rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Kumpulan Kata Mutiara

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

Bismilahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Barangsiapa takut kepada Allah SWT

Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat lihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagi-Mu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.

Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.

Tutupi kekecewaan dengan ketakwaan

Tunjangan resah di dada shalat.. Himpunan perih di genggaman do’a.. Tutupi kekecewaan dengan ketakwaan.. Dan nilaikan kesucian hati dengan keikhlasan hati..

Allah menyayangi orang-orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya; menjaga lisannya dan tidak mensia-siakan umurnya.

Kelemahan adalah penyakit, kesabaran adalah keberanian, zuhud adalah kekayaan, wara’ adalah perisai dan sebaik-baik teman ialah yang mempunyai sifat redha.

Kesabaran adalah suatu keperluan dalam usaha menegakkan keimanan, melaksanakan amal soleh, memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Berjalan penuh harapan walau hidup ini tak selalu bahagia, sedekahkan satu senyuman walau dihati tak lagi mampu bertahan, belajar memaafkan walau diri terluka.

Jika syurga menjadi idaman, jalannya seluas mata memandang.. Jika keampunan yang didamba, gerbangnya setia menanti.. Usah gusar ujian di hadapan.. Andai hati tekat mengejar cinta Illahi.

Sumber: Mutiara

Advertisements

January 6, 2013 Posted by | Mutiara Kata | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hindari Dan Tinggalkan Riba

Allah by Maaida Noor

Allah by Maaida Noor (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 8

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Di dalam kehidupan masyarakat

Di dalam kehidupan masyarakat kita, jika ada perempuan dan pria di tangkap karena berzina atau berkhalwat maka mereka akan dicemooh. Ada kalanya pasangan tersebut terutama peria akan di hajar oleh orang kampong. Jika hal yang sama terjadi pada masyarakat agama lain, mereka juga akan dicemooh den dihina oleh masyarakat setempat.

Apa hubungan babi dan zina, apa pula kaitannya dengan riba? Deri kecil pemikiran masyarakat kita sudah di “pola” agar menjauhi babi dan mencemooh mereka yang berkhalwat atau berzina. Begitu hebat membenci babi ini sehingga dari segala segi harus di jaga, dari menghampirinya, dagingnya, tempat masak hingga bahan-bahan tambahan makanan (food additives) yang harus juga tidak terbuat dari unsur-unsur babi.

Kewajiban bercinta sebelum kawin

Namun, kini bisa dikatakan hanya bab babi saja yang masih saja tetap kuat, bab zina atau mencemooh zina itu sendiri sudah semakin terkikis karena rata-rata masyarakat kita jika tidak melakukan zina sekalipun, sudah menuju kearah zina itu sendiri dengan mendekatinya, berkat dari “kontrol pikiran” dari alat “hypnotis” atau pemukau terhebat yaitu TV, film dan berbagai lagi yang mem “fatwa” kan kewajiban bercinta sebelum kawin, harus ber “pacaran” dan berkasih-kasihan. Bagaimana hati seseorang manusia itu akan membenci zina jika dia sendiri melakukan atau dekat dengan zina itu sendiri?

Bibandingkan babi dan zina, riba pula suatu hal biasa dikebanyakan masyarakat kita. baik beli mobil, rumah sampai kepenggunaan kartu kredit, isu riba ini tidak begitu dipandang hebat oleh masyarakat kita dibandingkan babi dan zina. Karena apa? Kerena dari kecil kita sudah diungkapkan dengan “kebaikan-kebaikan” riba itu sendiri. Misalnya saat kecil karena sistem riba lah mak ayah bisa membeli TV dengan angsuran (beserta penilaian murah) jadi kita bisa nonton Ultraman, Power Rangers, Oshin dan sebagainya. Dengan ribalah ayah membelimotor untuk ketempat kerja mencari rizki. Itu dari perspektif keluarga, bagaimana dengan Negara?

