rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Keajaiban Shalat

English: Al-Masjid al-Nabawi in Medina Saudi A...

English: Al-Masjid al-Nabawi in Medina Saudi Arabia العربية: المسجد النبوي في المدينة المنورة، المملكة العربية السعودية فارسی: مسجد النبی در مدینه کشور عربستان سعودی (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh,

Masjid Nabawi, Madinah.

Suatu ketika Rasulullah saw berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.

Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah saw dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”

Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya, ia melaksanakan shalat dengan cepat. Rasulullah tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.

Setelah melakukan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah saw. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu,”Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat”

Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.

Memberikan tausiyah

Namun seperti kejadian tadi, Rasul menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu ajarilah aku!”

“Sahabatku,” kata Rasulullah dengan tersenyum,” Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Al-Qur’an yang engkau pandang paling mudah. Laku, rukuklah dengan tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”

Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al-Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekedar “benar” gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tuma’ninah, tenang dan khusyu’.

Kekhusu’an rahani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyu‘. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasukaullah mengganggap “tidak shalat” orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tuma’ninah).

Hikmah Gerakan Shalat

Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga asfek “oleh rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasukaullah sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tuma’ninah serta istiqamah (konsisten di lakukan).

Dalam buku Mukjiat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. Mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanasan tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di atak mendpatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

Kita dapat menganalisis kebanaran sabda Rasulullah saw dalam kisah di awal. “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”

Saat takbir Rasulullah mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). takbir ini di lakukan ketika hendak ruku, dan ketika bangkit dari ruku.

Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maksudnya? pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur kesemimbangan tubuh terjaga.

“Ruku’lah dengan tenang (tuma’ninah),” Ketika ruku, Rasulullah meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Ruku yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Ruku pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.

“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darang dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

“Selepas itu sujudlah dengan tenang” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksi-malkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher dan pundak, serta hati. Cara sepperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah dan jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.”Apa maknanya? cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudabg keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugrah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Maka sungguh rugi orang-orang yang tak mau memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan Allah SWT ini. Sebab yang menikmati manfaat dari shalat yang dilakukan ini akan kembali kepada manusia itu sendiri. Wallaahu A’lam.

Sumber: Ponpes “Man An”

Related articles

January 25, 2013 Posted by | Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Allah Maha Pemurah

Logo of 'Hizb Allah'

Logo of ‘Hizb Allah’ (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu diantaranya diturunkannya kepada kaum jin , manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayagi. dengannya pula binatng liar mengasihi anaknya. dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”(Muttafaq’alaih)

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Tiada suatu haripun melainkan lautan meminta izin kepada Tuhan untuk menenggelamkan anak Adam. Dan malaikat meminta izin untuk segera menghukum dan membinasakannya.

Tetapi Allah Ta’ala berfirman:

Kasih sayang Allah

Siapakah yang lebih pengasih dan pemurah dari pada-Ku, padahal Aku Maha Pengasih lagi Maha pemurah. pada malam hari hamba-hamba-Ku menentang-Ku dengan melakukan dosa-dosa besar. Namun Aku menjaga mereka di tempat tidur mereka dan melindungi mereka di ranjang mereka. Siapa yang datang menghadap kepada-Ku, maka Aku telah menyambutnya dari jauh. Barang siapa meninggal sesuatu karena Aku, maka Aku akan memberinya kelebihan. Barang siapa yang berbuat dengan daya dan kekuatan-Ku maka Aku akan melunakkan besi untuknya. Barang siapa yang berkehendak sesuai dengan kehendak-Ku, maka Aku berhendak sesuai dengan kehendaknya. Ahli zikir-Ku adalah teman duduk-Ku. Ahli syukur-Ku adalah orang yang paling berhak mendapatkan tambahan kurnia-Ku. Ahli ta’at-Ku adalah orang yang brehak mendapat kemuliaan-Ku. dan ahli maksiat kepada-Ku tiada Aku jadikan mereka berputus asa dari rahmat-Ku. Jika mereka bertaubat Akulah kekasih mereka. Jika mereka tidak bertaubat Akulah penyembah bagi mereka, aku menguji mereka dengan musibah untuk mensucikan mereka dari aib dan dosa.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Kasih sayang Allah turun kepada mereka yang diberi kejayaan berupa harta namun ia lalai, hingga Allah mengambilnya kembali, agar mereka sadar ”hartaku melalaikanku, kemudahan fasilitasku melalaikan ibadahku, sibuk kerjaku melalaikan taqarrubku, nafsu syahwatku melalaikan nikmatnya dzikir”.

Kasih sayang Allah turun kepada mereka yang terpedaya fitnah wanita ataupun peria. Ia (Allah) akan mengambil semua apa-apa yang memyebabkan mereka terpedaya, demi kembali kerengkuhan-Nya. Meskipun kasih sayang itu terwujud dari sesuatu yang berat untuk dihadapi.

