rindusyurgaku

hidup akan lebih berarti bila dapat menjadi bagian orang lain

Pengertian Zuhud

Allah in Arabic

Allah in Arabic (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Suatu hari Abdullah bin Abbas RA memakai pakaian yang paling indah dan mahal harga 10.000 dirham. Beliau bermaksud mengadakan dialog dengan kaum Khawarij yang memberontak. Orang-orang Khawarij adalah golongan yang kuat beribadah tetapi menepikan ilmu dan tidak mau mempelajari Al-Qur’an, Fiqh dan Hadits. Mereka terkenal sebagai kaum yang degil, bersuku-suku dan membenci sesiapa saja yang tidak sefaham dengan mereka.

Orang-orang Khawarij

Abdullah bin Abbas RA mandi dan memakai wangian yang paling harum, menyikat rambutnya dengan mengenakan pakaian yang paling indah dan bersih. Beliau akan berhadapan dengan orang-orang degil yang memakai baju bertambal-tambal, muka yang berdebu dan kusut masai. Mereka berkata: ” Kamu adalah anak bapak saudara Rasulullah SAW. Mengapa kamu memakai pakaian seperti ini? Abdullah bin Abbas RA menjawab: “Apakah kalian lebih tau tentang Rasulullah SAW berbanding saya?” Mereka berkata:” Tentulah kamu yang lebih tau.” Abdullah berkata lagi: “Demi Allah yang jiwaku dalam gengaman-Nya, sesungguhnya Aku telah melihat Rasulullah SAW berpakaian dengan mengenakan perhiasan yang berwarna merah dan itu adalah sebaik-baik perhiasan.

Para sahabat

Aisyah RA pada suatu ketika melihat sekumpulan pemuda yang berjalan dalam keadaan sangat lemah, pucat dan kelihatan malas. Beliau bertanya: “Siapakah mereka itu? ” Para sahabat menjawab: “Mereka itu adalah kumpulan ahli ibadah.”kemudian Aisyah RA berkata:” demi A
llah yang tiada Tuhan selain-Nya. Sesungguhnya Umar bin al-khattab RA adalah orang yang lebih bertakwa dan takut kepada Allah SWT berbanding mereka itu. Kalau beliau berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tangkas. Apabila bercakap, beliau dalam keadaan berwibawa, jelas kedengaran percakapannya dan apabila beliau memukul, pukulannya terasa sakit.”

hal ini semua berlaku adalah akibat memahami ilmu secara kurang menyeluruh, memberatkan perkara ibadah yang sebenarnya mudah, sampai ketahap berlebih-lebihan dan menyusahkan diri. begitulah keadaan sebahagiaan umat Islam yang lupa kepada wasiat Rasulullah SAW yang telah disampaikan kepada sahabatnya,Muadz bin Jabal RA ketika mereka dikirim menjadi Duta dakwah ke negeri Yaman. Kata Baginda yang maksudnya:” Wahai Muadz, mudahkanlah setiap urusan dan jangan memberat-beratkannya.

Sebagai panduan bersama, pandangan Shaikhul Islam al-Imam Ibnu Taimiyah. beliau berkata: ” Zuhud itu adalah kamu meninggalkan perbuatan yang tidak berfaedah untuk akhiratmu.” Al-Imam Ahmad bin Hanbal apabila ditanya seorang lelaki memiliki harta kekayaan sebanyak 100.000 dinar uang emas. Bolehkan dia di katakan seorang yang Zahid? Beliau menjawab:” Lelaki itu dikatakan zuhud apabila ada dua sifat: 1. Tidak terlalu gembira ketika hartanya bertambah. 2. Tidak terlalu berduka cita apabila hartanya berkurang.” khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Apabila emas seberat gunung diamanahkan kepadaku, aku tidak akan tidur selagi ia tidak habis dimanfaatkan untuk umat Islam.”

Sumber: Mutiara

Advertisements

January 10, 2013 Posted by | Mutiara Karima | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menindas Atau Menindas

English: The Bank of England offices in Leeds.

English: The Bank of England offices in Leeds. (Photo credit: Wikipedia)

BAB. 6

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Sistem riba didikan barat

Hanya setelah 1100 tahun kedatangan Islam barulah ada “makhluk” yang disebut bank, dan siapa yang mengasaskannya? Tidak lain adalah Yuhudi yang mengontrol ekonomi Inggris dengan pendirian Bank of England pada abad ke 17. Dan dunia Islam telah lama hidup dengan sistem riba didikan barat ini hanya memoles proses pinjaman dengan syarat, nama, akad dan sebagainya sedangkan prinsip dibaliknya adalah sama.

