rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Menggapai Bahagia Dengan Do’a

English: Allah in stone in Rohtas Fort, Distri...

English: Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum, Punjab, Pakistan (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

ketenangan batin dan kebahagiaan hidup.

Bahagia terkadang menjadi sebuah kata “sakti“untuk mengambarkan kehidupan seseorang. Saat ia dapat mencapai dan memenuhi segala hajat hidupnya, cap bahagia akan diletakkan pada dirinya. Sebaliknya, saat salah satu kebutuhannya tak terpenuhi atau ketika keinginan tak terwujud, dianggap sengsara. Padahal sejatinya tidak demikian. sebab kebahagiaan yang hakiki adalah saat kita memperoleh ‘kepuasaan’ dalam beribadah kepada Allah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat. Do’a’do’a yang dapat diamalkan setiap saat guna mencapai ketenangan batin dan kebahagiaan hidup.

Do’a Memohon Ketentraman Hati.

Allahumma innii as aluka khaufal’alamiina bika wa’ilmal khaaifiina minka wa yakiinal mutawakkiliina’alaika wa rajar raghibiina fiika wa zuhdzth thzlibiinz ilaika wa ra’al muhibbina laka wa taqwal mutasyawwiqiina ilaika.

Ya Allah aku memohon kepada-Mu akan takutnya orang-orang yang mengerti-Mu, ilmunya orang yang takut kepada-Mu, keyakinanya orang yang bertawakal kapada-Mu, harapannya orang-orang yang senang kepada-Mu, zuhudnya orang-orang yang sama mencari-Mu, waranya orang-orang senang kepada-Mu dan taqwanya orang-orang yang telah merindukan-Mu. Aamiin Ya Rabb

Do’a Memohon Empat Macam kebaikan.

Allahumma aghninii bil’ilmii wa zayyinii bilhilmi wa akrimni bittaqwa wa jammilnii bil’aafiyati.

“Ya Allah, kayakanlah aku dengan ilmu, hiasilah aku dengan sifat penyantun, muliakanlah aku dengan bertaqwa dan baguskanlah aku dengan keselamatan. Aamiin Ya Yabb

Sumber: Mutiara.

Related articles

Advertisements

December 31, 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ya Allah

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Ya Hayyu, Ya Qoyyum. Wahai Dzat yang Maha Hidup lagi Maha Kakal. Dengan Rahmat-Mu, kami memohon kepada-Mu. Perbaikilah semua urusan kami dan janganlah Engkau sandarkan urusan tersebut pada diri kami, walaupun hanya secejap mata.

Ya Allah,
Harapanku untuk berubah dari masa ke masa, bukan mudah. Tiada daya upaya melainkan dengan izin dan pertolongan Mu. hambaMu ini telah banyak melakukan dosa…

Ya rabb,
Kau terima taubatku, Kau berilah taufik dan hidayahMu, Kau berkatilah usaha dan amalanku, Kau angkatlah derajatku, Kau lindungilah aku, Kau peliharalah bdi pekertuku, kau jadikanlah aku yang takut kepadaMu.

Sumber: Mutiara

December 9, 2012 Posted by | Mutiara Munajat | , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MUNAJAT

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

Bismillahirrahmanirrahiim,
Ya Allah, Yang selalu mengabulkan permohonan hamba-hambaNya..
Ya Allah, Yang Maha Pengampun dosa..
Ya Allah, Yang mengingatkan kami yang selalu lupa..
Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan hati-hati yang mati..
Ya Allah, Yang Maha Meldnbutkan hati-hati yang keras..
Ya Allah, Yang Maha Membuka hati-hati yang tertutup rapat..
Ya Allah, Yang Maha Memberi Cahaya kepada hati-hati yang gelap gulita..
Ya Allah,
Aku memohon kepada-Mu ilmu seperti ilmunya orang-orang yang takut kepada-Mu, rasa takut seperti rasa takutnya orang-orang yang mengenal-Mu, keyakinan seperti keyakinannya orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, kepasrahan seperti kepasrahannya orang-orang yang beriman kepada-Mu, taubat seperti taubatnya orang-orang yang tunduk kepada-Mu dan ketundukan seperti ketundukan orang-orang bertaubat kepada-Mu, syukur seperti syukurnya orang-orang yang bersabar karena-Mu, kesabaran seperti kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Aku memohon kepada-Mu ilmu seperti ilmunya orang-orang yang takut kepada-Mu, rasa takut seperti rasa takutnya orang-orang yang mengenal-Mu, keyakinan seperti keyakinannya orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, kepasrahan seperti kepasrahannya orang-orang yang beriman kepada-Mu, taubat seperti taubatnya orang-orang yang tunduk kepada-Mu dan ketundukan seperti ketundukan orang-orang bertaubat kepada-Mu, syukur seperti syukurnya orang-orang yang bersabar karena-Mu, kesabaran seperti kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Mu, dan keselamatan seperti keselamatannya (orang-orang yang gugurmembela agama-Mu) yang hidup dan mendapatkan rizki di sisi-Mu (di syurga).Mu, dan keselamatan seperti keselamatannya (orang-orang yang gugurmembela agama-Mu) yang hidup dan mendapatkan rizki di sisi-Mu (di syurga).