”Ya Allah! sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar dimasukkan kedalam syurga dan aku berlindung kepada-Mu dari sikna neraka.” (HR. Abu Dawud-Ibnu Majah-Ibnu-Khuzaimah)

Sumber: Mutiara

Related articles

January 5, 2013 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Cinta

Symbol of Islam, the name of Allah, simplified...

Symbol of Islam, the name of Allah, simplified version, white and golden version. Note: most islamic people consider this symbol more correct to represent them. It is strongly advised to be used instead of the crescent moon with the star that is rather a political symbol. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ketika perasaan cinta telah menguasai diri kita, yang pahit terasa manis, kesusahan menjadi ketenangan, tantangan di lalui dengan gembira dan kekayaan pula dipertaruhkan demi mendapatkan keridhaan sang kekasih. Harta, jiwa dan raga menjadi musuh, semuanya dipersembahkan untuk satu kalimah cinta yang agung. Antara kita dengan Yang Maha Mencintai, Allah Al-Rafiq Al-A’la.

kalimah cinta yang agung

Di sebut cinta, sejarah telah merekam kehidupan anak-anak Adam yang mulia. Allah SWT mendzahirkan kesan-kesan peninggalan dan perjuangan yang hebat sepanjang zaman.

Suatu hari di medan peperangan Uhud, Abdullah bin Jahsy RA berkata kepada sahabatnya Saad bin Abi Waqqash: ” Wahai sahabatku, mari kita berdo’a kepada Allah karena apabila seorang hamba memohon suatu hajat dan sahabatnya mengaminkan permohonan itu, niscaya Allah SWT akan memperkenankan hajatnya itu.”

Kedua-duanya berdo’a, Saad berdo’a di sisi Abdullah: “Ya Allah saat aku di medan pertempuran esok dengan rahmat-Mu Ya Allah, biarkanlah musuh menyerang dengan ganas, biarlah kekuatannya menentang diriku, namun aku akan melawanny dengan segenap tenapa, tolonglah aku memperoleh kemenangan dengan membunuhnya karena-Mu ya, biarkanlah aku memperoleh harta rampasannya dengan limpah kurnia dari-Mu.”

Berdo’a

Setelah Abdullah mengaminkan do’a sahabatnya itu, beliau pula berdo’a,”Ya Allah, biarkanlah aku menemui musuh-musuhku dari kalangan mereka yang gagah dan mereka menyerangku dengan kemarahan yang amat membara. Biarlah kuperangi mereka dengan kekuatanku, jika mereka berhasil membunuhku, aku ridha ya Allah, biarlah mereka memotong telinga dan hidungku agar di hari kiamat nanti Engkau akan memanggilku dan bertanya kepadaku: Wahai Abdullah! Menggapa hidung dan telingamu bisa bercerai dari jasadmu? Aku akan menjawab di hadapan-Mu : “Semuanya telah hilang karena mengharap keridhaan dan kecintaan-Mu ya Allah. “Benar, tentu semua yang hilang itu adalah di jalan-Ku!”

Pada keesokan harinya, peperanpan telag meninggalkan jasad para syahid yang dimuliakan Allah SWT. Saat itu, ketika melihat Abdullah telah kembali ke sisi Allah SWT, Saad berkata: “Do’a Abdullah lebih mulia dari do’aku, aku melihat hidung dan telinganya di ikat pakai benang (karena ia telah dipisahkan dari badannya).

Kekuatan cinta kepada Allah SWT

Kekuatan cinta kepada Allah SWT bisa merubah pemikiran dan perasaan. Orang yang mencintai Allah memikiki perasaan yang tunduk pada kehendak Allah. Dia marah ketika Allah murka, dia benci ketika Allah benci, dia pun suka dan sayang ketika Allah sayang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:

“Barang siapa yang cinta karena Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah, menahannya karena Allah, maka dia telah menyempurnakan imannya.” (Hadits riwayat Abu Dawud)

Sumber: Mutiara

Related articles

January 3, 2013 Posted by | Mutiara Taskiyah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketidak Berdayaan Tak Merubah Yang Haram Menjadi Halal

BAB. 1

Allah-green-transparent

Allah-green-transparent (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sebagai manusia akhir zaman ini tidak lagi percaya bahwa rezeki mereka sebenarnya datang dari Allah, maka mereka menggunakan akal pendek mereka untuk memastikan harta mereka bertambah dengan investasi meskipun ia menindas manusia hatta dengan label islami sekalipun.

Apa yang ada dalam pembahasan ini adalah ajakan untuk merenung dan berupaya membebaskan diri dari perbudakan keuangan baik yang islami atau tidak, terpulang untuk menerimanya, setidaknya kewajiban untuk menyampaikan sudah selesai, berpesan-pesan pada kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran.

Berpesan-pesan pada kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran.

