rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Usia akhir Zaman

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on ...

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on april 1920. During this holiday began an important arab nationalist riot (4-7 april 1920) against the jews in Jerusalem. The riot was directed against the zionist and english project of a jew homeland in palestine. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MENURUT PENDAPAT IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI:

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara sholat Ashor hingga terbenamnya matahari.

Jarak waktu

Hadits diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhori. Dan menurut penafsiran Ibni Rajab,” umat-umat yang telah berlalu’’ itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (Nasrani) karena ada hadits sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat Yahudi, Nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

 Bani Israel

Kemudian beliau menafsirkan hadits Bukhori lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israel (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu sholat Zuhur hingga sholat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah sholat ashor hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

  • Masa umat-umat Adam hingga Musa= satu malam penuh=3000 tahun
  • Masa umat-umat (Yahudi-Nasrani-Islam)=satu siang penuh3000tahun
  • Umur Yahudi= setengah hari dari siang tersebut= ½dari 300= 1500 tahun
  • Umur Nasrani=  Mengikuti hadits Muslim dari Salman al Farisi yaitu= 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500-600= 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadits dari Saad bin Abu waqash riwayat Abu dawud, Ahmad (yang ada di halaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu rajab adalah 900+500= 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebutkan barapa tahun tambahannya. Perhitungan ini sama dengan methode yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

English: A picture of people performing (circu...

English: A picture of people performing (circumambulating) the . This picture taken from the gate of Abdul Aziz seems to divide the Kaaba and the minarets into mirror images of one another. Français : Pélerins en train de réaliser la Circumambulation (ou Tawaf) autour de la Ka’ba. Photo prise depuis la porte Ibn Saud, d’où la vue présente une symétrie en miroir presque parfaite. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 3

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Murut Jalaluddin As Suyuthi ( Imam Suyuthi):

Umur umat Islam adalah jumlah dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/ rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Umur umat Islam

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

1)    Perhitungan umur dunia

2)    Perhitungan dengan umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam

3)    Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan pertama sangkakala kiamat.

Di mana kemudian akan didapat rumus bahwa:

Umur umat Islam = [ 1. Umur dunia] -2.

Umur umat dahulu] –[ 3. jarak waktu]

1)    PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jum’at. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadits diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihi salam ke bumi hingga saat kiamat adalah hari jum’at ke hari jum’at, yaitu berlalu selama 1 minggu akhir (7 hari akhirat)

Sedangkan dalam Al-Qur’an surah 32 As sajdah ayat 5 yang berbunyi:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu’’.

2)    PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG  TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata:” Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musaa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000+1000+700+1500+600= 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

3)    PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadits-hadits yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

a)     Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tubuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhori, Muslim, Nasai Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik)

b)    Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.’’ (hadits shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

c)     Rasulullha shallallah’alaihi wasallam bersabda: Allah mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dke langit untuk menunggu keputan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan Allah akan turun dalam lindungan awan-awan. (Hadits hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

d)    Dalam suatu hadits shahih ( dari saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al-Qur’an surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadits Bukhori dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu taubat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
  2. dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap Allah adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan sebelum dihisab.
  3. dari hadits-hadits di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

Matahari dari arah barat~tiupan pertama= 120 tahun

Tiupan pertama ~ tiupan kedua= 40 tahun

Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia= 40 tahun

Kebangkitan ~ penghisaban (penentuan syurga dan neraka)= 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120+40+40+500= 700 tahun

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi: Umur dunia= Umur umat terdahulu + Umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

          Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun

          Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

          Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun, sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam= 7000-4800-700= 1500 tahun kemudian dikurangi masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500-23= 1477 tahun

Dari mana angka 23?

Sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Mekkah, kemudian diperintahkan Allah untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi’alaihis salam berkata:’ Hadits-hadits hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam=1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2013 Masehi atau 1434 Hijriah. Maka sisa umur Islam adalah: 1477-1434= 43 tahun, “43 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” Jadi tahun 2056 Masehi akan terjadi kegoncangan?

Wallahu A’lam.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Usia Akhir Zaman

Nabi Musa, Palestine

Nabi Musa, Palestine (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 2

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umur umat Islam.

