rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Keajaiban Shalat

English: Al-Masjid al-Nabawi in Medina Saudi A...

English: Al-Masjid al-Nabawi in Medina Saudi Arabia العربية: المسجد النبوي في المدينة المنورة، المملكة العربية السعودية فارسی: مسجد النبی در مدینه کشور عربستان سعودی (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh,

Masjid Nabawi, Madinah.

Suatu ketika Rasulullah saw berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.

Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah saw dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”

Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya, ia melaksanakan shalat dengan cepat. Rasulullah tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.

Setelah melakukan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah saw. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu,”Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat”

Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.

Memberikan tausiyah

Namun seperti kejadian tadi, Rasul menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu ajarilah aku!”

“Sahabatku,” kata Rasulullah dengan tersenyum,” Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Al-Qur’an yang engkau pandang paling mudah. Laku, rukuklah dengan tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”

Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al-Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekedar “benar” gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tuma’ninah, tenang dan khusyu’.

Kekhusu’an rahani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyu‘. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasukaullah mengganggap “tidak shalat” orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tuma’ninah).

Hikmah Gerakan Shalat

Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga asfek “oleh rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasukaullah sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tuma’ninah serta istiqamah (konsisten di lakukan).

Dalam buku Mukjiat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. Mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanasan tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di atak mendpatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

Kita dapat menganalisis kebanaran sabda Rasulullah saw dalam kisah di awal. “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”

Saat takbir Rasulullah mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). takbir ini di lakukan ketika hendak ruku, dan ketika bangkit dari ruku.

Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maksudnya? pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur kesemimbangan tubuh terjaga.

“Ruku’lah dengan tenang (tuma’ninah),” Ketika ruku, Rasulullah meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR. Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Ruku yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Ruku pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.

“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darang dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

“Selepas itu sujudlah dengan tenang” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksi-malkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher dan pundak, serta hati. Cara sepperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah dan jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.

“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.”Apa maknanya? cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!

Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudabg keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugrah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Maka sungguh rugi orang-orang yang tak mau memanfaatkan fasilitas yang telah di sediakan Allah SWT ini. Sebab yang menikmati manfaat dari shalat yang dilakukan ini akan kembali kepada manusia itu sendiri. Wallaahu A’lam.

Sumber: Ponpes “Man An”

Related articles

Advertisements

January 25, 2013 Posted by | Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

English: A picture of people performing (circu...

English: A picture of people performing (circumambulating) the . This picture taken from the gate of Abdul Aziz seems to divide the Kaaba and the minarets into mirror images of one another. Français : Pélerins en train de réaliser la Circumambulation (ou Tawaf) autour de la Ka’ba. Photo prise depuis la porte Ibn Saud, d’où la vue présente une symétrie en miroir presque parfaite. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Murut Jalaluddin As Suyuthi ( Imam Suyuthi):

Umur umat Islam adalah jumlah dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/ rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Umur umat Islam

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

1)    Perhitungan umur dunia

2)    Perhitungan dengan umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam

3)    Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan pertama sangkakala kiamat.

Di mana kemudian akan didapat rumus bahwa:

Umur umat Islam = [ 1. Umur dunia] -2.

Umur umat dahulu] –[ 3. jarak waktu]

1)    PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jum’at. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadits diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihi salam ke bumi hingga saat kiamat adalah hari jum’at ke hari jum’at, yaitu berlalu selama 1 minggu akhir (7 hari akhirat)

Sedangkan dalam Al-Qur’an surah 32 As sajdah ayat 5 yang berbunyi:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu’’.

2)    PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG  TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata:” Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musaa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000+1000+700+1500+600= 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

3)    PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadits-hadits yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

a)     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tubuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhori, Muslim, Nasai Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik)

b)    Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.’’ (hadits shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

c)     Rasulullha shallallah’alaihi wasallam bersabda: Allah mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dke langit untuk menunggu keputan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan Allah akan turun dalam lindungan awan-awan. (Hadits hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

d)    Dalam suatu hadits shahih ( dari saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al-Qur’an surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadits Bukhori dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu taubat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
  2. dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap Allah adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan sebelum dihisab.
  3. dari hadits-hadits di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

Matahari dari arah barat~tiupan pertama= 120 tahun

Tiupan pertama ~ tiupan kedua= 40 tahun

Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia= 40 tahun

Kebangkitan ~ penghisaban (penentuan syurga dan neraka)= 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120+40+40+500= 700 tahun

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi: Umur dunia= Umur umat terdahulu + Umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

          Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun

          Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

          Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun, sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam= 7000-4800-700= 1500 tahun kemudian dikurangi masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500-23= 1477 tahun

Dari mana angka 23?

Sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Mekkah, kemudian diperintahkan Allah untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi’alaihis salam berkata:’ Hadits-hadits hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam=1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2013 Masehi atau 1434 Hijriah. Maka sisa umur Islam adalah: 1477-1434= 43 tahun, “43 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” Jadi tahun 2056 Masehi akan terjadi kegoncangan?

Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengertian Zuhud

Allah in Arabic

Allah in Arabic (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Suatu hari Abdullah bin Abbas RA memakai pakaian yang paling indah dan mahal harga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang-orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadah tetapi menepikan ilmu dan tidak mau mempelajari Al-Qur’an, Fiqh dan Hadits. Mereka terkenal sebagai kaum yang degil, bersuku-suku dan membenci sesiapa saja yang tidak sefaham dengan mereka.

Orang-orang Khawarij

Abdullah bin Abbas RA mandi dan memakai wangian yang paling harum, menyikat rambutnya dengan mengenakan pakaian yang paling indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang degil yang memakai baju bertambal-tambal, muka yang berdebu dan kusut masai. Mereka berkata: ” Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas RA menjawab: “Apakah kalian lebih tau tentang Rasulullah SAW berbanding saya?” Mereka berkata:” Tentulah kamu yang lebih tau.” Abdullah berkata lagi: “Demi Allah yang jiwaku dalam gengaman-Nya, sesungguhnya Aku telah melihat Rasulullah SAW berpakaian dengan mengenakan perhiasan yang berwarna merah dan itu adalah sebaik-baik perhiasan.

Para sahabat

Aisyah RA pada suatu ketika melihat sekumpulan pemuda yang berjalan dalam keadaan sangat lemah, pucat dan kelihatan malas. Beliau bertanya: “Siapakah mereka itu? ” Para sahabat menjawab: “Mereka itu adalah kumpulan ahli ibadah.”kemudian Aisyah RA berkata:” demi A
llah yang tiada Tuhan selain-Nya. Sesungguhnya Umar bin al-khattab RA adalah orang yang lebih bertakwa dan takut kepada Allah SWT berbanding mereka itu. Kalau beliau berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tangkas. Apabila bercakap, beliau dalam keadaan berwibawa, jelas kedengaran percakapannya dan apabila beliau memukul, pukulannya terasa sakit.”

hal ini semua berlaku adalah akibat memahami ilmu secara kurang menyeluruh, memberatkan perkara ibadah yang sebenarnya mudah, sampai ketahap berlebih-lebihan dan menyusahkan diri. begitulah keadaan sebahagiaan umat Islam yang lupa kepada wasiat Rasulullah SAW yang telah disampaikan kepada sahabatnya,Muadz bin Jabal RA ketika mereka dikirim menjadi Duta dakwah ke negeri Yaman. Kata Baginda yang maksudnya:” Wahai Muadz, mudahkanlah setiap urusan dan jangan memberat-beratkannya.

Sebagai panduan bersama, pandangan Shaikhul Islam al-Imam Ibnu Taimiyah. beliau berkata: ” Zuhud itu adalah kamu meninggalkan perbuatan yang tidak berfaedah untuk akhiratmu.” Al-Imam Ahmad bin Hanbal apabila ditanya seorang lelaki memiliki harta kekayaan sebanyak 100.000 dinar uang emas. Bolehkan dia di katakan seorang yang Zahid? Beliau menjawab:” Lelaki itu dikatakan zuhud apabila ada dua sifat: 1. Tidak terlalu gembira ketika hartanya bertambah. 2. Tidak terlalu berduka cita apabila hartanya berkurang.” khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Apabila emas seberat gunung diamanahkan kepadaku, aku tidak akan tidur selagi ia tidak habis dimanfaatkan untuk umat Islam.”

Sumber: Mutiara

January 10, 2013 Posted by | Mutiara Karima | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Arti Sebuah Perjuangan

Hong Kong skyline from the Peak

Hong Kong skyline from the Peak (Photo credit: xopherlance)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Menunggu detik-detik tahun baru

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin Ya Rabbal’alaamiin.

Sahabat fillahku yang berbahagia, belum genap satu minggu kita tahun baru 2013 kita lalui. Sudahkah ada perpedaan antara tahun lalu dengan tahun sekarang?

