu akhir (7 hari akhirat)

Sedangkan dalam Al-Qur’an surah 32 As sajdah ayat 5 yang berbunyi:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu’’.

2)    PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG  TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata:” Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musaa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000+1000+700+1500+600= 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

3)    PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadits-hadits yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

a)     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tubuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhori, Muslim, Nasai Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik)

b)    Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.’’ (hadits shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

c)     Rasulullha shallallah’alaihi wasallam bersabda: Allah mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dke langit untuk menunggu keputan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan Allah akan turun dalam lindungan awan-awan. (Hadits hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

d)    Dalam suatu hadits shahih ( dari saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al-Qur’an surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadits Bukhori dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu taubat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
  2. dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap Allah adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan sebelum dihisab.
  3. dari hadits-hadits di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

Matahari dari arah barat~tiupan pertama= 120 tahun

Tiupan pertama ~ tiupan kedua= 40 tahun

Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia= 40 tahun

Kebangkitan ~ penghisaban (penentuan syurga dan neraka)= 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120+40+40+500= 700 tahun

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi: Umur dunia= Umur umat terdahulu + Umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

          Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun

          Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

          Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun, sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam= 7000-4800-700= 1500 tahun kemudian dikurangi masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500-23= 1477 tahun

Dari mana angka 23?

Sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Mekkah, kemudian diperintahkan Allah untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi’alaihis salam berkata:’ Hadits-hadits hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam=1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2013 Masehi atau 1434 Hijriah. Maka sisa umur Islam adalah: 1477-1434= 43 tahun, “43 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” Jadi tahun 2056 Masehi akan terjadi kegoncangan?

Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Meringankan Musibah

English: The word Allah, in Arabic. alif hamza...

English: The word Allah, in Arabic. alif hamzat waṣl (همزة وصل) lām lām shadda (شدة‎) alif khanjariyya (ألف خنجرية‎‎) hā (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

  • Mengikut petunjuk Allah dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya.

”Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang denagn seizing-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus.” (Qs. Al-Maidah: 16)

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam, dimana di dalamnya terkandung hidayah dan petunjuk bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan atan agar selamat dan memperoleh kebehagiaan dunia dan di akhirat. Ajaran Al-Qur’an membimbing manusia agar keluar dari kegelapan yang berupa kekafiran, kesesatan dan kebodohan menuju cahaya Ilahi yang berupa keimanan, keislaman dan ilmu pengetahuan.

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu wahai Muhammad dengan membawa kebenaran, oleh itu hendaklah engkau menyembah Allah dan mengikhlaskan segala ibadah kepadanya”.Hak yang wajib dipersembahkan kepada Allah ialah segala ibadah dan amalan yang suci bersih dari segala rupa syirik. Ketika ujian dan musibah menimpa jaga diri agar tidak terjerumus mencari penyelesaian selain dari Allah.

  • Mencari Ilmu yang syar’i.

Mencari ilmu yang syar’I dengan menghadiri majlis ilmu dan tadzkirah. Nabi Muhammad SAW bersabda yang maksudnya, “Barang siapa menuntut ilmu berarti menuntut jalan ke syurga”. (hadits Riwayat Muslim)

Ilmu yang muktabar menurut syara’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya mengikuti hawa nafsunya bagaimanapun ia, bahkan ia mengikat pengikutnya dengan ilmu tersebut, yang membawa pemiliknya memiliki aturan-aturan-Nya.

  •  Bertaubat dari dosa-dosa.

Sebagai seorang hamba kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak ada permohonan yang lebih besar dari permohonana keampunana dari segala noda dan dosa.

“Sesungguhnya Allah membuka tangan selebar-lebarnya pada waktu siang. Hal ini berkekalan sehinggalah matahari terbit dari sebelah barat.’’

“barang siapa melazimi meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan menjadikan baginya jalan lapang dari setiap kesusahan serta Allah memberi rizki kepadanya dari punca yang tidak disangka-sangka,’’

  • Mengamalkan Dzikir yang berterusan.

Sifat orang-orang muknim lidahnya senantiasa basah berdzikir kepada Allah SWT. Dengan berdzikir hati akan menjadi tentram, bahagia dan damai karena perhubungan ketika itu adalah perhubungan terus kepada Allah SWT.

“Orang-orang yang mengintai Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau, maka peliharalah kami dari kiksa neraka.” (Qs. Al Imran: 191)

“orang yang membaca’ Laa ilaha illallah’ di dalam keadaan penuh keikhlasan di dalam hatinya atau iman bersamaan dengan sebiji gandum, maka ia akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam. Dan orang yang membaca kalimah ini dan di dalam hatinya terdapat dengan keikhlasan atau iman bersamaan sebesr biji gandum maka ia akan dikeluarkan dari api Neraka Jahanam dan orang yang membaca dengan penuh kebaikan atau iman maka ia juga akan dikeluarkan dari Naraka Jahanam’’.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi SAW, bersabda maksugnya: “Sesungguhnya Allah SWT. Yang Maha memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para malaikat yang mempunyai kelabihan yang diberikan oleh Allah SWT. Para malaikat selalu mengelilingi bumi. Para malaikat senantiasa memperhatikan majelis-majelis dzikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan dzikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut dimana mereka akan menaunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis dzikir tersebut dan langit. Apabila orang yang hadir dalam majlis tersebut bubar selesai, para malaikat naik kelaangit.

  • Berbuat baik kepada semua makhluk

Menyebabkan dada menjadi lapang. Sifat orang mukmin akan berbuat baik kepada semua makhluk Allah SWT di muka bumi. Sama apakah kepada manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Terutama kedua ibu bapak, saumara mara, jiran tetangga, anak yatim dan fakir-miskin.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan dari bisik-bisik mereka, kecuali siapa yang menyuruh bersedekah, kebaikan, atau mendamaikan antara manusia. Dan barang siapa melakukan hal itu dengan mencari Ridha Allah, maka kami akan memberikannya pahala yang besar.” (Qs. An-Nisa: 114)
Allah’ Azza wa Jalla mengabarkan bahwa semua hal di atas adalah bagi siapa pun yang merealisasikannya, serta kebaikan akan mengundang kebaikan dan menolak keburukan. Juga Allah’ Azza wa Jalla janjikan bagi mukmin yang mengharap pahala-Nya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar. Termasuk dari pahala yang besar itu adalah hilangnya kerisauan, kesusahan, kekeruhan hati, dan seterusnya.

  • Melakukan Mujahadah

Dengan melakukan mujahadah seseorang bisa mengikis sifat-sifat negatif yang ada pada dirinya. Pada adatnya tidak mungkin kita sampai pada lapangan makrifat terhadap Allah SWT apa bila kita tidak mau bermujahadah, tidak mau melihat kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam diri kita, kebih-lebih lagi kelemahan itu berupa penyakit hati.

“Orang-orang yang berjuang di jalan kami, sesungguhnya kami akan memberi petunjuk mereka itu pada jalan-jalan kami, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang membuat kebaikan.”
Apabila hati senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, berdo’a dan bermunanjat, Allah SWT akan meringan segala beban penderitaan kita. Musibah yang datang juga akan diringankan oleh-Nya. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang dikasihi dan diridhai-Nya. Aamiin Ya Rabb.
Sumber: Mutiara

Related articles

December 31, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.