Menurut Pendapat Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani: Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam. Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.

Kemudian dengan adanya hadits: Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu’alaihi wassalam adalah selama 600 tahun”. (HR. Bukhari)

Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga di utusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallah adalah 600 tahun.
Sehingga akan di dapat:
Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam
1500 tahun = 600 tahun + 900 tahun kemudian Ibnu Hajar dalam kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadits marfu yaitu:
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallahllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ” Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidal akan kemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad dhtanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad)menjawab : Lima ratus tahun”. (Hadits shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan oleh Al Albani)

Wallahu A’alam.

Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900+500 = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap) Sekarang kita berada di tahun 1434 Hijriah (2013 masehi), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin itu adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Islam adalah agama yang di bawa oleh beliau. Juga ditambah 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah di mulai pada saat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam hijrah ke madinah. dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.

Sehingga umur Islam adalah: 1400+63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun

Jika di kurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2013 masehi atau 1434 Hijriah, berarti 1476-1434 = 42 tahun.

44 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.’’ Jadi tahun 2056 masehi akan terjadi kegoncangan ? Wallahu A’alam.

Benarkah demikian? Hanya Allah yang mengetauinya. Sebagai manusia yang berakal dan beriman, dengan berbagai petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya sepantasnya bersiap dan berbenah diri dengan mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.

Fadzkkir fainna dzikra tanfa’ul mukminin. Berikanlah peringatan sesungguhnya peringatan itu barmanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Sumber: Mutiara

Related articles

January 4, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Lintah Berbulu Domba

Fary & Imad (The Louis Theroux Twins)

Fary & Imad (The Louis Theroux Twins) (Photo credit: Imran…

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Keuntungan

Misalkan salah seorang dari saudara saya, Imad, datang ke saya dan meminta bantuan keuangan yaitu pinjaman uang untuk membeli baju sekolah anak-anaknya, Jumlah yang akan di pinjam adalah sebesar Rp. 1.000.000,- dan Imad berjanji akan membayar secara angsuran. Terdetik dalam hati saya, “ini bisa menghasilkan duit nih, kalau minta keuntungan/ bunga / riba haram jadinya, baik aku ubah sedikit”.

Saya: “Okelah Imad, begini saja, sebenarnya lebih baik aku simpan uangku di bank, tapi sebab engkau saudaraku, jadi aku pinjamkan kepada engkau tetapi dengan persyaratan.

Ismad: “Persyaratan macam apa?”

Saya: “Aku belikan baju untuk anak-anak engkau dengan harga Rp. 1.000.000,- dan akau juaal kepada engkau dengan Rp.1.200.000,-, lalu engkau bayarlah bulanan Rp,1000.000,– selama 12 bulan, bagaimana? Setuju tak? Berikut cara Islam yang mana aku berjual beli dengan engkau dan bukan aku kenakan manfat, kalao ada orang lain bertanya kepadamukatakan aku memberi pembiayaan kepadamu, jangan sebut pinjam sebat itu nampak tak Islam”.

Imad: “Baiklah, sebab aku terpaksa dan tak ada cara lain lagi maka aku terima sajalah persyaratanmu itu, lagipula engkau sudah tolong aku maka aku pun tolong engkau juga. Tapi kita bolehkah berakad untuk memastikan proses ini dihitung pembiayaan dan jual beli”.

Membantu dengan ikhlas

Apa pendaat anda tenteng saya jika kisanda di tempat saya, sebagai seorang saudara sedarah daging ke Imad, apakan Anda sanggup melupakan begitu pada saudara sendiri, sanggup menangguk di ari keruh masih mau menyedot Rp 200. 000,;”darah” Imad dan tidak mau membantu dengan ikhlas?

Jika Imad bukan saudara sedarah daging sekalipun bukankah semua orang Islam itu bersaudara, sanggupkah Anda mengambil untung dari kesusahan orang lain. Jika kita lihatkasus kedua untuk membali rumah pula, tidak berdeda untuk mereka yang melabel ” bank Islam” tetapi mau memeras keringat insan lain untuk mendapatkan keuntungan atas sebab terdesaknya manusia terpaksa meminjam untuk membeli rumah.