Ya Allah Yang Maha Megatui segalanya.. di langit dan di bumi..
Ya Allah Yang Maha Mengetahui, lebih dari apa yang kami sendiri ketahui..
Ya Allah Yang Maha Memberi, meskipun hamba-Mu tidak meminta..
Ya Allah Yang Maha Mengurniakan.. Terus menerus, tanpa henti..
Ya Allah Yang Maha Pemurah.. Yang memberi tanpa minta di balas..
Ya Allah Yaha Menilai niat dan ikhitiar hamba-hambaNya..
Tiada suatu pun yang mustahil dari-Mu..Ampunkan kami jika selama ini kami bergantng harap bukan kepada-Mu..
Ampunkan kami jika selama ini tumpuan kami lebih kepada makhluk-makhluk-Mu..
Sungguh.. Kami bodoh dan tidak menyadari bahwa segalanya adalah sebenarnya dalam genggaman-Mu..
Kami jahil Ya Allah.. Kami sombong Ya Allah.. Kami angkuh Ya Allah..
Kami ini hama-Mu yang lupa diri..
Ampunkan kami Ya Allah, jika selama ini kami merengut dan kecewa dengan ketantuan-Mu..
Ampunkan kami Ya Allah karena kami tidak menyadari bahwa Kau lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kami..
Teguhkan kaki kami, tangan kami, fikiran kami, jiwa kami, semangat kami..
Karena kami yakin jika Kau katakan ‘kun fakakun’.. Semuanya bisa berlaku dengan keinginan-Mu

Ya Allah kami yakin Kau sedang mengengar do’a-do’a ini..
Kami bermohon kepada-Mu Ya Allah, agar Kau hujamkan keyakinan yang mendalam dalam jiwa kami akan kekuasaan dan keperkasaan-Mu..
Kami bermohon pada-Mu duhai Allah, agar Kau putuskan harapan dan pergantungan kami kepada makhluk-makhluk-Mu..
Hujamkan dalam diri kami meniarap dan berdo’a satu-satunya hanya pada-Mu..
Lembutkan hati kami agar senantiasa redha dengan ketentuan-Mu..
Duhai Allah Yang Maha Mendengar..
Engkaulah yang mampu mendengar apa yang dilintasan hati kami..
Engkaulah Yang Maha Penerima Taubat..
Engkaulah Yang Maha Menyaksikan maksiat yang pernah kami lakukan..
Kini kami mengaku di hadapan-Mu Ya Allah..
Ampuni kami, walau setebal apa pun aib-aib kami..
Ampunkan kami walau seburuk apa pun masa laku kami..
Ampunkan kami, atas segala dosa yang berulang-ulang kali kami lakukan..
Engkau Maha Mengetahui..
Kami bermohon kepada-Mu agar Kau kukuhkan hati kami untuk menjauhkan diri dari maksiat..
Ampunkan kami Ya Allah..
Syukur pada-Mu atas kesempatan yang Kau berikan pada kami ini..Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Sumber: Mutiara

October 22, 2012 Posted by | Mutiara Munajat | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sedekah mendatangkan berkah

English: Tanvir

English: Tanvir (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Kata sedekah berasal dari huruf shod dal qof, yang berarti benar. Bersedekah diperintahkan karena amal perbuatan ini menjadi bukti bahwa seorang hamba itu benar-benar menjadikan kehidupannya sebagai ibadahkepada Allah swt. Hal ini diperkuat oleh pendapat Imam Al-Nawawi yang mengatakan: ” Diberi nama sedekah karena ia merupakan bukti atas kebenaran iman seseorang yang menunaikannya baik secara lahir maupun bathin. ia merupakan amal yang menjadi bukti dan kebenaran iman seseorang.”

Al-Raghib berkata: ”Sedekah adalah harta yang diberikan oleh seseorang untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt seperti halnya zakat. namun sedekah hukumnya sunnsh, sedangkan zakat hukumnya wajib.” Sedekah memiliki keistimewaan dan pahala yang luar biasa jika dibandingkan dengan bentuk ibadah-ibadah sunnah lainnya. Diantara keajaiban sedekah ialah akan mendatangkan keberkahan kepada pelakunya. keberkahan tersebut telah digambarkan sendiri oleh Allah swt dalam firman-Nya: “katakanlah (wahai muhammad), sesungguhnya Tuhannku melapangkan rizki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan meyempitkan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan mengantikannya dan Dia-lah pemberi rizki yang sebaik-baiknya,” (Qs. Saba’ : 39) Ayat diatas merupakan kabar gembira dari sang Pemberi rizki kepada orang yang menjadikan sedekah sebagai hobinya dan membelanjakan hartanya dijalan Allah. Sekecil apapun yang diberikan oleh seorang hamba, Allah akan membalas dengan balasan yang lebih besar dan lebih baik dari apa yang telah disedekahkannya. Abu hurairah meriwayatkan dalam sebuah hadits Qudsi bahwa Rasulullah saw bersabda: ” Allah swt berfirman:” Wahai anak Adam, berinfaklah, maka Aku akan menanggung nafkahmu. ” (Muslim) 