Kehidupan masyarakat

dengan sistem riba jugalah Negara punya bangunan pencakar langit, jalan besar, bandara canggih dan berbagai prasarana hebat lainnya. segala aspek kehidupan masyarakat dunia umumnya sudah “imun” dengan riba itu sendiri, jadi membenci riba itu amat jarang dan dalam kamus kehidupan masyarakat dibandingkan babi dan zina.

mungkin juga kata riba ini suatu yang baru karena riba sebelum ini berlindung dibalik nama bunga atau penilaian manfaat. Setelah ini pakah perasaan kita sebelum membuat pinjaman, tanyakanlah kepada petugas, “Berapa ribanya pak,,,,,? Apakah perasaan kita saat itu? Bagaimana reaksi petugas yang diajukan pertanyaan itu?

Selain dari sikap jijiknya terhadap riba itu tidak disemai dari kecil, riba itu sendiri suatu yang tidak begitu jelas terlihat seperti babi dan zina. daging babi suatu yang dapat dilihat  dan hasil dari penyelidikan sains membuktikan daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya. Zina pula akan menyebabkan perut si perempuan akan membuncit dan pria akan pusing jika mau bertanggung jawab atau cara mudah lepas tangan. Tidak seperti riba, karena kesannya agak halus dan tidak berapa terasa maka ia tidak dipandang serius.

Daging babi itu mengandung parasit atau cacing berbahaya

Tak apalah riba aku bayar lebih ke bank, untuk biaya mereka menjalankan bank itu sendiri”. Masalah bukan satu dua orang saja yang mengambil pinjaman dan hidup di dalam riba, malah bisa dikatakan hampir seluruh masyarakat dunia mengambil pinjaman maka wujudlah jenis perbudakan baru.

Cuma mereka yang patuh dan taat kepada perintah Allah saja yang akan menolak riba sepenuhnya walau apapun harga yang harus dibayar. apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi, ikut saja, pemahaman akan datang kemudian. Akan tetapi karena kita menolak perintah Allah dan Nabi dengan menerima riba, maka manusia menjadi mati akal memikirkan masalah yang melanda kehidupan mereka.

Misalnya masalah ekonomi dunia yang kocar-kacir itu sendiri adalah karena ialah satu penipuan, ekonomi berlandaskan riba itu yang menghancurkan umat Islam itu sendiri. Dari sistem ekonomi riba inilah menyusulnya masalah sosial yang lain di dalam masyaarakat baik korupsi, pelacuran, penyakit terkait stres hingga sikap dan perangai generasi muda zaman ini yang semakin kurang ajar karena panduan hidup mereka ketika membesar adalah dari TV, dari internet dan video games. Ibu dan bapak sibuk bekerja untuk membayar hutang mobil dan hutang rumah selama 20-30 tahun yang mereka sangkakan kepunyaan mereka sedangkan mobil yang dipakai dan rumah yang didiami itu sebenarnya milik bank sehingga pembayaran akhir dilunasi. manusia sebenarnya bekerja untuk bank selama 20-30 tahun, membayar 2-3 kali lipat dari harga asli yang dibeli.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Riba itu terbagi menjadi 70 jenis dan yang paling kecil adalah umpama berzina dengan ibu sendiri. (Ibn Majah, Baihaqi). Abdulah Ibn Hanzalah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Satu dirham hasil riba yang mana diterima oleh seseorang sedangkan dia mengetahuinya itu adalah riba, sebih parah lagi melakukan zina selama 36x,  (Ahmad, Baihaqi)

Apakah hadits di atas ini cukup kuat untuk mengajak manusia menjauhi riba. Kesadaran harus diwujudkan dalam komunitas kita baik Islam dan bukan Islam akan bahayanya riba itu. Segala masalah ekonomi dan sosial yang melanda saat ini adalah dari sikap kita yang terlena mengikuti sistem riba itu sendiri. Untuk yang kaya dari hasil riba dengan berinvestasi tanpa resiko atau resikonya diminimalisir dan mendapat  “keuntungan hanya dengan waktu”, mereka tentunya akan tetap lena karena untuk mereka “surga” itu dikecapi di dunia ini, akan tetapi diakhirat kelak perut mereka akan di penuhi dengan ular-ular seperti yang diceritakan Nabisaat beliau diangkat ke langit (Isra’ Mi’raj).

