rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Membuka Pintu Rizki

Thank You Allah

Thank You Allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia

Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia, bahkan semua kebutuhan makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk kecuali telah Allah siapkan dan Allah sediakan apa yang menjadi keperluan dan kebutuhan hidupnya. Yang di perlukan adalah upaya dan usaha untuk menjemput rizki tersebut dengan cara yang Dia gariskan. Dalam hal ini Allah telah menggariskan sejumlah pintu bagi manusia untuk memperoleh rizki yang halal dan berkah.

Seorang Muslim tidak boleh berdiam diri, berpangku tangan, dan ongkang-ongkang kaki. Tidak boleh dengan alasan ingin fokus beribadah ia malas bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya. Tidak boleh pula dengan alasan tawakal ia hanya berdiam diri menunggu datangnya rizki.

Allah menjamin rezeki makhluk ; apalagi rizki manusia.

Allah menjamin rezeki makhluk; apalagi rizki manusia. Hanya saja, Allah juga telah mewajibkan manusia untuk bekerja dan berupaya memburunya. Meminta-minta dan mengemis kepada orang, sementara diri masih kuat dan mampu bekerja adalah aib yang sangat dicela dalam agama. Sebaliknya , siapa yang mau bekerja dan mempergunakan potensi yang Allah berikan padanyaa, ia akan mendapat apresiasi di sisi-Nya.

Rasulullah juga mengajarkan kepada siapapun yang ingin menunjukkan tawakalnya kepada Allah dengan melihat pada burung yang terbang berusaha untuk mendapatkan rizkinya. Beriman dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, merupakan dasar bagi seorang muslim. Orang yang bertakwa, pasti akan di jamin rizkinya.

Beristighfar.

selanjutnya beristighfar. Cara yang mudah, namun membutuhkan keyakinan dan keimanan yang kuat adalah beristighfar dan meminta ampunan-Nya. Kemudian memperbanyak sedekah. Bersedekah tidak akan merugikan harta, sebaliknya ia akan bertambah. Karena yang demikian itu akan menjaga dan memancing turunnya rizki Allah. “Tidak berkurang harta karena sedekah.” (HR. Tirmidzi).

Berikutnya adalah bersilaturahim. “Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan (diberkahi) usianya, hendaknya menyambung tali silaturahim. “(HR. Muslim).

Dan yang terakhir adalah memperbanyak do’a kepada Allah. Do’a adalah senjata orang beriman. Manusia adalah makhluk yang terbatas dan Allah yang memiliki kekuasaan Mahahalus. Dengan bardo’a maka itu menunjukkan kelemahan kita untuk meminta pertolongan kepada Allah. Karena itu, mari dekatkan diri kepada Allah, maka Allah pasti akan membuka pintu rizki kita dari berbagai arah. Aamiin Ya Rabb.

Sumber: Pondok Pesantren “Man Ana”

December 11, 2012 Posted by | Hadits | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bayar Hutang

English: ULAN BATOR. With Prime Minister of Mo...

English: ULAN BATOR. With Prime Minister of Mongolia Sanjaa Bayar. Русский: УЛАН-БАТОР. С Премьер-министром Монголии Санжийном Баяром. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Saya ingin bertanya. Apabila kita mempunyai hutang kepada teman kita dan diwaktu kita ingin mengembalikan hutang tetapi teman kita menghilang dan mengganti nomor HP sehingga kita tidak dapat mengetahui keberadanya. Apa boleh hutang saya diganti yang lain? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Indhi

Taiko Shing, HK

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh,

Jika keadaannya sudah demikian susah bagi anda untuk melunasi hutang lantaran orang tersebut sudah tak tau kemana rimbanya, maka anda bisa mensedekahkan uang sejumlah hutang anda kepada yatim atau fakir miskin atau masjid atas namanya dan diniatkan sebagai pelunasan hutang. Hal ini menandakan bahwa anda memang benar-benar beri’tikat membayar hutang. Namun jika suatu ketika ternyata anda bertemu kembali dengan orang yang bersangkutan, hendaknya anda membayar hutang tersebut kepadanya ( meskipun anda telah bersedekah sejumlah uang tadi sebagai badal atau ganti hutang). Nantinya uang yang anda sedekahkan kepada yatim atau fakir miskin atau masjid tadi, menjadi tabungan anda di akhirat sebagai penghapus dosa-dosa anda. Namun jika anda kemudian mengetahui bahwa orang yang menghutangi anda telah meninggal dunia, anda harus membayarnya kepada ahli warisnya yang paling dipercaya.

Wallahu a’lam.

Oleh: KH. Mahfudin Arsyad

Related articles

November 9, 2012 Posted by | Tazkiyatun nafs | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Do’a Qunut

Qunut Nazilah1

Qunut Nazilah1 (Photo credit: sixteen05design)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakkatuh,

Do’a Qunut, adalah do’a memohon kepada Allah agar terhindar dari marabahaya. Dan dilakukan di waktu i’tidal, berdiri dari ruku’, pada raka’at terakhir. Doa Qunut biasa dilakukan oleh Nabi apabila dimasyarakaT terjadi gangguan, misalnya, perang, wabah penyakit dan lain sebagainya. Dan di lakukan pada setiap waktu shalat, baik dluhur dan subuh dan lain sebagainya. Tetapi yang mengikuti madzab Syafi’i, kebanyakan di baca pada waktu subuh. Do’a Qunut dibaca setelah mengucapkan Rabbanaa lakal hamdu,,,,,, kemudian membaca Qunut sbb.

Bismillahirrahmanirrahiim,

ALLAHUMMAH DINII FIIMAN HADAIT WA’AAFINII FIMAN ‘AAFAIT. WATAWALLANII FIIMAN TAWALLAIT WABAARIKLII FIIMA A’THAIT. WAQINII BIRAHMATIKA SYARRAMAA QADLAIT. FA-INNAKA TAQDLII WALA YUQDLAA’ALAIK, WA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT WA LAA YA’IZZU MAN ‘AADAIT. TABAARAKTA RABBANA WATA’ AALAIT. FALAKAL HAMU’ALAAMAA QADLAIT ASTAGHFIRUKA WA-ATUUBU ILAK. WASHALLALAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA’ALAA AALAIHI WASHAHBIHI WASALLAM.

