rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Usia akhir Zaman

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on ...

Muslim Nebi Musa (ou Nabi Moussa) holiday, on april 1920. During this holiday began an important arab nationalist riot (4-7 april 1920) against the jews in Jerusalem. The riot was directed against the zionist and english project of a jew homeland in palestine. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 4

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MENURUT PENDAPAT IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI:

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara sholat Ashor hingga terbenamnya matahari.

Jarak waktu

Hadits diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhori. Dan menurut penafsiran Ibni Rajab,” umat-umat yang telah berlalu’’ itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (Nasrani) karena ada hadits sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat Yahudi, Nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

 Bani Israel

Kemudian beliau menafsirkan hadits Bukhori lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israel (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu sholat Zuhur hingga sholat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah sholat ashor hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

  • Masa umat-umat Adam hingga Musa= satu malam penuh=3000 tahun
  • Masa umat-umat (Yahudi-Nasrani-Islam)=satu siang penuh3000tahun
  • Umur Yahudi= setengah hari dari siang tersebut= ½dari 300= 1500 tahun
  • Umur Nasrani=  Mengikuti hadits Muslim dari Salman al Farisi yaitu= 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500-600= 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadits dari Saad bin Abu waqash riwayat Abu dawud, Ahmad (yang ada di halaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu rajab adalah 900+500= 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebutkan barapa tahun tambahannya. Perhitungan ini sama dengan methode yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

Sumber: Mutiara

January 13, 2013 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Efek Riba Dan Akibatnya

ALLAH

ALLAH (Photo credit: Acizane)

BAB. 7

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Dinar dan dirham

Uang yang disebut dalam Al-Qur’an hanyalah dinar dan dirham, yaitu emas dan perak yang aman nilai uang itu sendiri ada pada uang itu sendiri. Ini menjamin akan stabilitas uang itu sendiri. dan kita umat Islam telah meninggalkan apa yang telah ditunjukkan oleh Allah ini. Sistem keuangan kita saat ini adalah ciptaan barat sesuai konsep uang kertas barat yang mana sebenarnya tidak memiliki nilai tersimpan di dalamnya.

Sistem keuangan modern ciptaan barat menggunakan unag kertas ini sebenarnya adalah satu bentuk Riba halus yang tersembunyi dan tidak bisa dilihat baik oleh kebanyakan pemimpin apalagi rakyat, ia sudah menjadi suatu norma kehidupan untuk semua golongan manusia, bak sabda Nabi diceritakan oleh Abu Hurairah: Nabi saw bersabda : Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barang siapa yang tidak memakannya maka ia kan terkena debunya. (Sunan Abu Dawud)

Dan jika setiap hari kita menggunakan sistem yang berlandaskan riba ini, maka ketahuilah adanya peperangan dari Allah SWT dan Rasul terhadap kita semua, akan tetapi peringatan-peringatan ini tidak lagi berpengaruh apa-apa terhadap hati kebanyakan umat Islam sekarang ini, hanya yang mendapat “Nur” dari Allah dan yang berusaha mencari ilmu-ilmu untuk membuka pikiran, dengan tangisan maupun di hati akan berusaha sekuat tenaga lari dari riba walau apapun harga yang harus di bayar.

Dapatkah kita mengambil pahala orang lain

Katalah tiba suatu masa Allah mem “fisik” kan pahala yang mana pahala bisa terlihat dan wujud nyata. dapatkah kita mengambil pahala orang lain? dapatkah kita mengambil hasil usaha orang lain? Inilah diantara rahasia dibalik larangan riba karena jika kita mengambil uang orang lain dengan cara yang tidak adil, itu adalah penindasan dan uang (pahala melakukan sesuatu) itu bukan milik kita. Pengasihnya Allah itu melarang kita mengambil riba karena kita akan menderita karenanya dan adilnya Allah itu akan mengembalikan uang itu kembali ke yang berhak.

Jika kita memberi pinjaman atau menyimpan uang dalam bank, keuntungan yang kita terima itu sebenarnya adalah pahala orang lain yang kita ambil, umpama lintah menghisab darah manusia. Uang datang dari usaha, dan usaha adalah energi, maka uang itu adalah energi dan energi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, karena maha adilnya Allah itu maka uang (energi) yang dapat secara haram itu akan mengalir keluar  dari diri kita namun tidak selalu dalam bentuk uang itu sendiri, mungkin dalam bentuk lain seperti kesehatan, masalah keluarga, dll.

Larangan riba dari Allah itu untuk kebaikan menusia itu sendiri. dengan hidup yang diperangi oleh Allah setiap hari (akibat hidup dengan riba), tidak heran mengapa hidup kita semakin hari semakin tersiksa, mungkin untuk individu tidak terasa akan tetapi dari segi masyarakat, koran harian sudah jelas menceritakan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat manusia.

Mungkin kita bisa menghindari dari energi (uang) itu untuk lari dari kita saat hidup, akan tetapi ketika mati, energi negatif inilah yang akan menjad siksaan dikubur maupun di neraka. Allah itu maha adil

Sumber: Mutiara

December 24, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menindas Atau Menindas

English: The Bank of England offices in Leeds.

English: The Bank of England offices in Leeds. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 6

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sistem riba didikan barat

Hanya setelah 1100 tahun kedatangan Islam barulah ada “makhluk” yang disebut bank, dan siapa yang mengasaskannya? Tidak lain adalah Yuhudi yang mengontrol ekonomi Inggris dengan pendirian Bank of England pada abad ke 17. Dan dunia Islam telah lama hidup dengan sistem riba didikan barat ini hanya memoles proses pinjaman dengan syarat, nama, akad dan sebagainya sedangkan prinsip dibaliknya adalah sama.

Barat menaklukkan hampir seluruh negara di dunia ini dan meninggalkan dua virus pemusnahan manusia yang utama yaitu pemerintah sekuler-sekuler adalah pemerintah yang meniadakan hukum Allah, apa yang diharamkan oleh Allah dihalalkan misalnya riba, judi, zina dan arak.