Moga hidayah dan “Nur” dari Allah akan sampai kehati mereka sebelum mereka di “Shalat” kan agar berhenti melakukannya. Untuk yang menjadi semakin miskin dari hari ke hari, maka sudah saatnya untuk sadar dan bangun dari lena yang panjang ini, bersama berhenti mendukung sistem riba itu baik dari hamba kepada sistem riba itu dengan mengambil pinjaman atau mendukung pimimpin yang akur pada sistem riba.

Apabila timbul kesadaran dan dengan seikhlas hati ingin berhenti dan berusaha menjauhi riba, jalan ke arah itu dipermudahkan oleh Allah. Semoga hidup kita lebih di berkati dan diridhai Allah bukan hidup dengan diperangi oleh Allah dan Rasull-Nya. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Mutiara

Related articles

December 25, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Norma-Norma Kehidupan

Interior of the RIBA Library, 66 Portland Plac...

Interior of the RIBA Library, 66 Portland Place, London (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 2

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Di dalam teknik penerbangan, setiap individu yang terlibat terutama kelompok yang memiliki kaitan langsung dengan pesawat seperti Insinyur dan mekanik wajib mengikuti kursus “human factor”. Kursus ini harus diulangi setiap 2 atau 3 tahun.

Dalam teknik penerbangan

Didalam kursus tersebut ada satu bab yang disebut “norm” atau norma yang mana sesuatu perbuatan aksi atau hal itu sudah menjadi kebiasaan dan tidak lagi diperdebatkan tanpa memperhatikan apakah ia buruk atau baik kepada individu atau sekelompnk tersebut.

Sebagai contohnya setiap Insinyur atau mekanik pesawat harus menggunakan alat penutup telinga untuk menghindari kerusakan pada gendang akibat suara mesin pesawat, akan tetapi banyak yang mengambil remeh dan tidak memakainya. Sudah menjadi norma atau kebiasaan dan tidak diambil peduli dengan jangka panjang.

Mungkin saat muda telinga mereka-mereka ini masih berfungsi akan tetapi pada akhirnya mereka ini akan sedikit demi sedikit hilang pendengaran, eèk jangka panjang tidak terlihat akan tetapi masa depan akan merusak diri sendiri.

Norma-norma kehidupan

***
Bagaimaana pula dengan kehidupan kita sebagai umat Islam sehari-hari? Ada banyak hal yang menjadi norma-norma kehidupan dan tidak lagi dianggap sesuatu yang buruk atau membahayakan dan diterima oleh segenap lapisan masyarakat.

Salah satu dari norma-norma kehidupan ini menyebabkan kita “tanpa sadar” hidup dengan menghadapi peperangan dari Allah dan rasul. Bahagiakah hidup jika saben hari kita dilaknati oleh Allah. Diterimakah shalat kita jika kita diperangi oleh Allah?

***

RIBA, BUNGA atau SUKU BUNGA… Benda yang sama tetapi di diberikan nama yang berbeda. Ini sudah menjadi norma-norma kehidupan dan dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Coba saat Anda hendak membeli mobil atau rumah nanti, dari bertanya kepada pihak bank “berapa nilai manfaatnya pak“, maaf coba ubah ke “berapa ribanya pak?”.

RIBA, BUNGA atau SUKU BUNGA

Mungkin pada saat itu baru terasa akan dekatnya diri dari dosa, itu jika terdetik dalam hati. Jika sudah tidak ada perasaan apa-apa, maka diri bersedia menerima “perang” dari Allah dan rasul, maka dikemanakah keimanan kita?