Bagi yang terbiasa merayakan tahun baru, yang seharusnya tak patut ditiru oleh umat Islam. Mereka yang mengidentikkan tahun baru dengan semengat baru. Bahkan sampai ada yang menunggu detik-detik tahun baru di penghujung malam sambil berdo’a memejamkan mata, berharap dan membuat rencana-rencana pada tahun kedepannya. Sudahkah terwujud rencana-rencana itu?

da dari tahun sebelumnya, berarti sebagian misi anda sukses. Jika masih saja seperti tahun lalu, atau malah kian berantakan misi dan visi hidup anda, berarti Anda adalah orang yang merugi.

Misalnya:

-Rugi di dalam ibadah pada Allah Ta alla, jika kadar keimanan dan taqwa kita ternyata semakin miring ke derajat mulai meninggalkan larangan-larangannya.

-Rugi dalam perjuangan, sudah jauh-jauh menyebrang laut merantau di negri orang namun cita-cita tak tercapai malah kesasar pada hal-hal yang berbau maksiat.

-Rugi dalam keluarga, ingat ketika pekerja Imigran ke luar negeri pasti dengan niat dan tujuan mulia. Semuanya demi anak, keluarga, dan masa depan kita, kan?

Tujuan mulia

Allah SWT berfirman,
“Katakanlah (wahai Muhammad) adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang -orang yang tiada mengetahui? Sesunhuhnya, hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (Qs. Azumar: 9)

Coba renungi ayat di atas, ternyata orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran. Jadi sebelum melangkah btjatlah perencanaan , lalu berikhtiar pada Allah dengan ikhlas agar segala rencana yang diharapkan terlaksana, juga berkomitmen. Sehingga ketika ada halangan dan rintangan ataupun godaan, orang yang berakal tak akan terombang-ambing, tapi tekat mereka teguh dan hanya takut kepada Allah Ta Alla. Subhanallah.

Apakah sahabat fillahku juga seperti sosok ysng berakal? Atau jangan-jangan ada angin maksiat ikut mencoba, ada angin kebaikan juga ikut-ikutan saja? kembali lagi memaknai arti perjuangan, Kata Bang Haji  Rhoma Irama dalam syair lagunya, Rintangan-rintangan itu pasti ada. Bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang.”

Sebagaimana yang kita tau, bahwa di Hongkong ini adalah negara liberal, sarat godaan dan dugem, sementara agama Islam masih di angka miniritas. Ini memang memerlukan perjuangan tersendiri agar kita senantiasa lurus di jalan-Nya, apalagi bisa memperkenalkan Islam yang hanif ini kepada khalayak mayoritas non muslim di Hongkong.

Sahabat fillahku yang berjuang demi keluarga dan masa depan, serta tegaknya panji Islam di Hongkong ini. Mari senantiasa mencari Ridha Allah dan mari berlomba mengejar akhirat yang hakiki dan abadi. Firman allah SWT, “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan , kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Bersakit-sakit dahulu baru kemudian bersenang-senang

Nah, bagi sahabatku yang di Hongkong yang kini masih terjerat glamournya warna Hongkong hingga lupa pada hakikat tujuan kita bahkan sampai melupakan keluarga, bahkan lupa pada hakikat keimanannya. Ingatlah bahwa itu semua adalah cobaan! Betapa Allah telah menggambarkan pada hambanya yang beriman untuk senantiasa bersabar dengan cobaan karena setiap cobaan yang datang adalah untuk menguji kesabaran. Ingatlah juga, wujud cobaan itu bukan hanya musibah akan tetapi bisa berupa nikmat yang menipu. betul, kan?

Sebagaimana hadist Rasulullah saw, “Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan memberikan cobaan kepada mereka.” (HR. Ahmad).

Akhir kata, tak lupa saya sematkan sebagai pemupuk semangat juang para Muslimin dan Muslimah yang berada di Hongkong ini agar senantiasa di jalan Allah, dapat melewati ujian, dan senantiasa istiqomah dalam menghadapi globalisasi zaman yang yang semakin mengarah kepada liberalisme dan individualisme ini.