Dalam hadits yang lain, Nabi saw bersabda: “Tidaklah hamba Allah bangun dipagi hari, kecuali disertai dengan turunya dua malaikat. Salah satu dari keduanya lalu berkata:” Ya Allah, berilah orang yang berinfaq (sedekah) ini ganti (dari barang yang disedekahkannya).” Dan malaikat yang satunya lagi berkata:” Ya Allah, berilah orang yang itu akan kerugian,” (Bukhori dan Muslim) Iman An-Nawawi memberi komentar terhadap hadits di atas bahwa yang dimaksudkan infaq di sini ialah mengeluarkan harta dalam hal yang membawa ketaatan kepada Allah swt, sesuai dengan akhlak yang mulia, memenuhi kebutuhan anak dan keluarga, melayani tetamu, sedekah dan bentuk-bentuk infak lainnya dengan syarat bahwa infaknya itu ikhlas dan tidak berlebihan. Dalam sebuah hikayat diceritakan bahwa setelah pulang dari rumah Nabi saw, Ali bin Abi Thalib menemui istri tercintanya, fatimah Az-Zahara dan berkata: Wahai wanita yang mulia, apakah adinda mempunyai makanan untuk kakanda?” fatimah menjawab:” Demi Allah, adinda tidak mempunyai makanan sedikitpun. Tapi, adinda hanya ada emem dirham saja yang adinda terima dari Salman sebagai upah kerja memintal. Adinda ingin membelikan makanan untuk anak-anak kita Hasan dan Husain.” Ali berkata: ” Biar kakanda saja yang membelikan makanan untuk mereka. “fatimah cepat-cepat menyerahkan uang eman dirham itu kepada suaminya. Lalu Ali pergi keluar untuk membeli makanan. dalam perjalanan, Ali bertemu dengan seseorang lelaki yang menanyakan: ” Siapa yang mau memberikan pinjaman kepada Allah Tuhan yang maha Pengasih dan selalu menepati janji?”

Tanpa fikir panjang, Ali menyerahkan semua uangnya sebanyak enam dirham kepada laki-laki tersebut. kemudian dia pulang dengan tangan kosong. fatimah, yang melihat suaminya pulang dengan tangan kosong hanya bisa menangis. Ali bertanya : “Wahai wanita mulia, mengapa adinda menangis?” Fatimah menjawab: “Wahai kakanda, kenapa kakanda pulang tanpa membawasesuatu apapun?” Ali menjawab dengan suara tenang: “Kakanda telah meminjamkan kesemuanya uang itu kepada Allah,” Mendengar jawaban tersebut, Fatimah mengatakan dengan semangat:” Jika yang terjadi adalah seperti itu, adinda amat senang dan mendukung tindakanmu.” Tidak lama kemudian, Ali keluar rumah lagi dan bermaksud ingin bertemu Rasulullah saw. Di tengah jalan, seorang Arab badui yang sedang menuntun seekor unta mendekati Ali dan menanyakan : “wahai Aba -al-Hasan, sudikah anda membeli unta ini? Ali yang sedang tidak punya uang saat itu menjawab: Tuan, aku sekarang tidak memiliki uang sepersenpun.” Orang badui itu menjelaskan: “Anda bisa membayarnya kapan saja.” Ali yang tampaknya sangat antusias membeli unta itu menanyakan harganya, Wahai Tuan?” Si penjual unta menjawab “Tidak mahal, hanya 100 dirham saja.”

Baiklah , kata Ali yang kemudian meneruskan perjalanannya sambil menuntun unta. Baru beberapa langkah Ali berjalan, seorang Badui lainnya mendekatinya dan bertanya: ” Berapakah harganya: “Hai Abu Hasan, apakah anda ingin menjual?” Ya jawab Ali.”Berapakah harganya” tanya orang Badui itu. Ali menjawab: “300 dirham.” “Baiklah, kalau begitu saya beli,” Kata Badui itu dan langsung memberikan uang sebanyak 300 dirham kepada Ali. Setelah menemukan sesuatu yang ajaib diperjalanan tadi, Ali cepat-cepat pulang kerumah untuk menceritakan kejadian yang dilihatnya itu kepada istri tercinta, fatimah. Setibanya dirumah, fatimah langsung menanyakan suaminya: “Apakah yang kakanda bawa itu, wahai Aba hasan?” Alimenjawab:” wahai adinda, kakanda telah membeli seekor unta seharga 100 dirham, kemudian kakanda menjualnya dengan harga 300 dirham,” “Alhamdulillah, adinda setuju dan senang sekali.” kata fatimah.

Setelah itu, Ali berangkat menuju ke masjid untuk menemui Rasulullah saw. Ketika melihat Ali sampai di masjid, Nabi-pun tersenyum dan mengatakan: ” Wahai Ali, apakah kamu ingin menceritakan sesuatu atau aku saja yang bercerita?” ” Ya Rasulullah, aku lebih menyukai jika anda yang bercerita kepadaku.” kata Ali. “Wahai Ali, tahukah kamu siapa-kah orang Badui yang menjual unta dan Badui yang membeli untamu tadi?” Ali mengeleng,” Tidak, Allah dan Rasul-Nya yang lebih tau.” Nabi saw menjelaskan,” Berbahagialah kamu. Kamu meminjamkan enam dirham kepada Allah, lalu Allah memberikan kepadamu 300 dirham. Setiap satu dirham mendapatkan ganti 50 dirham. Sebenarnya orang Badui pertamayang menemuimu itu adalah malaikat Jibril, sementara yang kedua adalah sebenarnya malaikat Mikail.”
Demikianlahsekelumit kisah yang mudah-mudahan bisa di ambil hikmahnya. Semoga kita semua akan menjadi pemberi-pemberi yang ikhlas dan dapat membahagiakan orang lain, baik di kala suka maupun di kala sedang duka. Aamiin Ya Robb.

Sumber: Iqro

Related articles

September 4, 2012 Posted by | Kajian Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Nikah

Wanita Shalihah

Wanita Shalihah (Photo credit: ukhti27)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatu,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik da laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”(Qs.an-Nur:26) seorang lelaki datang kepada Imam Hassan al Basri dan berkata kepada beliau : “Sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang saya cintai dan banyak orang yang ingin melamarnya, maka apakah pandanganmu wahai Hassan al basri?”
“Nikahkanlah dia dengan lelaki yang yang takut kepada Allah karena jika dia mencintai anakmu maka dia akan memuliakannya jika dia tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya’. Hassan menjawab penuh keyakinan.