Dengan iklan-iklan menawan hati oleh pengembang dan dialinkan pula lagu merdu bujukan dari pihak bank, maka membeli rumah itu adalah lebih kepada desakan nafsu dan bukan desakan hidup.

Dalam kasus membeli rumah, Rp. 70.000.00,- ‘‘arah” Imad akan di sedot hanya dengan goyang kaki sebagai investor menunggu waktu saja mendapat “keuntungan”,. Tempatkan diri Anda di tempat Imad, sanggupkah Anda diperlakukan demikian?

Sumber: Mutiara

Related articles

December 14, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Instropeksi

bismillah

bismillah (Photo credit: elif ayse)

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Setiap manusia mengalami perubahan dalam kehidupannya

Setiap manusia mengalami perubahan dalam kehidupannya, dulu dia pernah lalai kepada Allah, kemudia bertaubat kembali ke jalan-Nya dan tidak mustahil dia akan mengulangi lagi kejahatan yang di tiggalkannya itu. Tidak ada insan yang maksum kecuali Nabi, maka sebagai insan biasa, dia senantiasa menilai dirinya. Bayangkanlah jika setiap manusia memandang baik apa saja yang di lakukannya tanpa melihat  perspektif orang lain, sudah tentu kedzaliman yang akan berkuasa.

Sedang orang beriman senantiasa menganggap dirinya sebagai orang yang bersalah, banyak kelemahan dan takut tertipu  dengan kelebihan yang Allah karuniakan kepadanya. Seperti mana orang takut ketika Allah menganugerahkan kebesaran  dan kekayaan kepadanya, dia takut keenakan yang diberikan  di dunia ini  akan menghalangnya merasai keenakan di akhirat nanti.

Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW.

Orang beriman menimbang segala sesuatu dengan neraca Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW. Apa-apa saja tindakan yang di lakukannya senantiasa di rujuk kepada kedua kekuatan ini. Kejahilan menguasa petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah menyebabkan manusia menghalalkan dirinya untuk memutar balik  ayat Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Mereka mau mempergunakan Islam untuk mendapatkan imbalan,

“Dan apa bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, supaya Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebahagian mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk memberi hak (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada Rasul dan patuh. “(Qs. an-Nur: 48-49)

Kesilapan berulang berlaku karena tidak mau mengakui aib diri dan menolak  pandangan orang lain. Semua yang dilakukannya seolah-olah manpak betul belaka, seolah-olah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah tetapi pada hakikatnya dia tertipu karena kesilapannya memahami ayat-ayat Allah, bahkan sebenarnya dia mempergunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk menuruti nafsunya.

Musahabah

Musahabah musti di lakukan dengan sandaran ilmu dan bimbingan orang lebih alim lagi wara‘ terhadap dunia. Sesiapa mengaabaikan musahabah diri, maka seolah-olah tidak takut dengan hari penghisaban Allah. Berat ditimbang amalnya sekali-kali  tidak menghawatirkan fikiran.

Disebabkan terlalu bercita-cita mengenggam dunia, seseorang terpaksa melakukan penyelewengan dan kedzaliman  terhadap orang lain. semua orang sedaya upaya mau memanfaatkan untuk kepentingan diri dan keluarga.

Pecinta dunia ini seolah-olah lupa, hakikat kesenangan itu baginya hanyalah  satu permulan episode adzab  yang akan dilaluinya  sepanjang masa hinggga berhadapan dengan Allah.

“Maka tatkala  mereka melupakan apa yang diberikan kepada mereka, kami pun kemudian membukakan pintu kesenangan untuk mereka, sehinga apabila mereka bergembira dengan apa diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan tidak disangka-sangka, maka ketika itu mereka terdiam berputus aza.”

Sumber: Mutiara

Related articles

December 8, 2012 Posted by | Mutiara Taskiyah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bank

English: Bank Islam Logo

English: Bank Islam Logo (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Tarek El Diwany bangga bisa berkarir di sebuah lembaga konsultan keuangan berbasis syariah di kota London, Inggris, propesi itu tak hanya membawanya berkeliling ke berbagai negara namun juga membuatnya bisa memberikan konsultasi pengembangan instrumen keuangan Islam di seluruh dunia. Namun belakangan , interaksi Tarek dengan berbagai orang yang di temuinya, mengubah pemahamannya tentang realitas ekonomi di sekelilingnya.