Artinya;
“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. berilah aku keselamatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau apa yang telah Engku berikan padaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang-orang yang Engkau musuhi. maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi Rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya”

Sumber: Karya Ilmu

October 22, 2012 Posted by | Do'a | , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menjual Mahar

An example of Allāh written in simple Arabic c...

An example of Allāh written in simple Arabic calligraphy. (Photo credit: Wikipedia)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Saya sudah menikah 4th lalu dan diberi mahar oleh Suami berupa perhiasan emas. Pertanyaanya:

1.Apakah mahar tersebut wajib dizakati?

2. Saya berencana menjual mahar tersebut, karena ingin membantu orang tua saya. Alhamdulillah Suami sudah mengizinkan. Tapi mertua saya tidak terima dan meminta ganti mahar tersebut terhadap saya. Apa yang harus saya lakukan?

Hamba Allah, Tuen Mun

Wa’alaikumussalam warahmatullahi waabarakaatuh.

Semoga Allah senantiasa memudahkan segala urusan dan memberikan keharmonisan pada saudari di Tuen Mun. Menurut Imam Syafi’i, seorang wanita wajib mengeluarkan zakat mahar jika telah mencapai nishab (batas minimal yang dimiliki 85 gram) dan cukup haul (satu tahun). Ia harus mengeluarkan zakat dari keseluruhannya pada akhir tahun, sekalipun ia belum di campuri (jima’) oleh suaminya. Tidak ada pengaruh atau bedanya, apakah mahar itu mungkin gugur seluruhnya dikarenakan fasakh, murtad atau lainnya, atau separuhnya karena sebab perceraian.

Mahar ada 2 macam; Mahar yang di bayar secara kontan dan yang ditangguhkan. Mahar yang dibayar kontan wajib dizakati jika dia telah berada ditangan istri atau walinya selama selama satu tahun dan mencapai nishab berdasarkan qiyqs atas zakat naqdayn.

Sementara mahar yang ditangguhkan, padanya ditetapkan zakat piutang yang tertahan. Dengan demikian, dia tidak dizakati setelah diterima. ketika dia telah diterima, dia digabungkan dengan harta moneter lainya sebagai mal mustafad (harta yang diperoleh). Kemudian jika dijumlah keseluruhan mencapai satu nashab pada akhir tahun, maka dia wajib dizakati dengan prosentase 2,5% berdasarkan penanggalan hijriyah atau 2,575% penanggalan masehi. Sebagian ulama lain berpendapat zakat mahar satu kali saja.

Mahar pernikahan 100% menjadi hak istri. Siapapun tidak memiliki hak terhadap mahartersebut. Suami Anda, orang tua Anda, apalagi mertua Anda, sama sekali tidak memiliki wewenang terhadap mahar tersebut. Allah Ta’ala berfirman, ” Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh dengan kerelaan. namun jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan kerelaan, maka makanlah (ambilah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS.An Nisa: 4)

Ayat ini dijadikan dalil oleh para ulama bahwa mahar dalam pernikahan sepenuhnya menjadi hak mempelai wanita. Oleh karena itu, istri memiliki wewenang penuh untuk menggunakan mahar tersebut. Dia bisa menjualnya, menyimpan atau memberikannya kepada orang lain. Dan tidak boleh ada seorang pun yang menghalangginya, karena itu murni hak istri, wallahu a’lam

Oleh: Ust. Ahmad fauzi Qosim (GM Dompet Dhuafa Hongkong)

October 4, 2012 Posted by | Konsultasi Zakat | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mutiara Kata

English: Kata Tjuta is located in the Northern...

English: Kata Tjuta is located in the Northern Territory of Australia. This photograph is taken looking out from the top of one of the gullies on the “The Valley of The Winds” walk. It displays both the texture and the grandeur of these monoliths. (Photo credit: Wikipedia)

Sebelum mencela pasangan hidupmu, bayangkan mereka yang masih menghiba untuk dikurniai jodoh.

Manusia yang berjaya akan memperolehi keuntungan dari kesilapan, dan mencoba lagi dengan cara yang lain.

Sampaikan pesanku walau satu ayat.

Orang yang berjaya ialah orang yang melakukan tindakan yang tidak mampu diimaginasikan oleh orang lain, malah tidak mampu dilakukan oleh orang besar sekalipun.

Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya.

lebih baik berusaha menyalakan lilin dari pada menyumpah kepada kegelapan.

Kemauan yang tinggi akan mengubah persepsi seseorang terhadap sesuatu sehingga yang mustahilpun bisa terjadi.

Orang yang gagal adalah orang yang tidak mampu mengurus masalah. Hanya manusia yang mampu mengurus masalah saja yang bisa berjaya.

Orang yang berjaya tidak hidup di pinggir peristiwa, bukan orang yang kosong tanpa nilai dan bukan orang yang hanya menjadi pelengkap.

Antara akhlak orang yang berjaya adalah optimis dan tidak berputus asa, mampu memperbaiki kesalahannya dan keluar dari krisis serta mengubah kerugian menjadi keuntungan.

Yang paling kita perlukan dalam kehidupan ialah adanya seseorang yang selalu memberi semangat untuk melaksanakan hal-hal yang dapat kita kerjakan.

Ambilah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya.

Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinanya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab ke atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab ke atas kepemimpinannya. Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab ke atas kepemimpinannya..”

kesehatan yang hilang bisa diperoleh dengan obat-obatan yang baik tetapi masa yang hilang sekali hilang akan terus hilang.

Ulama adalah kepercayaan para Rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada peguasa, maka curigalah ketakwaan mereka.

Kita sering mengimbas kembali masa lalu tetapi jarang sekali berusaha untuk mengejar impian hari esok.

manusia yang berbuat baik dengan mengharapkan sesuatu balasan bukanlah manusia yang jujur.