Sumber : Mutiara

August 30, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Singa Padang Pasir Berurai Air Mata

English: Tombstone of Umar, the third caliph.

English: Tombstone of Umar, the third caliph. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umar bin Khatab

Pernhkan anda membaca dalam riwayat bahwa Umar bin Khatab menangis? Umar bin Khatab yang dikenal sebagai sahabat yang gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau syaithan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat disuatu jalan, maka syaithan akan menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebeneran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karen itu kalau Umar sampai menangis, tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan. Mengapa “Singa padang pasir” ini sampai menangis? Peristiwa apa yang mampu membuat khalifah kedua ini berurai air mata? Suatu saat, Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh beliau berada diatas tanah. Rasul mulia tersebut hanya hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Lantas Umar mengucapkan salam dan duduk di dekatnya. Perlahan, mata Umar mulai memerah. Dan tanpa dapat di bendung, bulir bening mulai menitik di ujung kelopak matanya.

Dunia adalah tempat singgah

Rasul yang mulia pun bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?” Umar menjawab,””bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan kisra dan kaisar duduk disinggasana emas dan berbantalkan sutra”. Nabi berkata,” mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kuam yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon , kemudian berangkat dan meninggalkannya.” Subhanallah,,,Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini adalah tempat pemberhentian sementara; hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Kehidupan manusia di dunia tak ubahnya serang musafir yang melakukan perjalanan jauh. Dunia hanyalah tempat singgah. Transit, tempat pemberhentiaan sementarayang setelah itu akan akan kembali melanjutkan perjalanan panjang.

Ketika kita pergi ke Eropa, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau saat pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat akan mampir sejenak di Abu Dhabi, anggap saja tempat transit itu, Singapura dan Abu Dhabi, merupakan dunia ini. Aapakah ketika transit kita akan habisankan segala perbekalan? Apakah kita akan selamanya tinggaldi tempat transit itu? Ketika kita tengah bersibuk ria shopping, ternyata pesawat telah memnggil kita untuk segera meneruskan perjalanan. ketika kita sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini,tiba-tiba Allah memanggil kita pulang kembali ke sisi-Nya. Perbekalan kita sudah habis. Tangan kita justru penuh dengan bungkusan dosa. Kenistaan yang kita kumpulkan . lalu bekal apa yang akan kita bawa nanti di padang Mahsyar?

Bekal kita di akhirat

Sahabat saudariku fillah,,sisakan kesenangan Di dunia ini untuk Bekal kita di akherat. Dalam setahun, tak bisakah kita meluangkan waktu cuma sebulan untuk menahan nafsu, haus dan lapar? melaksanakan qiyamul lail atau melantunkan seruan-seruan illahi? Dalam tujuh hari seminggu, mengapa kita tak bisa mengendalikan diri paling tidak dua hari dalam seminggudengan melakukan ibadah puasa senin -kamis? Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak kita sisakan waktu barang satu-dua jam untuk shalat dan membaca Al-Qur’an. Delapan jam waktu kita tidur, sangat sulitkah membuangnya hanya 15 menit saja untuk shalat tahajud?
“Celupkan tanganmu kedalam lautan”, saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedan dunia dan akhirat. ” Air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akhirat.” bersiaplah, untuk menyelam di “lautan akhirat”. siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita. Dan bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi. Idza jaa-a ajaluhum laa yasta-khiruuna saa’atan walaa yastaq-dimun( Jika sahabat paling dekat yaitu kematian telah memanggil, tidak akan bisa dimundurkan atau dimajukan walau hanya sedekit). siapakah kita??

Sumber: Irsyad” Pondok Pesantren Man Ana”

August 23, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kurindukan Belai kasihmu Ibu

Kakna and Haikal

Kakna and Haikal (Photo credit: wajakemek | rashdanothman)

Bissmillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Tak pernah terbayangkan dalam benak Aisha kalau diriny akan menjadi anak yatim piyatu. Hidup terlunta tanpa orang tua terkasih  yang bisa melindungi saat kedinginan mendera. Ataupun menaungi saat terik matahari menerkam. Namun itulah garis hidup yang harus dijalani gadis cilik berusia 4 tahun ini, bersama sang kakak, Haikal (6tahun ), keduanya harus bertarung melawan ganasnya sirkuit kehidupan yang tak pernah kenal kompromi.

Suasana yang sunyi

Malam belum lagi sempurna, namun udara dingin mulai menyelimuti. Rinai hujan Yang turun sejak usai bedug magrib berkumandang, tak kujung berbaik hati. Sesuai melaksanakan sholat tarawih, sebagian besar warga memilih berdiam diri dirumah. Alhasil , Suasana yang sunyi  itu kian terasa senyap. Di kejauhan hanya terdengar suara jangkrik Yang riang menyanyi.

Di tengah gulita itu, tampak dua sosok ringkih berjalan tertatih. Diselingi ereng kesakitan, kedua sosok itu terus berjalan sampai kemudian berhenti di sebuah ronda. ” Dik,,,malam ini kita tidur di pos ronda ini ya ,”ucap Haikal, sang kakak. Gadis cilik Yang dipangil adik itu hanya mengangguk . Haikal dan adiknya segera membaringkan tubuh mereka yang nampak kurus kering ,tanpa selimut dan bahkan tanpa alas. Mereka hanya mengenakan hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek yang sejak berhari-hari tak pernah diganti. Semilir angin Yang berhembus, menerpa tubuh keduanya hingga membuat mereka menggigil kedinginan. Tubuh Haikal tampak menggigil hebat. Gemeletak giginya jelas menampakkan kalau hawa dingin telah menembus kulit dan menusuk hingga tulang sum sumnya. Sementara Aisha terlihat menangkupkan kedua tangannya ketubuh, meski ia masih terlihat tertidur pulas dalam dekapan sang kakak.