“Wahai kaum mukmin, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah semua sisa-sisa riba yang masih ada pada peminjam, jika kalian benar-benar beriman kepada syariat Allah. Maka jika kalian tidak mematuhi Allah dengan menghentikan riba ini. Terimalah pernyataan perang dari Allah dan rasul-Nya. Dan jika kalian bertaubat, maka yang berhak kalian ambil dari peminjam hanyalah modal kalian. Kalian tidak boleh berbuat dzalim kepada peminjam dan peminjam tidak boleh berbuat dzalim kepada kalian (Al-Baqarah, 2: 278-279)

“Wahai kaum mukmin, hendaklah kalian takut siksa pada hari kiamat, saat kalian dikembalikan kepada Allah. Setiap orang akan diberi balasan yang setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukan didunia. Setiap orang tidak akan dianiaya sedikitpun dalam mendapatrkan balasan amalnya (Al-Baqarah, 2: 281)

Sumber: Mutiara

Related articles

December 12, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Allah… Hati memanggil-Mu

English: Aghlabid dirham (silver), minted in K...

English: Aghlabid dirham (silver), minted in Kairouan in 202 AH / 817 AD during the reign of the Aghlabid emir Ziyadat Allah I (= Ziyadat Allah ibn Ibrahim) (201-223 AH / 816-832 AD) (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seorang hamba yang mengaku cinta kepada Allah terus-terusan meminta sesuatu yang berhubungan dengan dunia. Kendati berkali-kali Allah menanyakan keseriusannya tentang cintanya itu, namun dengan kepandaian manusia berargumentasi, ia tetap mengaku cinta kepada Allah. Bahkan dengan bahasanya yang sangat manusiawi  ia berkata kepada Allah, “wahai Allah karena aku masih hidup di alam dunia ini, kabulkanlah segala hajatku tentang dunia agar dengan dunia aku bisa lebih mendekatkan diri kepada-Mu. dan percayalah, bahwa ketika hajatku pun terkabul, cintaku pada-Mu tak pernah berubah.”

Allah senang tatkala seorang hamba mengaku cinta kepada Allah hingga meneteskan air mata

Allah senang tatkala seorang hamba mengaku cinta kepada Allah hingga meneteskan air mata. bagaimana nyanyian merdu yang selalu ingin Allah dengarkan, sehingga Allah tidak lekas mengabulkan hajatnya. Sebab khawatir jika hajat itu terkabul, ia berhenti menyanyikan lagu cinta di hadapan Allah lagi.

demikianlah apa yang di lakukan Nabi Ibrahim a.s. dan apa yang diperbuat Allah kepada Nabi Ibrahim. Ketika Nabi Ibrahim mengaku cinta kepada Allah membut Allah senang. Namun ketika Nabi Ibrahim memohon seorang anak, Allah mulai khawatir akan cintanya. Akankah nabi Ibrahim masih mencintai Allah jika telah diberikan seorang putra. Maka kemudian Allah membiarkan Ibrahim terus meronta,, menangis dan memohon agar Allah mengabulkan.

Bukankah Allah tega atau tidak kasihan kepada Nabi Ibrahim. Tapi rupanya Allah sangat menikmati ratap dan rintih hamba-Nya itu tatkala memohon. Nabi Ibrahim tak berputus asa, beliau retus saja memohon dengan deraian air mata selama 92 tahun agar Allah menganugerahkan anak kepadanya. Setelah dirasa puas Allah menikmati permohonan Nabi Ibrahim, akhirnya Allah mengabulkan jua permintaanya. namun lagi-lagi Allah ingin melihat, masih seberapa cintakah Nabi Ibrahim kepada diri-Nya setelah permohonannya terkabul.