Islam menentang bunga uang.

Puncaknya, saat Tarek menyaksikan gencarnya dukungan perusahaan perbankan konvensional (ribawi) terhadap perbankan syariah (Islam). Sebaris pertanyaan kemudian mengusiknya. “Mengapa bank-bank berbasis bunga terbesar di dunia mempromosikan perbankan dan keuangan Islam begitu gencarnya? Islam menentang bunga uang. sementara dari sanalah selama ini bank-bank ribawi itu menjadi sangat kaya.”

Tarek mencari jawabannya. hasilnya doktor alumnus Universitas lancaster itu pada kesimpulan: ada institusi dan kekuatan politik berkuasa yang sedang mengorupsi nama Islam. wujudnya, mereka mengembangkan berbagai instrumen dan kerangka kerja keuangan berbasis bunga (riba) namun mengatakannya kepada publik sebagai contoh praktik keuangan Islam. Berbagai perusahaan keuangan kemudian serempak menerapkannya. Pemerintah membuat berbagai peraturan demi melicinkan upaya implementasi tersebut.

Ini konspirasi,. Berbagai konferesi bertema perbankan syariah digelar, menghadirkan pembicara yang didukung para bank bankir. Para sarjana Muslim fresh graduate yang tidak pernah bermimpi bisa menjadi staf senior di bank investasi global,dipromosikan menjalankan departemen-departemen bank Islam   dengan gaji berlipat dari gaji standar nasional.

Kondisi kian klop saat media masa gencar memuat artikel dan iklan yang memproklamirkan kesuksesan industri perbankan dan keuangan Islam. Dengan segala cara itu, lanjut Tarek, ancaman sistem keuangan Islam yang murni (bebas riba) sesungguhnya sedang dicegah. Tarekpun menegaskan , praktek keuangan yang dikembangkan perbankan islam bukan menjauhkan umat muslim dari riba, sebaliknya, justru umat tetap berada dalam kungkungan riba.

Membongkar Konspirasi Bunga uang

Pembaca yang ingin mengetahui lebih detail kritik Tarek, silahkan membaca bukunya, Membongkar Konspirasi Bunga uang (PPM Manaajemen; 2008) Selain soal konspirasi, tarek juga memaparkan sejumlah kontrak perjanjian (akad) menurut hukum Islam namun ditetapkan dengan teknik yang berbeda oleh para praktisi perbankan Islam.

Tarek bukan satu-satunya pengkritik. lebih awal ada Prof Umar Ibrahim Vadillo. kritik Dekan Dallas College cape Town Afrika Selatan ini bertuang dalam bab The fallacy of Islamic Banking dalam bukunya The End of Economis, (madinah Press, 1991). Vadillo mengatakan, bank Islam sejatinya bertolak belakang dengan ajaran Islam. Perbankan Islam adalah tipu daya yang dilancarkan pelaku riba untuk menyeret jutaan umat Islam  masuk perangkap riba. Bank Islam adalah upaya melumpuhkan perlawanan Islam atas riba selama 14 abad lamanya. Bank Islam adalah kuda troya yang menyusup dalam rumah Islam.

Solusinya adalah kembali kepada tata perniagaan Islam (muamalah) sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan sahabat di Madinah serta mereka yang meneruskannya tanpa pengaruh modernitas. Sejarah mencatat, dalam waktu yang lama, umat Islam suksek berniaga, nyaman melakukan berbagai transaksi keuangan dengan umat lainya hingga ke berbagai penjuru dunia. Itu semua berlangsung tanpa peran perbankan.

Jalan kedua, menghidupkan kontrak qirat (pinjaman usaha) dan syirkan (bagi hasil). Akad-akad itu di terapkan  tanpa memakai definisi yang disusun oleh perbankna syariah. Permodalan diperoleh tanpa meninta pinjaman bank, melainkan langsung melalui kemitraan antara kumpulan individu yang saling mengenal.

Sumber: Mutiara

September 25, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Muslim Italia

English: The Taj Mahal Česky: Tádž Mahal Autho...