Dengan tubuh gemetar

Dengan tubuh gemetar, Haikal memandang wajah adiknya. Paras yang sebenarnya cantik itu terlihat sangat pias, nyaris tak terurus. Pipinya yang tadinya gembul, sekarang nampak cekung. Tak ada senyum di wajah gadis belia itu. Wajah itu begitu dingin, seolah mengambarkan betapa hebat penderitaan yang dialaminya. Haikal tak mampu menahan kesedihannya. Tanpa terasa, bulir bening di ujung kelopak matanya menitik, jatuh tepat di wajah sang adik.

Tiba-tiba Aisha terbangun dan merintih kesakitan. “Kak, perutnya sakit,,,” erang sang adik yang mau tidak mau membuat Haikal jadi kebingungan. Ia pun sangat lapar dan kedinginan  Memang sejak beberapa hari, keduanya belum mengisi perut seperti halnya umat Islam lain, mereka juga berpuas Ramadhan. Rupanya, ajaran orang tua mereka sangat membekas dalam kesehariaan  maka tak mengherankan, kalau dalam usia belia tersebu, Haikal telah mampu berpuasa hingga bedug magrib. Akan halnya Aisha, ia pun terpaksa menahan lapar lantaran tak ada makanan yang bisa mengganjal perutnya. Untuk bebuka atau sahur, mereka biasanya mencari masjid yang menyediakan panganan untuk berbuka. Sebab, mereka tak punya uang sepersenpun walau hanya untuk membeli sepotong roti.

“Tidur aja, Dik,,Nanti menjelang sahur, kakak akan mencari makanan,” ucap Haikal berusaha tersenyum menghibur adiknya walau suaranya semakin parau karena kedingina . Tapi perut Aisha sakit sekali, kak. Aisha gak bisa tidur,”

“Iya kakak tau, kakak janji, besok pagi kita beli makanan. Sekarang Aisha tidur dulu ya,”batin Haikal sangat sesak. Tak tega rasanya ia harus membohongi adik yang sangat di citainya itu. Bukan hanya kali ini saja ia membohongi Aisha akan membelikan makanan untuknya, tapi ucapan itu dilontarkan, sekedar menghibur untuk sang adik.

Sejak dua hari yang lalau

Aisha hanya diam. Ia berusaha memejamkan matanya. Tapi Haikal sangat jelas merasakan kalau sang adik sedang terisak di pelukanny. Haikal tau , kalau adiknya pasti sangat lapar, sama seperti dirinya. Ia pun tidak tau sampai kapan mereka akan tetap bertahan, kalau keadaanya seperti ini terus. Sejak dua hari yang lalau , keduanya terpaksa diusir dari rumah petak Yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama Ibu mereka. Mereka berjalan dan terus berjalan tanpa tujuan. Menjelang malam sampai di pos ronda yang sekarang menaungi tubuh rapuh mereka  Sang kakak tidak merasa yakin kalau mereka bisa melewati malam yang begitu dingin itu . Mereka tidak berani meminta tolong penduduk sekitar. Mereka terlalau kecil dan terlalu takut untuk meminta tolong. Karena mereka tau, mereka hanya akan di pandang sebelah mata, dianggap pengemis yang hanya pura-pura mengemis untuk membiayai orang tua mereka Yang pengangguran .

Di tengah rintikan halus hujan malam yang dingin itu, Dua orang kakak adik itupun tertidur dengan perut Yang sangat lapar dan Tubuh Yang lemah, hanya berselimutkan tubuh satu sama lain Yang saling berpelukan. Menjelang shubuh, saat Aish ,terbangun, ia menemukan kakaknya sedang merintih kesakitan sambil memgangi perutnya. Sang adik yang massih kecil itu pun panik dan hanya bisa menangis. Tangisannya itulah Yang kemudian mengundang perhatian penduduk sekitar yang hendak menunaikan sholat shubuh di masjid. semua orang berdatangan untuk melihat siapag Yang menangis sepagi itu. Beberapa orang langsung menghampiri Dua Tubuh kurus itu lalu memeriksa keadaan mereka .

baju mereka basah kuyup dan Tubuh Haikal sangat panas. beberapa orang mengambilkan pakaian untuk mereka, Beberapa orang lagi memberikan makanan dan ada seorang ibu yang dengan baik hati mau mengolesi perut sang kakak dengan minyak angin karena mengeluh perutnya sangat sakit . Seorang ibu mencoba menenangkan Aisha. Setelah tangisny mereda, ia pun dibawa oleh ibu itu kerumahnya.Sementara sang kakak Yang merinyih kesakitan. langsung di larikan ke rumah sakit untuk di periksa dokter.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah

Hari itu adalah hari terakhir dua anak manusia itu bertemu. Bersua dalam derita yang tak terbayangkan. Kaarena setelahnya, mereka tdak pernah ketemu lagi. Untuk selama-lamanya. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, Ramadhan Yang untuk pertama kalinya mereka lalui tanpa belai hangat orang tua, Haikal meninggalkan Aisha selama-lamanya. Haikal meninggal Di rumah sakit karena penyakit angin duduknya sudah sangat parah , akibat kehujanan semalaman ditambah dengan perutnya Yang kosong. Sang adik, meski kehujanan dan kelapara , lebih berkurang karena bisa selamat

Namun bagi Aisha hidup ini terlalau bera. Beban itu kini harus ditanggung seorang diri . Setelah orang tuanya meninggal, Kini sang kakak yang selama ini menemani dan melindunginya pun, menghadap Illahi . Aisha hanya bisa menangis . ia tak tau kemana lagi ia akan melangkahkan kaki ringkihnya. Ya Allah,,,Anak tak berdosa Yang seharusnya bisa menjalani masa kanak-kanaknya itu dengan riang, kini harus hidup seorang diri. Penderitaan yang dialami Aisha, membetot nurani seorang ustadz yang kebetulan memiliki pesantren yatim. Batinya meronta dan menjerit.