Virus

Virus kedua adalah sistem keuangan berbasis riba. Dan apa bila virus ini sudah menyelip ke dalam pembuluh darah masyarakat maka mereka hanya perlu instruksi jarak jauh “remote control” saja untuk mengontrol suatu negara itu, lihatlah hutang luar negeri yang tak habis-habis dibayar dan sudah semestinyalah beserta dengan ribanya sekaligus.

Bank tidak seharusnya diwujudkan sebagai bisnis karena uang bukanlah sesuatu yang seharusnya diperdagangkan lebih-lebih lagi apabila nilai uang itu tidak berada dalam uang itu sendiri. Nilai uang kita berada dalam genggaman mereka yang mengendalikannya yaitu Yahudi laknatullah dan sedihnya berapa banyak pemimpin kita yang sadar akan kondisi ini. Berapa berapa ulama yang bisa “melihat” kemungkaran,Kedzaliman dan penindasan yang terjadi dibalik sistem yang konon islam itu.

Diharamkan

Jika bisa merantau dan pergi kenegara-negara miskin akan terdetik di hati mengapa dunia jadi begini. Jawaban yang sebenarnya adalah sistem riba itu sendiri yang telah menaklukkan seluruh dunia akan memberi kuasa kepada pihak tertentu untuk mengontrol dunia dari segenap aspek kehidupan termasuk sampai ketahap memastikan siapa pemimpin yang dipilih dalam pemilihan suatu Negara yang sedang krisis untuk memastikan keuntungan perusahaan mereka. Perbudakan fisik telah lama terjadi akan tetapi perbudakan keuangan sedang memuncak dengan hebatnya dan sistem perbankan inilah mekanisnya.

Betulkah halal apa yang diceneng-cenengkan oleh perbankan Islam, marilah bersama merenung kembali tujuan sebenarnya perbankan itu sendiri, apakah untuk membantu umat Islam atau mengambil kesempatan atas kebodohan umat Islam itu sendiri.

Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah bdalam pandangan Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keredaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Qs. Ar Rum : 39)

Sumber: Mutiara

December 22, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kurindukan Belai kasihmu Ibu

Kakna and Haikal

Kakna and Haikal (Photo credit: wajakemek | rashdanothman)

Bissmillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Tak pernah terbayangkan dalam benak Aisha kalau diriny akan menjadi anak yatim piyatu. Hidup terlunta tanpa orang tua terkasih  yang bisa melindungi saat kedinginan mendera. Ataupun menaungi saat terik matahari menerkam. Namun itulah garis hidup yang harus dijalani gadis cilik berusia 4 tahun ini, bersama sang kakak, Haikal (6tahun ), keduanya harus bertarung melawan ganasnya sirkuit kehidupan yang tak pernah kenal kompromi.

Suasana yang sunyi

Malam belum lagi sempurna, namun udara dingin mulai menyelimuti. Rinai hujan Yang turun sejak usai bedug magrib berkumandang, tak kujung berbaik hati. Sesuai melaksanakan sholat tarawih, sebagian besar warga memilih berdiam diri dirumah. Alhasil , Suasana yang sunyi  itu kian terasa senyap. Di kejauhan hanya terdengar suara jangkrik Yang riang menyanyi.

Di tengah gulita itu, tampak dua sosok ringkih berjalan tertatih. Diselingi ereng kesakitan, kedua sosok itu terus berjalan sampai kemudian berhenti di sebuah ronda. ” Dik,,,malam ini kita tidur di pos ronda ini ya ,”ucap Haikal, sang kakak. Gadis cilik Yang dipangil adik itu hanya mengangguk . Haikal dan adiknya segera membaringkan tubuh mereka yang nampak kurus kering ,tanpa selimut dan bahkan tanpa alas. Mereka hanya mengenakan hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek yang sejak berhari-hari tak pernah diganti. Semilir angin Yang berhembus, menerpa tubuh keduanya hingga membuat mereka menggigil kedinginan. Tubuh Haikal tampak menggigil hebat. Gemeletak giginya jelas menampakkan kalau hawa dingin telah menembus kulit dan menusuk hingga tulang sum sumnya. Sementara Aisha terlihat menangkupkan kedua tangannya ketubuh, meski ia masih terlihat tertidur pulas dalam dekapan sang kakak.

Dengan tubuh gemetar

Dengan tubuh gemetar, Haikal memandang wajah adiknya. Paras yang sebenarnya cantik itu terlihat sangat pias, nyaris tak terurus. Pipinya yang tadinya gembul, sekarang nampak cekung. Tak ada senyum di wajah gadis belia itu. Wajah itu begitu dingin, seolah mengambarkan betapa hebat penderitaan yang dialaminya. Haikal tak mampu menahan kesedihannya. Tanpa terasa, bulir bening di ujung kelopak matanya menitik, jatuh tepat di wajah sang adik.

Tiba-tiba Aisha terbangun dan merintih kesakitan. “Kak, perutnya sakit,,,” erang sang adik yang mau tidak mau membuat Haikal jadi kebingungan. Ia pun sangat lapar dan kedinginan  Memang sejak beberapa hari, keduanya belum mengisi perut seperti halnya umat Islam lain, mereka juga berpuas Ramadhan. Rupanya, ajaran orang tua mereka sangat membekas dalam kesehariaan  maka tak mengherankan, kalau dalam usia belia tersebu, Haikal telah mampu berpuasa hingga bedug magrib. Akan halnya Aisha, ia pun terpaksa menahan lapar lantaran tak ada makanan yang bisa mengganjal perutnya. Untuk bebuka atau sahur, mereka biasanya mencari masjid yang menyediakan panganan untuk berbuka. Sebab, mereka tak punya uang sepersenpun walau hanya untuk membeli sepotong roti.

“Tidur aja, Dik,,Nanti menjelang sahur, kakak akan mencari makanan,” ucap Haikal berusaha tersenyum menghibur adiknya walau suaranya semakin parau karena kedingina . Tapi perut Aisha sakit sekali, kak. Aisha gak bisa tidur,”

“Iya kakak tau, kakak janji, besok pagi kita beli makanan. Sekarang Aisha tidur dulu ya,”batin Haikal sangat sesak. Tak tega rasanya ia harus membohongi adik yang sangat di citainya itu. Bukan hanya kali ini saja ia membohongi Aisha akan membelikan makanan untuknya, tapi ucapan itu dilontarkan, sekedar menghibur untuk sang adik.