Sumber: Muriara

September 6, 2012 Posted by | Mutiara Kata | , , , , , , , , , , | 1 Comment

Merenungkan makna Hari Kemenangan

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahas...

English: Eid ul-fitr prayer in Indonesia Bahasa Indonesia: Shalat Idul Fitri (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Idul Fitri selalu identik dengan’ kemenangan; bila direnungkan, sebenarnya apa yang telah kita menangkan ?? Tentu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa ramadhan akan menjawab, menanag karena berhasil merampungkan puasa satu bulan ; benarkah demikian??

kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Menurut kaum sufi, kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya. Sementara yang terjadi, banyak sekali manusia yang meninggikan Nafsu duniawi dan melalaikan ibadah. Bagaimana bisa kita meraih kemenangan??

Bagi manusia awam jarang yang mampu menaklukkan Nafsunya. Ia tak peduli dengan sifat hakiki jiwa rendahnya. Ia malah bersahabat dengannya. Laul bagaimana kemenangan itu akan menyapa ?? Untuk sekedar melakukan shalat dan puasa secara benar dan tepat waktu saja, masih ada di antara kita yang belum bisa memenuhinya. Banyak secara terang – terangan menganggu sesama. Padahal setan bila menganggu manusia secara sembunyi-sembunyi. Dibulan Ramadhan yang suci, banyak dari kita yang bersenang-senang, bernyanyi dan berjingkrak-jingkrak. Sebetulnya ini adalah tanda bahwa kita masih memanjakan jiwa rendah yang seharusnya kita perangi.

Kemenangan dalam puasa Ramadhan itu baru bisa diperoleh bila seseorang mampu melakukan nafsu dan amarahnya

Hal ini sudah mencerminkan bahwa sebenarnya kita belum memenangkan apa-apa. Kemenangan itu hanya milik orang tertentu. Namun bukan berarti kita yang penuh dosa ini tak bisa meraihnya. Allah telah menjanjikan dalam Firman_NYa ” Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka berbuat aniaya”(QS.Ar-Ra’d : 6 )

Hendaknya kita bisa merenunggi perkataan seorang ulama . yaitu Ibul Qayyim , ” Dia (Allah ) adalah Robb yang maha pengampun , maka diamenyukai ampunan , maghfirah , dan tobat. Dia senang dan gembira dengan kegembiraan yang tak terhingga kepada tobat hambanya saat seorang taubat kepadanya.”Allah akan mengampuni hamba_Nya yang berdosa lantas ia bertaubat walaupun dasanya sebanyak apapun. sebagaimana dalil dari aaaal-Qur’an, di atas.

Sabda rasulullah SAW, Allah SWt telah berfirman,” Hai anak Adam, sesungguhnya selama kalian mau berdo’a dan mengharap kepadaKu, nisyaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu darimu dan Aku tidak menghiraukan lagi. Hai anak Adam sekirannya dosa-dosamu memenuhi isi langit, kemudian kamu meminta ampunanKu, nisyaca Aku ampuni. Hai anak Adam, sekiranya kamu mengharap kepadaKu dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, tetapi kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula” ( Riwayat Tarmidzi ) .

Dari janji Allah di atas, walaupun kita bermandi keringat dosa setiap hari, namun bila kita bertaubat, Allah akan mengampuninya. Tidak ada kata terlambat bagi kita sebelum Allah mencabut nyawa ini. Dari saat ini mari berusaha mengapai tangga guna menuju kemenangan. Belajar tepat waktu dalam ibadah. Menjalankan puasa dan menjauhi larangannya, dalam firma_Nya Allah meminta, Dirikanlah shalat untuk berdzikir kepada_Ku, dan di dalam hadits qudsi Rasulullah saw, bersabda Bahwa Allah SWT berfirman ”Puasa adalah untuk-Ku .’

Semoga dalam Idul Fitri kali ini kita termasuk dalam orang-orang yang meraih kemenangan Aamiin Yaa Robb.

Related articles

August 16, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kurindukan Belai kasihmu Ibu

Kakna and Haikal

Kakna and Haikal (Photo credit: wajakemek | rashdanothman)

Bissmillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Tak pernah terbayangkan dalam benak Aisha kalau diriny akan menjadi anak yatim piyatu. Hidup terlunta tanpa orang tua terkasih  yang bisa melindungi saat kedinginan mendera. Ataupun menaungi saat terik matahari menerkam. Namun itulah garis hidup yang harus dijalani gadis cilik berusia 4 tahun ini, bersama sang kakak, Haikal (6tahun ), keduanya harus bertarung melawan ganasnya sirkuit kehidupan yang tak pernah kenal kompromi.

Suasana yang sunyi

Malam belum lagi sempurna, namun udara dingin mulai menyelimuti. Rinai hujan Yang turun sejak usai bedug magrib berkumandang, tak kujung berbaik hati. Sesuai melaksanakan sholat tarawih, sebagian besar warga memilih berdiam diri dirumah. Alhasil , Suasana yang sunyi  itu kian terasa senyap. Di kejauhan hanya terdengar suara jangkrik Yang riang menyanyi.

Di tengah gulita itu, tampak dua sosok ringkih berjalan tertatih. Diselingi ereng kesakitan, kedua sosok itu terus berjalan sampai kemudian berhenti di sebuah ronda. ” Dik,,,malam ini kita tidur di pos ronda ini ya ,”ucap Haikal, sang kakak. Gadis cilik Yang dipangil adik itu hanya mengangguk . Haikal dan adiknya segera membaringkan tubuh mereka yang nampak kurus kering ,tanpa selimut dan bahkan tanpa alas. Mereka hanya mengenakan hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek yang sejak berhari-hari tak pernah diganti. Semilir angin Yang berhembus, menerpa tubuh keduanya hingga membuat mereka menggigil kedinginan. Tubuh Haikal tampak menggigil hebat. Gemeletak giginya jelas menampakkan kalau hawa dingin telah menembus kulit dan menusuk hingga tulang sum sumnya. Sementara Aisha terlihat menangkupkan kedua tangannya ketubuh, meski ia masih terlihat tertidur pulas dalam dekapan sang kakak.