English: The Taj Mahal Česky: Tádž Mahal Author: Amal Mongia. Author’s note: “january 06-early morning- taken with lubitel-expired ektachrome slide film expired-cross processed. it is NOT photoshopped.” Uploaded by Nikkul (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

70 ribu warga Italia memeluk Islam

Uni Komunitas Islam Italia (UCOI) menyatakan sebanyak 70 ribu warga Italia memeluk Islam. Menurut UCOI, meningkatnya jumlah warga Italia memeluk Islam karena krisis ekonomi dan nilai yang dialami mereka. Tercatat 150 ribu muslim berkewarganegaraan Italia dari satu juta penduduk muslim. Bila di banding negara-negara Eropa lain, imigran Italia relatif pendatang baru, dan negara tersebut masih berujung untuk menyesuaikan dengan populasi asing yang makin berkembang. Jika modal Perancis, imigran berintegrasi melalui perilaku warga negara, dan di Inggris mengadopsi multikulturalisme dengan hasil majemuk, Italia masih terlihat tak mampu memutuskan bentuk paling sesuai. kebijakan pemerintah cenderung menyokong represif ketimbang integrasi. Setelah Senat Italia meloloskan undang-undang yang memperketat kebijakan imigrasi, familia Cristiana salah satu majalah Katholik Roma berpengaruh menuduh Italia mencemplungkan diri dalam “samudra aturan berbau rasis” , Tak beda dengan serangkaian aturan anti-Semit yang diloloskan pada pemerintah 1938 silsm.

Sumber: Mutiara

September 13, 2012 Posted by | Mutiara Hidayah | , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hukum

English: very nice calligraphy.

English: very nice calligraphy. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

     “(dan ingatlah) akan hari (ketika) kami dibangkitkan padab tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi tas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskn segala sesuatu dan petunjuk serta Rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (Qs. An-Nahl : 89)

Berserah diri sepenuhnya kepada Allah

Khilafah adalah bentuk negara dan pemerintah dalam Islam. Islam adalah tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Allah. berserah diri sepenuhnya kepada Allah; adalah tunduk sepenuhnya kepada Allah sebagai Al-Malik.

Untuk tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam Islam adalah tunduk kepada Allah sebagai SANG PENGUASA, SANG PEMILIK KEKUASAAN. Untuk tunduk kepada Allah, adalah tunduk kepada Allah sebagai Al-Akbar. Al-Akbar adala Allah yang mempunyai WEWENANG TERTINGGI. Maka KHILAFAH adalah NEGARA dan PEMERINTAHAN yang TUNDUK kepada KEWENANGAN ALLAH.

Islam adalah untuk tunduk kepada Allah sebagai Al-Hakam. Al-Hakam adalah PEMBERI HUKUM; yang tidak hanya memberi hukum, tetapi HUKUM  ALLAH adalah HUKUM YANG TERRINGGI. Dan ketika Allah menetapkan sesuatu Haram, harus diperlakukan sebaga haram!. Daan ketika Allah menetapkan Halal sesuatu, harus diperlakukan sebagai Halal!.

Khilafah, Bentuk Negara sistem pemerintah dimana muslim bisa tunduk/berserah diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Al-Malik, sebagai Al-Akbar, sebagai Al-Hakam.

Ketika Fir’aun menyakatan”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”(Qs. An-Nazi’at: 24). Sama artinya Fir’aun mengatakan mengatakan ”Akulah sang penguasa, aku pemilik kekuasaan ”, itu adalah Syirik!

Ketika Fir’aun mengatakan ”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi’‘(Qs. An-Nazi’at: 24). Sama artinya Fir’aun mengatakan ”Akulah orang yang mempunyai kewenangan tertinggin” itu adalah Syirik!.

Ketika Fir’aun menyakatan”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”(Qs. An-Nazi’at: 24). Sama artinya Fir’aun mengatakan mengatakan ”Hukumku adalah hukum tertinggi ditanah Mesir”, itu adalah Mesir!.

Dan Allah menghukum Fir’aun dengan hukumanyang mengerikan untuk perbuatan Syiriknya. Maka Allah mengadzabnya dengan adzab di akhirat dan adzab di dunia (Qs. An-Anzi’at: 25).