Barat menaklukkan hampir seluruh negara di dunia ini dan meninggalkan dua virus pemusnahan manusia yang utama yaitu pemerintah sekuler-sekuler adalah pemerintah yang meniadakan hukum Allah, apa yang diharamkan oleh Allah dihalalkan misalnya riba, judi, zina dan arak.

Virus

Virus kedua adalah sistem keuangan berbasis riba. Dan apa bila virus ini sudah menyelip ke dalam pembuluh darah masyarakat maka mereka hanya perlu instruksi jarak jauh “remote control” saja untuk mengontrol suatu negara itu, lihatlah hutang luar negeri yang tak habis-habis dibayar dan sudah semestinyalah beserta dengan ribanya sekaligus.

Bank tidak seharusnya diwujudkan sebagai bisnis karena uang bukanlah sesuatu yang seharusnya diperdagangkan lebih-lebih lagi apabila nilai uang itu tidak berada dalam uang itu sendiri. Nilai uang kita berada dalam genggaman mereka yang mengendalikannya yaitu Yahudi laknatullah dan sedihnya berapa banyak pemimpin kita yang sadar akan kondisi ini. Berapa berapa ulama yang bisa “melihat” kemungkaran,Kedzaliman dan penindasan yang terjadi dibalik sistem yang konon islam itu.

Diharamkan

Jika bisa merantau dan pergi kenegara-negara miskin akan terdetik di hati mengapa dunia jadi begini. Jawaban yang sebenarnya adalah sistem riba itu sendiri yang telah menaklukkan seluruh dunia akan memberi kuasa kepada pihak tertentu untuk mengontrol dunia dari segenap aspek kehidupan termasuk sampai ketahap memastikan siapa pemimpin yang dipilih dalam pemilihan suatu Negara yang sedang krisis untuk memastikan keuntungan perusahaan mereka. Perbudakan fisik telah lama terjadi akan tetapi perbudakan keuangan sedang memuncak dengan hebatnya dan sistem perbankan inilah mekanisnya.

Betulkah halal apa yang diceneng-cenengkan oleh perbankan Islam, marilah bersama merenung kembali tujuan sebenarnya perbankan itu sendiri, apakah untuk membantu umat Islam atau mengambil kesempatan atas kebodohan umat Islam itu sendiri.

Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah bdalam pandangan Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keredaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Qs. Ar Rum : 39)

Sumber: Mutiara

December 22, 2012 Posted by | MUtiara Utama | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ketika Singa Padang Pasir Berurai Air Mata

English: Tombstone of Umar, the third caliph.

English: Tombstone of Umar, the third caliph. (Photo credit: Wikipedia)

Bismillahirrahmanirrahiim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Umar bin Khatab

Pernhkan anda membaca dalam riwayat bahwa Umar bin Khatab menangis? Umar bin Khatab yang dikenal sebagai sahabat yang gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau syaithan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat disuatu jalan, maka syaithan akan menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebeneran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karen itu kalau Umar sampai menangis, tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan. Mengapa “Singa padang pasir” ini sampai menangis? Peristiwa apa yang mampu membuat khalifah kedua ini berurai air mata? Suatu saat, Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh beliau berada diatas tanah. Rasul mulia tersebut hanya hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Lantas Umar mengucapkan salam dan duduk di dekatnya. Perlahan, mata Umar mulai memerah. Dan tanpa dapat di bendung, bulir bening mulai menitik di ujung kelopak matanya.

Dunia adalah tempat singgah

Rasul yang mulia pun bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?” Umar menjawab,””bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan kisra dan kaisar duduk disinggasana emas dan berbantalkan sutra”. Nabi berkata,” mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kuam yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon , kemudian berangkat dan meninggalkannya.” Subhanallah,,,Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini adalah tempat pemberhentian sementara; hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Kehidupan manusia di dunia tak ubahnya serang musafir yang melakukan perjalanan jauh. Dunia hanyalah tempat singgah. Transit, tempat pemberhentiaan sementarayang setelah itu akan akan kembali melanjutkan perjalanan panjang.

Ketika kita pergi ke Eropa, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau saat pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat akan mampir sejenak di Abu Dhabi, anggap saja tempat transit itu, Singapura dan Abu Dhabi, merupakan dunia ini. Aapakah ketika transit kita akan habisankan segala perbekalan? Apakah kita akan selamanya tinggaldi tempat transit itu? Ketika kita tengah bersibuk ria shopping, ternyata pesawat telah memnggil kita untuk segera meneruskan perjalanan. ketika kita sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini,tiba-tiba Allah memanggil kita pulang kembali ke sisi-Nya. Perbekalan kita sudah habis. Tangan kita justru penuh dengan bungkusan dosa. Kenistaan yang kita kumpulkan . lalu bekal apa yang akan kita bawa nanti di padang Mahsyar?