Dengan tubuh gemetar

Dengan tubuh gemetar, Haikal memandang wajah adiknya. Paras yang sebenarnya cantik itu terlihat sangat pias, nyaris tak terurus. Pipinya yang tadinya gembul, sekarang nampak cekung. Tak ada senyum di wajah gadis belia itu. Wajah itu begitu dingin, seolah mengambarkan betapa hebat penderitaan yang dialaminya. Haikal tak mampu menahan kesedihannya. Tanpa terasa, bulir bening di ujung kelopak matanya menitik, jatuh tepat di wajah sang adik.

Tiba-tiba Aisha terbangun dan merintih kesakitan. “Kak, perutnya sakit,,,” erang sang adik yang mau tidak mau membuat Haikal jadi kebingungan. Ia pun sangat lapar dan kedinginan  Memang sejak beberapa hari, keduanya belum mengisi perut seperti halnya umat Islam lain, mereka juga berpuas Ramadhan. Rupanya, ajaran orang tua mereka sangat membekas dalam kesehariaan  maka tak mengherankan, kalau dalam usia belia tersebu, Haikal telah mampu berpuasa hingga bedug magrib. Akan halnya Aisha, ia pun terpaksa menahan lapar lantaran tak ada makanan yang bisa mengganjal perutnya. Untuk bebuka atau sahur, mereka biasanya mencari masjid yang menyediakan panganan untuk berbuka. Sebab, mereka tak punya uang sepersenpun walau hanya untuk membeli sepotong roti.

“Tidur aja, Dik,,Nanti menjelang sahur, kakak akan mencari makanan,” ucap Haikal berusaha tersenyum menghibur adiknya walau suaranya semakin parau karena kedingina . Tapi perut Aisha sakit sekali, kak. Aisha gak bisa tidur,”

“Iya kakak tau, kakak janji, besok pagi kita beli makanan. Sekarang Aisha tidur dulu ya,”batin Haikal sangat sesak. Tak tega rasanya ia harus membohongi adik yang sangat di citainya itu. Bukan hanya kali ini saja ia membohongi Aisha akan membelikan makanan untuknya, tapi ucapan itu dilontarkan, sekedar menghibur untuk sang adik.

Sejak dua hari yang lalau

Aisha hanya diam. Ia berusaha memejamkan matanya. Tapi Haikal sangat jelas merasakan kalau sang adik sedang terisak di pelukanny. Haikal tau , kalau adiknya pasti sangat lapar, sama seperti dirinya. Ia pun tidak tau sampai kapan mereka akan tetap bertahan, kalau keadaanya seperti ini terus. Sejak dua hari yang lalau , keduanya terpaksa diusir dari rumah petak Yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama Ibu mereka. Mereka berjalan dan terus berjalan tanpa tujuan. Menjelang malam sampai di pos ronda yang sekarang menaungi tubuh rapuh mereka  Sang kakak tidak merasa yakin kalau mereka bisa melewati malam yang begitu dingin itu . Mereka tidak berani meminta tolong penduduk sekitar. Mereka terlalau kecil dan terlalu takut untuk meminta tolong. Karena mereka tau, mereka hanya akan di pandang sebelah mata, dianggap pengemis yang hanya pura-pura mengemis untuk membiayai orang tua mereka Yang pengangguran .

Di tengah rintikan halus hujan malam yang dingin itu, Dua orang kakak adik itupun tertidur dengan perut Yang sangat lapar dan Tubuh Yang lemah, hanya berselimutkan tubuh satu sama lain Yang saling berpelukan. Menjelang shubuh, saat Aish ,terbangun, ia menemukan kakaknya sedang merintih kesakitan sambil memgangi perutnya. Sang adik yang massih kecil itu pun panik dan hanya bisa menangis. Tangisannya itulah Yang kemudian mengundang perhatian penduduk sekitar yang hendak menunaikan sholat shubuh di masjid. semua orang berdatangan untuk melihat siapag Yang menangis sepagi itu. Beberapa orang langsung menghampiri Dua Tubuh kurus itu lalu memeriksa keadaan mereka .

baju mereka basah kuyup dan Tubuh Haikal sangat panas. beberapa orang mengambilkan pakaian untuk mereka, Beberapa orang lagi memberikan makanan dan ada seorang ibu yang dengan baik hati mau mengolesi perut sang kakak dengan minyak angin karena mengeluh perutnya sangat sakit . Seorang ibu mencoba menenangkan Aisha. Setelah tangisny mereda, ia pun dibawa oleh ibu itu kerumahnya.Sementara sang kakak Yang merinyih kesakitan. langsung di larikan ke rumah sakit untuk di periksa dokter.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah

Hari itu adalah hari terakhir dua anak manusia itu bertemu. Bersua dalam derita yang tak terbayangkan. Kaarena setelahnya, mereka tdak pernah ketemu lagi. Untuk selama-lamanya. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, Ramadhan Yang untuk pertama kalinya mereka lalui tanpa belai hangat orang tua, Haikal meninggalkan Aisha selama-lamanya. Haikal meninggal Di rumah sakit karena penyakit angin duduknya sudah sangat parah , akibat kehujanan semalaman ditambah dengan perutnya Yang kosong. Sang adik, meski kehujanan dan kelapara , lebih berkurang karena bisa selamat

Namun bagi Aisha hidup ini terlalau bera. Beban itu kini harus ditanggung seorang diri . Setelah orang tuanya meninggal, Kini sang kakak yang selama ini menemani dan melindunginya pun, menghadap Illahi . Aisha hanya bisa menangis . ia tak tau kemana lagi ia akan melangkahkan kaki ringkihnya. Ya Allah,,,Anak tak berdosa Yang seharusnya bisa menjalani masa kanak-kanaknya itu dengan riang, kini harus hidup seorang diri. Penderitaan yang dialami Aisha, membetot nurani seorang ustadz yang kebetulan memiliki pesantren yatim. Batinya meronta dan menjerit.