Yaa Robb,,hamba tak bisa membiarkannya hidup sendirian. Hamba akan merawatnya bersama anak-anak hamba Yang lain. Hamba akan mencurahkanrasa sayang ini. Sama seperti anak-anak Yang lainnya. Hamba akan serahkanan sekeping hati ini untuk anak itu.

Ustadz kemudian membawa Aisha kepesantren . ia tak ingi Aisha terlunta sendirian di jalan dan nantinya menjadi mangsa dari kerasnya hidup di jalanan . Biarlah a menikmati masa kecilnya , sama seperti anak kecil lain ., meski ia harus tinggal di pesantren , terutama AAisha atas kehilangan orang-orang yang di cintainya . perlahan akan hilang dengan sendirinya .

Bukankah di pesantren , ia tak sendiri ? Bukankah di pesantren ada anak anak yang jugamengalami nasib serupa ? Semoga saja, ia bisa cepat melupakannya beban kesedihannya . Malam itu , usai pemakaman Haikal ., ustadz berusaha berkomunikasi dengan aisha . beliau ingin tau , bagaimana ia dan kakaknya bisa hidup terlunta-lunta di jalan tanpa orang tua . Dengan wajah sendu , bibir mungil Aisha mulai bercerita .

setahun yang lalau , ayah mereka , marwan dipanggil menghadap Illahi . penyakit kanker yang telah menggerogotinya selama bertahun-tahun tak mampu dilawannya  . meski telah berobat kesana kemari dan menghabiskan uang puluhan juta  , penyakit yang  menderanya tak kunjung sebuh . dan akhirnya , Allah memanggil dirinya . kepergian marwan , meninggalkan duka yang sangaat dalam bagi keluarganya . Sari , istri marwan sangat terpukul atas kepergian suami tercinta . Maklum saja , ia hanyalah ibu rumah tangga denga dua orang anak yang masih kecil . Bagaimana ia harus menghidupi diri dan kedua anaknya kelak , sementara harta peninggalan suami hanya tersisa rumah tak sebarapa besar yang kini mereka tempati .

Untik melanjutkan kehidupan , Sari melakuka kerja apapun , yang penting halal . Bahkan menjadi kuli cuci baju tetangganya pun dilakoni tanpa rasa lelah . semuanya dilakukan demi kedua anak cercinta , haikal dan Aisha . Namun tekanan hidup tak hanya  sampai disitu . rumah satu-satunya tempat mereka berlindung dari terpaan hujan dan terik matahari , di rebut paksa oleh adik suaminya . Alasannya , marwan pernah berhutang kepada sang adik dan belun di bayar . maka untuk membayarnya , rumah itu pun direbut . sari tak bisa berbuat apa-apa . Untuk melawan , ia tak punya daya , meski sebenarnya ia tak tau , apakah benar suaminya berhutang kepada sang adik , ataukah itu hanya rekayasa untuk mengambil rumah mereka . Sari memilih mengalah , ia pun terpaksa angkat kaki dari rumah tersebut dan mengontrak di sebuah rumah petak .

Life must go on . Hidup harus terus berlanjut  . Meski beragam persoalan mampir dalam kehidupannya , Sari tak putus asa . Ia tetap berbaik sangka kepada Allah atas beragam ujian bagi keluarganya . Tapi sari tetaplah manusia bisa yang juga punya rasa . Tekanan dan beban yang kian menghimpit itu , betul-betul menghancurkan pertahanan dirinya . Sari pun jatuh sakit tanpa sekalipun memperoleh perawatan dokter . Dan,,,bisa ditebak , sari meninggalkan dunia fana ini . Meninggalkan buah hati yang masih kecil-kecil tampa membekali mereka dengan kemampuan untuk menghidupi diri sendiri .

Sepeninggalan , kehidupan Haikal dan Aisha makin tak karuan . Sampai akhirnya mereka terlunta-lunta dijalanan tanpa sedikitpun uang dan pakaian . Mereka di usir dari rumah kontrakan yang tadinya mereka tempati bersama ibu mereka . Anak kecil mana bisa bayar uang konrtakan begitu alasan sang pemilik rumah itu , Baru beberapa hari hidup di jalan , Haikal pun tak kuasa menahan beban derita . Dan alur cerita Aisha belum berhenti . Sepeninggalan ayah , ibu dan kakaknya , kini Aisha menjalani drama kehidupannya di pesantren yatim bersama teman-teman sebaya yang juga nyaris mengalami hal serupa . Namun kini Aisha bisa tersenyum . Ia tak lagi sendiri . Ada banyak kakak dan adik yang bisa menemani saat suka maupun duka . Dan yang lebih terpenting , ada Ayah dan Bunda yang dengan tulus dan sepenuh hatimenyayanginya .

kini dalam setiap do’anya , Aisha hanya mampu berucap lirih . “Bunda,,,Aisha rindu belai kasih bunda ,

Sumber : Irsyad ” Pondok Pesantren Man Ana ”

August 10, 2012 Posted by | Story | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

POHON APEL YANG SERING DI LUPAKAN

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MUNGKIN kita pernah membaca tentang Nabi Sulaiman a.s. Dan seekor semut yang sangat taat. Suatu hari Baginda Nabi Sulaiman a.s. Sedang berjalan-jalan di sebuah tanah lapang. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil menganakat sebutir buah kurma. Ia terus mengamatinya, kemudian ia memanggil sisemut itu & bertanya “Wahai semut kecil, untuk apa kurma yang kau bawa itu ?