“Wahai kaum mukmin, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah semua sisa-sisa riba yang masih ada pada peminjam, jika kalian benar-benar beriman kepada syariat Allah. Maka jika kalian tidak mematuhi Allah dengan menghentikan riba ini. Terimalah pernyataan perang dari Allah dan rasul-Nya. Dan jika kalian bertaubat, maka yang berhak kalian ambil dari peminjam hanyalah modal kalian. Kalian tidak boleh berbuat dzalim kepada peminjam dan peminjam tidak boleh berbuat dzalim kepada kalian (Al-Baqarah, 2: 278-279)

Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan melangkah sesuai rute yang sama seperti mereka yang terdahulu sebelum kamu, inci demi inci dan langkah demi langkah sehingga jija mereka masuk ke lubang biawak sekalipun. Kamu akan tetap menurut mereka. Kami bertanya: Pesuruh Allah, apakah maksudmu manusia akhir zaman untuk “mereka yang terdahulu” itu? Beliau bersabda: Siapa lagi selain dari mereka (HR. Shahih Muslim)

Uang yang kita dapatkan dengan cara yang tidak wajar misalnya bekerja tidak ikhlas, meninggikan harga barang, korupsi, mencuri dan sebagainya, uang itu akan “lari” dari kita. Mungkin kita bisa menghindari dari energi (uang) itu untuk lari dari kita saat hidup, akan tetapi ketika mati, energi negatif ini lah yang akan menjadi siksaan di kubur maupun dineraka. Allah itu Maha Adil.

Sumber: Mutiasa

December 11, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sepak Terjang Dajjal

Yahudi

Yahudi (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 6

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Hakikat Dajjal

Di antara pemahaman antara kelompok yang hanya mau menerima hakikat Dajjal sebagai sosok/ person tertentu dan kelompok yang hanya mengakui Dajjal sebagai simbol kerusakan dan bukan person, ada pemahaman lain yang akomodatif. Syaikh Nashir Abdurrahman As Sa’di, salah seorang ulama timur tengah yang bermanhaj salaf mengeluarkan statemen yang sangat brilian. Beliau menjelaskan berdasarkan nash-nash yang ada bahwa Dajjal akan muncul dengan memcwa dua fitnah besar; fitnah yang berupa sebuah paham dan sistem dan fitnah Dajjal dalam bentuk sosoknya yang benar-benar akan muncul di akhir zaman dengan membawa fitnah bagi seluruh manusia.

Adapun Dajjal sebagai sebuah sistem (simbol) berpulang pada tiga fitnah besar; materialisme, atheisme dan zionisme. Ketiganya merupakan fitnah yang hampir seluruh umat manusia teikena fitnah ini.

Sedangkan Dajjal sebagai sebuah person merupakan fitnah yang selama ini kita kenal sebagai fitnah Dajjal yang sesungguhnya; di mana pada akhir zaman nanti sosok manusia jahat ini akan keluar untuk meneror kaum muslimin dan mengklaim ketuhanan dirinya.

Dengan kata lain, antara Dajjal dan fitnah Dajjal adalah dua hal yang berbeda, sebab dalil-dalil yang ada menunjukkan demikian. Dajjal yang di maksud Rasulullah saw dalam banyak riwayat dipastikan menunjukkan person tertentu. Sedang fitnah Dajjal adalah satu kondisi atau keadaan tertentu atau beragam bentuk fitnah yang menyelisihi kebenaran. Bahkan bisa di simpulkan bahwa semua yang menyelisihi kebenaran adalah sebagian dari fitnah Dajjal.

Fitnah Dajjal

Dengan memahami hakikat fitnah atheisme, materialisme dan zionisme sebagai bagian penting dari, fitnah Dajjal kita bisa mengetahui seberapa besar dan danpak yang ditimbulkan darinya berupa kerusakan dunia.

Fitnah atheisme, materialisme dan zionisme merupakan tiga fitnah terbesar dimana fitnah dajjal di bangun di atas pondasinya. Ketiganya merupakan perangkap perangkap awal untuk menggiring manusia agar bisa menerima ideologi Dajjal.

Fitnah atheisme mengajarkan akan kenihilan Tuhan dan Zat yang menciptakan, sehingga manusia tidak meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta. Fitnah materialisme mengajarkan bahwa semua yang ada didunia karena keberteri materi. Sesuatu yang tidak nampak (gaib) adalah kosong, dan nilai maupun norma sesuatu hal bisa diukur dengan mareri wujud yang nampakdaan.

Paham materialisme juga akan menggiring manusia untuk meyakini tidak adanya hari akhir, alam barzah, syurga dan neraka. Pada gilirannya manusia hanya akan menerima konsep surga dan neraka sesuai dengan apa yang kelak akan di bawa oleh Dajjal, yaitu sungai dan air yang beqgada di tangan Dajjal.

Saat Dajjal menawarkan air dan api di hadapan manusia, mereka akan meyakini bahwa itulah hakikat neraka dan surga yang sesungguhnya. Sedangkan fitnah zionisme akan mengambil peran untuk menggiring seluruh manusia akan kebenaran ajaran Dajjal, meyakini bahwa Dajjal adalah Tuhan dan pemimpin mereka di akhir zaman. Fitnah zionisme juga mengajarkan agar manusia membenarkan apapun yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi zionis dan memberikan dukungan kepada mereka. Pada akhirnya, fitnah inilah yang menjadi puncak terdahsyat di duka bumi sebelum kemunculan Dajjal yang sesunhuhnya. Ajaran zionis yang di bungkus dalam baju theologi globlal dan theosofi akan menggiring opini dunia tentang satu-satunya Tuhan dari semua agama; itulah Dajjal yang akan muncul di akhir zaman.