Bekal kita di akhirat

Sahabat saudariku fillah,,sisakan kesenangan Di dunia ini untuk Bekal kita di akherat. Dalam setahun, tak bisakah kita meluangkan waktu cuma sebulan untuk menahan nafsu, haus dan lapar? melaksanakan qiyamul lail atau melantunkan seruan-seruan illahi? Dalam tujuh hari seminggu, mengapa kita tak bisa mengendalikan diri paling tidak dua hari dalam seminggudengan melakukan ibadah puasa senin -kamis? Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak kita sisakan waktu barang satu-dua jam untuk shalat dan membaca Al-Qur’an. Delapan jam waktu kita tidur, sangat sulitkah membuangnya hanya 15 menit saja untuk shalat tahajud?
“Celupkan tanganmu kedalam lautan”, saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedan dunia dan akhirat. ” Air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akhirat.” bersiaplah, untuk menyelam di “lautan akhirat”. siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita. Dan bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi. Idza jaa-a ajaluhum laa yasta-khiruuna saa’atan walaa yastaq-dimun( Jika sahabat paling dekat yaitu kematian telah memanggil, tidak akan bisa dimundurkan atau dimajukan walau hanya sedekit). siapakah kita??

Sumber: Irsyad” Pondok Pesantren Man Ana”

August 23, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menyeimbangkan Sunnah dan tradisi Idul Fitri

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Bissmillahirrahmanirrahiim,,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan , kini tibalah saat yang di tunggu-tunggu seluruh umat Islam didunia 1syawal yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam .

Idul Fitri

Secara bahasa , Idul Fitri serarti kembali suci . Dikatakan suci karena selama sebulan ramadhan mereka membakar dosa-dosanya yang telah lalu dengan cara berbondong-bondong memburu ampunan dari-Nya . Bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan . barang siapa yang bertaubat di bulan tersebut , niscaya Allah SWT menghapus segala dosa-dosanya .

Hakekat Puasa

Menjalankan ibadah puasa berarti meninggalkan sekecil apapun perbuatan dosa . karena hakekat puasa adalah bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja . Tapi menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa membatalkan puasa . Diantaranya berbohong , mengunjingkan orang lain , tidak bisa menjaga penglihatan dan melakukan perbuatan sia-sia lainnya . Untuk itulah Idul Fitri dikatakan hari kemenengan bagi umat Islam . dan nikmatnya Idul Fitri hanya bisa dirasakan oleh umat Islam yang berpusa dengan iman dan ihtisab ( ketulusan ) .

Tidak dipungkiri, banyak umat Islam saat ini yang tidak memahami betul ada apa dibalik bulan suci Ramadhan . Baginya , bulan puasa adalah saat untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan Hari Raya . Karena tradisi idul Fitri tidak bisa dijauhkan dari makanan enak yang jarang dinikmati dihari biasa . Tidak heran jika hampir semua harga bahan pokok melambung dan anggaran belanjapun meningkat . Selain itu , juga harus menyiapkan anggaran untuk memperbaiki rumah dan menyiapkan uang untuk dibagi-bagikan kepada saudara , tetangga dan teman-temannya . jadi , bulan Ramadhan menjadi bulan sibuk . Para penjaga toko sibuk , para pegawai sibuk ,lembur dan ibu rumah tangga sibuk menyiapkan serba-serbi Idul Fitri .

kesibukan akan semakin terasa ketika menjelang hari raya . Mulai dari membeli baju , mempersiapkan makanan , menata rumah dan lain sebagainya . Dan tradisi seperti itu sudah membudidaya dilingkungan kita . Lantas , apakah kita sudah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW ?? Pada bulan Ramadhan kita disunnahkan untuk memperbanyak tilawah , berdzikir , dan ibadah lainya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT . Ironisnya , banyak umat muslim yang meninggalkan puasa dengan alasan pekerjaan . Kerja berat atau hal-hal yang tidak memungkinkanya berpuasa padahal tidak sedang sakit atau udzur .