Sejak dua hari yang lalau

Aisha hanya diam. Ia berusaha memejamkan matanya. Tapi Haikal sangat jelas merasakan kalau sang adik sedang terisak di pelukanny. Haikal tau , kalau adiknya pasti sangat lapar, sama seperti dirinya. Ia pun tidak tau sampai kapan mereka akan tetap bertahan, kalau keadaanya seperti ini terus. Sejak dua hari yang lalau , keduanya terpaksa diusir dari rumah petak Yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama Ibu mereka. Mereka berjalan dan terus berjalan tanpa tujuan. Menjelang malam sampai di pos ronda yang sekarang menaungi tubuh rapuh mereka  Sang kakak tidak merasa yakin kalau mereka bisa melewati malam yang begitu dingin itu . Mereka tidak berani meminta tolong penduduk sekitar. Mereka terlalau kecil dan terlalu takut untuk meminta tolong. Karena mereka tau, mereka hanya akan di pandang sebelah mata, dianggap pengemis yang hanya pura-pura mengemis untuk membiayai orang tua mereka Yang pengangguran .

Di tengah rintikan halus hujan malam yang dingin itu, Dua orang kakak adik itupun tertidur dengan perut Yang sangat lapar dan Tubuh Yang lemah, hanya berselimutkan tubuh satu sama lain Yang saling berpelukan. Menjelang shubuh, saat Aish ,terbangun, ia menemukan kakaknya sedang merintih kesakitan sambil memgangi perutnya. Sang adik yang massih kecil itu pun panik dan hanya bisa menangis. Tangisannya itulah Yang kemudian mengundang perhatian penduduk sekitar yang hendak menunaikan sholat shubuh di masjid. semua orang berdatangan untuk melihat siapag Yang menangis sepagi itu. Beberapa orang langsung menghampiri Dua Tubuh kurus itu lalu memeriksa keadaan mereka .

baju mereka basah kuyup dan Tubuh Haikal sangat panas. beberapa orang mengambilkan pakaian untuk mereka, Beberapa orang lagi memberikan makanan dan ada seorang ibu yang dengan baik hati mau mengolesi perut sang kakak dengan minyak angin karena mengeluh perutnya sangat sakit . Seorang ibu mencoba menenangkan Aisha. Setelah tangisny mereda, ia pun dibawa oleh ibu itu kerumahnya.Sementara sang kakak Yang merinyih kesakitan. langsung di larikan ke rumah sakit untuk di periksa dokter.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah

Hari itu adalah hari terakhir dua anak manusia itu bertemu. Bersua dalam derita yang tak terbayangkan. Kaarena setelahnya, mereka tdak pernah ketemu lagi. Untuk selama-lamanya. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, Ramadhan Yang untuk pertama kalinya mereka lalui tanpa belai hangat orang tua, Haikal meninggalkan Aisha selama-lamanya. Haikal meninggal Di rumah sakit karena penyakit angin duduknya sudah sangat parah , akibat kehujanan semalaman ditambah dengan perutnya Yang kosong. Sang adik, meski kehujanan dan kelapara , lebih berkurang karena bisa selamat

Namun bagi Aisha hidup ini terlalau bera. Beban itu kini harus ditanggung seorang diri . Setelah orang tuanya meninggal, Kini sang kakak yang selama ini menemani dan melindunginya pun, menghadap Illahi . Aisha hanya bisa menangis . ia tak tau kemana lagi ia akan melangkahkan kaki ringkihnya. Ya Allah,,,Anak tak berdosa Yang seharusnya bisa menjalani masa kanak-kanaknya itu dengan riang, kini harus hidup seorang diri. Penderitaan yang dialami Aisha, membetot nurani seorang ustadz yang kebetulan memiliki pesantren yatim. Batinya meronta dan menjerit.

Yaa Robb,,hamba tak bisa membiarkannya hidup sendirian. Hamba akan merawatnya bersama anak-anak hamba Yang lain. Hamba akan mencurahkanrasa sayang ini. Sama seperti anak-anak Yang lainnya. Hamba akan serahkanan sekeping hati ini untuk anak itu.

Ustadz kemudian membawa Aisha kepesantren . ia tak ingi Aisha terlunta sendirian di jalan dan nantinya menjadi mangsa dari kerasnya hidup di jalanan . Biarlah a menikmati masa kecilnya , sama seperti anak kecil lain ., meski ia harus tinggal di pesantren , terutama AAisha atas kehilangan orang-orang yang di cintainya . perlahan akan hilang dengan sendirinya .

Bukankah di pesantren , ia tak sendiri ? Bukankah di pesantren ada anak anak yang jugamengalami nasib serupa ? Semoga saja, ia bisa cepat melupakannya beban kesedihannya . Malam itu , usai pemakaman Haikal ., ustadz berusaha berkomunikasi dengan aisha . beliau ingin tau , bagaimana ia dan kakaknya bisa hidup terlunta-lunta di jalan tanpa orang tua . Dengan wajah sendu , bibir mungil Aisha mulai bercerita .

setahun yang lalau , ayah mereka , marwan dipanggil menghadap Illahi . penyakit kanker yang telah menggerogotinya selama bertahun-tahun tak mampu dilawannya  . meski telah berobat kesana kemari dan menghabiskan uang puluhan juta  , penyakit yang  menderanya tak kunjung sebuh . dan akhirnya , Allah memanggil dirinya . kepergian marwan , meninggalkan duka yang sangaat dalam bagi keluarganya . Sari , istri marwan sangat terpukul atas kepergian suami tercinta . Maklum saja , ia hanyalah ibu rumah tangga denga dua orang anak yang masih kecil . Bagaimana ia harus menghidupi diri dan kedua anaknya kelak , sementara harta peninggalan suami hanya tersisa rumah tak sebarapa besar yang kini mereka tempati .