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula)menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku (Qs, Al-kaafirun: 4-6)

Oleh: Ustadz Ali Makmun (Liong Man)

January 5, 2013 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Membuka Pintu Rizki

Thank You Allah

Thank You Allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia

Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia, bahkan semua kebutuhan makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk kecuali telah Allah siapkan dan Allah sediakan apa yang menjadi keperluan dan kebutuhan hidupnya. Yang di perlukan adalah upaya dan usaha untuk menjemput rizki tersebut dengan cara yang Dia gariskan. Dalam hal ini Allah telah menggariskan sejumlah pintu bagi manusia untuk memperoleh rizki yang halal dan berkah.

Seorang Muslim tidak boleh berdiam diri, berpangku tangan, dan ongkang-ongkang kaki. Tidak boleh dengan alasan ingin fokus beribadah ia malas bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya. Tidak boleh pula dengan alasan tawakal ia hanya berdiam diri menunggu datangnya rizki.

Allah menjamin rezeki makhluk ; apalagi rizki manusia.

Allah menjamin rezeki makhluk; apalagi rizki manusia. Hanya saja, Allah juga telah mewajibkan manusia untuk bekerja dan berupaya memburunya. Meminta-minta dan mengemis kepada orang, sementara diri masih kuat dan mampu bekerja adalah aib yang sangat dicela dalam agama. Sebaliknya , siapa yang mau bekerja dan mempergunakan potensi yang Allah berikan padanyaa, ia akan mendapat apresiasi di sisi-Nya.

Rasulullah juga mengajarkan kepada siapapun yang ingin menunjukkan tawakalnya kepada Allah dengan melihat pada burung yang terbang berusaha untuk mendapatkan rizkinya. Beriman dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, merupakan dasar bagi seorang muslim. Orang yang bertakwa, pasti akan di jamin rizkinya.

Beristighfar.

selanjutnya beristighfar. Cara yang mudah, namun membutuhkan keyakinan dan keimanan yang kuat adalah beristighfar dan meminta ampunan-Nya. Kemudian memperbanyak sedekah. Bersedekah tidak akan merugikan harta, sebaliknya ia akan bertambah. Karena yang demikian itu akan menjaga dan memancing turunnya rizki Allah. “Tidak berkurang harta karena sedekah.” (HR. Tirmidzi).

Berikutnya adalah bersilaturahim. “Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan (diberkahi) usianya, hendaknya menyambung tali silaturahim. “(HR. Muslim).

Dan yang terakhir adalah memperbanyak do’a kepada Allah. Do’a adalah senjata orang beriman. Manusia adalah makhluk yang terbatas dan Allah yang memiliki kekuasaan Mahahalus. Dengan bardo’a maka itu menunjukkan kelemahan kita untuk meminta pertolongan kepada Allah. Karena itu, mari dekatkan diri kepada Allah, maka Allah pasti akan membuka pintu rizki kita dari berbagai arah. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Pondok Pesantren “Man Ana”

December 11, 2012 Posted by | Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Antara Suami dan Orang Tua

...

… (Photo credit: Dr.13 (www.lensa13.com))

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ayah, saya sedang bingung dengan masalah yang yang saya hadapi sekarang. Suami saya ingin buka usaha di kampong, tapi orang tua saya tidak setuju dengan alas an karena saya masih kerja di luar negeri, sedangkan suami saya melihat jika buka usaha di kampong InsyaAllah berkembang. Yang saya mau Tanya, sebenarnya kalau kita sudah menikah ibu kita tetap kita nomer satukan atau suami yang harus di dahulukan? Terima kasih atas jawabannya supaya saya bias lega.

Evie
Fanling

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Ananda yang baik hati, sesungguhnya seorang wanita yang telah menikah, ia harus lebih mentaati suaminya ketimbang orang tua kandung sendiri. Sebagaimana dalam sebuah riwayat, seorang suami sedang pergi kesuatu tempat hingga beberapa hari. Ia berpesan pada istrinya agar tidak keluar rumah, kemudian mendapat kabar bahwa ibunya (ibu dari istri) meninggal dunia. Seseorang meminta kepada istri tersebut untuk untuk menghadiri dan melihat wajah ibunya untuk terakhir kalinya. Namun istri tersebut menolak dengan alas an suaminya belum pulang dan ia akan tetap patuhi pesan suaminya. Maka kejadian itu disampaikan kapada Rasulullah. Dan rasulullah bersabda, bahwa sesungguhnya istri tersebut telah dijamin syurga karena kepatuhannya pada suami.