Siapa saja yang tunduk kepada hukum selain Hukum Allah dan menyatakan sebagai hukum tertinggi, sama artinya mengatakan ”selamat tinggal” kepada Allah SWT sebagai Al-Hakam. Maka hukum, kekuasaan, kedaulatan…dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat…Adalah Syirik. cabut dari jiwa, pikiran, perasaan dan perbuatan. Buang dan tinggalkan segera!

“sesungguhnya Allah tidak akan mempunyai dosa Syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barang siapa mempersekutuka Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar”. (Qs. An-Nisa : 48).

Sumber: Mutiara

Related articles

September 8, 2012 Posted by | Mutiara Al-Qur'an | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemimpin

Interior of the Jawab

Interior of the Jawab (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

   Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinanya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab ke atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab ke atas kepemimpinannya. Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab ke atas kepemimpinannya..”(Hadits riwayat al-Bukhori dan Muslim).

Sumber: Mutiara

September 5, 2012 Posted by | Mutiara Sakinah | , , , , , , , , | Leave a comment

Budi Pekerti

للهــــم آميـــــن

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Orang Islam manakah yang paling utama?

Abu Musa al-Asy’ari berkata, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: wahai Rasulullah, Orang Islam manakah yang paling utama?’ Baginda menjawab”Orang yang tidak pernah menganggu orang Islamlainnya, apakah dengan lisan (kata-kata) ataupun dengan tangan  (tindakannya) ” (Riwayat Bukhori)

Muslim (Orang Islam)ialah orang yang menyelamatkan orang muslim lain dari perbuatan dan kata-katanya… (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)

Muslim yang paling baik tidak menyusahkan orang lain melalui tangannya yaitu tindakannya. Dia tidak akan meletakkan kendaraannya hingga menganggu lalulintas. Dia tidak akan membunyikan klaksonnya dengan kuat sehingga menyebabkan orang lain terkejut. Muslim yang paling baik tidaak mencela muslim yang lain melalui lisannya. Dia tidak akan memfitnah sesama muslim. Muslim yang baik juga tidak mempunyai hasad dengki sesama muslim. Islam melarang umatnya mengunakan mulutnya untuk mengumpat atau bercakap koror dan mengunakan anggota  lain untuk menyakiti orang Islam yang lain. Berakhlaklah dengan akhlak Nabi yaitu akhlak Al-Qur’an. Nabi mengamalkan setiap perkara dan akhlak baik yang disebut dalam Al-Qur’an . Akhlak muslim yang mulia itu berat timbanganya. Amalan yang dilakukan beserta akhlak yang baik , walau sedikit diberikan pahala dan ganjaran yang banyak.

Amal puasa dan shalat.

Dari Abu al-Darda’ r.a, bahwa Nabi saw, bersabda:Akhlak adalah suatu yang abstrk(tidak bisa dipegang), yang tidak bisa ditimbang secara dzahirnya. Namun Allah bisa menimbang  perkara yang abstrak, misalnya amal puasa dan shalat. Hanya Allah yang bisa menilai dan menimbang berat pahala amalan-amalan tersebut. Amalan yang banyak tetapi disertai amalan yang buruk, mengurangkan pahala. Pernah Rasulullah saw berkumpul bersama dengan para sahabat. Kemudian salah seorang  sahabat berkata behwa dia memiliki seorang jiran wanita yang sering berpuasa siang hari dan dimalam harinya shalat tahajjud. tetapi Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu ahli Neraka. Sahabat bertanya, mengapa demikian. Jawab Baginda rasulullah saw, “Wanita itu selalu menyakiti jiran tetangga dengan lidahnya, tidak ada kebaikan lagi baginya dan dia adalah ahli Neraka.

MUTIARAKATA; Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya. Segalanya bermula dari sebuah keluarga. didikan yang baik, akhlak yang mulia, pribadi yang unggul, segalanya bermula bermuladi dalam sebuah keluarga.

Sampaikan PESANKU WALAU Satu Ayat.

Sumber: Mutiara

Related articles

August 26, 2012 Posted by | Mutiara Islam | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.