Kemudian Allah meminta Nabi Ibrahim untuk membuktikan cintanya kepada Allah dengan perintah menyembelih anaknya sendiri. Namun karena Nabi Ibrahim adalah hamba yang konsisten dengan cinta sejatinya, maka tak ada yang dapat mengalahkan cintanya kepada Allah, meski anaknya sendiri. Dilaksanakannah perinta Allah itu sebagai bukti cinta yang tak pernah berubah kepada Allah.

Ismail anak satu-satunya  disembelih oleh Nabi Ibrahim lantaran ia dihadapkan oleh dua pilihan antara cinta Allah dan anaknya hanya sebatas hidup didunia saja, sedangkan kebersamaan dengan Allah akan kekal selamanya. Beliau juga menyadari benar apa yang dimilikinya didunia, jika diserahkan kepada Allah, maka akan Allah kembalikan saat menjalani hidup yang sebenarnya diakhirat nanti. Oleh karena Nabi Ibrahim menyayangi anaknya, maka beliau berkeinginan untuk selamanya dengan untuk hidup selamanya dengan anak tercintanya disyurga kelak. makanya pada saat Allah meminta putranya Ismail, langsung saja beliau serahkan kepada Allah. Demikianlah seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang luar biasa.

Cara berfikir ummat muslim

Begitupula hendaknya cara berfikir ummat muslim, jika memiliki sesuatu yang sangat disayang, mestinya ia titipkan sesuatu itu kepada Allah, agar ia bisa selalu bersama dengan sesuatu yang ia cintai itu selamanya.

Sebentar lagi hari raya qurban akan datang. Seakan Allah menawarkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, dengan siapa ia selalu bersama, maka berkorbanlah untuk orang yang ia cintai.

JIka seseorang sangat mencintai ayah atau ibunya, dan ingin selalu hidup bahagia bersama dengan mereka di alam abadi, niscaya ia akan berkorban untuk ayah atau ibundanya. Atau jika ia sangat mencintai anak atau keluarganya itu, sehingga ia bisa berkumpul bahagia bersama di dalam syurga yang kekal.

Seseorang yang mengaku cinta kepada Allah, akan menganggap remeh semua yang ia miliki, apa lagi saat Allah meminta sebagian harta yang dimiliki, maka tak ada lagi penghambat serta alasan yang dapat menghalanginya untuk memberikan apa yang Allah pinta. Dan hal yang mustahil bagi Allah adalah meminta kepada hamba-Nya sesuatu yang tidak dimiliki hamba itu.

Terkadang banyak sekali alasan manusia untuk tidak berkorban di hari raya qurban. Atau bahkan mereka merasa sayang jika sebagian hartanya untuk membeli hewan qurban, nanti kebutuhan hidupnya akan berkurang. Padahal, bukankah cinta harta yang cintanya lebih ketimbang kepada Allah adalah perbuatan syirik?? Bukankah harta yang dibelanjakan untuk Allah akan dibalas dengan berlipat ganda?? Sungguh, alasan yang dibuat-buat ketika ada seseorang yang mengurungkan niatnya untuk berqorban. Apa yang sama sekali tidak ada niat untuk berkorban. Tidaklah seseorang memiliki orang yang dicintai dan ingin hidup berdampingan selamanya disyurga??

Malah lebih ekstrim lagi, Nabi bersabda bahwa jika seseorang memiliki kemampuan untuk berkorban tapi tidak mau, maka dilarang mendekati tempat shalat Artinya, bahwa qurban yang merupakan ibadah sosial, merupakan bentuk aplikasi dari shalat yang dilakukan. Orang yang sholat tai tidak mau berkorban padahal dia mampu, seolah-olah shalatnya menjadi sia-sia karena tidak mampu membawa kebaikan dan manfaat bagi orang lain.

Karena, itu mari kita sisihkan harta yang kita miliki untuk penganti qorban sendiri atau saudara kita agar berkah hidup ini dan cinta serta iaman kepada Allah senantiasa melekat di sanubari. Sehingga dengan begitu, hidup kita akan selalu dipenuhi rasa cinta dari seluruh penghuni langit dan bumi.