Manusia keturunan Adam

hal ini yang dapat di simpulkan adalah, bahwa Dajjal benar-benar sosok manusia keturunan Adam yang muncul dengan membawa fitnah. Semua tanda dan ciri yang disebutkan oleh Rasulullah saw tentang Dajjal benar-benar bermakna hakiki, bukan kiasan. Akan tetapi bentuk dan wujud fitnah yang di bawa oleh Dajjal ada juga yang bersifat maknawi. Apa yang banyak disebutkan Rasulullah saw tentang berbagai kelebihan yang di tunjukkan Dajjal telah menjadi inspirasi bagi para penganuj ideologi Dajjal untuk merealisasikan simbol-simbol tersebut. Dalam hal ini, bangsa barat yang diwakili oleh Amerika, Eropa, Inggris dan Israel merupakan sekumpulan bangsa yang berusaha untuk mewujudkan semua impian Dajjal dalam wujud yang bersifat materi.

Mereka adalah ahli, pakar, profesor, Doktor dalam kedzaliman, penindasan, kerusakan, ketidakadilan  dan mereka berfungsi sebagai tangan kanan dan tangan kiri Dajjjal, jadi mereka juga akan menjadi Doktor tipu daya Dajjal, mereka mengatan kebohongan di atas kebohongan, lagi dan lagi sepanjang hidupnya.

Mereka sekarang punya power dan di gunakan bukan untuk menghukum para penindas. power mereka sekarang digunakan untuk menindas, power mereka sekarang di gunakan untuk melakukan kekerasan, power mereka sekarang digunakan tanpa belas kasihan untuk merampas harta benda orang-orang miskin. Pada saat power bersemayam pada pondasi yang pada dasarnya tak bertuhan dan rusak, maka digunakan untuk menindas bukan untuk menghukum penindas.

*******

Kemampuan mereka membuat pesawat terbang, kapal laut, teknologi hujan buatan, kemampuan suplai bahan pangan, teknologi transportasi, informasi, telekomunikasi dan beragam teknologi modern lainnya, merupakan bagian dari propaganda pengikuy Dajjal. semua bentuk teknologi itu pada hakikatnyamerupakan fitnah atheisme, materialisme dan zionisme.

Para pengikut Dajjal mencoba untuk mengilmiahkan semua doktrin dan ajaran Dajjal agar bisa diterima oleh seluruh lapisan. Dengan demikian, setiap manusia akandengan  mudah membenarkan semua fitnah yang kelak akan di tanpakkan oleh Dajjal di akhir zaman. Dengan kata lain Dajjal, Dajjal terus melakukan penetrasi dan sosialisasi atas ideologi  yang di bawanya agar bisa diterima semua manusia.

Pilar fitnah Dajjal berupa materialisme, atheisme dan zionisme inilah yang akan melahirkan anak-anak fitnah baru yang hari ini mencengkeram seluruh dunia. Dan semua ideologi destruktif maupun produk-produk material (teknologi transportasi, informasi dan telekomunikasi) yang telah merusak dunia Islam; Itulah buah fitnah dari Dajjal.

*******

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, da fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal (HR. Muslim 924)

Dari Adu Darda, ia telah meriwayatkan dari Nabi sallallahu alayhi wa sallam, beliau bersabda: Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari Surat Al Kahfi maka ia selamat dari fitnah Dajjal (HR. Abu Dawud).

Sumber: Mutiara

Related articles

December 8, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Adakah Kita Mengambil Iktibar

Jamkarān Mosque in Qom

Jamkarān Mosque in Qom (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 5

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Apabila hati sudah terpaut pada cara hidup mewah dan memanjakan nafsu

Apabila hati sudah terpaut pada cara hidup mewah dan memanjakan nafsu, segalanya akan dicampak ke tepi. Ini adalah realiti yang kurang berminat untuk berfikir sebelum melakukan sesuatu.

Hanya sedikit yang meletakkan agama melebihi kuasa, harta dan pangkat. Manusia inilah yang akan selamat. Selain dari golongan ini, semuanya akan ditawan oleh dunia. Manusia yang sedikit inilah yang berjaya melepaskan diri dari menjadi mangsa Ya’juj dan Ma’juj. Selain dari itu, semuanya secara tidak langsung bertukar watak menjadi sebagian dari Ya’juj dan Ma’juj ini.