Untik melanjutkan kehidupan , Sari melakuka kerja apapun , yang penting halal . Bahkan menjadi kuli cuci baju tetangganya pun dilakoni tanpa rasa lelah . semuanya dilakukan demi kedua anak cercinta , haikal dan Aisha . Namun tekanan hidup tak hanya  sampai disitu . rumah satu-satunya tempat mereka berlindung dari terpaan hujan dan terik matahari , di rebut paksa oleh adik suaminya . Alasannya , marwan pernah berhutang kepada sang adik dan belun di bayar . maka untuk membayarnya , rumah itu pun direbut . sari tak bisa berbuat apa-apa . Untuk melawan , ia tak punya daya , meski sebenarnya ia tak tau , apakah benar suaminya berhutang kepada sang adik , ataukah itu hanya rekayasa untuk mengambil rumah mereka . Sari memilih mengalah , ia pun terpaksa angkat kaki dari rumah tersebut dan mengontrak di sebuah rumah petak .

Life must go on . Hidup harus terus berlanjut  . Meski beragam persoalan mampir dalam kehidupannya , Sari tak putus asa . Ia tetap berbaik sangka kepada Allah atas beragam ujian bagi keluarganya . Tapi sari tetaplah manusia bisa yang juga punya rasa . Tekanan dan beban yang kian menghimpit itu , betul-betul menghancurkan pertahanan dirinya . Sari pun jatuh sakit tanpa sekalipun memperoleh perawatan dokter . Dan,,,bisa ditebak , sari meninggalkan dunia fana ini . Meninggalkan buah hati yang masih kecil-kecil tampa membekali mereka dengan kemampuan untuk menghidupi diri sendiri .

Sepeninggalan , kehidupan Haikal dan Aisha makin tak karuan . Sampai akhirnya mereka terlunta-lunta dijalanan tanpa sedikitpun uang dan pakaian . Mereka di usir dari rumah kontrakan yang tadinya mereka tempati bersama ibu mereka . Anak kecil mana bisa bayar uang konrtakan begitu alasan sang pemilik rumah itu , Baru beberapa hari hidup di jalan , Haikal pun tak kuasa menahan beban derita . Dan alur cerita Aisha belum berhenti . Sepeninggalan ayah , ibu dan kakaknya , kini Aisha menjalani drama kehidupannya di pesantren yatim bersama teman-teman sebaya yang juga nyaris mengalami hal serupa . Namun kini Aisha bisa tersenyum . Ia tak lagi sendiri . Ada banyak kakak dan adik yang bisa menemani saat suka maupun duka . Dan yang lebih terpenting , ada Ayah dan Bunda yang dengan tulus dan sepenuh hatimenyayanginya .

kini dalam setiap do’anya , Aisha hanya mampu berucap lirih . “Bunda,,,Aisha rindu belai kasih bunda ,

Sumber : Irsyad ” Pondok Pesantren Man Ana ”

August 10, 2012 Posted by | Story | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ihsan

Allah by Maaida Noor

Allah by Maaida Noor (Photo credit: Wikipedia)

Ihsan adalah bahwa engkau menyembah Allah , seakan-akan engkau melihatnya . Apabila engkau tidak meihatnya_Nya . maka sesungguhnya  Dia melihatmu.

Ihsan bagi seorang muslim yang belum mengetahuinya , mungkin ibarat peti tua di gudang berisikan apa yang didevinisikan orang sebagai dokrin agama yang sudah basi , usang , dan tidak compatible (selaras ) dengan zaman . sejatinya tidak begitu , Ihsan dapat bermakna sebuah metamorfose hidup . Cungkring sebut saja begitu Seorang pekerja kelas biasa dengan sekebun obsesi ini sudah membuktikan . Sebelum ia memahami benar makna ihsan ., ia mengaku lumayan gemang . Pasalnya , ia sudah membangun komitmen untuk menikah dalam dekat . Kedua pihak sepakat untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing . belakangan komitmen yang telah dibangun mengalami pemuaian secara ganas . pasangannya , mulai bertingkah dan menetapkan standarisasi materi yang takmungkin ia penuhi .

Cungkring ingin pergi tapi terikat komitmen . Cungkring sangat tau bahwa komitmen adalah harga mati . Ibarat baju komitmen adalah bandrol , sebentuk kesepakatan harga bersama tentang sebuah nilai . Semakin mahal baju semakin tidak bisa ditawar . Sebaliknya sehela baju murah akan sangat terbuka seluas-luasnya terhadap proses   tawar menawar . Tak peduli sekalipun kelak harganya terpelanting jauh dari nilai asal . Begitipun komitmen , bagi Cungkring ia adalah sebuah bandrol diri . Ia lebih tinggi dari dirinya sendiri . tak terbeli apapun ; baik  oleh impian sempit kita maupun dunia dan isinya . bahwa kemuliaan seseorang itu dinilai seberapaa keras ia menjaga segala komitmen yang ia bangun .

Walau Cungkring tau calonnya sudah menciderai komitmen bersama , belum ada niat Cungkring untuk minggat . Cungkring coba membenahi diri segala sesuatu . Ia juga menjelaskan standarisasi materi dan segala tetekbengeknya itu hanya persoalan waktu. Terkait erat dengan intensitas do’a , kesabaran dan kerja keras bersama . Tapi , sang calon ingin ingin yang serba instan . Cungkring coba mengimbangi keinginan calonnya . Kemudian ia merasa betapa telah terbungkuk-bungkuk harus mengejar “setora ‘ dari harga sebuah komitmen yang telah cidera . Puncak dari semua itu , Cungkring tawakal , sebab ia merasa sudah berdo’a secara keras , bekerja dengan cerdas dan beribadah secara ikhlas , “Tapi kalau belum rizkinyz mau bagaimana lagi .