Yaa Robb,,hamba tak bisa membiarkannya hidup sendirian. Hamba akan merawatnya bersama anak-anak hamba Yang lain. Hamba akan mencurahkanrasa sayang ini. Sama seperti anak-anak Yang lainnya. Hamba akan serahkanan sekeping hati ini untuk anak itu.

Ustadz kemudian membawa Aisha kepesantren . ia tak ingi Aisha terlunta sendirian di jalan dan nantinya menjadi mangsa dari kerasnya hidup di jalanan . Biarlah a menikmati masa kecilnya , sama seperti anak kecil lain ., meski ia harus tinggal di pesantren , terutama AAisha atas kehilangan orang-orang yang di cintainya . perlahan akan hilang dengan sendirinya .

Bukankah di pesantren , ia tak sendiri ? Bukankah di pesantren ada anak anak yang jugamengalami nasib serupa ? Semoga saja, ia bisa cepat melupakannya beban kesedihannya . Malam itu , usai pemakaman Haikal ., ustadz berusaha berkomunikasi dengan aisha . beliau ingin tau , bagaimana ia dan kakaknya bisa hidup terlunta-lunta di jalan tanpa orang tua . Dengan wajah sendu , bibir mungil Aisha mulai bercerita .

setahun yang lalau , ayah mereka , marwan dipanggil menghadap Illahi . penyakit kanker yang telah menggerogotinya selama bertahun-tahun tak mampu dilawannya  . meski telah berobat kesana kemari dan menghabiskan uang puluhan juta  , penyakit yang  menderanya tak kunjung sebuh . dan akhirnya , Allah memanggil dirinya . kepergian marwan , meninggalkan duka yang sangaat dalam bagi keluarganya . Sari , istri marwan sangat terpukul atas kepergian suami tercinta . Maklum saja , ia hanyalah ibu rumah tangga denga dua orang anak yang masih kecil . Bagaimana ia harus menghidupi diri dan kedua anaknya kelak , sementara harta peninggalan suami hanya tersisa rumah tak sebarapa besar yang kini mereka tempati .

Untik melanjutkan kehidupan , Sari melakuka kerja apapun , yang penting halal . Bahkan menjadi kuli cuci baju tetangganya pun dilakoni tanpa rasa lelah . semuanya dilakukan demi kedua anak cercinta , haikal dan Aisha . Namun tekanan hidup tak hanya  sampai disitu . rumah satu-satunya tempat mereka berlindung dari terpaan hujan dan terik matahari , di rebut paksa oleh adik suaminya . Alasannya , marwan pernah berhutang kepada sang adik dan belun di bayar . maka untuk membayarnya , rumah itu pun direbut . sari tak bisa berbuat apa-apa . Untuk melawan , ia tak punya daya , meski sebenarnya ia tak tau , apakah benar suaminya berhutang kepada sang adik , ataukah itu hanya rekayasa untuk mengambil rumah mereka . Sari memilih mengalah , ia pun terpaksa angkat kaki dari rumah tersebut dan mengontrak di sebuah rumah petak .

Life must go on . Hidup harus terus berlanjut  . Meski beragam persoalan mampir dalam kehidupannya , Sari tak putus asa . Ia tetap berbaik sangka kepada Allah atas beragam ujian bagi keluarganya . Tapi sari tetaplah manusia bisa yang juga punya rasa . Tekanan dan beban yang kian menghimpit itu , betul-betul menghancurkan pertahanan dirinya . Sari pun jatuh sakit tanpa sekalipun memperoleh perawatan dokter . Dan,,,bisa ditebak , sari meninggalkan dunia fana ini . Meninggalkan buah hati yang masih kecil-kecil tampa membekali mereka dengan kemampuan untuk menghidupi diri sendiri .

Sepeninggalan , kehidupan Haikal dan Aisha makin tak karuan . Sampai akhirnya mereka terlunta-lunta dijalanan tanpa sedikitpun uang dan pakaian . Mereka di usir dari rumah kontrakan yang tadinya mereka tempati bersama ibu mereka . Anak kecil mana bisa bayar uang konrtakan begitu alasan sang pemilik rumah itu , Baru beberapa hari hidup di jalan , Haikal pun tak kuasa menahan beban derita . Dan alur cerita Aisha belum berhenti . Sepeninggalan ayah , ibu dan kakaknya , kini Aisha menjalani drama kehidupannya di pesantren yatim bersama teman-teman sebaya yang juga nyaris mengalami hal serupa . Namun kini Aisha bisa tersenyum . Ia tak lagi sendiri . Ada banyak kakak dan adik yang bisa menemani saat suka maupun duka . Dan yang lebih terpenting , ada Ayah dan Bunda yang dengan tulus dan sepenuh hatimenyayanginya .

kini dalam setiap do’anya , Aisha hanya mampu berucap lirih . “Bunda,,,Aisha rindu belai kasih bunda ,

Sumber : Irsyad ” Pondok Pesantren Man Ana ”

August 10, 2012 Posted by | Story | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menyambut Idul Fitri Dengan Bersyukur

English: name of allah

English: name of allah (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Hari Raya idul Fitri bukanlah seperti yang di pahami oleh sebagian golongan dimana bagi mereka , Idul fitri adlah hari untuk bergembira . banyak di antara kita merayakannya dengan foya-foya , atau mengunjungi tempat-tempat yang melalaikan .