Jika kita memuja Ya’juj dan Ma’juj dan hidup senang sebagaimana mereka anjurkan maka kita akan di tarik masuk menyertai kumpulan Ya’juj dan Ma’juj, kita makan apa yang mereka makan, kita pakai apa yang mereka pakai. Kita akan hidup seperti mereka dalam setiap aspek kehidupan. Kita tertarik dan begitu ingin menjadi seperti mereka. Kita bamgga menggunakan bahasa mereka, kita kagumi kejayaan mereka, kita nyaman berpakaian sepertimana mereka. Kita meniru gaya hidup mereka. Akhirnya kita percaya terhadap falsafah dan setiap kata mereka. Dalam tidak sadar kita telah mengangkat mereka sebagai idola dan contah kehidupan untuk diikuti.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Berkata

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Berkata, Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda, “Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk kelubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya, Ya Rasulullah!  Apakah Yahudi dan Nasrani yang kau maksudkan?’ nabi saw menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka” (Riwayat Muslim)

Jika dibayangkan 99.9% manusia adalah Ya’juj dan Ma’juj, berapa lagi yang tinggal untuk menjadi pengikut Imam Mahdi? Bilangan pengikut Imam Mahdi, berapa lagi yang tinggal untuk menjadi pengikut Imam Mahdi? Bilangan pengikut Imam Mahdi teramatlah sedikit yaitu manusia beriman (0.1%). Hanya seorang yang beriman di kalangan 1000 orang manusia.

“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: Hai Adam, bangunlah, siapkanlah 999 dan satu diantara mereka itu akan di tempatkan ke dalam neraka, dan satu diantara mereka itu akan ditempatkan ke dalam syurga.” (Ketika Rasulullah SAW menerima firman Allah ini kemudian menyampaikannya kepada para sahabat), Rasulullah menanggis terisak-isak, demikian pula para sahabat lainnya, lalu beliau bersabda. “Angkatlah kepala kamu semua. Demi Tuhan yang menguasai jiwaku. (jika di bandingkan) dengan uamt-umat Nabi yang lain, maka umatku bagaikan sehelai bulu putih (yang terdapat) pada kulit lembu jantan yang berkulit hitam”. (HR. Tabrani).

Adakah kita juga ikut menangis mendengar berita tersebut? Jelas terbukti sedikit saja yang akan selamat dari neraka Allah. Maukah kita terus menerus mengikuti cara hidup Ya’juj dan Ma’juj dan akhirnya menjadi sebagian dari mereka?

Jika penduduk dunia berjumlah 10 milyar orang. 10 juta orang saja yang menjadi pengikut Imam Mahdi nanti. Manpukah 10 juta orang beriman ini melawan 10 milyar orang Ya’juj dan Ma’juj selain dari Dajjal itu sendiri? Selain dari itu, kita sendiri belum pasti adakah kita termasuk di kalangan mereka “yang sedikit” itu. Golongan ini akan menghadapi sesuatu ujian yang sungguh dahsyat. Semoga kita termasuk di kalangan “golongan yang sedikit” tersebut. Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

December 1, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Interaksi

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيو...

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيويورك Polski: Koran w Muzeum Historii Naturalnej w Nowym Jorku (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

SETIAP kali Al-Qur’an dibaca maka tersingkaplah segala sifat diri orang yang membacanya. Orang itupun bertafakur menghayati ayat menceritakan mengenai jati dirinya sebagai insan. Apabila dia beriman dengan apa yang dibacanya, maka segakla keburukan terpenam dalam diri segera mau diperbaiki.

Hidayah

Namun ada, yang tidak mau mengakui kelemahan diri yang tersindir oleh ayat Al-Qur’an. padahal kiasan dan ulasan Al-Qur’an begitu menusuk kejantung hati orang yang ikhlas. Jika ditanya, bilakah agaknya anda tidak berminat lagi dengan apapun melainnkan berfikir mengenai akhirat? Sudah tentu ketika dada anda memeluk Al-Qur’an hati mengimani dan emosi mengikut petunjuk.

Umar al-Khattab menceritakan detik bersejarah runtuhnya tembok kekufuran oleh hembusan hidayah yang dihantar Al-Qur’an ke jiwanya. Umar berkata ketika dia masih kafir: “Aku haarus pergi ke Ka’bah untuk melakukan tawaf tujuh atau 70 kali. Lalu akupun datang kesana untuk melakukan tawaf, aku melihat Rasulullah SAW sedang berdiri melakukan shalat, saat itu Baginda shalat menghadap ke Syam (baitul maqdis) dan Baginda menjadikan Ka’bah diantara dirinya dan negri Syam. Baginda berdiri di antara rukun Hajar Aswad dan rukun Yamani.

Aku berkata dalam hati saat aku melihatnya: Demi Allah, malam ini aku akan mendengar apa yang di baca oleh Muhammad. Ketika aku sudah mendekatinya dan mendengarkan apa yang dibaca pasti aku akan mengagetkannya! Aku pun mendekatinya dari balik al-hajar dan masuk ke dalam kain Ka’bah, tidak ada jarak antara diriku dan Muhammad melainkan hanya dibatasi kain ka’bah saja. Saat aku mendengar Al-Qur’an, hatiku mencair sehingga membuat aku menagis, sejak saat itu aku beriman.”