Pada tahap ini Cungkring berlaku Ihsan . Dalam arti ia berusaha menyempurnakan pekerjaan danga  ikhlas dalam beribadah atau mengamalkan iman dan islam . Karena definisi ibadah yang sesungguhnya adalah aktifitas yang melingkupi segala yang disukai dan diridhai Allah . Sedang ihsan itu sendiri , menurut Ensiklopedi Islam Indonesia adalah kata kerja dari bahasa Arab berartiberbuat baik atau memperbuat kebaikan .

dalam Al-Mufradat Ragib Al-Asfahani menambahkan bahwa ihsan mencakup dua makna  ; pertama , memberikan kenikmatan atau kebahagiaan kepada orang lain ; kedua , mengetahui dengan terang tentang suatu pengetahuan dan mengejarkan dengan baik terhadap suatu pekerjaan . kata Ihsan sekurangnya 8 kali tecatat dalam Al-qur’an ( Al-Baqarah;83 , 178, 229 ,  at-Tubah;101 , an-Nisa ; 61 , al-ahqof ; 15 , ar-rahman ; 60 , dan an-Nahl;90 ) Ihsan secara khusus kerap disinonomkan dengan akhlak , etika atau budi pekerti yang baik menurut islam . Selain itu kata ini terkadang diartikandengan kesempurnaan diri . Ihsan juga merupakan trilogi atau soko guru ketiga bagi agama , setelah iman dan islam . karena bukanlah seorang pemeluk agama yang benar jika hanya menanam kepercayaan dalam hati ( iman ), tapi kepercayaan itu harus disertai amal perbuatan yang nyata ( Islam ) , dan amal perbuatan itu belum tentu cukup sempurna jika tidak disertai dengan ketulusan , keikhlasan  , dan kesempurnaan untuk berbuat baik menurut petunjuk Allah ( Ihsan )

Secara ringkas tapi sangat luas

Nabi mendefinisikan , ” Ihsan adalah bahwa engkau menyembah Allah , seakan-seakan engkau melihat-Nya . Apabila engkau tidak melihat-Nya . Maka sesungguhnya Dia melihat mu.” Inilah konsep hidup yang harus dijunjung tinggi . Seeseorang mukmin akan tekun bekerja bila diawasi bosnya dari dekat . Mungkin juga seseorang akan coba khusu beribadah bila didekatnya ada calon martua atau bagi orang-orang yang disegannyai . tapi bagaimana bila bos , calon mertua atau orang yang di seganai tak lagi mengawasi ?? maka , tak anaeh jika Indonesia top dengan korupsi . Kejahatan selalu saja ada di halaman satu . Jumlah orang yanag melakukan sek bebas mencapai 10 juta , aborsi 3 juta kasus pertahun . belum lagu narkoba yang sudah menjangkau kampung -kampung dengan konsumen yang variatif mulai dari usia 8 tahun sampai 72 tahun dan terus membengkak secara singnifikan . Akar dari segala permasalahan ini Sebenarnya sangat sederhana , banyak manusia terserimpung dalam pseudo ihsan , sebuah kesadran akan pemahaman ihsan yang semu . kita bersikap seolah-olah kenyamanan dan kemewahaan merupakan tujuan utama hidup , padahal yang kita perlukan untuk berbahagia sebenarnya ialKingsley dalam kata bijak hari ini .

Dan bagi Cungkring , Allah adalah seribu satu hal yang membangkitkan ssemangat hidupnya untuk selalau menjadi Ihsan , karena itu ia tak takut apapun termasuk jika komitmen pernikahannya harus dibekukan . yang tertaman kuat-kuat dibenaknya hanyalah menyempurnakan segala yang mampu dilakukan dengan lebih sempurna , lebih bergairah dan lebih bermakna . Cungkring semakin berdo’a dengan keras , bekerja dengan cerdas dan beribadah secara ikhlas . Cungkring sadar bahwa Allah tidak buta , Allah tidak salah mengirimkan rahmat-Nya . ini pernah bagian dari metamorfose  . Ini adalah bagian dari cahaya !

Ternyata 22 tahun kemudian Cungkring hidup bahagia denga istri dan anak-anaknya dalam bingkai iman . islam an ihsan , sementara calonnya yang dulu juga mendapatkan limpahan materi yang ia impikan beserta 5 anak dari 3 bapak yang berbeda setelahkawin cerai . Kini ia sendiri tanpa suami saleh yang mampu merapikan langkah dan dan membasuh keletihannya mengasuh serta mendidik 5 anak-anaknya . Ia sadar Cungkring benar dan coba kembali pada allah . Dalam tangis panjang di atas sajdah yang basah air mata ia mengajak kita berkaca , ”Mengapa harus menunggu 22 tahun untuk menerapkan iman , islam dan ihsan kalau kita mampu melakukannya hari ini ??

Sumber:Hikayah

August 9, 2012 Posted by | Hikayah | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Air Mata Ibu

the prunus

the prunus (Photo credit: Michiel Thomas)

Bismillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Sedikitpun tidak pernah terbayangkan dalam benakku kalau aku akan memiliki seorang ibu yang cacat dan tak sempurna secara fisik . Yah,,Siapa sih anak yang bersedia menerima kondisi tersebut . Kuyakin tak seorangpun menerimanya ,begitu pula diriku , Namun kenyataan pahit ini harus kuterima . Ibuku hanya memiliki sebelah mata . Aku benci,,aku benci keadaan ini . Kalau boleh , aku akan memilih untuk tidak dilahirkan dari rahim seorang wanita yang cacat .

Beliau memang kerap menasehatiku , kalau keadaan ini adalah suratan takdir yang harus dijalani dengan ikhlas . pffffuuuuaaaahhh,,takdir . Aku benci takdir . takdir apa yang menentukan kalau hidup seseorang harus menderita ?/Tuhankah yang mementukan ini ?/ kalau memang begitu , sungguh jahat Tuhan . Sudah capek-capek menciptakan manusia , tapi ditentukan hidup dalam kesengsaraan . Tidakkah itu kesia-siaan  belaka ?/ Apakah dengan hidup sengsara lantas Tuhan senang ?/

Naif,,,aku fikir itu bukanlah takdir tuhan . Tapi kekezhaliman yang dilakukan manusia terhadap manusia lain . Ya , ini semua kerena laki-laki yang menikahi ibuku . Kepergiannya yang tanpa kabardari rumah , telah meninggalkan penderitaan berkepanjngan di rumah kami . laki-laki yang tak bermoral dan tak bertanggung jawab . kalau memang dia tidak pernah siap menanggung hidup anak dan istrinya , lalu buat apa dia menikah kalau meninggalkan kesengsaraan .