Ananda yang baik hati. Sesungguhnya, seluruh diri dan kehidupanmu kini adalah milik suamimu. Maka taatilah apa yang dikatakan oleh beliau. Jika ternyata pendapat suami bertentangan dengan pendapt orang tua, maka dahulukannlah apa yang dikatakan oleh suamimu, kecuali jika suami meminta dirimu untuk berbuat dosa. Tolaklah dengan cara yang baik.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

December 9, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hampir Tiba Masanya Bayi-Bayi Beruban Dan Kandungan-Kandungan Berguguran

Hoo allah muhammad

Hoo allah muhammad (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 1

Bismillahirrahamnirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kalian melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari terbenamnya , Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya bintang, tiga khusuf: ditimur, dibarat, dan di jazirah Arab api yang keluar dari negri Aden (kota di yaman) yang mengiring manusia atau mengumpulkan manusia, dimalam dan siang hari tetap bersama mereka dimanapun mereka berada. “(HR. At-Tirmidzi no.2183)

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman: “wahai Adam.”
Adam menjawab: “aku sambut panggilan-Mu dan dengan
Bahagia aku penuhi perintah-Mu, segala kebaikan ada di tangan-Mu. “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Keluarkan utusan (penghuni) neraka itu?
Allah subhanawu wa ta’ala berfirman, “Dari setiap 1.000 orang ada 999 orang.
Maka, ketika itu Anak-anak kecil rambutnya beruban, yang hamil melahirkan kandungannya, dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi karena azab Allah subhanahu wa Ta’ala yang amat keras.
Para sahabat bertanya, “siapa atau yang selamat dari kita itu
, wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab, “Bergembiralah, karena kamu seorang sedang dari kalangan Ya’juj dan ma’juj seribu orang.’’(Sahih Al-Bukhori, KItab Al-Anbiya’ Bab Qishshah Ya’juj wa Ma’juj)

Sumber: Mutiara

November 16, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Fitnah

فارسی: از مقاله حضرت محمد (ص) ویکی انگلیسی گرفتم

فارسی: از مقاله حضرت محمد (ص) ویکی انگلیسی گرفتم (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Rasulullah bersabda, “Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal shalih sebelum terjadi fitnah (bencana) yang menyerupai kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yaitu seseorang diwaktu pagi beriman tapi pada waktu sore ia telah kafir, atau pada waktu sore ia beriman dan pada waktu pagi harinya ia telah kafir, ia rela menjual agamanyadengan secuil keuntungan dunia. “(Shahih Muslim

Rasulullah menganjurkan agar segera beramal shalih

Rasulullah menganjurkan agar segera beramal shalih sebelum tidak mampu melakukannya lagi dan sebelum dilalaikan oleh fitnah yang banyak dan menumpuk satu sama lain, seperti kegelapan malam yang gelap gulita dan saling tindih menindih.

Amal shalih yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah amal yang memenuhi dua kritiria yaitu ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti sunnah Rasulullah). keikhlasan adalah perwujudan Syahadat Laa Ilaha Illalah (Tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah) dan syahadat Muhammadurrasulullah (Muhammad adalah utusan Allah) mengharuskan menyembah Allah hanya dengan cara yang diajarkan Nabi Muhammad saw.

Fitnah

Fitnah yang diwanti-wanti oleh Rasulullah dalam hadits di atas tidak di sebutkan secara khusus. Rasulullah menyebutkan secara nakirah yang bersifat umum. Maksudnya meliputi segala bentuk fitnah, baik itu fitnah subhat (bencana akibat prinsip atau pemikiran yang menyimpang) maupun fitnah syahwat (bencana akibat mempertaruhkan hawa nafsu).

Fitnah subhat adalah setiap fitnah yang bersumber dari kebodohan, ketidakpahaman tentang Al-Qur’an dan al-hadits, sehingga maknanya salah dipahami dan ditafsirkan secara keliru. Sedangkan fitnah syahwat adalah fitnah yang muncul karena keinginan untuk mendapat kenikmatan duniawi berupa harta, kedudukan, kepemimpinan dan wanita.

Lantaran berbahaya fitnah ini,  Rasulullah mengambarkanya seperti malam yang gelap gulita. Seperti malam yang gelap gulita; untuk mengambarkan hitam dan gelapnya fitnah tersebut serta tidak jelasnya antara kebaikan dan keburukan saat itu.”