(kata Ata’ dan Mujahid yang dikutip oleh Ibnu Ishaq dari Abdullah bin Abi Najih) Mengapa susah sunguh berinteraksi dengan Al-Qur’an? Apakah karena ayat yang kita baca sekarang berbeda dengar ayat didengar Umar? Bukankah Al-Qur’an tetap sama dan takkan pernah berubah sampai kapanpun? Lalu sebenarnya, dimanakah kesilapan kita?

Interaksi dengan Al-Qur’an

Kesilapan dilakukan manusia dalam interaksi dengan Al-Qur’an ialah memilih ajaran lain dan meninggalkan Al-Qur’an. Ayat Allah semakin dipinggirkan, dijual dengan harga murah bahkan disembunyikan untuk kepentingan diri dan golongan tertentu.

“dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang kami berikan kepadanya ayat kami (pengetahuan mengenai isi Al-Qur’an), kemudian dia melepaskan diri dari ayat itu, lalu dia ikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat. dan jika kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan darjatnya dengan ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing; jika kamu menghalaunya dihulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkan dia menghulurkan lidahnya (juga). Yang demikian itu adalah perumpamaan orang yang mendustakan ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah itu supaya mereka berfikir.”(Qs.al-A’raf : 175-176)

Sumber: Mutiara

September 14, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam, Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanan

English: Annapurna Himal,Nepal, seen from Pokh...

English: Annapurna Himal,Nepal, seen from Pokhara Valley near Phedi. Left to Right: Annapurna I, Machapuchare (pyramid-shape), Annapurna IV. Bahasa Melayu: Banjaran Annapurna di Nepal,permandangan daripada Lembah Pokhara berdekatan dengan Phedi. Kiri ke Kanan: Annapurna Satu, Machapuchare (seperti piramid), Annapurna Empat (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ibn Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Apabila kamu handak makaan, hendaklah kamu makan dengan tangan kanan, dan apa bila hendak minum, hendaklah minum dengan tangan kanan, karena syaitan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.” Shahih Muslim.

Nabi berpesan agar makan menggunakan dengan tanga kanan

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat timur untuk mendahulukan apa jua perbuatan dengan tangan kanan, baik bersalam, makan, menunjuk dan sebagainya jadi apabila kita mendengar hadits diatas bukanlah ia menjadi sesuatu yang janggal. Akan tetapi rata-rata masyarakat modern di zaman ini mulai makan dengan tangan kiri, baik di forum-forum resmi hingga di tempat-tempat ternama seperti hotel-hotel besar.

Akan tetapi Nabi berpesan agar makan menggunakan dengan tanga kanan dan siapa yang makan dengan tangan kiri, mereka mengikuti amalan syaitan. Melihat budaya barat yang menyuap makanan dengan tangan kiri malah itu juga di ikuti golongan elit bangsa kita, pasti ada hikmah mengapa Nabi melarang berbuat demikian.

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfere kiri dan kanan

Otak manusia terbagi menjadi dua hemisfere kiri dan kanan, bagian kiri badan dikawal oleh bagian kanan otak dan sebaliknya. Kajian sain mengenai aktivitas otak menunjukkan, secara umumnya lebih banyak aktivitas di bagian kiri otak ketika seseorang itu sedang berada dalam keadaan yang pasif contohnya mesra, riang gembira dan sebagainya. Sifat-sifat negatif seperti menyendiri lebih aktif diotak sebelah kanan.

Mengapa apabila kita dilanda masalah, meluahkan perasaan ataupun bercakap baik kepada diri sendiri ataupun kepada manusia lain serba sedikit dapat mengurangi tekanan dalam diri kita? Ini berkemungkinan disebabkan otak kiri terlibat lebih aktif dalam bahasapertuturan, aktivitas berkomunikasi dengan tidak secara langsung membuat bagian kiri otak aktif lantas menimbulkan perasaan positif dan mengurangi tekanan perasaan.

Jadi jika kita kaitkan dengan aktivitas makan menggunakan tangan yang mana akan mengaktifkan bagian kiri otak, bukankah ia akan menimbulkan perasaan positif? Lebih positif semasa kita menjamu selera, lebih mudah makanan dilumatkan dan makin sehatlah tubuh badan.

Makan dengan tangan kiri mengaktifkan otak kanan yang dikaitkan dengan sifat-sifat negatif, sebab itulah makan dengan tangan kiri meniru syaitan karena sifat syaitan itu sendiri yang penuh dengan dengki dan sombong. Lebih bahaya lagi apabila perbuatan makan dengan tangan kiri itu juga akan membuat manusia lebih mementingkan diri sendiri dan tidak peduli lagi pada insan-insan lain terutamanya dalam hal makan tersebut.

Tiada perintah Allah dan anjuran Nabi yang tiada kebaikan untuk umat manusia, hanya mereka yang melihat dengan mata hati keimanan saja yang dapat memahami.

Sumber: Mutiara

Related articles

September 10, 2012 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Budi Pekerti

للهــــم آميـــــن

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Orang Islam manakah yang paling utama?