Dan ini akibat yang harus kutanggung . Hidup serba kekurangan di rumah gubuk yang lebih pantas disebut sebagai kandang kambing bersama seorang ibu yang sebelah matanya buta . Oh Tuhan,,,kehidupan macam apa ini .

Sebagai gadis remaja , aku juga ingi hidup normal seperti temen-temen yang lain . Bisa memiliki pakaian yang bagus , aksesoris lux , atau benda=benda modern lain . Tapi bagiku itu hanya mimpi . kehidupan yang tak memugnkinkan aku menikmati semua khayalan  tersebut . ibu yang hanya penjual sayur , tak mungkin bisa membilikan barang -barang bagus yang hanya dimiliki orang-orang kaya . Sedang untuk makan sehari-haripun , kami serba kekurangan .

Soal kekurangan , mungkin aku masih bisa makan . Toh hampir setiap warga di kampungku juga hidup dalam kondisi serupa . satu hal yang sama sekali tak bisa aku terima , kondisi ibuku yang leknan ( alias hanya bisa melek yang sebelah kanan ) . Ini benar-benar menjtuhkan harga diriku sebagai kembang desa . Aku ingat , sejak kecil teman=temanku selalu menghina dan mengatakan kalau ibuku seperti Si Buta dari Gua Hantu . Dihina seperti itu , aku tak bisa buat apa-apa . Paling hanya bisa menangis dan mengadu pada ibu .

“Kenapa kamu menangis nduk?/ tanyanya lembut . Dengan setengah membentak , aku menjawab ,” aku malu punya ibu yang buta ,” Aku tak tau bagaimana perasaan ibu saat itu . yang aku tau dia hanya diam dan coba trtap tersenyum , meski terlihat matanya mulai memerah menahan tangis . Itu dulu , saat aku masih bocah dan belum tau akan arti hidup . tapi sekarang, usiaku sudah 18 tahun . Aku telah menyelesaikan SMU dan tumbuh menjadi gadis cerdas . Jadi untuk apa aku mengenag masa lalu  yang suram dan pahit serta hanya menyisakan luka . Aku ingin mengubur dalam -dalam luka tersebut . Maka aku putuskan pergi ke  Jakarta untuk mengubah nasib . Ya,,, aku harus sukses Aku harus jadi orang terpandang yang setiap orang bertemu akan menundukkan kepala sebagai tanda hormat .Awalnya , ibu tak mengizinkan aku pergi ke Jakarta , nduk apa kamu ndah kasihan sama ibu ?/ibu sudah tua . Apa kamu tega meninggal ibu seorang diri ?’
tapi tekatku sudah bulat . Tidak kupedulikan nasehat dan rujukan wanita yang sangat mencintaiku . Kehidupan di desa adalah kehidupan miskin yang tak bisa membawa kebahagiaan . Maka dengan diiringi isak tangis dan derai air mata ibu , kutinggalkan ia menuju kota harapan .

Bertahun-tahun tinggal di kota , impianku pun terwujud . Aku berhasil meraih semua anggan dan cita-citaku . Menjadi wanita karir dengan jabatan manejer di sebuah perusahaan multi nasional , mobil mewah yang setia mengantarku kemanapun , serta rumah megah yang sangat nyaman untuk menghabiskan saat-saat penat  . Singkatnya , aku telah menjelma menjadi sosok wanita terhormat . Sampai kemudian , aku memperoleh kabar dari seseorang kalau ibuku sakit  . Memang sejak aku meninggalkan rumah , aku tak pernah kirim kabar kepada ibu . Jujur , meski kadang aku benci dengan keadaan ibu yang buta , tapi sebagai anak , aku juga rindu sama ibu .

Pada hari yang telah aku tentukan , akupun berniat menjengguk ibu . Dengan ditemani mewahku , kususuri jalan-jalan pelosok yang sampai sekarang masih tetap juga tak berubah , Entah apa yang aku rasakan , sepanjang jalan hatiku was-was . Entah rindu atau takut , aku tak tahu . Yang jelas , hatiku sangat gelisah sampai akhirnya aku tiba disebuah gubuk di ujung desa . Masih kecil , rumah itu tetap terlihat rapi dan bersih . Tapi suasananya sepi . Entah dimana gerangan ibu . Kuketuk pintu rumah , tak ada jawaban . kubuka pelan-pelan dan kulangkahkan kaki ke dalam rumah . Hening,,,Tak ada suara sedikitpun . Kulongok kamar tidur , tak ada ibu . yang tertinggal hanya sebuah dipan beralaskan tikar pandan .

Setengah berteriak , kupanggil namanya ,. ” Ibu ,,,Ibu,,,Ibu,,,dimaana ?/ ini santi , bu .” Tak ada jawaban sama sekali . Setengah kesal , aku segera keluar . “Oooohh,,,ada tamu,” sapa seseorang . “Ibu saya ada, bu ?/ Ibu saya mana ?/ Saya santi .” tanyaku kepada seseorang tetangga yang kebetulan ada di depan rumah , orang yang kutanya terdiam . Namun wajahnya selalu memperhatikan aku , mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki , “Ini Santi anakny bu Warni? tanyanya . Iya saya Santi , ” jawabku . ibu saya man ?” ia tak menjawab dan mengajakku kerumahnya . Setelah itu , ia memberikan selembar kertas kusam yang aku tak tau isinya apa .