Hri Raya yang dimaksud dalam ajaran islam adalah hari dimana kita mengungkapkan rasa penuh syukur karena Allah SWT ktelah menganugerahkan ratmat-Nya . masih memberi kita kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan ramadhan , bulan penuh ampunan . coba bayangkan , andai nyawa kita di cabut oleh Allah di bulan lalu saat kita berbuat maksiat , kita tidak diberi kesempatan menjumpai bulan yang penuh berkah ini . Adakah harapan bagi kita untuk tinggal di syurga-Nya ‘

patut kita bersyukur .Allah telah memberikan kenikmatan menghirup udara di bumi ini dengan gratis , Sedangkan ada salah satu tetanggasebelah rumah menghabiskan hampir seluruh kekeyaannya untuk membeli udara . ia menghabiskan puluhan juta hanya untuk membeli oksigen karena mengalami gangguan pernafasaan . Sudahkah kita mengucapkan syukur ??

bayak dari kita yang beri kenikmatan lebih dari kenikmatan lebih dari yang lainnya . Namun sifat tamak ,yang sering menghinggap , membuat orang sering lupa diri ketamakan selalu membuatnya merasa kurang . Biarpun Allah telah memberi rumah mewah dan lapang untuk tinggal , namun ia selalu merasa dirinya miskin . Rizki yang ia peroleh pun sulit sekali simpan . Ada saja yang terjadi .

Bila orang mau berpikir , sebenarnya sifat tamak sering membuat orang stress . karena jiwanya yang merasa kurang itu , membuat hidupnya tidak tenang . Hidupnya selalu dipenuhi kekhawatiran .khawatir tidak mendapat lembur . Takut kalah dalam bersaing . Dalam pikirannya hanya uang . Problem utama sifat ini sebenarnya ada pada kurang adanya syukur atas nikmat Allah . Alias miskin hati ,

bandingkan dengan orang Yang hidupnya miskin harta tapi kaya hati . Pembawanya selalu tenang , hari-harinya dipenuhi rasa syukur . Sekalipun ia tidak memiliki rumah mewah dan mobil , tetapi ia menjalani kehidupnya dengan penuhke bahagia . Orang seperti ini tidak akan pernah merasa miskin . Sekalipun untuk makan saja sulit , ia akan selalu merasa kaya . Ia selalu menengok kebawah dan bukan keatas . Bila ia masih bisa makan , ia akan mensyukurinya dan membandingkan , bahwa tetangganya kemarin lusa harus masuk rumah sakit dan tidak bisa menikmati makanan dengan enak .

Bersedekah dengan rasa ungkapan syukur , Agama menganjurkan agar kita menyisihkan sebagian dari penghasilan yang telah kita peroleh . Karena setiap apa yang ada pada diri kiya sesungguhnya hanya milik-Nya . Bersedah tidak harus banyak , tapi seikhlasnya . Adakalanya seseorang bersedekah karena ingin terlihat , ia menceritakan apa-apa yang telah ia lakukan dan sumbangkan . hal seperti ini tergolong riya . dan perbuatan riya adalah salah satu dari sepuluh hal yang di benci Allah .

Padahal , belum tentu uangyang di sumbangkan sebesar 1juta misalnya , itu lebih berkah di bandingkan uang koin sebesar lima ratus rupiah , karena sifat riya tadi .  Besar kecilnya sedekah dimata Allah bukan hanya karena berapa angka nol yang tertera dalam lembaran uang .

Bisa jadi uang sebesar lima ratus rupiah atau seribu rupiah , yang hanya cukup untuk membeli permen , itu malah akan menolongnya kelak . Bagi kita ung seribu bukan tidak ada artinya , dan ketika kita memasukkan kedalam kotak amal , lupa sudah . Namun betapa senangnya bila kebetulan orang yang menerima uang seribu tadi betul-betul dalam keadaan susah . Berapa larik do’a yang dia ucapkan .
ingat, do’a hamba Allah yang tengah menderita , besar kemungkinan lebih di terima Allah dari pada kita .

Di bulan penuh berkah , mari kita berlomba untuk sedekah . dan mohon jangan melakukan sedekah hanya di bulan suci saja . Bersedakahlah selagi kita mampu , berapapun itu . Dan sedekah tidak hanya sebatas uang . bisa juga dalam bentuk baju  yang sudah tidak kita pakai . Andai tak memiliki apa-apapun  untuk bersedekah dengan tenaga atau nasehat pun boleh .

Bila anda menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan kekayaan hati , ketenangan , kekhusukan , segala amal ibadahnya diterima . InsyaAllah ketika Idul Firi menyapa , anda akan merasa seperti orang yang baru lahir .

Jangan lalaikan zakat , rasulullah SAW bersabda : “Amalan puasa Ramadhan iyu digantungkan antara langit dan bumi , dan baru di angkat setelah dikeluarkan zakat fitrah .”  Dalam sabda yang lain , Barang siapa mengeluarkan zakat fitrah sebelum sholat Ied , maka itu merupakan zakat fitrah yang di terima dan barang siapa mengeluarkannya setelah sholat Ied maka itu seperti sedekah biasa .” ( HR>Abu Dawud ) .

Setelah menjalankan puasa selama satu bulan , jangan lupa sempurnakan ibadah anda dengan membayar zakat . Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,,Aamii Yaa Robb,,Mohon maaf lahir bathin .

Sumber : pandu

August 5, 2012 Posted by | Hari-hari Besar Islam | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Fakir Hati Miskin Nurani

 

Allah Ar-Rahman

Allah Ar-Rahman (Photo credit: biszign)

Bissmillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraakaatuh,,

Berjalan di pinggiran kota yang terik dan berdebu . tertatap seorang bocah mungil laki-laki memeluk pohon kuhampiri , kusapa,tampak di dahinya basah keringat dan berdebu .

“Kemana Ayahmu nak ?”tanyaku ia hanya menggelengkan kepala dan membisu “Ibumu,,,?” kejarku “Ayah dan Ibu telah tiada om ,” Jawabnya layu “Apa kamu sudah makan ?Kalau belum ini om punya roti tinggal satu . Makanlah ia diam dan menatap wajahku . Seperti pandangan haru . “Ambillah!”Sodorku

“kalau roti yang tinggal satu ini saya makan , lantas om makan apa ?”