Baginda Sulaiman

“Ini  adalah kurma yang  Allah SWT  berikan sebagai makanan saya  selama  satu tahun,”Baginda Sulaiman kemudian mengambil sebuah botol , lalu berkata pada si semut , ” Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini , aku telah  membagi  dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya  padamu sebagai  makananmu  selama satu tahun . tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu.

Si semut pun mentaati  perintah  Nabi Sulaiman a.s. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman datang melihat  keadaan  semut kecil itu. Ia melihat kurma yang diberikan  kepada si semut itu tidak banyak berkurang. ” Wahai semut, mengapa  engkau tidak menghhabiskan kurmamu?” Tanya Baginda Sulaiman. ” Wahai Nabiyallah, aku  selama ini hanya  menghisap  airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang  memberikan kepadaku sebutir kurma  setiap tahunnya , akan tetapi  kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku  kurma lagi karena  engkau bukan  Allah Yang  Maha  Pemberi Rizki ( Ar-razak),” jawab si semut.

Baginda Sulaiman lalu mengeluarkan semut dari  botol itu dan membiarkan berkeliaran untuk mengais  rizki dari Allah. Di balik ucpan lepas  semut  tersebut, tersirat sebuah makna bahwahanya kepada Allah kita patut mengantungkan nasib, maka tidak pantas kita bergantung pada selain-Nya, meski  kepada  seorang hamba yang taat beribadah.

Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s

Dalam sebuah kitab, .Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. Sedang duduk di dalam  suraunya  sambil membaca kitab Zabur, tiba-tiba ia melihat seekor ulat merah derada di tengah-tengah debu. Lalu Nabi Daut a.s  berkata dalam hati, ” Untuk apa Allah menghadirkan ulat ini kepadaku ?” Maka, dengan izin Allah ulat itu berkata, ” wahai Nabiyaallah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku unyuk membaca’ Subhanallahu walhamdulillahi wala  illahaillallahu walllahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000x.

Setelah  berkata  demikian, ulat merah itu pun bertanya kepada Nabi Daud, ” Apakah kamu masih ingin mengatakan apa manfaatku  untuk mu?” Nabi Daud  terdiam sejenak, ia menyadari atas  kekhilafannya karena   Memandang remeh ulat  tsb , ia pun langsung bertaubat kepada Allah. Hikmah yang bisa petik adalah jangan sekali2 meremehkan terhadap sesama, bisa jadi orang yang kita remehkan kedudukanya  lebih  mulia dari kita. Dalam kesempatan ini kami akan mengangkat sebuah kisah tentang pengorbanan besar yang dilakukan oleh pohon apel kepada seorang anak laki2. Namun, anak laki-laki itu kerap melupakannya. Meski begitu, pohon apel itu  selalu menunjukkan wajah cerianya dan tak setitik pun keluhan di dadanya.

Pohon Apel

Dikisahkan, dahulu  kala berdiri sebuah Pohon Apel yang amat  besar, Disamping besar, pohon ini mempunyai  daun yang sangat rindang Dan buah-buahan yang  amat ramun. Nanpak seorang anak laki-laki bernama wildam tengah  asyik bermain-main di sekitar pohon ini setiap hari. Ia memanjat pohon tersebut, memetik  serta memakan apel sepuas-puas hatinya. Dan, tidak jarang ia tertidur lelap dibawahnya. Wildam begitu menyayangi  tempatnya  bermain. Begitu juga Pohon Apel itu, ia sangat senang  jika  tubuhnya  dijadikan  tempat  bermain anak laki-laki itu. sehari saja anak itu tidak bermain, hatinya sangat risau.

Seiring dengan berjalannya  waktu, wildam tumbuh menjadi remaja, ia tidak mau lagi menghhabiskan waktunya bermain di sekitar Pohon Apel itu. Ia juga tidak mau lagi bercengkrama dengan merebahkan tubuhnya di bawah Pohon itu. Namum, ia datang dengan wajah yang murung, ada sebuah masalah yang menyita  pikirannnya. ” Marilah bermain-main lagi di sekitarku seperti dulu!” ajak Pohon Apel itu.

“Tidak, aku bukan lagi anak -anak, aku tidak lagi gemar  bermain denganmu,” jawab  Wildam,” ” Aku ingi menikmati masa remaja ku. Tapi aku tak punya uang untuk meraihnya,” “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Jualah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kamu akan dapat meraih apa yang kamu inginkan,” ucap Pohon Apel itu.

Betapa gembiranya Wildam endengar ucpan pohon apel itu

Betapaa gembiranya Wildam mendengar ucpan pohon apel itu, ia pun langsung  memetik semua apel di  itu. Setelah  semua apel dipetiknya, ia lalu pergi kepasr dengan perasaan yang sangat puas tanpa menoleh kebelakang. Pohon apel itu turut merasa  Gembira menyaksikannya. Namun, sudah beberapa tahun setelah kejadiaan itu, Wildam tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Pohan apel yang kini sudah tidak berbuah lagi bbegitu risau memikirkannya. Maspun berlalu, Wildam kini bbbbberanjak menjadi dewasa. Kumis dan janggotnya Nampak tumbuh subur mmmelintani wajahnya, pita suaarapun sudah tak senyaring dulu. Suatu saat ia menghampiri Pohon apel itu lagi dengan raut wajah amat kusut.