Surat ini diberikan Ibumu sebelum sebelum beliau meninggal seminggu yang lalu . Ia berpesan , agar surat ini diserahkan kepadamu . Sebab ia yakin , kalau kamu pastia akan pulang .”Kuterima suratini dengan perasaan tak menentu , dan mulai kubaca ; Untk santi , anakku yang tercinta ,,,Mungkin saat kamu membaca surat ini .  Ibu sudah tidak ada lagi .Ibu hanya ingin memberitau sedikit tentang sesuatu yang sebenarnya sudah ibu tutupi sudah sekian lama . ibu  sangat menyayangi kamu dari lahir . kamu dilahirkan dengan sangat sempurna dan cantik , sampai pada suatu hari ketika kamu masih kecil , matamu tersangkut kawat hingga terluka sebelah .

kemudian ibu pergi membawamu ke kota untuk berobat . Ternyata menurut dokter , karena matamu rusak dan kamu mengalami kebutaan . Ibu sanga bigung waktu itu , sampai akhirnya ibu memutuskan untuk menukar matamu yang buta dengan mata ibu yang masih normal sehingga kamu dapat melihat indahnya dunia dengan kedua bola mata ini . ibu rela kehilangan sebelah mata dan menjadi bahan cemoohan serta caci maki teman-temanku . Ibu rela nak,,,ibu rela air mata ini menetes untuk dirimu . Aku hanya tergugu tak bisa bersuara . Ibu,,,maafkan aku yang telah mendurhakaimu,,

Sumber : ” Pondok Pesantren Man Ana”

July 30, 2012 Posted by | Story | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

POHON APEL YANG SERING DI LUPAKAN

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

MUNGKIN kita pernah membaca tentang Nabi Sulaiman a.s. Dan seekor semut yang sangat taat. Suatu hari Baginda Nabi Sulaiman a.s. Sedang berjalan-jalan di sebuah tanah lapang. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil menganakat sebutir buah kurma. Ia terus mengamatinya, kemudian ia memanggil sisemut itu & bertanya “Wahai semut kecil, untuk apa kurma yang kau bawa itu ?

Baginda Sulaiman

“Ini  adalah kurma yang  Allah SWT  berikan sebagai makanan saya  selama  satu tahun,”Baginda Sulaiman kemudian mengambil sebuah botol , lalu berkata pada si semut , ” Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini , aku telah  membagi  dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya  padamu sebagai  makananmu  selama satu tahun . tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu.

Si semut pun mentaati  perintah  Nabi Sulaiman a.s. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman datang melihat  keadaan  semut kecil itu. Ia melihat kurma yang diberikan  kepada si semut itu tidak banyak berkurang. ” Wahai semut, mengapa  engkau tidak menghhabiskan kurmamu?” Tanya Baginda Sulaiman. ” Wahai Nabiyallah, aku  selama ini hanya  menghisap  airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang  memberikan kepadaku sebutir kurma  setiap tahunnya , akan tetapi  kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku  kurma lagi karena  engkau bukan  Allah Yang  Maha  Pemberi Rizki ( Ar-razak),” jawab si semut.

Baginda Sulaiman lalu mengeluarkan semut dari  botol itu dan membiarkan berkeliaran untuk mengais  rizki dari Allah. Di balik ucpan lepas  semut  tersebut, tersirat sebuah makna bahwahanya kepada Allah kita patut mengantungkan nasib, maka tidak pantas kita bergantung pada selain-Nya, meski  kepada  seorang hamba yang taat beribadah.

Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s

Dalam sebuah kitab, .Imam Al-Ghazali menceritakan bahwa pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. Sedang duduk di dalam  suraunya  sambil membaca kitab Zabur, tiba-tiba ia melihat seekor ulat merah derada di tengah-tengah debu. Lalu Nabi Daut a.s  berkata dalam hati, ” Untuk apa Allah menghadirkan ulat ini kepadaku ?” Maka, dengan izin Allah ulat itu berkata, ” wahai Nabiyaallah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku unyuk membaca’ Subhanallahu walhamdulillahi wala  illahaillallahu walllahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000x.

Setelah  berkata  demikian, ulat merah itu pun bertanya kepada Nabi Daud, ” Apakah kamu masih ingin mengatakan apa manfaatku  untuk mu?” Nabi Daud  terdiam sejenak, ia menyadari atas  kekhilafannya karena   Memandang remeh ulat  tsb , ia pun langsung bertaubat kepada Allah. Hikmah yang bisa petik adalah jangan sekali2 meremehkan terhadap sesama, bisa jadi orang yang kita remehkan kedudukanya  lebih  mulia dari kita. Dalam kesempatan ini kami akan mengangkat sebuah kisah tentang pengorbanan besar yang dilakukan oleh pohon apel kepada seorang anak laki2. Namun, anak laki-laki itu kerap melupakannya. Meski begitu, pohon apel itu  selalu menunjukkan wajah cerianya dan tak setitik pun keluhan di dadanya.

Pohon Apel

Dikisahkan, dahulu  kala berdiri sebuah Pohon Apel yang amat  besar, Disamping besar, pohon ini mempunyai  daun yang sangat rindang Dan buah-buahan yang  amat ramun. Nanpak seorang anak laki-laki bernama wildam tengah  asyik bermain-main di sekitar pohon ini setiap hari. Ia memanjat pohon tersebut, memetik  serta memakan apel sepuas-puas hatinya. Dan, tidak jarang ia tertidur lelap dibawahnya. Wildam begitu menyayangi  tempatnya  bermain. Begitu juga Pohon Apel itu, ia sangat senang  jika  tubuhnya  dijadikan  tempat  bermain anak laki-laki itu. sehari saja anak itu tidak bermain, hatinya sangat risau.

Seiring dengan berjalannya  waktu, wildam tumbuh menjadi remaja, ia tidak mau lagi menghhabiskan waktunya bermain di sekitar Pohon Apel itu. Ia juga tidak mau lagi bercengkrama dengan merebahkan tubuhnya di bawah Pohon itu. Namum, ia datang dengan wajah yang murung, ada sebuah masalah yang menyita  pikirannnya. ” Marilah bermain-main lagi di sekitarku seperti dulu!” ajak Pohon Apel itu.

“Tidak, aku bukan lagi anak -anak, aku tidak lagi gemar  bermain denganmu,” jawab  Wildam,” ” Aku ingi menikmati masa remaja ku. Tapi aku tak punya uang untuk meraihnya,” “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Jualah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kamu akan dapat meraih apa yang kamu inginkan,” ucap Pohon Apel itu.