Bagaikan petir dahsyat menghantam qalbuku jiwaku terbongkar , nuraniku mengeliat . Fikiranku meleset menerobos imajinasi dimensi waktu , kemudian bathinku berteriak ;

“ Ya Allah , hamba-mu malu , malu sekali Ya Roob Anak kecil sebatang kara yang sangat membutuhkan makanan , tapi dia malah memikirkan nasib orang lain , dia takut orang lain kelaparan sepertidirinya “

“ Ya Allah , hamba- Mu ini malu , malu sekali Ya Roob Andaikan dia yang jadi orang mampu ‘ Mungkin dia yang akan menshadaqohiku .

“ Ya Allah hamba-Mu ini malu , malu sekalii Ya Roob > Mungkin banyak bocah – bocah lainnya yang seperti itu ‘ Namun kebanyakan hamba-mu diam membisu seakan tak mau tau sesungguhnya yang fakir dan miskin bukan mereka tapi yang fakir adalah kita , yang miskin adalah kita , fakir hati miskin nurani,,

Sumber :Irsyad “ pondok Pesantren Man Anna “

 

 

August 2, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

POHON APEL YANG SERING DI LUPAKAN

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MUNGKIN kita pernah membaca tentang Nabi Sulaiman a.s. Dan seekor semut yang sangat taat. Suatu hari Baginda Nabi Sulaiman a.s. Sedang berjalan-jalan di sebuah tanah lapang. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil menganakat sebutir buah kurma. Ia terus mengamatinya, kemudian ia memanggil sisemut itu & bertanya “Wahai semut kecil, untuk apa kurma yang kau bawa itu ?

Baginda Sulaiman

“Ini  adalah kurma yang  Allah SWT  berikan sebagai makanan saya  selama  satu tahun,”Baginda Sulaiman kemudian mengambil sebuah botol , lalu berkata pada si semut , ” Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini , aku telah  membagi  dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya  padamu sebagai  makananmu  selama satu tahun . tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu.

Si semut pun mentaati  perintah  Nabi Sulaiman a.s. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman datang melihat  keadaan  semut kecil itu. Ia melihat kurma yang diberikan  kepada si semut itu tidak banyak berkurang. ” Wahai semut, mengapa  engkau tidak menghhabiskan kurmamu?” Tanya Baginda Sulaiman. ” Wahai Nabiyallah, aku  selama ini hanya  menghisap  airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang  memberikan kepadaku sebutir kurma  setiap tahunnya , akan tetapi  kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku  kurma lagi karena  engkau bukan  Allah Yang  Maha  Pemberi Rizki ( Ar-razak),” jawab si semut.

Baginda Sulaiman lalu mengeluarkan semut dari  botol itu dan membiarkan berkeliaran untuk mengais  rizki dari Allah. Di balik ucpan lepas  semut  tersebut, tersirat sebuah makna bahwahanya kepada Allah kita patut mengantungkan nasib, maka tidak pantas kita bergantung pada selain-Nya, meski  kepada  seorang hamba yang taat beribadah.

Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s

Dalam sebuah kitab, .Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. Sedang duduk di dalam  suraunya  sambil membaca kitab Zabur, tiba-tiba ia melihat seekor ulat merah derada di tengah-tengah debu. Lalu Nabi Daut a.s  berkata dalam hati, ” Untuk apa Allah menghadirkan ulat ini kepadaku ?” Maka, dengan izin Allah ulat itu berkata, ” wahai Nabiyaallah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku unyuk membaca’ Subhanallahu walhamdulillahi wala  illahaillallahu walllahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000x.

Setelah  berkata  demikian, ulat merah itu pun bertanya kepada Nabi Daud, ” Apakah kamu masih ingin mengatakan apa manfaatku  untuk mu?” Nabi Daud  terdiam sejenak, ia menyadari atas  kekhilafannya karena   Memandang remeh ulat  tsb , ia pun langsung bertaubat kepada Allah. Hikmah yang bisa petik adalah jangan sekali2 meremehkan terhadap sesama, bisa jadi orang yang kita remehkan kedudukanya  lebih  mulia dari kita. Dalam kesempatan ini kami akan mengangkat sebuah kisah tentang pengorbanan besar yang dilakukan oleh pohon apel kepada seorang anak laki2. Namun, anak laki-laki itu kerap melupakannya. Meski begitu, pohon apel itu  selalu menunjukkan wajah cerianya dan tak setitik pun keluhan di dadanya.

Pohon Apel

Dikisahkan, dahulu  kala berdiri sebuah Pohon Apel yang amat  besar, Disamping besar, pohon ini mempunyai  daun yang sangat rindang Dan buah-buahan yang  amat ramun. Nanpak seorang anak laki-laki bernama wildam tengah  asyik bermain-main di sekitar pohon ini setiap hari. Ia memanjat pohon tersebut, memetik  serta memakan apel sepuas-puas hatinya. Dan, tidak jarang ia tertidur lelap dibawahnya. Wildam begitu menyayangi  tempatnya  bermain. Begitu juga Pohon Apel itu, ia sangat senang  jika  tubuhnya  dijadikan  tempat  bermain anak laki-laki itu. sehari saja anak itu tidak bermain, hatinya sangat risau.

Seiring dengan berjalannya  waktu, wildam tumbuh menjadi remaja, ia tidak mau lagi menghhabiskan waktunya bermain di sekitar Pohon Apel itu. Ia juga tidak mau lagi bercengkrama dengan merebahkan tubuhnya di bawah Pohon itu. Namum, ia datang dengan wajah yang murung, ada sebuah masalah yang menyita  pikirannnya. ” Marilah bermain-main lagi di sekitarku seperti dulu!” ajak Pohon Apel itu.

“Tidak, aku bukan lagi anak -anak, aku tidak lagi gemar  bermain denganmu,” jawab  Wildam,” ” Aku ingi menikmati masa remaja ku. Tapi aku tak punya uang untuk meraihnya,” “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Jualah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kamu akan dapat meraih apa yang kamu inginkan,” ucap Pohon Apel itu.