Menyiapkan baju baru dihari raya Idul Fitri

Memang tidak salah membeli baju hari di raya dan memasak berbagai macam makanan sebagai bentuk sukacita dalam menyambutnya , Tapi hendaknya kita seimbangkan dengan tidak tidak melalaikan kewajiban sebagai umat Islam dan tidak melupakan makna Idul Fitri yang sebenarnya . kita harus peduli dengan mereka yang tidak gembira menyambut hari raya karena keadaan yang kekurangan . Di luar sana , banyak anak-anak yatim yang tidak berhari raya . Tidak ada baju baru yang dipakai dan tidak ada yang bisa dimakan . bahkan , terkadang kita suka menimbn-nimbun pakaian . masih banyak baju baru yang memenuhi lemari , tapi tidak bisa meninggalkan momentum hari raya yang identik dengan baju baru , dan kemudian masih membilinya . Tidak jarang , ketika hari raya meja makan dipenuhi berbagai makanan . Bahkan , jika tidak habis , maka akan masuk tong sampah . Padahal diluar sana banyak sekali saudara-saudara kita yang kelaparan . Selain itu , terkadang kita salah sasaran membagi-bagi rizki . Padahal lebih afdhol kalau kita memberi uang kepada saudara-saudara yang lebih membutuhkan . kepada anak-anak yatim yang kekurangan . dan yang sering terjadi adalah memberi banyak kepada yang kaya dan memberi sedikit kepada yang miskin . Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan mereka .

memburu ampunan dari-Nya kita dengan menyimak kisah rasulullah SAW suatu saat ketika Idul Fitri . pada saat umat Islam di madinah merayakan Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir , Rasulullah SAW terlambat datang padahal beliau harus memimpin shalat sunnah idul Fitri . Ternyta , dalam perjalanan menuju masjid beliau melihat anak kecil sedang menangis , padahal teman-teman lain bersukaria dengan baju barunya .

” Kenapa kau menangis sendirian , wahai anakku . padahal hari ini hari bergembira bagi kita ,” tanya Rasulullah SAW kepada bocah itu .
“teman-teman punya baju baru , habis makan enak-enak , sedangkan aku tidak punya apa-apa ,” jawab bocah itu sambil terus menangis tanpa menoleh kepada Rasulullah SAW .
“Memangnya ayah dan ibumu kemana?”
“Ayahku sudah meninggal , ibuku kawin lagi .
harta peninggalan ayah sudah dihabiskan ayah tiriku .”

Mendengar ucapan bocah malang itu , Nabi membelai kepalanya dengan penuh kasih lalu berkata , ” bagaimana seandainya Fatimah Azzahra jadi kakakmu , Ali Bin Abi tholib jadi abangmu , dan Hasan-Husein jadi saudaramu , sedangkan aku jadi ayahmu ??” Ucap Rasul membuat tangis bocah itu terhenti . Dia baru sadar , bahwa yang mengajak bicara adalah rasulullah SAW .

” Tentu saja mau dan senang sekali ya Rasulullaah .”Ali Bin Abi tholib . Kemudian Rasulullah membimbing anak tersebut bkerumah beliau . Dipakaikannya pakaian bagus seperti yang dipakai cucunya , Hasan dan Husein . Setelah itu anak tersebut bergabung dengan teman-teman sebayanya dengan wajah ceria . Dan Rasulullah melanjutkan perjalanan untuk mengimami shalat Idul Fitri .

Selanjutnya ,sudahkah kita membagi-bagikan kebahagiaan kita kepada saudara-saudara yang kekurangan seperti kisah teladan rasulullah di atas ??Kita memeng tidak bisa menjauh dari tradisi hari raya yang sudah membudidaya . Tapi setidaknya kita seimbangkan dengan kewajiban sebagai hamba Allhah SWT . Agara kebahagiaan di dunia dan akhirat bisa dinikmati kedua-duanya .

Tidak berlebihan jika sebagian orang yang mengatakan bahwa Idul Fitri hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang kembali suci karena ibadah yang dijalankan selama Ramadhan dan orang-orang yang berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik setelahnya . maka dari itu , selama kita sudah memenuhi syarat-syarat berpuasa , kita njalankan rukun Islam yang ke3 tersebut samata-mata karena Allha SWT . serta menyambut Idul Fitri dengan tetap berpedoman pada sunnah Rasulullah SAW meski tradisi dilingkungan kita tidak bisa dihindari . dengan begitu , kita dapat menikmati indahnya kemenangan dihari yang fitri ‘ kewajiban sebagai hamba Allhah SWT
Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf lahir Dan bathin .

Sumber : Pandu

August 17, 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

   

Mif19.tea's Blog

Just a Little Scientific Inspiration 4 You

KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Mrs Djones' Journey

Journey through marriage and motherhood~

d2cuthe blog

kesempatan tidak akan datang dua kali

Qalbunsalima's Blog

Hati yang damai, tentram dan sejahtera

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.