Abu Musa al-Asy’ari berkata, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: wahai Rasulullah, Orang Islam manakah yang paling utama?’ Baginda menjawab”Orang yang tidak pernah menganggu orang Islamlainnya, apakah dengan lisan (kata-kata) ataupun dengan tangan  (tindakannya) ” (Riwayat Bukhori)

Muslim (Orang Islam)ialah orang yang menyelamatkan orang muslim lain dari perbuatan dan kata-katanya… (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)

Muslim yang paling baik tidak menyusahkan orang lain melalui tangannya yaitu tindakannya. Dia tidak akan meletakkan kendaraannya hingga menganggu lalulintas. Dia tidak akan membunyikan klaksonnya dengan kuat sehingga menyebabkan orang lain terkejut. Muslim yang paling baik tidaak mencela muslim yang lain melalui lisannya. Dia tidak akan memfitnah sesama muslim. Muslim yang baik juga tidak mempunyai hasad dengki sesama muslim. Islam melarang umatnya mengunakan mulutnya untuk mengumpat atau bercakap koror dan mengunakan anggota  lain untuk menyakiti orang Islam yang lain. Berakhlaklah dengan akhlak Nabi yaitu akhlak Al-Qur’an. Nabi mengamalkan setiap perkara dan akhlak baik yang disebut dalam Al-Qur’an . Akhlak muslim yang mulia itu berat timbanganya. Amalan yang dilakukan beserta akhlak yang baik , walau sedikit diberikan pahala dan ganjaran yang banyak.

Amal puasa dan shalat.

Dari Abu al-Darda’ r.a, bahwa Nabi saw, bersabda:Akhlak adalah suatu yang abstrk(tidak bisa dipegang), yang tidak bisa ditimbang secara dzahirnya. Namun Allah bisa menimbang  perkara yang abstrak, misalnya amal puasa dan shalat. Hanya Allah yang bisa menilai dan menimbang berat pahala amalan-amalan tersebut. Amalan yang banyak tetapi disertai amalan yang buruk, mengurangkan pahala. Pernah Rasulullah saw berkumpul bersama dengan para sahabat. Kemudian salah seorang  sahabat berkata behwa dia memiliki seorang jiran wanita yang sering berpuasa siang hari dan dimalam harinya shalat tahajjud. tetapi Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu ahli Neraka. Sahabat bertanya, mengapa demikian. Jawab Baginda rasulullah saw, “Wanita itu selalu menyakiti jiran tetangga dengan lidahnya, tidak ada kebaikan lagi baginya dan dia adalah ahli Neraka.

MUTIARAKATA; Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya. Segalanya bermula dari sebuah keluarga. didikan yang baik, akhlak yang mulia, pribadi yang unggul, segalanya bermula bermuladi dalam sebuah keluarga.

Sampaikan PESANKU WALAU Satu Ayat.

Sumber: Mutiara

Related articles

August 26, 2012 Posted by | Mutiara Islam | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menyeimbangkan Sunnah dan tradisi Idul Fitri

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Bissmillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan , kini tibalah saat yang di tunggu-tunggu seluruh umat Islam didunia 1syawal yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam .

Idul Fitri

Secara bahasa , Idul Fitri serarti kembali suci . Dikatakan suci karena selama sebulan ramadhan mereka membakar dosa-dosanya yang telah lalu dengan cara berbondong-bondong memburu ampunan dari-Nya . Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan . barang siapa yang bertaubat di bulan tersebut , niscaya Allah SWT menghapus segala dosa-dosanya .

Hakekat Puasa

Menjalankan ibadah puasa berarti meninggalkan sekecil apapun perbuatan dosa . karena hakekat puasa adalah bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja . Tapi menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa membatalkan puasa . Diantaranya berbohong , mengunjingkan orang lain , tidak bisa menjaga penglihatan dan melakukan perbuatan sia-sia lainnya . Untuk itulah Idul Fitri dikatakan hari kemenengan bagi umat Islam . dan nikmatnya Idul Fitri hanya bisa dirasakan oleh umat Islam yang berpusa dengan iman dan ihtisab ( ketulusan ) .

Tidak dipungkiri, banyak umat Islam saat ini yang tidak memahami betul ada apa dibalik bulan suci Ramadhan . Baginya , bulan puasa adalah saat untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan Hari Raya . Karena tradisi idul Fitri tidak bisa dijauhkan dari makanan enak yang jarang dinikmati dihari biasa . Tidak heran jika hampir semua harga bahan pokok melambung dan anggaran belanjapun meningkat . Selain itu , juga harus menyiapkan anggaran untuk memperbaiki rumah dan menyiapkan uang untuk dibagi-bagikan kepada saudara , tetangga dan teman-temannya . jadi , bulan Ramadhan menjadi bulan sibuk . Para penjaga toko sibuk , para pegawai sibuk ,lembur dan ibu rumah tangga sibuk menyiapkan serba-serbi Idul Fitri .

kesibukan akan semakin terasa ketika menjelang hari raya . Mulai dari membeli baju , mempersiapkan makanan , menata rumah dan lain sebagainya . Dan tradisi seperti itu sudah membudidaya dilingkungan kita . Lantas , apakah kita sudah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW ?? Pada bulan Ramadhan kita disunnahkan untuk memperbanyak tilawah , berdzikir , dan ibadah lainya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT . Ironisnya , banyak umat muslim yang meninggalkan puasa dengan alasan pekerjaan . Kerja berat atau hal-hal yang tidak memungkinkanya berpuasa padahal tidak sedang sakit atau udzur .