Betapa gembiranya Wildam endengar ucpan pohon apel itu

Betapaa gembiranya Wildam mendengar ucpan pohon apel itu, ia pun langsung  memetik semua apel di  itu. Setelah  semua apel dipetiknya, ia lalu pergi kepasr dengan perasaan yang sangat puas tanpa menoleh kebelakang. Pohon apel itu turut merasa  Gembira menyaksikannya. Namun, sudah beberapa tahun setelah kejadiaan itu, Wildam tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Pohan apel yang kini sudah tidak berbuah lagi bbegitu risau memikirkannya. Maspun berlalu, Wildam kini bbbbberanjak menjadi dewasa. Kumis dan janggotnya Nampak tumbuh subur mmmelintani wajahnya, pita suaarapun sudah tak senyaring dulu. Suatu saat ia menghampiri Pohon apel itu lagi dengan raut wajah amat kusut.

“ Wahai Wildam, marilah bermain –main lagi disekitarku !”ajak Pohon apel itu menyambut  kehadiran  orang yang selama ini amat dirindukannya. Aku terpaksa  kerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membangun rumah untuk  bernaung keluargaku, Maukah kau menolongku ?” Tanya Wildam . Maafkan aku. Aku tidak mempunyai  rumah. Tetapi kamu boleh memotong  dahan-dahanku  yang besar ini untuk kamu jadikan sebagai tempat  tinggalmu,” ucap pohon itu.  Tanpa  piker panjan lagi, Wildam langsung memangkas  semua dahan Pohon apel itu. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, lalu ia pergi meninggalkan Pohon apel itu dengan perasaan GembiraPohon apel itupun turut gembir, tetapi  lagi-lagi ia merasa sedih  karena Wildam tidak lagi menghampirinya selepas itu. Tak sepatah pun ucpan terima kasih keluar dari mulut lelaki itu. Beberapa tahun berikutnya, di musim panas. Datanglah seorang lelaki menemui  Pohon apel itu. Lelaki yang tidak lain adalah Wildam kembali datang  ingin mengadukan sesuatu kepada Sesutu  kepada Pohon  yang begitu setia  menemaninya  sejak kecil.

“ Wahai  Wildam, marilah bermain –main lagi disekirku  seperti  dulu,” ucap Pohon apel itu merajuk . “Maafkan aku, tetapi aku bukan  lagi anak  lelaki bermain-main disekitarmu. Aku kini sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berlaya. Malangnya, aku tidak memiliki perahu. Sudikah kamu menolongku ??” Ucap lelaki itu. “ Aku tidak mempunyai perahu  untuk diberikan kepadamu. Tetapi kamu boleh memotong  batang   pohonku untuk dijadikan perahu.  Kemudian  Wildam  pergi  dari situ dengan perasaan puas  dan tidak kembali lagi selepas itu . Sipohon apel itu turut gembira , namun akhirnya kembali sedjh  karena  tak di tengok lagi . Suatu hari, seorang  lelaki yang makin dimamah usia dating menuju  Pohon apel  itu. Yah, dia adalah  Wildam  yang kini sudah tua renta  dan  tidak berdaya. Sambil terseok-seok, ia  berjalan manuju  tempat  berdirinya pohon  yang  banyak  berkorban  untuknya  itu.

“ Maaf, aku  tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan kepadamu. Aku  sudah memberikan  buahku untuk kamu jual, dahanku  untuk kamu buat rumah , batangku untuk kamu buat perahu. Aku hanya ada tunggul  dengan akar  yang hamper mati . . . “ ucap Pohon apel itu dengan nada pilu. “ Aku tidak lagi menginginkan apelmu  untuk memakannya  karena  aku  sudah tidak bergigi lagi, aku sudah tidak perlu dahanmu  lagi karena aku  sudah tidak kuat lagi untuk  memotongnya, dan aku juga tidak lagi butuh batang pohonmu  karena aku sudah tidak kuat  lagi untuk berlayar, aku merasa lelah dan istirahat ,”jawab Wildam sambil terbatuk-batuk. “ Jika begitu istirahatlah diperaduanku,” ucap Pohon apel itu dengan nada lirih.

Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT.

Lalu Wildam duduk beristirahat di peraduan pohon apel itu . Keduanyapun saling melepas tangisan , Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT. Wildam baru menyadari  begitu  besarnya  pengorbanan  pohon  apel  itu kepadanya, namun ia bagaikan orang yang tak tau di untung. Sebenarnya, pohon  apel yang dimaksudkan dalam cerita ini adalah kedua  orang  tua  kita. Bila kita masih muda, kita suka  bermain  bermain dengan  mereka, ketika  kita meningkat  remaja  kita perlukan  bantuan mereka  untuk meneruskan hidup. Lalu kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali  meminta  pertolongan apa bila kita di dalam kesusahan. Namun  begitu, mereka  tetap  menolong  kita  dan melakukan  apa  saja  asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Jika kita simak kisah tersebut, mungkin  kita  akan mengatakan  betapa  kejamnya  Wildam terhadap pohon apel  itu, menghampirinya jika dalam kesusahan, lalu meninggalkannya ketika kesusahan itu  pergi. Begitulah potret  seorang  anak  saat  ini  terhadap orang  tuanya. Sejarah  telah mencatat dengan  tinta  emas  bahwa  berapa  banyak  orang  yang  mendurhakai  orang  tuanya telah mendapat  murka  dari  Allah. Karena  orang  tua  adalah  keramat  yang  berjalan, jika ingin mulia hidupnya  maka  banyak-banyaklah  berbakti  kepada  orang  tua. Masih  ada waktu  bagi kita untuk memperbaiki  dosa kita kepada  kedua orang tua.

Wallahu A’lam

“ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada  dua  orang  Ibu-Bapaknya ; Ibunya  telah mengandungnya  dalam  keadaan lemah  yang bertambah-tambah, dan menyapihnya  dalam dua tahun. Bersyukurlah Kepada-Ku  dan  kepada  dua  orang  Ibu-Bapakmu , hanya  Kepada-kulah  kembalimu” ( Q.S.Luqman/31:14)

Sumber: Hikayah ( Ltf , Dinukil dari beberapa kitab klasik )

July 27, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.