“ Wahai Wildam, marilah bermain –main lagi disekitarku !”ajak Pohon apel itu menyambut  kehadiran  orang yang selama ini amat dirindukannya. Aku terpaksa  kerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membangun rumah untuk  bernaung keluargaku, Maukah kau menolongku ?” Tanya Wildam . Maafkan aku. Aku tidak mempunyai  rumah. Tetapi kamu boleh memotong  dahan-dahanku  yang besar ini untuk kamu jadikan sebagai tempat  tinggalmu,” ucap pohon itu.  Tanpa  piker panjan lagi, Wildam langsung memangkas  semua dahan Pohon apel itu. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, lalu ia pergi meninggalkan Pohon apel itu dengan perasaan GembiraPohon apel itupun turut gembir, tetapi  lagi-lagi ia merasa sedih  karena Wildam tidak lagi menghampirinya selepas itu. Tak sepatah pun ucpan terima kasih keluar dari mulut lelaki itu. Beberapa tahun berikutnya, di musim panas. Datanglah seorang lelaki menemui  Pohon apel itu. Lelaki yang tidak lain adalah Wildam kembali datang  ingin mengadukan sesuatu kepada Sesutu  kepada Pohon  yang begitu setia  menemaninya  sejak kecil.

“ Wahai  Wildam, marilah bermain –main lagi disekirku  seperti  dulu,” ucap Pohon apel itu merajuk . “Maafkan aku, tetapi aku bukan  lagi anak  lelaki bermain-main disekitarmu. Aku kini sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berlaya. Malangnya, aku tidak memiliki perahu. Sudikah kamu menolongku ??” Ucap lelaki itu. “ Aku tidak mempunyai perahu  untuk diberikan kepadamu. Tetapi kamu boleh memotong  batang   pohonku untuk dijadikan perahu.  Kemudian  Wildam  pergi  dari situ dengan perasaan puas  dan tidak kembali lagi selepas itu . Sipohon apel itu turut gembira , namun akhirnya kembali sedjh  karena  tak di tengok lagi . Suatu hari, seorang  lelaki yang makin dimamah usia dating menuju  Pohon apel  itu. Yah, dia adalah  Wildam  yang kini sudah tua renta  dan  tidak berdaya. Sambil terseok-seok, ia  berjalan manuju  tempat  berdirinya pohon  yang  banyak  berkorban  untuknya  itu.

“ Maaf, aku  tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan kepadamu. Aku  sudah memberikan  buahku untuk kamu jual, dahanku  untuk kamu buat rumah , batangku untuk kamu buat perahu. Aku hanya ada tunggul  dengan akar  yang hamper mati . . . “ ucap Pohon apel itu dengan nada pilu. “ Aku tidak lagi menginginkan apelmu  untuk memakannya  karena  aku  sudah tidak bergigi lagi, aku sudah tidak perlu dahanmu  lagi karena aku  sudah tidak kuat lagi untuk  memotongnya, dan aku juga tidak lagi butuh batang pohonmu  karena aku sudah tidak kuat  lagi untuk berlayar, aku merasa lelah dan istirahat ,”jawab Wildam sambil terbatuk-batuk. “ Jika begitu istirahatlah diperaduanku,” ucap Pohon apel itu dengan nada lirih.

Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT.

Lalu Wildam duduk beristirahat di peraduan pohon apel itu . Keduanyapun saling melepas tangisan , Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT. Wildam baru menyadari  begitu  besarnya  pengorbanan  pohon  apel  itu kepadanya, namun ia bagaikan orang yang tak tau di untung. Sebenarnya, pohon  apel yang dimaksudkan dalam cerita ini adalah kedua  orang  tua  kita. Bila kita masih muda, kita suka  bermain  bermain dengan  mereka, ketika  kita meningkat  remaja  kita perlukan  bantuan mereka  untuk meneruskan hidup. Lalu kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali  meminta  pertolongan apa bila kita di dalam kesusahan. Namun  begitu, mereka  tetap  menolong  kita  dan melakukan  apa  saja  asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Jika kita simak kisah tersebut, mungkin  kita  akan mengatakan  betapa  kejamnya  Wildam terhadap pohon apel  itu, menghampirinya jika dalam kesusahan, lalu meninggalkannya ketika kesusahan itu  pergi. Begitulah potret  seorang  anak  saat  ini  terhadap orang  tuanya. Sejarah  telah mencatat dengan  tinta  emas  bahwa  berapa  banyak  orang  yang  mendurhakai  orang  tuanya telah mendapat  murka  dari  Allah. Karena  orang  tua  adalah  keramat  yang  berjalan, jika ingin mulia hidupnya  maka  banyak-banyaklah  berbakti  kepada  orang  tua. Masih  ada waktu  bagi kita untuk memperbaiki  dosa kita kepada  kedua orang tua.

Wallahu A’lam

“ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada  dua  orang  Ibu-Bapaknya ; Ibunya  telah mengandungnya  dalam  keadaan lemah  yang bertambah-tambah, dan menyapihnya  dalam dua tahun. Bersyukurlah Kepada-Ku  dan  kepada  dua  orang  Ibu-Bapakmu , hanya  Kepada-kulah  kembalimu” ( Q.S.Luqman/31:14)

Sumber: Hikayah ( Ltf , Dinukil dari beberapa kitab klasik )

July 27, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.