”Ya itu seseorang diwaktu pagi beriman tapi pada waktu sore ia telah kafir, atau pada waktu sore ia beriman dan pada pagi harinya ia telah kafir,”

Bagai mana hal ini bisa terjadi? Rasulullah menjelaskan: “ia rela menjual agamanya dengan secuil keuntungan duniawi.”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian serta keburuka fitnah al-masih ad-Dajjal.” (HR. Muslim)

Orang yang berjaya tidak hidup di pinggir peristiwa, bukan orang yang kosong tanpa nilai dan bukan orang yang hanya pelengkap.

Sumber: Mutiara

September 7, 2012 Posted by | Mutiara Al Hadits | , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kewajiban Istri Setelah Ditinggal mati Suami

Kabut Asap

Kabut Asap (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Setelah ditinggal mati suami, apakah kewajiban-kewajiban seorang istri setelah itu dan kapankah sebaiknya dia diperbolehkan menikah dengan lelaki lain?

Hamba Allah, HK

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh,

Jika seorang wanita telah ditinggal mati suaminya, maka setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan.

1. Iddah. Masa menunggu dalam waktu yang telah ditentukan bagi seorang wanita yang ditinggal mati suaminya untuk menikah lagi selama empat bulan sepuluh hari, Akan tetapi jika dia hamil, maka iddahnyahanya sampai melahirkan anak.

2. Berkabung. Adalah sesuatu yang perlu dilakukan bagi orang sedang mempunyai iddah untuk tidak berhias, sehingga terlihat dan menarik orang lain. Contohnya dia memakai celak, memakai pakaian yang menyolok mata, wangi-wangian yang menimbulkan fitnah, pewarna kuku dan berhias. Imam Bukhori dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Ummi Habibah dan Zainab binti JAhsy bahwa Rasulullahsaw bersabda:” Wanita yang beriman kepada Allahdan Hari Kiamat tidak halal berkabung untuk orang yang meninggallebih tiga hari(tiga malam).”

3. Didalam rumah. wanita yang ditinggal wafat suaminya sebaiknya tinggal dirumah tempat suaminya meninggal selama masa Iddah, seperti yang diriwayatkan Farii’ah binti Malik:”Dan menghadap Rasulullah saw lalu memberitahukan bahwa suaminya wafat ketika mencari hamba sahaya yang hilang. Dia berkata:’Aku bertanya kepada Rasulullah saw untuk kembali kerumah keluargaku karena sesunggunya suamiiku tidak meninggalkan tempat tinggal yang dapat aku miliki, jika tidak meninggalkan nafkah.’ rasulullah saw bersabda:“Tinggallah kamu di rumahmu sampai habis masa iddahmu.’maka aku pun tinggal di sana empat bulan sepuluh hari.”(Abu dawud dan Tirmidzi).

Bagi istri yang sedang dalam kewajiban iddah, tinggal dirumahnya adadlah lebih baik dan lebih menenengkan keluarga yang ditinggalkan si mati. hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang subhat. Walaupun begitu, dia boleh meninggalkan rumah jika ada kepentingan seperti kewarung, ke klinik dan lain-lain, sekiranya tidak ada orang yang dapat membelikannya dan juga melakukan pekerjaan yang biasa dia lakukan seperti guru, jururawat dan lain sebagainya. mereka yang sedang beriddah disarankan untuk tidak kaluar pada malam hari karena dikhawatirkan akan timbul prasangkayang bukan-bukan dari orang yang melihatnya. Jika masa iddahnya selesai, maka wanita tersebut menjadi bebas untuk menikah kembali dengan siapa saja yang mereka sukai; keluar rumah kemanapun yang dia kahendaki; dan berpakaian serta berhias apapun yang dia senangi. Orang lain bisa meminangnya dengan terus terang, tidak dengan kata-kata sindiran sebagaimana ketika si wanita itu masih dalam iddah, dan boleh mengadakan perkawinan jika mau. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan meninggalkan istri-istri, hendaklah para istri itu beriddah selama empatbulan sepuluh hari. kemudian, apabila telah selesai iddahnya,maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat apa saja yang patut terhadap diri mereka. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,”(Al-baqarah:234)

Wallahu a’lam.

Oleh: H. A. Muhaemin karim, MA

August 22, 2012 Posted by | Konsultasi Syariah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Asmaul Husna

English: Allah in stone in Rohtas Fort, Distri...

English: Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum, Punjab, Pakistan (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Almuhaiminu artinya yang maha Mencintai dan Maha Memelihara, hingga Allah sangat mencintai makhluk_Nya dan memelihara seluruh makhluk dengan keagungan sifatnya yang Muhaiminu.