Betapa gembiranya Wildam endengar ucpan pohon apel itu

Betapaa gembiranya Wildam mendengar ucpan pohon apel itu, ia pun langsung  memetik semua apel di  itu. Setelah  semua apel dipetiknya, ia lalu pergi kepasr dengan perasaan yang sangat puas tanpa menoleh kebelakang. Pohon apel itu turut merasa  Gembira menyaksikannya. Namun, sudah beberapa tahun setelah kejadiaan itu, Wildam tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Pohan apel yang kini sudah tidak berbuah lagi bbegitu risau memikirkannya. Maspun berlalu, Wildam kini bbbbberanjak menjadi dewasa. Kumis dan janggotnya Nampak tumbuh subur mmmelintani wajahnya, pita suaarapun sudah tak senyaring dulu. Suatu saat ia menghampiri Pohon apel itu lagi dengan raut wajah amat kusut.

“ Wahai Wildam, marilah bermain –main lagi disekitarku !”ajak Pohon apel itu menyambut  kehadiran  orang yang selama ini amat dirindukannya. Aku terpaksa  kerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membangun rumah untuk  bernaung keluargaku, Maukah kau menolongku ?” Tanya Wildam . Maafkan aku. Aku tidak mempunyai  rumah. Tetapi kamu boleh memotong  dahan-dahanku  yang besar ini untuk kamu jadikan sebagai tempat  tinggalmu,” ucap pohon itu.  Tanpa  piker panjan lagi, Wildam langsung memangkas  semua dahan Pohon apel itu. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, lalu ia pergi meninggalkan Pohon apel itu dengan perasaan GembiraPohon apel itupun turut gembir, tetapi  lagi-lagi ia merasa sedih  karena Wildam tidak lagi menghampirinya selepas itu. Tak sepatah pun ucpan terima kasih keluar dari mulut lelaki itu. Beberapa tahun berikutnya, di musim panas. Datanglah seorang lelaki menemui  Pohon apel itu. Lelaki yang tidak lain adalah Wildam kembali datang  ingin mengadukan sesuatu kepada Sesutu  kepada Pohon  yang begitu setia  menemaninya  sejak kecil.

“ Wahai  Wildam, marilah bermain –main lagi disekirku  seperti  dulu,” ucap Pohon apel itu merajuk . “Maafkan aku, tetapi aku bukan  lagi anak  lelaki bermain-main disekitarmu. Aku kini sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berlaya. Malangnya, aku tidak memiliki perahu. Sudikah kamu menolongku ??” Ucap lelaki itu. “ Aku tidak mempunyai perahu  untuk diberikan kepadamu. Tetapi kamu boleh memotong  batang   pohonku untuk dijadikan perahu.  Kemudian  Wildam  pergi  dari situ dengan perasaan puas  dan tidak kembali lagi selepas itu . Sipohon apel itu turut gembira , namun akhirnya kembali sedjh  karena  tak di tengok lagi . Suatu hari, seorang  lelaki yang makin dimamah usia dating menuju  Pohon apel  itu. Yah, dia adalah  Wildam  yang kini sudah tua renta  dan  tidak berdaya. Sambil terseok-seok, ia  berjalan manuju  tempat  berdirinya pohon  yang  banyak  berkorban  untuknya  itu.

“ Maaf, aku  tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan kepadamu. Aku  sudah memberikan  buahku untuk kamu jual, dahanku  untuk kamu buat rumah , batangku untuk kamu buat perahu. Aku hanya ada tunggul  dengan akar  yang hamper mati . . . “ ucap Pohon apel itu dengan nada pilu. “ Aku tidak lagi menginginkan apelmu  untuk memakannya  karena  aku  sudah tidak bergigi lagi, aku sudah tidak perlu dahanmu  lagi karena aku  sudah tidak kuat lagi untuk  memotongnya, dan aku juga tidak lagi butuh batang pohonmu  karena aku sudah tidak kuat  lagi untuk berlayar, aku merasa lelah dan istirahat ,”jawab Wildam sambil terbatuk-batuk. “ Jika begitu istirahatlah diperaduanku,” ucap Pohon apel itu dengan nada lirih.

Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT.

Lalu Wildam duduk beristirahat di peraduan pohon apel itu . Keduanyapun saling melepas tangisan , Mereka  bersyukur  karena  telah  dipersatukan kembali  oleh  Allah SWT. Wildam baru menyadari  begitu  besarnya  pengorbanan  pohon  apel  itu kepadanya, namun ia bagaikan orang yang tak tau di untung. Sebenarnya, pohon  apel yang dimaksudkan dalam cerita ini adalah kedua  orang  tua  kita. Bila kita masih muda, kita suka  bermain  bermain dengan  mereka, ketika  kita meningkat  remaja  kita perlukan  bantuan mereka  untuk meneruskan hidup. Lalu kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali  meminta  pertolongan apa bila kita di dalam kesusahan. Namun  begitu, mereka  tetap  menolong  kita  dan melakukan  apa  saja  asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Jika kita simak kisah tersebut, mungkin  kita  akan mengatakan  betapa  kejamnya  Wildam terhadap pohon apel  itu, menghampirinya jika dalam kesusahan, lalu meninggalkannya ketika kesusahan itu  pergi. Begitulah potret  seorang  anak  saat  ini  terhadap orang  tuanya. Sejarah  telah mencatat dengan  tinta  emas  bahwa  berapa  banyak  orang  yang  mendurhakai  orang  tuanya telah mendapat  murka  dari  Allah. Karena  orang  tua  adalah  keramat  yang  berjalan, jika ingin mulia hidupnya  maka  banyak-banyaklah  berbakti  kepada  orang  tua. Masih  ada waktu  bagi kita untuk memperbaiki  dosa kita kepada  kedua orang tua.

Wallahu A’lam

“ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada  dua  orang  Ibu-Bapaknya ; Ibunya  telah mengandungnya  dalam  keadaan lemah  yang bertambah-tambah, dan menyapihnya  dalam dua tahun. Bersyukurlah Kepada-Ku  dan  kepada  dua  orang  Ibu-Bapakmu , hanya  Kepada-kulah  kembalimu” ( Q.S.Luqman/31:14)

Sumber: Hikayah ( Ltf , Dinukil dari beberapa kitab klasik )

July 27, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.