Ya Allah, hati ini memanggil-Mu. Datanglah dalam hati kami melalui korban yang kami hantarkan untuk-Mu, Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Sumber: Pondok Pesantren “Man Ana”

November 5, 2012 Posted by | Kapsul Motivasi | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Interaksi

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيو...

العربية: القرآن في متحف التاريخ الطبيعي في نيويورك Polski: Koran w Muzeum Historii Naturalnej w Nowym Jorku (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

SETIAP kali Al-Qur’an dibaca maka tersingkaplah segala sifat diri orang yang membacanya. Orang itupun bertafakur menghayati ayat menceritakan mengenai jati dirinya sebagai insan. Apabila dia beriman dengan apa yang dibacanya, maka segakla keburukan terpenam dalam diri segera mau diperbaiki.

Hidayah

Namun ada, yang tidak mau mengakui kelemahan diri yang tersindir oleh ayat Al-Qur’an. padahal kiasan dan ulasan Al-Qur’an begitu menusuk kejantung hati orang yang ikhlas. Jika ditanya, bilakah agaknya anda tidak berminat lagi dengan apapun melainnkan berfikir mengenai akhirat? Sudah tentu ketika dada anda memeluk Al-Qur’an hati mengimani dan emosi mengikut petunjuk.

Umar al-Khattab menceritakan detik bersejarah runtuhnya tembok kekufuran oleh hembusan hidayah yang dihantar Al-Qur’an ke jiwanya. Umar berkata ketika dia masih kafir: “Aku haarus pergi ke Ka’bah untuk melakukan tawaf tujuh atau 70 kali. Lalu akupun datang kesana untuk melakukan tawaf, aku melihat Rasulullah SAW sedang berdiri melakukan shalat, saat itu Baginda shalat menghadap ke Syam (baitul maqdis) dan Baginda menjadikan Ka’bah diantara dirinya dan negri Syam. Baginda berdiri di antara rukun Hajar Aswad dan rukun Yamani.

Aku berkata dalam hati saat aku melihatnya: Demi Allah, malam ini aku akan mendengar apa yang di baca oleh Muhammad. Ketika aku sudah mendekatinya dan mendengarkan apa yang dibaca pasti aku akan mengagetkannya! Aku pun mendekatinya dari balik al-hajar dan masuk ke dalam kain Ka’bah, tidak ada jarak antara diriku dan Muhammad melainkan hanya dibatasi kain ka’bah saja. Saat aku mendengar Al-Qur’an, hatiku mencair sehingga membuat aku menagis, sejak saat itu aku beriman.”

(kata Ata’ dan Mujahid yang dikutip oleh Ibnu Ishaq dari Abdullah bin Abi Najih) Mengapa susah sunguh berinteraksi dengan Al-Qur’an? Apakah karena ayat yang kita baca sekarang berbeda dengar ayat didengar Umar? Bukankah Al-Qur’an tetap sama dan takkan pernah berubah sampai kapanpun? Lalu sebenarnya, dimanakah kesilapan kita?

Interaksi dengan Al-Qur’an

Kesilapan dilakukan manusia dalam interaksi dengan Al-Qur’an ialah memilih ajaran lain dan meninggalkan Al-Qur’an. Ayat Allah semakin dipinggirkan, dijual dengan harga murah bahkan disembunyikan untuk kepentingan diri dan golongan tertentu.

“dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang kami berikan kepadanya ayat kami (pengetahuan mengenai isi Al-Qur’an), kemudian dia melepaskan diri dari ayat itu, lalu dia ikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat. dan jika kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan darjatnya dengan ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing; jika kamu menghalaunya dihulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkan dia menghulurkan lidahnya (juga). Yang demikian itu adalah perumpamaan orang yang mendustakan ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah itu supaya mereka berfikir.”(Qs.al-A’raf : 175-176)

Sumber: Mutiara

September 14, 2012 Posted by | Mutiara akhir Kalam, Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.