Menyiapkan baju baru dihari raya Idul Fitri

Memang tidak salah membeli baju hari di raya dan memasak berbagai macam makanan sebagai bentuk sukacita dalam menyambutnya , Tapi hendaknya kita seimbangkan dengan tidak tidak melalaikan kewajiban sebagai umat Islam dan tidak melupakan makna Idul Fitri yang sebenarnya . kita harus peduli dengan mereka yang tidak gembira menyambut hari raya karena keadaan yang kekurangan . Di luar sana , banyak anak-anak yatim yang tidak berhari raya . Tidak ada baju baru yang dipakai dan tidak ada yang bisa dimakan . bahkan , terkadang kita suka menimbn-nimbun pakaian . masih banyak baju baru yang memenuhi lemari , tapi tidak bisa meninggalkan momentum hari raya yang identik dengan baju baru , dan kemudian masih membilinya . Tidak jarang , ketika hari raya meja makan dipenuhi berbagai makanan . Bahkan , jika tidak habis , maka akan masuk tong sampah . Padahal diluar sana banyak sekali saudara-saudara kita yang kelaparan . Selain itu , terkadang kita salah sasaran membagi-bagi rizki . Padahal lebih afdhol kalau kita memberi uang kepada saudara-saudara yang lebih membutuhkan . kepada anak-anak yatim yang kekurangan . dan yang sering terjadi adalah memberi banyak kepada yang kaya dan memberi sedikit kepada yang miskin . Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan mereka .

memburu ampunan dari-Nya kita dengan menyimak kisah rasulullah SAW suatu saat ketika Idul Fitri . pada saat umat Islam di madinah merayakan Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir , Rasulullah SAW terlambat datang padahal beliau harus memimpin shalat sunnah idul Fitri . Ternyta , dalam perjalanan menuju masjid beliau melihat anak kecil sedang menangis , padahal teman-teman lain bersukaria dengan baju barunya .

” Kenapa kau menangis sendirian , wahai anakku . padahal hari ini hari bergembira bagi kita ,” tanya Rasulullah SAW kepada bocah itu .
“teman-teman punya baju baru , habis makan enak-enak , sedangkan aku tidak punya apa-apa ,” jawab bocah itu sambil terus menangis tanpa menoleh kepada Rasulullah SAW .
“Memangnya ayah dan ibumu kemana?”
“Ayahku sudah meninggal , ibuku kawin lagi .
harta peninggalan ayah sudah dihabiskan ayah tiriku .”

Mendengar ucapan bocah malang itu , Nabi membelai kepalanya dengan penuh kasih lalu berkata , ” bagaimana seandainya Fatimah Azzahra jadi kakakmu , Ali Bin Abi tholib jadi abangmu , dan Hasan-Husein jadi saudaramu , sedangkan aku jadi ayahmu ??” Ucap Rasul membuat tangis bocah itu terhenti . Dia baru sadar , bahwa yang mengajak bicara adalah rasulullah SAW .

” Tentu saja mau dan senang sekali ya Rasulullaah .”Ali Bin Abi tholib . Kemudian Rasulullah membimbing anak tersebut bkerumah beliau . Dipakaikannya pakaian bagus seperti yang dipakai cucunya , Hasan dan Husein . Setelah itu anak tersebut bergabung dengan teman-teman sebayanya dengan wajah ceria . Dan Rasulullah melanjutkan perjalanan untuk mengimami shalat Idul Fitri .

Selanjutnya ,sudahkah kita membagi-bagikan kebahagiaan kita kepada saudara-saudara yang kekurangan seperti kisah teladan rasulullah di atas ??Kita memeng tidak bisa menjauh dari tradisi hari raya yang sudah membudidaya . Tapi setidaknya kita seimbangkan dengan kewajiban sebagai hamba Allhah SWT . Agara kebahagiaan di dunia dan akhirat bisa dinikmati kedua-duanya .

Tidak berlebihan jika sebagian orang yang mengatakan bahwa Idul Fitri hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang kembali suci karena ibadah yang dijalankan selama Ramadhan dan orang-orang yang berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik setelahnya . maka dari itu , selama kita sudah memenuhi syarat-syarat berpuasa , kita njalankan rukun Islam yang ke3 tersebut samata-mata karena Allha SWT . serta menyambut Idul Fitri dengan tetap berpedoman pada sunnah Rasulullah SAW meski tradisi dilingkungan kita tidak bisa dihindari . dengan begitu , kita dapat menikmati indahnya kemenangan dihari yang fitri ‘ kewajiban sebagai hamba Allhah SWT
Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf lahir Dan bathin .

Sumber : Pandu

August 17, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.