Dialah Allah yang memelihara dan senantiasa mengamati serta mengawasi makhluk_Nya secara cermat, seksama dan teliti. Tidak satu makhlukpun yang luput dari pengawasan dan penjagaan_Nya. Dialah yang merawat dan memelihara sekalian makhluk dan ciptaan_Nya di langit dan bumi. Binatang melata, tumbuh-tumbuhan, manusia, bumi,bulan, bintang, semua makhluk_Nya yang terlihat maupun tidak, tumbuh berkembang, beredar dalam pengawasan dan pemeliharaan_Nya. Dia yang memelihara dan menumbuhkan berbagai tanaman, buah-buahan dan sayuran di bumi ini. Dia yang memelihara dan menumbuhkan berbagai binatang yang melata dan hidup di darat, laut maupun udara, yang terlihat maupun tidak, dan dia pula yang memelihara dan menumbuh kembangkan manusia tersebar di seluruh permukaan bumi ini.

Khasiat membaca Yaa Muhaiminu atau Almuhaimini:

barang siapa yang Membaca 100x setelah shalat sunat dua rakaat (Terutama di waktu tengah malam ), InsyaAllah akan di bersihkan zahir dan bathinnya dan tetap bercahaya hatinya , dan barang siapa membacanya sebanyak 145x setelah sholat Isya ,InsyaAllah akan kuat Khafazhnya .
Memelihara dan menjaga kesehatan tubuh
Dialah yang menumbuhkan dan memelihara tubuh kita sejak bayi hingga menjadi dewasa. Dengan mewiridkan”Ya Muhaiminu ” setiap selesai shalat minimal 100x, InsyaAllah tubuh akan menjadi sehat, terpelihara dari berbagai penyakit berbahaya atau penyakit denganeratif. Ikuti cara makan Rasulullah, jangan makan sebelum lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Isi perut sepertiga dengan makanan, sepertiga dengan air dan sepertigs dengan udara, lebih bak lagi jika dibantu dengan melakukan puasa sunah senin dan kamis. InsyaAllah organ tubuh akan bekearja dengan sempurna. Dan tubuh terpelihara dari berbagai penyakit berbahaya sampai datang ajal yang telah ditetepkan,
Menjaga Keluaga dan Anak-Anak dari Pengaruh Negatif.
Banyak orang tua yang terkejut dan tercengang ketika mengetahui anak yang selama ini berlaku baik di rumah , ternyata terlibat narkoba atau berbagai perbuatan negatif lainnya . Kia tidak akan mampu mengawasi putra-putri kita setiap saat , pergaulan dan pengaruh lingkungan yang buruk bisa menciptakan anak jadi moster yang menakutkan. InsyaAllah dengan mewiridkan ‘Yaa Muhaimin ” Setiap hari selesai sholat minimal 100x, Allah akan mengawasi dan memelihara putra – putri kita dengan menjadi anak yang shaleh yang membawa rahmat dan berkah bagi kita dalam kehidupan dunia dan khirat.
Menjaga diri dalam perjalanan.
Jika kita akan bepergian jauhsebaiknya selalu mewiridkan n” Yaa Mudaimin ” ini setiap selesai shalat InsyaAllah kita akan mendapatkan penjagaandan perlindungan_Nya dari berbagai bahaya dan bencanadalam perejalanan. Demilian pula Alla juga akan menjaga dan memelihara keluarga kita tinggalkan. Betapa besar dan banyak khasiat dan fadilah yang terkandung dalam Asma Allah Yaa Muhaimiin. Do’a ini dapat diamakan untuk keperluan apa saja dengan cara pengamalan yang sungguh-sungguh, ikhlas penuh tawakal kepada Allah serta berkeyakinan bahwa apa yang di lakukan hanya sebagai ikhtiar, sedang Allah yang menentukankan,
Segala do’a yang kita panjatkan sesungguhnya merupakan sebuah bentuk pengharapan kita sebagai seorang hamba kaapada Zat Yang Maha Kuasa yang memiliki segala keagungan. Tentu do’a ini akan memperoleh hasil yang maksimal jka dilandasi dengan keyakinan yang kuat . Maka amalkan dengan penuh keyakinan.
Sumber : Irsyad “Pondok Pesantren Man Ana”
Related articles

August 10, 2012 Posted by | Kumpulan do'a | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.